Casanova In Love

Casanova In Love
Halusinasi?


__ADS_3

"Ahh ... lega sekali rasanya setelah makan kenyang, pulang dan mandi!! Segar sekali ..." Yuna mulai keluar dari kamar mandi masih mengenakan jubah mandinya lalu mulai merebahkan tubuh rampingnya di atas pembaringan berukuran king itu.


Sepasang matanya mulai dipejamkannya, kedua tangannya mulai direntangkannya lebar-lebar dan sesekali digerak-gerakkannya naik turun. Senyuman manisnya terukir indah menghiasi wajah ayunya yang masih memejamkan matanya itu.


"Malam ini aku juga bebas dan merdeka di dalam kamar ini! Malam ini kamar ini adalah milikku seorang diri!!" gumam Yuna yang terlihat begitu bahagia karena tak akan ada yang mengganggu dirinya malam ini.


Karena tba-tiba saja Jiro sedang ada urusan untuk menemui beberapa temannya yang berada di Perancis. Dan mereka akan mengadakan reuni bersama malam ini. Dan tentu saja Yuna merasa begitu bahagia dam bebas malam ini.


"Lega sekali malam ini akhirnya aku bebas ... ahh ... senang sekali!!" gumam Yuna pelan wajahnya masih dihiasi dengan senyuman manis.


"Benarkah begitu? Kamu begitu bahagia saat tidak bersama denganku ya? Apa kehadiranku sungguh sangat tidak membuatmu merasa nyaman, Yuna?"


Tiba-tiba terdengar suara yang menyerupai seperti suara Kagami Jiro. Namun Yuna masih saja memejamkan matanya, meskipun senyumnya sudah mulai sedikit memudar. Dan Yuna malah menganggap ini seperti sebuah halusinasi saja.


"Ahh ... bahkan aku sering sekali mengalami halusinasi seperti ini. Padahal saat ini Jiro sedang bersenang-senang bersama dengan teman-temannya. Namun aku masih saja berhalusinasi tentang dia. Sungguh sangat menakutkan dan mengerikan dia itu ..." Yuna mulai bergeming pelan kembali tanpa membuka matanya.


"Halusinasi? Kau takut padaku?"


Tiba-tiba suara yang menyerupai Kagami Jiro itu mulai terdemgar lagi dan membuat Yuna terdiam selama beberapa saat dengan kening yang berkerut.


"Mengapa halusinasi ini terasa begitu jelas dan nyata? Bahkan dia bisa menjawabku. Padahal aku sedang tidak mabuk. Hanya saja sedikit lelah ... " gumam Yuna kembali bergeming pelan.


"Karena kamu sedang tidak berhalusinasi, Sayang."


Tiba-tiba suara yang menyerupai suara Kagami Jiro itu mulai terdengar kembali, dan kali ini suaranya semakin dekat seakan berada tepat di daun telinga Yuna. Seakan menggelitiki daun telinga Yuna begitu saja, bahkan hembusan nafasnya yang hangat juga dirasakan oleh Yuna dan menyapu pipi halus Yuna.


Yuna mulai membuka sepasang matanya dengan cepat. Dan betapa terkejutnya Yuna ketika melihat Kagami Jiro sudah berada di sebelahnya dengan posisi tertidur miring di sampingnya.

__ADS_1


Yuna sedikit tersentak dan dengan cepat Yuna berniat untuk segera bangun. Namun Kagami Jiro segera menahan tubuh Yuna dengan melingkarkan tangan kanannya pada bagian perut Yuna.


"Kamu ... apa yang sedang kamu lakukan disini?" ucap Yuna begitu terkejut dan masih menatap Kagami Jiro dengan sedikit membulatkan sepasang matanya.


"Apa yang sedang aku lakukan disini?" ucap Kagami Jiro mengulangi ucapan Yuna dengam nada jenaka. "Kamar ini adalah kamar kita berdua. Jadi aku juga berhak atas kamar ini, Sayang." imbuh Kagami Jiro dengan senyuman memggoda Yuna.


"Mak-masudku adalah ... bukankah malam ini kamu sedang pergi untuk menemui teman-temanmu? Lalu mengapa kamu ada disini?" ucap Yuna masih tidak mengerti dengan Kagami Jiro yang tiba-tiba saja kembali ke dalam kamar.


"Nampaknya kamu sangat bahagja ya jika berjauhan denganku. Apa kehadiranku sungguh sangat mengganggumu, Sayang?" lagi-lagi pertanyaan itu Kagami Jiro layangkan dengan senyuman yang begitu manis.


"Ten-tentu saja aku tidak merasa terganggu kok. Ahaha ..." sahut Yuna menjadi salah tingkah sendiri karena Kagami Jiro sudah memergokinya saat bahagia ketika mereka berdua sedang berjauhan. "Aku hanya merasa heran, bukankah kamu sedang bersama dengan mereka?"


"Pertemuan itu aku memintanya untuk dilakukan besok saja. Karena malam ini ada sesuatu yang harus aku lakukan." ucap Kagami Jiro membelai pelan sisi samping wajah Yuna.


"Ada sesuatu yang harus kamu lakukan malam ini?" ucap Yuna mengulang kembali ucapan dari Kagami Jiro.


"Ya. Ada seseorang yang harus aku hukum malam ini karena dia tidak menuruti ucapanku hingga akhirnya dia malah tersesat dan hilang begitu saja di sepanjang sungai Seine." ucap Kagami Jiro menatap Yuna dengam senyum tipis dan mengangkat kedua alisnya beberapa kali.


"Pertama karena kamu bandel dan tidak patuh pada ucapanku. Dan jika kamu bertanya soal hati, tentu saja aku punya hati. Dan hatiku ini sudah dipenuhi olehmu, Yuna." sahut Kagami Jiro begity santai.


"Bukankah aku sudah mengatakannya sejak awal? Aku hanya melihat sekitar saja namun malah tersesat." sahut Yuna begitu memelas.


"Ya. Jika saja kamu patuh dan menurut padaku, maka kamu akan tetap menungguku dan tidak akan pergi kemana-mana. Dan kamu juga tidak akan tersesat, Yuna."


"Baiklah ... baiklah ... aku mengaku bersalah. Maafkan aku." ucap Yuna yang memang merasa bersalah karena tidak menurut untuk diam dan menunggu saat Kagami Jiro membeli es krim.


"Well. Itu artinya kamu bersedia untuk mendapatkan hukuman dariku bukan, Sayang?"

__ADS_1


"Hukuman apa? Katakan padaku saja. Mencuci? Memasak? Dikurung? Atau apa? Katakan saja padaku!" ucap Yuna kembali.


"Dikurung selama 2 pekan. Dan kamu hanya boleh bersama denganku saja."


"Bukankah memang itu yang sedang lakukan bersama saat di Paris?"


"Disaat keluar kamu harus selalu bersama denganku dan tidak boleh pergi sendirian tanpa aku." ucap Kagami Jiro mengingatkan Yuna untuk yang kesekian kalinya sampai Yuna merasa begitu bosan untuk mendengarkannya dan menjawabnya.


"Baiklah ... baiklah ... aku paham. Aku tak akan mengulanginya lagi. Aku akan selalu patuh padamu mulai saat ini." ucap Yuna memutuskan untuk mengalah saja karena sudah cukup lelah untuk berdebat dengan Kagami Jiro.


Kagami Jiro tersenyum lebar mendengarkan jawaban dari Yuna yang begitu pasrah untuk menerima hukuman apapun dari dirinya.


"Ehm ... besok aku akan pergi bersama untuk menemui teman-temanku. Kamu ikut bersama denganku ya, Yuna." ucap Kagami Jiro penuh harap dan memainkan beberapa helai rambut Yuna dengan jemarinya.


"Itu kan acara dan pertemuan bersama dengan teman-temanmu. Lalu mengapa aku harus ikut? Aku takut mereka merasa tidak nyaman. Lebih baik kamu pergi sendiri saja. Aku akan menunggumu di hotel. Dan aku tidak akan pergi kemana-mana kok." ucap Yuna apa adanya.


"Tidak ... tidak. Kamu harus ikut bersama denganku, Sayang. Mereka juga ingin mengenalmu."


"Tapi ..."


"Tidak ada tapi-tapi. Lagipula bukankah kamu baru saja mengatakan jika akan selalu patuh dan menurut padaku?" ucap Kagami Jiro dengan sebuah kalimat tanya retoris.


"Uhm ... iya ... baiklah. Aku akan ikut bersama denganmu." ucap Yuna dengan sangat terpaksa.


"Dan ... aku mau lagi malam ini ..." ucap Kagami Jiro yang sedikit demi sedikit mulai menurunkan jemari pengembara itu merayapi leher jenjang Yuna dan mulai menyibak rambut Yuna.


"Mau apa?" ucap Yuna dengan cepat dan sepasang matanta mulai membulat kembali menatap Kagami Jiro waspada.

__ADS_1


Kagami Jiro tak menjawab pertanyaan Yuna dan hanya tersenyum misterius lalu segera bangkit dan menindih tubuh Yuna begitu saja. Sebuah kecupan hangat mulai dilayangkan oleh Kagami Jiro untuk mengawali pertempuran malam ini.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2