Casanova In Love

Casanova In Love
Yokohama World Porters


__ADS_3

Jadi dia benar-benar begitu ketakutan ya saat itu. Benar-benar gadis yang manis dan cukup unik! Dia tak takut dengan sebuah katana yang hampir saja memenggal kepalanya, namun dia begitu takut saat di dalam sebuah mobil dengan laju yang begitu kencang! Ahahaha ...


Batin Kagami Jiro yang tanpa sadar sudah membuatnya sedikit menahan tawa hingga dia menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangannya.


"Bagaimana? Jika tuan tidak mau memenuhinya, maka aku tidak akan naik bersama tuan!" ucap Yuna menandaskan kembali.


"Ehem ..." Kagami Jiro berdehem dan kembali memasang wajah seriusnya kembali. "Baiklah! Aku akan mengemudi sesuai dengan peraturan lalu lintas. Sekarang masuklah, Yuna!" imbuh Kagami Jiro dengan suaranya yang begitu maskulin.


Padahal waktu itu dia menolongku karena kemauannya sendiri. Dan setelah itu seenaknya sendiri memintaku untuk membayarnya dengan makan bersamanya. Haha ... sungguh pria yang begitu licik! Setelah aku menyelesaikan pakaian untuk pria licik ini, aku tak akan mau berurusan dengannya lagi! Lihat saja!! Menyebalkan!!


Batin Yuna yang mulai memasuki Buggati Divo itu dan segera mengenakan sabuk pengamannya. Kagami Jiro mulai menghidupkan mobilnya dan mulai mengemudikannya.


"Sebelum makan siang, ada sesuatu yang sedang ingin aku beli. Kau harus menemaniku terlebih dahulu!" ucap Kagami Jiro memecah keheningan saat itu.


"Hhm. Baiklah." sahut Yuna seadanya sambil menyaksikan pemandangan yang sedang dilaluinya.


Lihat saja! Kau tak akan bisa kabur dariku dan tak akan bisa melakukan makan malam bersama si jelek Jonathan! Cckk!! Jangan sekali-kali berharap kalian akan bisa bersama!


Batin Kagami Jiro yang sesekali melirik Yuna yang masih mengamati gedung-gedung tinggi yang dilaluinya.


Tiba-tiba saja mulai terdengar alunan melodi yang begitu indah yang berasal dari ponsel Yuna. Dengan cepat Yuna segera mencari benda pipih yang sedang berdering itu di dalam sling bag berwarna caramel miliknya.


Sebuah nomor baru tertera di layar ponsel itu. Sebuah nomor dengan kode New York tiba-tiba saja menghubunginya.


"Maaf, aku akan mengangkat panggilan sebentar." Yuna meminta ijin kepada Kagami Jiro, karena takut hal yang sama akan terulang kembali seperti saat itu.


Tanpa mendengarkan jawaban dari Kagami Jiro, Yuna segera menggeser tombol hijau dan segera menempelkan benda pipih itu pada telinganya.

__ADS_1


"Hallo." sapa Yuna.


"Hallo, Yuna. Apa kabar?" terdengar suara seorang pria yang terdengar begitu lembut dari seberang line.


Sepasang mata Yuna membulat sempurna dan mulutnya juga sedikit terbuka lebar seakan dia tak percaya sudah mendapatkan sebuah panggilan dari seniornya saat di FIT dulu.


"Senior Sky?" ucap Yuna seakan masih tidak percaya jika yang sedang menghubunginya saat ini adalah seniornya saat di FIT dulu.


"Ya, kau benar sekali, Yuna. Ini aku." sahut senior Sky dengan tawa kecil. "Kau masih mengingat suaraku, Yuna?"


"Tentu saja aku mengingatnya dong! Senior apa kabar?" ucap Yuna dengan begitu antusias.


"Kabarku baik. Bagaimana denganmu? Bagaimana kuliah di Tokyo?"


"Kabarku juga baik, Senior! Dan kuliah di Tokyo juga begitu menyenangkan! Namun terkadang aku juga merindukan New York!"


"Ehemm ..." lagi-lagi Kagami Jiro berdehem dan itu membuat Yuna sedikit merasa tak nyaman.


"Senior, Sky. Aku akan menghubungimu kembali nanti. Sekarang aku sedang ada urusan dan harus segera menyelesaikannya." ucap Yuna sesekali melirik Kagami Jiro yang masih fokus mengemudikan Buggati Divo-nya.


"Baiklah, Yuna. Aku akan menunggumu untuk menghubungiku kembali." ucap senior Sky dengan ramah.


"Siap, Senior Sky! Bye!" Yuna segera mengakhiri panggilan itu dan menyimpan kembali ponselnya.


"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya sebelumnya kepadamu, Yuna? Jika sedang bersama denganku, maka jangan pernah untuk berbincang dengan orang lain dan mengacuhkanku begitu saja?!" ujar Kagami Jiro yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


Yuna menghela napas kembali mendengar ucapan Kagami Jiro, "Baiklah. Maaf ..."

__ADS_1


Tak ada perbincangan kembali di antara mereka berdua, karena keadaan menjadi canggung kembali. Yuna yang sudah terlihat begitu malas, sedangkan Kagami Jiro juga begitu kebingungan untuk membuka perbincangan kembali.


Hingga akhirnya kini mereka berdua telah sampai di depan sebuah gedung Yokohama World Porters mall. Kagami Jiro mulai melakukan parkir di basemen lalu mereka berdua mulai memasuki mall bersama.


Yokohama World Porters merupakan sebuah mall yang cukup unik dengan nuansa berbagai negara. Mall ini sendiri dibagi menjadi enam lantai, di mana setiap lantainya memiliki berbagai barang dan jasa.


Kagami Jiro dan Yuna mulai melewati lantai pertama, dan melewati tempat makan dengan pilihan berbagai makanan nikmat dengan aroma yang begitu menggiurkan saliva saat melewati tempat itu. Di sini juga terdapat restoran dan toko-toko bernuansa Hawai. Bahkan ada juga sushi bar di tempat ini.


Mereka berdua mulai naik ke lantai kedua dan akhirnya naik ke lantai ketiga. Kini mereka mulai menemukan beberapa toko-toko fashion maupun toko hobi seperti toko pakaian, toko buku, toko mainan, toko serba 100 yen, toko perhiasan, toko permen, toko aksesoris dan masih banyak lagi.


Kagami Jiro mulai melenggang memasuki sebuah toko aksesoris dan diikuti oleh Yuna di belakangnya. Kagami Jiro mulai melihat-lihat aksesoris yang begitu banyak dan cukup unik di toko ini.


Kini Kagami Jiro mulai melihat beberapa jam tangan wanita , sedangkan Yuna lebih menikmati untuk melihat beberapa aksesoris lainnya. Dan sepertinya gadis berwajah cantik nan tegas itu mulai melirik sebuah gantungan ponsel dengan liontin berbulu yang begitu lembut dengan sebuah manik-manik seperti sebuah kristal yang begitu indah. Dan itulah satu-satunya gantungan ponsel yang tersisa dengan desain itu.


Tiba- tiba saja Kagami Jiro sudah datang kembali dan merebut gantungan kunci itu dari Yuna, "Cantik dan manis ya! Aku akan mengambilnya!" ucapnnya seenak jidatnya sendiri dan melenggang kembali untuk melihat aksesoris lainnya lagi.


Yuna terlihat begitu kesal melihat tingkah Kagami Jiro, namun gadis cantik itu lebih memilih untuk tak memperpanjangnya dan memutuskan untuk melihat aksesoris lainnya lagi.


Kini Yuna mulai melihat-lihat beberapa syall dan mencoba beberapa untuknya, hingga akhirnya Yuna mengambil sebuah syall berwarna cream lembut dan berniat untuk membelinya.


Namun lagi-lagi Kagami Jiro tiba-tiba saja sudah hadir dan mengambil syall itu dari Yuna.


"Pilihan warna yang begitu lembut. Aku akan mengambilnya!" ucapnya lalu meninggalkan Yuna kembali dengan membawa syall itu.


Yuna benar-benar dibuat kesal akan tingkah Kagami Jiro yang menurutnya begitu menyebalkan itu. Hingga akhirnya dia berniat untuk mengejar pria itu dengan berjalan cepat mengejarnya.


"Tuan Kagami Jiro!" ucapnya terdengar begitu tegas.

__ADS_1


__ADS_2