
Wilson dan Sean mulai duduk di hadapan tuan Lun. Sementara tuan Lun fokus mulai mencari sebuah dokumen dan file yang tersimpan dalam laptop itu.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya raut wajah yang diperlihatkan oleh tuan Lun menyiratkan sebuah kekecewaan, hingga dia menghembuskan napas kasarnya ke udara.
"Ada apa? Apa ada masalah lagi?" todong Sean yang terlihat sudah tak sabaran.
"Benar, Tuan. Maafkan kami, tapi semua rekaman CCTV ruang kasino hari kemarin tidak terekam sama sekali karena telah terjadi konsleting." ucap tuan Lun dengan sangat menyesal. "Namun, kami bisa membuktikan jika mesin slot yang tuan Wilson pakai saat itu saat ini memang benar-benar sudah rusak. Mari kita lihat bersama!" tuan Lun kembali bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang kembali untuk meninggalkan ruangan kontrol itu.
Pria juru bicara itu mulai mengikuti di belakangnya lalu mulai diikuti oleh Sean dan Wilson yang juga mulai mengekori mereka.
"Aku merasakan ada yang tidak beres, Wilson!" ucap Sean berbisik dan mendekatkan pada telinga Wilson.
"Hhm. Tenang saja, Sean! Jika mereka mau bermain-main, maka aku meladeninya hingga mereka akan menyesali semua perbuatannya ini!" gumam Wilson dengan sebuah seringai. "Bukan karena aku yang sangat membutuhkan uang itu! Namun, ini tentang kebenaran, dan mereka tidak boleh melakukan sebuah kecurangan atau pembodohanseperti ini!" tandas Wilson begitu pelan.
Mereka terus melenggang di dalam ruangan megah kasino yang besar itu kembali, dan akhirnya mereka mulai berhenti di dekat sebuah mesin kasino slot yang saat ini tak digunakan oleh seorangpun karena sudah dibandroli dengan kata rusak.
"Mesin ini adalah mesin yang tuan Wilson pakai saat malam itu. Benar begitu, Tuan Wilson?" pria juru bicara itu menatap Wilson dan mesin slot itu secara bergantian, berkata dengan nada bicara yang sangat ramah dan santun.
__ADS_1
"Benar sekali! Aku bermain dengan mesin ini malam itu." Wilson menyauti dengan datar dan mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya.
"Mesin ini sedang mengalami kerusakan, Tuan. Perputaran slotnya tidak stabil. Dan dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan perbaikan dan perawatan untuk mesin slot ini maupun dengan mesin-mesin slot lainnya." juru bicara itu mulai mencoba untuk memasukkan sebuah koin untuk menunjukkan kepada mereka semua, jika mesin itu memang benar-benar sedang mengalami kerusakan.
Perputaran gulungan demi gulungan terlihat sedikit tersendat-sendat. Bahkan pada gulungan ketiga, perputanan semakin pelan dan tersendat.
"Nah, bahaimana? Tuan sudah menyaksikannya sendiri bukan? Jika memang mesin ini rusak sejak tuan Wilson memakainya malam itu." ucap pria juru bicara itu lagi.
"Namun malam itu mesin ini masih begitu bagus dan tidak ada tanda-tanda kerusakan! Karena aku melihatnya dengam mata kepalaku sendiri!" tandas Sean tak terima. "Atau jangan-jangan kalian sendiri yang sudah merusak mesin ini agar terlepas dari kewajiban kalian untuk membayar hadiah jackpot untuk temanku?!" selidik Sean memicingkan sepasang matanya menatap tuan Lun dan juru bicaranya.
"Itu hanya secara lisan, tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan pernyataan dari tuan Sean. Tidak ada bukti, jika malam itu mesin itu masih cukup bagus dan belum mengalami kerusakan. Semua orang tidak akan mempercayai sebuah ucapan tanpa adanya sebuah bukti. Tolong pengertiannya, Tuan. Toh kami juga akan memberikan uang kompensasi dan makan malam sepuasnya. Tuan tidak akan rugi. Dan tolong jaga bicara anda, Tuan Sean! Jangan menuduh kami melakukan sebuah kecurangan tanpa bukti. Atau kami bisa melaporkan tuan dengan tuduhan pencemaran nama baik." kicau juru bicara itu yang semakin membuat Wilson dan Sean begitu kesal.
"Apa maksud, Tuan? Jangan bicara omong kosong, Tuan ..." ujar juru bicara itu semakin meninggikan nada bicaranya.
"Siapkan saja uang itu untukku jika tak mau bisnis kasino milikmu ini tutup untuk selamanya! Karena aku akan menggugatnya dan membuat tempat ini tutup!" tandas Wilson dengan pelan namun terdengar sangat tegas.
Ucapan dari Wilson ini sukses membuat tuan Lun dan juru bicaranya terdiam dan sedikit membelalak. Darimana kedua pria itu mempunyai kepercayaan yang cukup tinggi untuk melawan sebuah kasino besar seperti milik tuan Lun? Mungkin begitulah batin kedua pria itu.
__ADS_1
Wilson mulai melenggang dan mendekati sebuah mesin slot yang berada tak jauh dari mesin slot yang dinyatakan rusak itu. Lalu Wilson mulai mengambil sesuatu yang tersimpan sedikit di bawah mesin slot itu. Sebuah miny camera kini sudah berada pada genggaman tangan Wilson.
Seringai manis kini mulai menghiasi wajah tampan dan rupawan itu. Di saat itulah tiba-tiba Kagami Jiro dan Igor juga mulai datang untuk menghampiri mereka, namun hanya menyaksikan sebuah kericuhan ini saja. Karena sebenarnya mereka semua saat ini sudah menjadi pusat perhatian dari para pengunjung.
"Semua bukti akan kecurangan yang sudah kalian lakukan, semuanya sudah terekam dengan baik di dalam sini!" ucap Wilson mulai memperlihatkan auranya yang begitu menakutkan.
"Memang apa yang sudah direkam oleh kamera itu? Kau sudah memasang miny camera secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan dari kami! Itu adalah sebuah kejahatan dan melanggar privasi perusahaan kami! Dan kami tak akan tinggal diam saja kali ini! Kami akan melaporkan dan menggugat kalian!" ucap juru bicara itu yang masih saja terlihat angkuh dan merasa paling benar.
"Silakan saja laporkan kami! Tapi aku juga akan mengungkap kecurangan dan pembodohan yang sudah kalian lakukan dan aku akan menggugatnya dan membuat tempat ini tutup! Silakan saja lakukan semua itu, Tuan!" tantang Wilson tak ada rasa takut tergambar pada wajahnya.
"Baiklah jika itu mau kalian!" tandas juru bicara itu begitu kesal.
"Tunggu sebentar, Mu!" tuan Lu mulai meraih lengan juru bicaranya itu dan mulai menatap Wilson dan Sean secara bergantian.
"Tuan Wilson, tuan Sean. Mari ke ruanganku dan berbicara sebentar. Sepertinya ada sedikit kesalahpahaman disini." ucap tuan Lu dengan ramah, tidak seperti juru bicaranya yang selalu ngegas. Oops ...
Dan tentu saja sebenarnya tuan Lu akan sangat khawatir ketika para pengunjung akan mulai memberikan penilaian yang buruk untuk tempat kasino miliknya hingga akhirnya mereka berpaling ke tempat kasino lainnya. Karena sebenarnya persaingan kasino di Macau, Hongkong adalah sangat ketat.
__ADS_1
Mereka saling berlomba-lomba untuk menggaet para pengunjung lalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk menarik para pelanggan dan membuatnya betah dan merasa puas saat berada ditempatnya.