Casanova In Love

Casanova In Love
Yuna Terjatuh


__ADS_3

Kini Kagami Jiro mulai meraih handle pintu kamarnya dan mulai menariknya perlahan.


CEKLEKK ...


Kini terlihat seorang gadis remaja sudah tersenyum dengan manis di balik pintu. Gadis itu terlihat sudah rapi dengan pakaian sekolahnya dan ransel putih yang sudah digendongnya.


"Christal? Mengapa kamu belum berangkat le sekolah?" tanya Kàgami Jiro kebingungan.


"Aku kesiangan, Kak. Dan kak Yosuke sudah berangkat bersama ibu. Papa juga sudah berangkat bekerja. Kata salah satu asisten rumah tangga kita kak Jiro dan kakak ipar Yuna belum berangkat. Jadi aku kesini untuk berangkat bersama kak Jiro dan Kakak ipar Yuna. Bisakah aku berangkat bersama kalian, Kak?" tanya Christal dengan wajah yang begitu memelas.


"Uhm ... Christal. Lebih baik kamu berangkat bersama sopir saja. Karena kakak memutuskan untuk mengambil cuti hari ini." sahut Kagami Jiro menggaruk pelan pelipisnya dengan keningnya yang sedikit berkerut.


"Mengambil cuti? Tapi kak Jiro sudah terlihat begitu rapi? Apakah kakak tiba-tiba sakit?" selidik Christal.


"Uhm ... tidak, Christal. Kakak baik-baik saja. Hanya saja kakak ingin mengambil cuti saja." ucap Kagami Jiro seadanya.


"Oh, ya sudah kalau begitu aku akan berangkat bersama kakak ipar Yuna saja." sahut Christal dengan mudahnya tanpa ada rasa curiga sedikitpun. "Dimana kakak ipar Yuna, Kak?" imbuh Christal sambil menebarkan pandangannya ke arah kamar untuk mencari sosok Yuna melalui pintu.


"Uhm ... Christal, sebenarnya kakak ipar Yuna juga sedang mengambil cuti saat ini. Kami mengambil cuti bersama." ucap Kagami Jiro lagi.


"Yah ..." ucap Christal dengan raut wajahnya yang terlihat begitu murung dan sedih. "Ya sudah. Aku akan berangkat berama sopir saja." imbuh Christal mulai berbalik dan bergegas untuk segera pergi.


Namun tiba-tiba saja mulai terdengar suara seseorang yang memanggil Christal dan membuat Christal menghentikan langkah kakinya dan segera berbalik kembali.


"Christal ..." terdengar suara seorang gadis memanggil nama Christal dari belakang Kagami Jiro


Ternyata Yuna sudah datang dan sudah mengenakan pakaian rapi. Hanya saja Yuna tidak berdandan terlalu berlebihan, dan hanya mengenakan bedak dan juga liptint berwarna natural saja. Hampir sama seperti riasan sehari-harinya sih.

__ADS_1


"Kami akan berangkat kok dan tidak jadi mengambil cuti. Jadi kita berangkat bersama saja!" ucap Yuna tersenyum lebar menatap Christal.


"Tap-tapi, Yuna ..." sela Kagami Jiro yang terlihat begitu keberatan dengan keputusan mendadak dari Yuna.


"Baiklah!! Aku akan segera menunggu kak Jiro dan kakak ipar Yuna di bawah!!" sahut Christal dengan senyum lebar dan mulai meninggalkan mereka berdua.


"Sayang. Bukankah kita sudah sepakat untuk mengambil cuti hari ini?" protes Kagami Jiro sedikit keberatan dengan keputusan yang tiba-tiba diambil oleh Yuna.


"Kasihan Christal jika harus berangkat sendirian. Ayo kita segera berangkat!" kali ini Yuna berinisiatif untuk meraih jemari Kagami Jiro dan menariknya.


"Baiklah. Tapi kita lanjutkan nanti malam ya." ucap Kagami Jiro mulai bernegosiasi dengan Yuna.


"Hhm, tapi jika si kembar di dalam rahimku tidak rewel ya." Yuna menyauti dengan senyum lebar dan mulai melingkarkan tangan kanannya pada lengan Kagami Jiro untuk berjalan beriringan.


"Memangnya mereka bisa rewel? Saat di dalam perut? Bagaimana caranya?" tanya Kagami Jiro kebingungan.


"Hhm. Ya ... apakah itu maksudnya ..."


"Ya! Itu bukanlah karena keinginanku. Bahkan aku sendiri juga tidak tau mengapa aku menjadi begitu cengeng malam itu dan malah menangis begitu saja. Setelah teringat dengan perkataan dokter kandungan itu aku baru paham, jika itu adalah karena bawaan janin. Dan kata dokter kandungan aku juga bisa saja menjadi begitu cantik, namun juga bisa menjadi begitu jelek saat hamil karena hormon."


"Mau bagaimanapun kamu, bagiku kamu adalah wanitaku yang paling cantik dan tak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisimu sebagai Nyonya dan menantu pertama di keluarga besar Kagami." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu hangat.


Mendengar ucapan dari Kagami Jiro seketika membuat wajah ayu Yuna mulai sedikit merona hingga dirinya mulai kehilangam fokus dan tersandung.


Tubuh rampingnya mulai terhuyung dan hampir saja terjatuh dna terhempas ke bawah, namun karena tangan Yuna masih melingkar pada lengan Kagami Jiro, akhirnya tubuh Kagami Jiro malah tertarik dan mereka berdua terjatuh bersama.


Namun Kagami Jiro masih saja berusaha untuk melindungi Yuna dengan menarik kuat tangan Yuna dan memutar tubuh Yuna agar Kagami Jirolah yang terjatuh dibawah lebih dulu, sementara Yuna terjatuh setelah Kagami Jiro dan mendarat di atas tubuh Kagami Jiro.

__ADS_1


BRRUUGGHH ...


"Arghh ..." rintih Yuna yang terjatuh tepat di atas tubuh Kagami Jiro.


"Yuna ... kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan perutnya? Apa terasa sakit?" ucap Kagami Jiro terlihat begitu panik dan khawatir.


Yuna mulai duduk dan memegangi perutnya, "Kata dokter aku harus selalu berhati-hati. Tapi aku malah begitu ceroboh seperti ini. Bagaimana jika si kembar kenapa-kenapa? Ini semua salahku. Aku terlalu ceroboh dan tidak berhati-hati. Bagaimana ini, Jiro? Hiks ..." ucap Yuna begitu ketakutan bahkan sampai menangis karena mengkhawatirkan kedua janin kembarnya yang saat ini masih berada di masa paling rentan akan pertumbuhannya.


"Sayang, jangan khawatir. Semua pasti akan baik-baik saja." ucap Kagami Jiro meraih kedua bahu Yuna lalu memeluknya untuk berusaha menenangkan Yuna.


"Tapi ... bagaimana jika terjadi sesuatu, Jiro? Aku takut sekali. Ini semua salahku ..." ucap Yuna masuh terisak di dalam pelukan Kagami Jiro.


"Tidak, Sayang. Jangan berpikiran seperti itu. Si kembar pasti baik-baik saja. Karena mereka berdua kuat seperti ayah dan ibunya!!" ucap Kagami Jiro lagi berusaha untuk menghibur Yuna agar berhenti menangis. "Kita pergi ke rumah sakit sekarang dan memeriksakannya! Ayo!" kini Kagami Jiro segera melepaskan pelukannya dan mulai menggendong depan Yuna lalu membawanya ke halaman rumah dan memasuki Buggati Divo kesayangannya.


Christal yang sudah menunggu mereka berdua di teras rumah besar Kagami kini juga mulai memasuki mobil itu dan segera duduk di kursi belakang kemudi.


"Apa yang terjadi, Kak Jiro? Ada apa dengan kakak ipar Yuna?" tanya Christal yang melihat kakak sulungnya malah menggendong Yuna dari dalam rumah hingga memasuki mobil dan terlihat begitu panik.


"Kakak ipar Yuna terjatuh dari tangga dan kita akan pergi ke rumah sakit, Christal." jawab Kagami Jiro mulai menghidupkan mesin mobilnya.


"Apa? Kakak ipar Yuna terjatuh?" tanya Christal yang juga seketika terlihat begitu khawatir. "Kalau begitu aku juga ikut ke rumah sakit!" imbuh Christal dengan cepat.


Tak ada percakapan lagi diantara mereka bertiga. Suasana di dalam begitu tegang, dan Yuna masih saja merasa ketakutan karena mengkhawatirkan kedua bayinya. Kagami Jiro yang menyadari semua itu sesekali meraih jemari Yuna dan menggenggamnya, berharap kegundahan Yuna akan sedikit berkurang.


Sementara tangan kanannya masih mengemudikan mobilnya, dan pandangannya masih menatap lurus ke depan tanpa mengurangi konsentrasi dalam mengemudi.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2