Casanova In Love

Casanova In Love
Semangkok Bubur


__ADS_3

Kagami Jiro masih saja menatap kepergian Yuna hingga punggung Yuna mulai menghilang dari pelupuk matanya. Rasanya masih sedikit shock dan tidak percaya saat Yuna mengancamnya dengan menunda pernikahannya.


"Melakukan sesuatu? Jadi maksudnya adalah memasak? Huft ... hampir saja aku berfikir kemana-mana. Uhm ... sebenarnya aku sudah berfikir kemana-mana sih." gumam Kagami Jiro pelan. "Haish ... lagipula mana mungkin Yuna seagresif itu." imbuh Kagami Jiro mulai membaringkan tubuhnya di atas pembaringannya yang begitu empuk.


"Aku bahkan tak bisa membayangkan, bagaimana nanti dia saat melakukan malam pertama denganku ... oh tidak!! Jiro mesum!! Jangan berfikir yang bukan-bukan saat ini!!" Kagami Jiro mulai merona membayangkannya dan menutup wajahnya dengan telapak tangan kirinya yang sedikit terbuka ke atas.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Yuna sudah datang lagi dengan membawa 2 mangkok berukuran sedang yang sudah berisi dengan bubur putih.


"Makanlah ... kamu harus menjaga lambungmu dengan baik. Kurangi kopi dan makanlah dengan benar dan teratur." ucap Yuna sambil memberikan semangkok bubur putih itu untuk Kagami Jiro.


"Hhm. Iya, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Yuna." sahut Kagami Jiro begitu terharu dan mulai menerima semangkok bubur putih yang masih hangat itu.


Bagaimana tidak terharu? Kagami Jiro melihat seorang gadis yang sangat dia sayangi mulai terlihat mengkhawatirkan dan mempedulikannya. Bahkan saat ini gadia itu sudah berusaha untuk memasak sesuatu untuk dirinya. Pasti sangat berbunga-bunga dan juga terharu.


"Hhm. Maaf ... aku hanya memasak bubur putih ini saja. Ini akan sangat baik untuk lambungmu saat ini." ucap Yuna yang sudah meraih semangkok bubur putih untuk dirinya sendiri lalu mulai menikmatinya juga.


Mendengar ucapan dari Yuna membuat Kagami Jiro tak bisa menahan untuk tidak tersenyum karena merasa begitu bahagia saat ini.


"Ini sudah lebih dari cukup, Yuna. Apalagi saat kamu memasaknya hanya untukku. Terima kasih banyak ... dan kalau boleh jujur, ini adalah pertama kalinya aku memakan masakan dari seorang gadis." ucap Kagami Jiro dengan jujur dan menatap Yuna lekat.


Yuna yang mendapatkan tatapan hangat itu dengan cepat segera mengalihkan pandangannya dan mulai berpura-pura menyibukkan dirinya sendiri dengan menikmati bubur putih buatannya sendiri itu.

__ADS_1


"Tentu saja, selama ini pasti kamu memakan masakan dari cheft keluarga besar Kagami. Dan pasti kamu tidak pernah memakan makanan sederhana seperti ini. Maaf jika rasanya tidak seenak masakan mereka ..." ucap Yuna yang sebenarnya tidak merasa yakin untuk memberikan makanan itu untuk Kagami Jiro.


Dan sebenarnya Yuna merasa kurang percaya diri, karena selama ini tentu saja Kagami Jiro selalu terbiasa memakan makanan mewah dan masakan dari cheft, hingga akhirnya kini Yuna mulai berubah fikiran.


"Aku berubah fikiran!" ucap Yuna tiba-tiba dengan cukup lantang dan sempat membuat Kagami Jiro sedikit kaget. "Mana kembalikan saja padaku! Aku akan membelikan saja di luar untukmu!" kali ini Yuna berusaha untuk merebut semangkok bubur itu dari Kagami Jiro.


Namun Kagami Jiro malah semakin menjauhkan mangkok itu dari Yuna dan tentu saja Kagami Jiro tak akan terima jika Yuna memintanya kembali.


"Tidak, Yuna! Kamu sudah memberikannya untukku! Sesuatu yang sudah diberikan tidak baik jika diminta kembali!" ucap Kagami Jiro yang sebenarnya sudah memakan beberapa suap bubur putih buatan Yuna itu.


"Tapi bubur putih ini rasanya sangat hambar. Lambungmu terlalu disayangkan jika mengkonsumsi masakan dariku yang sungguh biasa-biasa saja!" ucap Yuna masih belum mau mengalah dan masih berusaha untuk merebut bubur itu hingga akhirnya tak sadar Kagami Jiro sudah hampir berbaring dan Yuna sudah berada di atas tubuh Kagami Jiro dan menimpa tubuh Kagami Jiro.


Yuna masih berusaha merebutnya tanpa memperhatikan posisi mereka berdua saat ini. Tangan kiri Yuna bertumpu pada dada bidang Kagami Jiro, sedangkan tangan kanannya masih berusaha untuk meraih mangkok bubur itu ke arah samping.


"Tidak bisa! Lain kali aku akan memasak sesuatu yang lebih layak. Dan tentunya akan lebih enak dari bubur yang hambar ini." ucap Yuna masih saja kekeh.


Hingga akhirnya tak sengaja Kagami Jiro malah menjatuhkan semangkok bubur itu karena tersenggol oleh tangan kanan Yuna, dan akhirnya mangkok itu malah terjun dengan bebas dan terjatuh di lantai begitu saja.


Kagami Jiro menatap semangkok bubur yang menurutnya sangat spesial dan berharga itu hingga mangkok itu mulai mendarat dengan tidak teratur di atas lantai dan bubur di dalam mangkok itu mulai tumpah begitu saja.


Seakan sudah kehilangan sebuah harta karun yang begitu berharga dari dalam hidupnya begitu saja, hingga membuat raut wajah Kagami Jiro terlihat begitu memelas dan murung.

__ADS_1


Suasana menjadi hening seketika. Kedua netra Yuna dan Kagami Jiro masih menatap semangkok bubur putih yang kini sudah terjatuh di atas lantai dan sedikit berserakan.


"Yuna ... apa yang sudah kau lakukan terhadap makanan berhargaku? Kamu menghancurkannya begitu saja dan membuatku tak bisa menikmatinya lagi ..." ucap Kagami Jiro dengan nada yang begitu memelas dan sangat bersedih dan masih menatap semangkok bubur putih yang sudah tumpah itu.


JLEEBB ...


Yuna seakan sudah menjadi tersangka utama dalam sebuah kecelakaan ini dan ucapan dari Kagami Jiro sukses membuat Yuna menjadi tercengang dan membeku selama beberapa saat, namun Yuna juga merasa begitu aneh.


Apa yang sedang dia katakan? Mengapa seolah-olah akulah tersangka utama dari kejadian semua ini? Padahal aku hanya ingin menggantinya dengan makanan yang lebih enak dan layak.


Batin Yuna yang juga masih menatap semangkok bubur yang sudah tumpah di atas lantai itu dengan rasa bersalah, meskipun sebenarnya Yuna masih sangat menyangkal jika dia bersalah atas kejadian ini. Namun karena melihat Kagami Jiro yang terlihat begitu terpukul saat kehilangan semangkok bubur putih itu membuat Yuna merasa sangat bersalah.


"Ma-maafkan aku ... aku akan membelikan makanan lain di luar untukmu. Tunggu sebentar ..." ucap Yuna yang mulai berniat untuk segera bangkit dari tempatnya.


Namun Kagami Jiro dengan gerakan cepatnya mulai menahan lengan kiri Yuna dan pinggang Yuna yang masih duduk di atas tubuh Kagami Jiro dan menimpanya.


Pergerakan cepat dari Kagami Jiro tentu saja membuat sepasang mata Yuna mulai membelalak dengan hati yang sedikit mulai berdebar namun tetap waspada.


"Ini sudah sangat larut. Tidak usah pergi lagi." ucap Kagami Jiro.


"Tapi ... kamu harus memakan sesuatu ..."

__ADS_1


"Aku tidak mau makanan yang lain lagi. Sekarang aku mau kamu bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan terhadap makanan spesialku!" ucapan Kagami Jiro terdengar pelan, namun penuh ancaman untuk Yuna hingga membuat Yuna semakin menyiapkan diri akan mendapatkan sebuah hukuman dari Kagami Jiro.


__ADS_2