Casanova In Love

Casanova In Love
Keputusan Senior Sky


__ADS_3

Yuna dan Jonathan masih terlihat menikmati sebuah acara TV bersama, dengan menikmati beberapa kue manis dan juga teh manis. Sebuah acara TV yang terkadang membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak, dan melupakan jika sedang ada senior Sky di ruang tamu.


Hingga akhirnya mulai terdengar suara yang berasal dari kamar tamu. Dan sepertinya senior Sky sudah terbangun. Dengan cepat Yuna segera bangkit dari tempat duduknya lalu melenggang dan mendatangi kamar tamu. Sementara Jonathan masih saja asyik menikmati acara TV.


CEKLEEKK ...


Yuna mulai membuka kamar tamu dengan hati-hati, dan sudah melihat senior Sky yang sudah terduduk di atas tempat tidur berukuran medium itu.


"Senior sudah sadar?" ucap Yuna mulai melenggang kembali dan menghampiri senior Sky. "Aku sudah mengkompres senior, tapi senior harus minum obat penurun demam juga. Minumlah dulu ..." kini Yuna mulai memberikan sebuah sirup penurun panas yang sudah Yuna siapkan beberapa saat lalu di atas nakas.


Yuna mulai membuka sebotol sirup berwarna putih kehijauan itu lalu menuangkan sedikit di sendok dan mulai memberikannya untuk senior Sky. Senior Sky segera menuruti Yuna dan meminumnya begitu saja tanpa melakukan banyak protes.


"Terima kasih, Yuna." ucap senior Sky dengan tulus.


"Sama-sama, Senior. Oh ya, Jonathan tadi membelikan bubur nasi ini saat senior masih belum sadar." kini Yuna mulai meraih semangkok bubur putih dan memberikannya untuk senior Sky. "Masih sedikit hangat kok. Makan saja dulu, agar kondisi senior sedikit membaik."


"Hhm. Terima kasih. Kalian berdua selalu baik kepadaku. Dimana sekarang, Jonathan?" tanya senior Sky sambil menikmati bubur beras yang gurih itu dengan pelan dan hati-hati.


"Jonathan ada di ruang tengah. Dia sedang menonton TV kok." jawab Yuna seadanya.

__ADS_1


"Oh, iya ... maaf jika merepotkanmu, Yuna. Sepertinya karena kehujanan beberapa hari yang lalu aku jadi flu." ucap senior Sky merasa tidak enak dengan Yuna.


"Tidak kok. Aku tidak merasa direpotkan sama sekali. Hhm ... kalau boleh tau mengapa senior Sky kembali ke Jepang? Apa senior memutuskan untuk menetap di Jepang dan pindah untiversitas?" tanya Yuna menerka-nerka.


Beberapa saat senior Sky hanya terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan dari Yuna. Tidak mungkin bagi senior Sky unyuk mengatakan kebenaran soal hatinya saat ini, karena saat ini Yuna sudah bertunangan dengan Kagami Jiro dan mereka berdua akan segera menggelar sebuah pesta pernikahanz tepatnya bulan depan.


"Aku ... aku ingin memberikan ucapan selamat secara langsung kepadamu, Yuna." ucap senior Sky sedikit bergetar yang terasa begitu ngilu dan sesak.


Bagaimana tidak sakit dan sesak ketika melihat seseorang yang kita sukai akan segera melangsungkan sebuah pernikahan dengan orang lain. Padahal senior Sky sudah mempersiapkan waktu yang tepat untuk segera melamar dan menikahi Yuna setelah menyelesaikan kuliahnya di New York.


"Aku benar-benar minta maaf karena saat kamu tunangan, aku tidak bisa menghadirinya dan mengucapkan secara langsung padamu. Aku malah sudah berangkat begitu saja ke New York." ucap senior Sky lagi terlihat hangat seperti biasanya, namun sebenarnya semua itu sangat membuatnya sesak dan sakit. "Dan aku juga minta maaf padamu, Yuna ... karena mungkin saat kamu menikah nanti, aku juga tidak besa menghadirinya. Karena aku akan segera kembali ke New York lusa ..."


Belum sempat Yuna menjawab ucapan dari senior Sky, kini senior Sky sudah memerintahkan Yuna untuk mengambilkan sesuatu agar Yuna tidak menyadari apa yang sedang terjadi saat ini.


"Yuna, bisakah aku meminta tolong padamu untuk membuatkan aku teh matcha hangat?" ucap senior Sky yang terdengar begitu lirih.


"Hhm. Akan aku buatkan. Tunggu sebentar, Senior." sahut Yuna lalu bergegas meninggalkan kamar tamu ini.


Senior Sky mulai menunduk dan sedikit memijit keningnya dengan sepasang matanya yang terpejam. Namun tiba-tiba saja Jonathan mulai memasuki kamar tamu ini dan duduk di kursi sebelah pembaringan.

__ADS_1


"Senior Sky, kamu kalah start. Andai saja kamu lebih cepat sedikit untuk mengungkapkan perasaanmu kepada Yuna, mungkin masih ada kesempatan untuk kamu hidup bersama dengan Yuna. Karena aku sangat tau, jika sebenarnya Yuna sangat mengagumi senior Sky. Pasti Yuna akan senang jika senior Sky melamarnya lebih dulu." ucap Jonathan tiba-tiba.


Senior Sky kini mulai mendongak dan beralih menatap Jonathan yang sudah duduk di sebelahnya. Ada benarnya yang diucapkan oleh Jonathan, namun semua itu sudah terlambat, senior Sky tidak mungkin menggagalkan dan menghancurkan rencana pernikahan Yuna.


"Mungkin ini sudah menjadi takdir dari hidupku, Jonathan. Asal Yuna bahagia bersama pria itu, dan pria itu tulus menyayangi Yuna ... maka itu saja akan sedikit membuatku merasa lebih baik, Jonathan. Asal Yuna bahagia ... aku akan melepaskannya ..." ucap senior Sky berusaha untuk memberikan keputusan yang terbaik.


Terdengar begitu bijak dan dewasa, namun tetap saja semua itu masih cukup sangat menyakitkan dan membuat sesak. Kini senior Sky mulai turun dari pembaringannya dan berniat untuk segera meninggalkan kamar ini.


"Jonathan, aku akan segera pergi. Aku tak mau membuat Yuna merasa ragu kembali dengan pilihannya, aku tak mau membuat Yuna berada dalam masalah karena aku. Tolong berikan ini padanya, sebagai hadiah pernikahan untuknya dariku." kini senior Sky mulai memberikan sebuah kotak kecil berwarna biru navy yang begitu lembut. "Jangan katakan apapun kepada Yuna yang bisa membuat semua keputusannya menjadi ragu kembali. Selalu support dan jagalah dia sebagai sahabat yang baik." senior Sky mulai menepuk bahu Jonathan dan berusaha untuk tetap tersenyum meskipun sebenarnya sangat berat.


"Senior Sky ... tapi ..." sergah Jonathan.


"Uhm ... oh iya, terima kasih buburnya ya. Aku sudah memakannya habis. Lain kali aku akan mentraktirmu. Sampai jumpa ..." kalimat perpisahan yang diucapkan dengan sebuah senyuman yang begitu hangat, namun pada kenyataannya terdengar begitu memilukan untuk Jonathan.


Senior Sky mulai melenggang dan meninggalkan kamar tamu ini, hingga akhirnya mulai meninggalkan apartemen keluarga Yuna. Jonathan yang melihat kepergian senior Sky sebenarnya juga merasa sangat sedih.


Jonathan sangat menyadari jika selama ini senior Sky memang menyimpan sebuah rasa untuk Yuna, dan Yuna juga sangat mengagumi senior Sky. Namun pada kenyataannya mereka berdua tidak berjodoh.


Oh, Yuna. Ternyata kisah percintaanmu juga begitu rumit dan menyakitkan. Ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan kisah percintaan yang rumit dan memilukan.

__ADS_1


Batin Jonathan dengan raut wajahnya yang masih terlihat begitu sedih.


__ADS_2