Casanova In Love

Casanova In Love
Seperti Sebuah Bumerang


__ADS_3

"Yuna! Aku akan membuktikan sesuatu padamu, jika aku dan Kagami Jiro memang pernah memiliki hubungan yang tidak biasa!! Aku akan membuktukannya sekarang juga!!" Jessy berkata dengan tegas dan menatap Yuna lalu mulai mencari sesuatu di dalam tasnya.


Yuna hanya terdiam dan tidak berkata-kata, namun ibunya masih selalu di sampingnya untuk menemani Yuna.


Setelah beberapa saat, akhirnya Jessy mulai mengeluarkan sebuah USB flash drive dari dalam tas mewahnya. Dengan penuh percaya diri dan tersenyum miring, Jessy memperlihatkan barang tersebut.


"Seseorang! Tolong putarkan video yang tersimpan di dalam USB flash drive ini!!" perintah Jessy.


"Igor! Putarkan video itu dan mari kita lihat bersama pada layar lebar ini." Kagami Jiro menyauti dengan begitu tenang dan lekas menatap sebuah layar yang berukuran cukup besar di sisi kanannya.


Sedangkan Jessy masih terlihat begitu percaya diri dan memberikan USB flash drive itu saat Igor mulai mendekatinya kembali.


Ibu Yuna semakin mempererat memeluk Yuna, karena saat ini Yuna terlihat cukup gugup untuk menyaksikan sebuah rekaman video itu. Mungkin saja perasaaan Yuna saat ini begitu tak menentu, karena khawatir akan menyaksikan sebuah rekaman yang akan membuatnya sakit dan menyesakkan hatinya.


Para tamu undangan juga sudah terlihat tak sabaran untuk segera menyaksikan rekaman video itu. Kedua orang tuan Kagami Jiro juga sudah menyiapkan hati, jika rupanya rekaman itu akan membuat hancur keluarganya. Dan tentu saja Kagami Gumi akan memberikan hukuman untuk putra sulungnyaa jika sampai itu terjadi.


Setelah beberapa saat, rekaman itu mulai dimainkan. Namun betapa terkejutnya Jessy saat melihat rekaman di dalamnya adalah bukan rekaman saat dirinya sedang bercinta dengan Kagami Jiro saat malam itu.


Melainkan rekaman itu berisikan dengan sebuah rekaman saat Jessy bercinta dengan salah satu putra dari pemilik sebuah perusahaan yang cukup besar juga di Jepang. Dan kali ini Jessy terlihat cukup shock.


Oh tidak! Bagaimana bisa seperti ini? Seharusnya isi di dalam USB Flash drive itu adalah kejadian malam itu, saat aku dan Jiro melakukannya bersama! Sial!! Seseorang pasti sudah menukar USB flash drive milikku!!


Batin Jessy mengepalkan kedua tangannya dan terlihat begitu kesal, namun juga malu. Dengan cepat Jessy berusaha untuk menghentikan rekaman itu kembali.


"Hentikan! Igor!! Hentikan rekaman itu!!" titah Jessy yang sudah mulai meradang.

__ADS_1


"Kanapa minta dihentikkan? Bukankah kamu yang meminta agar rekaman ini ditonton bersama?!" ujar Kagami Jiro dengan senyuman manisnya dan penuh kemenangan.


"Wah ... wah ... parah sekali sekali nonaa ini. Nona ini menuduh tuan muda Kagami Jiro sudah menghamilinya, padahal dia malah bercinta dengan tuan muda Kiryu." celutuk seorang tamu undangan.


"Gadis yang tidak baik ... mengapa malah mau menjerat tuan muda Kagami Jiro yang sudah mau menikah dengan tuduhan palsu? Sungguh gadis yang jahat dan tidak punya hati!" kicau tamu undangan lainnya lagi.


"Pasti gadis ini sudah cinta mati dengan tuan Kagami Jiro sehingga menghalalkan berbagai macam cara seperti ini untuk menjerat tuan muda Kagami Jiro. Keterlaluan!!" imbuh tamu yang lainnya lagi.


"Ya, sungguh memalukan sekali! Pura-pura hamil dan berniat menjebak dengan cara kotor seperti ini. Keterlaluan!!" hardik tamu yang lainnya lagi.


Dan masih banyak kicauan lainnya lagi yang mengolok-olek Jessy karena perbuatannya yang tidak benar ini.


Karena sangat kesal, kini Jessy mulai mendatangi Igor dan segera menghentikkan pemutaran video itu. Setelah itu Jessy segera melenggang dengan langkah cepat untuk meninggalkan aula besar ini dan meninggalkan apartemen Azabu sepenuhnya.


"Papa, ibu ... maaf jika kejadian ini terjadi secara tiba-tiba seperti ini. Seharusnya aku membereskan Jessy sejak awal." ucap Kagami Jiro kepada kedua orang tuanya.


"Ini bukan salahmu, Sayang. Sebenarnya ibu sangat mempercayaimu." Aiko mulai tersenyum lebar dan mengusap lembut sisi kiri wajah Kagami Jiro.


"Terima kasih, Ibu." ucap Kagami Jiro dengan begitu tulus dan tersenyum hangat menatap ibunya.


"Hhm ..." sahut Aiko dengan sangar pendek, namun tak seperti aura wajahnya yang begitu hangat.


"Jiro, maaf jika kami tidak mempercayaimu dari awal. Papa malah lebih mempercayai gadis yang berniat buruk terhadapmu ..." Kagami Gumi mulai meminta maaf kepada putra pertamnya karena sudah tidak mempercayainya.


Kagami Jiro tersenyum lebar dan terlihat tak mempermasalahkan semua itu, "Tidak masalah, Papa. Sekarang aku tak perlu lagi mengurus Jessy. Karena sebentar lagi dia akan mendapatkan balasan dari Weian karena berita ini pasti akan segera menyebar." jawab Kagami Jiro dengan santai.

__ADS_1


"Sayang, datangi Yuna. Pasti dia masih begitu shock saat ini. Kami akan berbincang sebentar dengan kedua orang tua Yuna." ucap Aiko mengusap pelan bahu lebar Kagami Jiro.


"Baik, Ibu. Aku akan berbicara dengan Yuna." sahut Kagami Jiro lalu mulai berlalu dan melewati beberapa tamu yang saat ini sudah 360 derajat sudah berbalik argumen. Yeap, karena sekarang para tamu malah mengolok-olok Jessy.


Langkah demi langkah Kagami Jiro yang begitu lebar dan tegas kini mulai membawanya ke depan sang pujaan hatinya. Satu-satunya gadis yang bisa menggetarkan hati seorang Kagami Jiro. Satu-satunya gadis yang bisa merobohkan dinding pertahanan kuat dan membuat Kagami Jiro jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.


"Yuna ..." ucapan lembut saat memanggil nama sang gadis sembari meraih kedua jemari sang gadis, sesungguhnya membuat Yuna begitu berdebar.


Dan beberapa tamu undangan juga terlihat sedang memperhatikan mereka dengan memperlihatkan ekspresi kagum karena sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang begitu manis.


"Yuna, maafkan aku jika di hari bahagia kita malam ini malah terjadi hal seperti ini." Kagami Jiro sedikit menunduk menatap lekat Yuna.


"Aku sungguh tidak mengira jika Jessy bisa senekat ini, seharusnya aku mengurusnya sejak awal. Maaf ya sudah membuatmu merasa tidak nyaman seperti ini ..." ucap Kagami Jiro dengan tulus.


Yuna yang masih terdiam selama beberapa saat dengan raut wajah yang masih begitu terkejut akhirnya mulai tersenyum meskipun terasa begitu berat untuknya.


"Iya. Aku baik-baik saja kok. Jangan khawatir ..." jawab Yuna dengan lirih dan tersenyum tipis.


"Terima kasih, Sayang ..." Kagami Jiro tersenyum hangat lalu mulai mengecup lembut punggung telapak tangan Yuna selama beberapa saat.


"Manis sekali ..." terdengar seperti sayup-sayup lirih dari beberapa tamu undangan.


Dan hal itu membuat Kagami Jiro tersenyum gemas.


"Mau berdansa bersama?" kini Kagami Jiro mulai menengadahkan tangan kanannya untuk menyambut tangan dari Yuna untuk menerima dan menyambut ajakan berdansa bersama Kagami Jiro.

__ADS_1


__ADS_2