Casanova In Love

Casanova In Love
Cemburu Buta


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar apartemen di Oakwood Suites Yokohama, terlihat seorang pria yang masih mengenakan sebuah jubah mandi berwarna cream berjalan mondar mandir di dekat pembaringannya.


Raut wajahnya terlihat begitu kesal dan khawatir seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu yang begitu besar. Sebuah benda pipih selalu berada dalam genggamannya, seakan sedang menantikan seseorang untuk segera menghubunginya. Karena hampir dalam setiap menit pria itu memeriksa ponselnya untuk memastikan sesuatu.


Akhirnya setelah beberapa saat, benda pipih itu mulai berdering. Dengan cepat pria itu segera mengangkat panggilan itu.


"Halo, Maki! Katakan semuanya dengan detail kepadaku tanpa ada yang terlewat sedikitpun!" perintah pria itu dengan tak sabaran.


"Begini, Tuan Kagami Jiro. Saat ini nona Yuna sedang menikmati daging barbeque bersama Jonathan dan senior Sky." ucap Maki melaporkan keadaan yang sedang terjadi di kediaman Sky.


"Lalu apa lagi yang terjadi saat ini? Apakah kedua pria itu menggoda Yuna?" ucap Kagami Jiro mulai berfikir ke arah sana.


"Tidak, Tuan Kagami Jiro. mereka sedang berbincang bersama saja kok. Dan jika dilihat dsei wajah kedua pria itu, mereka berdua adalah pria yang baik dan bukan tipe pria yang suka menggoda para gadis." ucap Maki apa adanya.


Mendengar ucapan dari kaki tangannya, rupanya malah menyinggung Kagami Jiro dan menjadikannya sedikit murka kembali.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?! Apa kau ingin mengatakan jika aku bukanlah pria yang baik?! Maki! Apa kau sudah bosan berkerja denganku?! Siapkan surat pengunduran dirimu secepatnya!" tandas Kagami Jiro begitu tegas.


"Bukan begitu, Tuan Kagami Jiro. Maafkan aku. Aku bahkan tidak mengatakan semua itu, Tuan. Tolong jangan pecat aku, Tuan." pinta Maki yang terdengar begitu ketakutan karena ancaman dari Kagami Jiro.


Sungguh terlalu seorang Kagami Jiro yang begitu sensitif ketika sudah menyangkut dengan hatinya. Padahal Maki sama sekali tidak mengatakan jika Kagami Jiro bukanlah seorang pria yang baik, namun pada kenyataannya Kagami Jiro malah tersinggung saat Maki mengatakan jika Jonathan dan senior Sky adalah pria yang baik.

__ADS_1


"Sekarang terus awasi mereka! Jangan biarkan ada orang yang berusaha untuk menyakiti Yuna! Terutama Death eyes! Aku sampai khawatir mereka akan melibatkan Yuna kali ini." titah Kagami Jiro dengan sangat tegas.


"Ba-baik, Tuan Kagami Jiro." Maki menyauti dengan begitu ketar-ketir.


Setelah mendengar jawaban dari salah satu kaki tangannya yang saat ini sedang Kagami Jiro tugaskan untuk menjaga dan mengawasi Yuna, kini Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu dan menghempaskan benda pipih itu di atas pembaringannya.


"Argghh ... gadis itu mengapa bisa membuatku menjadi begitu frustasi seperti ini?!" Kagami Jiro duduk di pinggiran tempat tidurnya lalu menunduk dan menyibak rambutnya yang hitam pekat dan sedikit gondrong ke belakang.


Sepasang matanya dia pejamkan, dan saat ini dia terlihat begitu pusing hanya karena seorang gadis yang bernama Yuna. Seorang gadis yang mengabaikan ( belum menjawab) penawarannya untuk menjadi wanitanya, dan kini gadis itu malah bepergian bersama pria lain dan terlihat begitu nyaman dan bahagia. Tak seperti saat sedang bersama dengan dirinya yang selalu terlihat seakan begitu terpaksa.


"Lusa adalah tepat satu minggu. Dan itu artinya dia harus menjawab penawaranku saat itu juga. Aku tidak tau jika dia sampai menolakku lagi, aku harus bagaimana? Sungguh dia membuatku gila!" Kagami Jiro mulai bangkit dan meninggalkan kamarnya.


Kini pemuda itu menuju ke sebuah ruangan, tepatnya di dekat dapur. Ada sebuah lemari khusus yang biasa dia gunakan untuk menyimpan persediaan wine di dalam aparemen Kagami Jiro. Namun saat membuka lemari itu, tak ada satupun botol yang tersisa di dalamnya, dan sepertinya semua persediaan wine memang sudah habis.


Panggilan pertama tak diangkat oleh Igor. Dan hal ini membuat Kagami Jiro semakin naik darah dan kesal. Akhirnya Kagami Jiro mulai mencoba untuk menghubunginya lagi. Dan paggilan kedua juga tidak diangkat.


"Dasar sampah satu ini! Pasti sedang enak-enak sama istrinya sampai mengabaikan panggilanku seperti ini!" kali ini Kagami menekan panggilan ketiga dengan full power dan raut wajahnya terlihat begitu kesal bukan main.


"Kali ini jika masih saja mengabaikan panggilanku, awas saja ya! Kau akan menyesal!" geram Kagami Jiro dengan wajah yang sudah menjadi merah padam.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Igor mulai mengangkat panggilan dari Kagami Jiro.

__ADS_1


"Igor! Beraninya kau mengabaikan panggilanku dan beraninya kau membuatku menghubungimu sampai 3 kali seperti ini! Kau akan menerima hukuman dariku esok!" semprot Kagami Jiro saat panggilan itu mulai diangkat oleh Igor di seberang.


"Tu-tuan, maafkan aku tadi masih begitu ... uhm ... anu ... itu tuan." ucap Igor begitu kebingungan untuk menjawab Kagami Jiro.


Sayang, tolong ambilkan celana dalamku dan bra di sebelamu itu!


Tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita dari seberang, dan mungkin saja itu adalah istri Igor. Sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro kini membulat sempurna saat mengetahui sesuatu, jika Igor mengabaikan panggilannya karena sedang melakukan sesuatu dengan sang istri.


Pria pemilik sepasang pupil kecoklatan itu terlihat begitu murka. Wajahnya yang putik menjadi merah padam dan dia juga mengeraskan rahangnya. Terlihat bak seekor serigala yang begitu kelaparan dan sudah bersiap untuk menerkam mangsanya.


"Kau malah enak-enakan disana dan membiarkanku dan mengabaikan panggilanku begitu saja ya?! Hah? Apa kau sudah bosan bekerja denganku, Igor?!" hardik Kagami Jiro terdengar begitu menggelegar dan seketika membuat Igor bergidik ngeri.


Meskipun Igor sedang berada di seberang sana, namun semua itu seakan Kagami Jiro sedang memarahinya di depannya langsung.


"Maafkan aku, Tuan. Aku sungguh tidak tau jika tuan Kagami Jiro menghubungiku. Ponselku dalam keadaan silent mode, Tuan. Maaf ..." ucap Igor dengan nada bicaranya yang begitu rendah dan memelas.


BRAAKK ...


Kagami Jiro menutup lemari penyimpanan wine di apartemennya dengan cukup keras hingga membuat Igor yang sedang berada di seberang juga tersentak karena kaget. Bahkan Igor reflek sedikit menjauhkan ponselnya dari telingamya.


"Cihh ... alibi!! Selalu saja seperti itu! Aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus segera datang ke apartemnku dan bawakan beberapa red wine untukku sekarang juga! Dalam waktu 30 menit kamu harus segera sampai dengan barang yang aku minta! Jika sampai terlambat, habislah riwayatmu, Igor!" geram Kagami Jiro menandaskan lalu segera mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


Tut ... tut ... tut ...


Panggilan itu telah berakhir, dan Kagami Jiro segera kembali ke ruang tengah. Kali ini dia berusaha mengusir rasa bosannya dengan menghidupkan TV dan menyaksikan sebuah siaran TV.


__ADS_2