
"Hit! Berikan untukku sekarang!" perintah Yukimura dengan tenang dan terdengar tegas.
"Dengan senang hati, Tuan Yukimura." Mandy kembali memperlihatkan lesung pipinya yang begitu dalam dan mulai memberikan sebuah kartu untuk Yukimura.
Sam masih terlihat menatap beberapa kartu miliknya dengan wajah yang begitu serius. Dan sesekali Sam melirik Yukimura dan berada di seberangnya.
Tak kalah serius, Yukimura juga terlihat begitu serius menatap ketiga kartu yang sedang berada dalam genggamannya. Sepasang mata kecoklatan yang tajam itu kini mulai beralih menatap Mandy dan mulai meminta sebuah kartu lainnya lagi, "Hit! Berikan sebuah lagi untukku, Mandy!" ucapnya begitu pelan dengan suara besarnya.
Gadis cantik dengan rambut diikat menjadi dua itu mulai memberikan sebuah kartu pada tumpukan teratas untuk Yukimura, "Silakan, Tuan Yukimura!" ucapnya begitu ramah.
Yukimura segera mengambil kartu itu dan sesekali melirik Mandy dan melemparkan senyuman untuk gadis itu.
"Stand!" ucap Yukimura setelah dia memiliki kartu keempatnya. "Blackjack!" imbuhnya denga menarik sudut-sudut bibirnya.
Sam, Mandy, dan Kagami Jiro dibuat sedikit terkejut melihat keempat kartu yang sudah terbuka di atas meja dengan begitu sempurna itu.
"Fantastis!" ucap Kagami Jiro takjub.
"Ayo tunjukkan kartu kalian padaku!" ucap Yukimura dengan seulas senyum dan mengkerutkan keningnya menatap Sam dan Mandy secara bergantian.
"Hit!" ucap Sam yang terlihat begitu terburu-buru dab terpancing. Dan terlihat begitu terobsesi untuk mendapatkan sebuah nilai kartu yang yang setidaknya bisa menyamai Yukimura.
"Ba-baik, Tuan Sam." ucap Mandy sedikit terhentak karena ucapan Sam begitu keras dan membuat Mandy sedikit terkejut.
Mandy mulai memberikan sebuah kartu untuk Sam. Perlahan Sam mulai mengambil dan membukanya, namun matanya sedikit membelalak dan dia terlihat begitu kesal.
"Ah!! Sial!!" Sam melempar kartu miliknya dan mengusap keningnya.
Kartu miliknya menunjukkan nilai 25, dan jelas itu membuatnya kalah dan bangkrut saat pertama main. Selajutnya, dealer itu mulai membuka miliknya dan memiliki nilai 19.
"Bagus! Kau menang Yukimura!" Kagami Jiro tersenyum lebar dan menepuk punggung Yukimura dengan begitu bersemangat.
__ADS_1
"Gyahahah ... ini milikku semua!" ucap Yukimura tertawa lebar sambil meraup semua uang di hadapannya itu.
"Itu hanya keberuntungan kecil, Sialan! Jangan senang dulu!" ucap Sam yang terlihat begitu kesal. "Ayo mulai lagi!" tandas Sam memerintahkan.
Yukimura dan Kagami Jiro tak banyak menanggapinya dengan ucapan, mereka berdua saling bertatapan dan melempar senyum lebar mendengar tantangan Sam.
"Baik! Bagi kartunya untuk kami, Mandy!" peruntah Yukimura kembali.
"Baik, Tuan." Mandy menyauti dengan senyum manis dan mulai mengocok kartu-kartu itu kembali dengan begitu lihai dan keren.
Gerakan mengocok kartu gadis itu benar-benar sudah seperti proffesional dealer. Bahkan teknik riffle shuffle yang dilakukan olehnya terlihat begitu menakjubkan. Pada teknik riffle shuffle, Mandy mulai dengan satu dek kartu dibagi menjadi dua bagian kemudian dilakukan shuffle dengan menggunakan kedua ibu jari dengan tempo yang sesuai sehingga kartu-kartu dari kedua bagian jatuh berselang-seling dan teracak dengan rata dan adil.
Teknik mengocok kartu ini memiliki tingkat kesulitan yang sedang karena semua orang pasti bisa melakukannya jika sering berlatih. Begitu juga dengan Mandy yang mungkin sudah terbiasa melakukannya karena sebuah pekerjaan.
SSRRTT ...
Kini Mandy mulai membagikan kartu untuk Yukimura dan Sam kembali. Dan kedua pria itu mulai mengambil kartunya masing-masing dan melihatnya.
Sam terlihat tersenyum lebar ketika mendapatkan kedua kartu miliknya. Tidak seperti Yukimura yang selalu berwajah serius ketika bermain blackjack.
Seketika Yukimura, Kagami Jiro, dan Mandi menatap Sam dengan sedikit memudarkan senyumnya. Meskipun begitu, Yukimura masih terlihat begitu santai dan tetap tenang.
"Hit!" ucap Yukimura dengan begitu tenang dan santai. "Berikan untukku satu kartu dewi fortuna, Mandy!" imbuh Yukimura lagi.
"Hhm. Siap, Tuan." Mandy mulai sedikit mendorong kartu teratas dengan ibu jarinya lalu mulai mengambilnya.dan memberikan kartu itu untuk Yukimura.
"Terima kasih, Gadis cantik!" Yukimura tersenyum tipis mengambil kartu itu dan mulai melihatnya bersama kedua kartu miliknya. "Hhm ..."
Aku sudah memegang nilai kartu 18, jika aku memilih hit dan mendapatkan 1 sampai 3 poin, aku masih ada kesempatan aman, jika aku mendapatkan 3 poin maka aku ada kesempatan untuk menang ... yah itu kalau Mandy tidak memiliki blackjack sih! Namun jika aku memiliu hit dan mendapatkan angka yang lebih besar dsri 3, maka aku akan kalah telak! Hhm ... selain taktik, sepertinya dewi keberuntungan juga akan sangat berpengaruh rupanya!
Batin Yukimura yang masih menatap ketiga kartu miliknya dengan begitu serius, dan sesekali Yukimura melirik tumpukan kartu di hadapan Mandy dan beralih menatap Mandy masih dengan kening berkerut.
__ADS_1
Yukimura sudah memegang angka 18, itu berarti setidaknya hanya butuh maksimal 3 angka lagi untuknya memenangkan permainan kali ini. Namun jika Yukimura memilih untuk mengambil kartu lagi dan mendapatkan angka lebih dari 3, maka kita akan berakhir. Hhm ... aku penasaran, apa yang akan Yukimura lakukan saat ini?
Batin Kagami Jiro yang duduk di samping Yukimura.
"Baiklah! Hit!" ucap Yukimura dengan begitu mantap sambil menatap tumpukan kartu di hadapan Mandy tanpa terlepas sedetikpun.
Jika perkiraanku benar, makan kartu yang berada di tumpukan paling atas adalah memiliki nilai 3. Sisi ujung belakang sebelah kanan dari kartu itu sedikit kotor karena tanganku yang terkena sedikit minyak ketika menikmati makanan di kafe tadi dan aku tidak mencucinya dengan cukup bersih. Hhm ...
Batin Yukimura masih menatap tumpukan kartu itu hingga Mandy mulai memberikan sebuah kartu untuk Yukimura.
"Silakah, Tuan Yukimura." ucap Mandy dengan ramah sambil menyodorkan sebuah kartu untuk Yukimura.
Yukimura mulai meraih kartu itu dan membukanya perlahan, dan itu membuat Kagami Jiro yang sedang duduk di sebelahnya juga begitu tegang.
Namun kini kedua mata Kagami Jiro dibuat membelalak seketika saat menyaksikan sebuah kartu bergambar beberapa hati di dalamnya.
Bersambung ...
...⚜⚜⚜...
Hai hai hai ...
Bertemu lagi bersama author dari Casanova In Love Anezaki.
Main tebak-tebakan lagi yuk. Kira-kira kartu apa yang diterima oleh Yukimura dan berapa angka yang didapat?
Apakah dia bisa mengalahkan pria sombong bernama Sam itu?
Lalu bagaimana dengan ancaman penyerangan yang dikirimkan melalui surat elektronik itu oleh.sebuah akun misterius? Apakah sesuai dengan prediksi Yukimura, jika penyerangan sebenarnya bukanlah mentargetkan Kyoto, melainkan Nagano!
Bagaimana si genius Kagami Jiro akan menghadapi ancaman dan serangan-serangan dari Death Eyes yang bahkan sama sekali belum diketahui siapa pemimpin utamanya? ( Yang udah baca novel Never Say Good Bye pasti akan tau jawabannya. Hehe ...)
__ADS_1
Ikuti kisah seru Kagami Jiro selalu ya. Dan jangan lupa untuk selalu mendukungnya dengan memberikan Like, Comment, Gift, Vote, dan Rate.
Salam hangat dari Anezaki ♡