
Sebuah Buggati Divo mulai menghentikan lajunya dan melakukan parkir di sebuah gudang lama dan sudah tak terpakai. Tempat ini cukup luas dan masih tersisa beberapa barang tak terpakai di dalamnya.
Seorang pria tampan dengan setelan jaz super mewahnya mulai melenggang memasuki gudang tua itu dan diikuti oleh seorang pria berpakaian rapi di belakangnya.
Dua orang berpakaian rapi juga terlihat membungkukkan badannya untuk menyambut pria tampan yang baru saja tiba itu.
Langkahnya kini dia percepat dan seakan sudah tidak sabar untuk segera memasuki gudang tua itu. Terlihat seorang pria yang sudah terduduk di atas kursi dengan keadaan terikat. Sementara di sebelahnya ada 2 orang pria dengan pakaian rapi berdiri untuk selalu mengawasinya.
Pria tampan yang tak lain adalah Kagami Jiro itu mulai menghentikan langkahnya saat berada tak jauh dari pria yang sudah terikat di kursi itu.
"Tuan Jiro. Dia adalah pengemudi yang berusaha untuk mencelakai nona Christal dan akhirnya malah membuat nona Siena terluka." ucap Sanada melaporkan.
"Lepaskan dia!" perintah Kagami Jiro yang tentu saja membuat semua pengawalnya menjadi kebingungan. Namun, tentu saja mereka semua tak ada yang berani membantah perintah dari Kagami Jiro. Dengan patuh, Sanada segera melepaskan ikatan tali itu.
Pria berambut ikal itu kini mendongak dan menatap Jiro, berharap akan mendapatkan belas kasihan dari Kagami Jiro.
"Katakan apa tujuanmu melakukan semua itu dan siapa yang menyuruhmu?!" tanya Kagami Jiro to the point.
"Aku melakukan semua ini adalah karena keinginanku sendiri!" ucapnya bahkan tak berani menatap mata Kagami Jiro dan kini memalingkan wajahnya.
"Masih tak mau berbicara dengan jujur?" tandas Kagami Jiro begitu menakutkan.
"Ak-aku tidak berbohong ... dan aku berbicara dengan jujur ..." ucap pria itu sedikit terbata.
"Sanada!" perintah Kagami Jiro, sedangkan Sanada mengangguk dan mulai melenggang mendekati pria itu lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat. Tangan kirinya dia gunakan untuk menjambak rambut pria itu, sementara tangan kanannya mulai mendekatkan pisau itu pada leher pria itu.
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi padamu! Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?!" kini pertanyaan Kagami Jiro terdengar semakin melengking dan memekakkan telinga semua orang yang sedang berada di gudang tua itu.
"Sudah aku katakan ... jika tidak ada yang menyuruhku ..." ucap pria itu masih kekeh.
"Sanada!" ucapan bak perintah itu terdengar begitu tegas dan menakutkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Baik!" pengawal Sanada menyauti dan kini semakin mendekatkan pisau itu pada leher pria itu bahkan sampai benar-benar menggoresnya dan terluka. Darah segar kini mulai mengalir begitu saja dari sayatan tipis itu.
"Baik! Baik! Akan aku katakan! Aku akan katakan semuanya! Aku disuruh oleh presdir Dawey karena nona Christal selalu saja lebih unggul dalam hal apapun dibanding putrinya ... dan itu membuat presdir Dawey begitu kesal. Bahkan untuk semua perwakilan lomba di sekolahannya, guru-guru selalu memilih Christal dan tidak memberikan kesempatan untuk siswa yang lainnya." ucap pria itu dengan cepat karena ketakutan jika Sanada akan benar-benar mengakhiri hidupnya.
Sanada mulai melepaskan pria itu kembali. Tiba-tiba saja pria itu segera berlari ke ke arah Kagami Jiro, lalu bersimpuh pada kedua kaki Kagami Jiro.
"Tuan Dawey ... maafkan aku! Aku tidak bisa menutup mulutku dan menjaga semua rahasia ini. Maafkan aku, Tuan ..." ucap pria itu begitu ketakutan dan memeluk kedua kaki Kagami Jiro.
Semua orang yang berada di ruangan ini kini menjadi begitu kebingungan karena tiba-tiba saja pria itu seperti sedang berhalusinasi. Sedangkan Kagami Jiro hanya menatapnya dengan begitu waspada.
Dengan santai Kagami Jiro menangkap pergelangan pria itu lalu melakukan pukulan ringan menghantam perut pria itu.
BUUGGHH ...
Tubuh pria itu terhentak sedikit ke atas dan membuatnya mundur beberapa langkah. Lalu pria itu berusaha untuk menyerang kembali, dia berlari dan melayangkan pisau lipat itu lagi. Namun, dengan gaya santai Kagami Jiro, kedua tangan yang sudah dimasukkan dengan rapi di dalam saku celana, Kagami Jiro melakukan tendangan samping dan berhasil mengenai leher pria tersebut dan membuatnya terjatuh tak sadarkan diri seketika.
BRRUUGHH ...
Igor mulai berjalan mendekati pria itu lalu jongkok dan mengecek nadi dari pria itu.
__ADS_1
"Denyut nadinya sudah tidak ada. Dia sudah meninggal, Tuan." ucap Igor melaporkan.
"Tuan Kagami Jiro membunuhnya hanya dengan sekali tendangan?" ucap seorang pengawal yang terlihat begitu terkejut. Kemungkinan dia adalah pengawal baru yang bekerja untuk keluarga besar Kagami atau salah satu dari bagian klan Doragonshadou.
"Pria ini meninggal karena overdosis obat terlarang." jawab Igor menjelaskan.
"Narkoba?" tanya pengawal baru itu masih terlihat begitu kebingungan.
"Ya. Narkoba. Halusinasi, berkeringat, detak jantung yang menjadi lebih cepat, penglihatan dan pemikirannya juga mulai salah. Itu semua adalah tanda-tanda dari overdosis obat." jelas Igor lalu bangkit dan berdiri kembali.
Tak beberapa lama mobil kepolisian dan ambulan datang. Tubuh pria itu segera diangkat dengan menggunakan tandu. Sementara polisi kini masih terlihat menyelidiki sekitar.
Kagami Jiro mengeluarkan sebuah pena berwarna keemasan dan memiliki ukuran yang lebih besar jika dibanding dengan ukuran pena pada umumnya dari dalam saku jaz-nya. Lalu dia sedikit membongkar pena keemasan itu dan mengambil sebuah memory card kecil di dalamnya.
"Pak polisi! Periksa ini dan tangkap pelaku yang sebenarnya! Berikan hukuman yang setimpal!" tandas Jiro dengan sangat tegas.
"Baiklah. Kami akan segera menyelesaikan masalah ini,Tuan. Kalau begitu kami permisi." setelah mengucapkan kalimat itu, polisi itu berbalik dan melenggang kembali meninggalkan gudang tua dan diikuti oleh satuorang polisi lainnya lagi.
"Aku akan menjemput Christal dan akan langsung pergi ke rumah sakit. Igor, kau langsung tunggu aku di rumah sakit saja! Yang lainnya segera kembali ke markas utama dan stay disana!" perintah Kagami Jiro dengan begitu tegas.
"Baik, Tuan." mereka semua menyauti dengan sangat kompak dan juga membungkukkan badan mereka.
Kini pria tampan itu kembali melenggang dengan langkah lebar meninggalkan gudang tua ini dan segera memasuki Buggati Divo-nya kembali.
Kagami Jiro mulai memasukkan sebuah kunci dan mulai memutar kunci tersebut. Deru dari Buggati Divo kini mulai menemani perjalanan Kagami Jiro menuju sebuah sekolahan yang berlokasi tak jauh dari gudang tua itu. Kira-kira hanya akan menempuh perjalanan selama 15 menit saja jika tidak terjadi kemacetan.
__ADS_1
Mobil mewah itu terus membelah jalanan Yokohama di siang ini hingga akhirnya mulai berhenti di depan sebuah sekolahan.
...⚜⚜⚜...