Casanova In Love

Casanova In Love
Wilson Bertemu Dengan Si Kembar


__ADS_3

"Kamu hampir dikirim ke Afrika? Siapa yang berani mengirimmu, Wilson?" tanya Yuna dengan kening yang berkerut dan masih menatap Wilson.


"Ehm ... it-itu sebenarnya ..." ucap Wilson mulai kebingungan dan ketakutan karena Kagami Jiro yang sedang berdiri dengan tegap di belakang Yuna sudah menatap Wilson dengan tatapan yang begitu menusuk dan auranya sudah berubah menjadi kelam dan mencekam.


"Tentu saja siapa lagi orang yang paling berkuasa, kuat, dan sangat disegani di dalam Doragonshadou, Kakak ipar Yuna." sahut Yosuke yang tiba-tiba sudah sudah hadir diantara mereka. "Tentu saja saja orang itu adalah kakakku yang paling hebat! Kakak Jiro yang selalu menjadi nomor satu dan selalu berdiri di puncak tertinggi dimanapun dia berada. Hehe ... benar begitu kan, Kak?" imbuh Yosuke mulai merangkul Kagami Jiro dan tertawa kecil.


"Diam kamu, Yosuke!" tandas Kagami Jiro terlihat semakin kesal karena tingkah dari Yosuke yang malah membongkar kedoknya di depan Yuna saat ini.


"Kak Jiro. Jangan marah-marah seperti ini, Kak. Aku hanya ingin membantumu saja." ucap Yosuke begitu memelas menatap kakaknya yang sedang memperlihatkan ekspresi bak ingin menerkam seseorang.


"Kamu benar-benar tidak bisa membantuku sama sekali, Yosuke!" geram Kagami Jiro melepaskan rangkulan tangan dari Yosuke.


"Uhm ... tapi ngomong-ngomong dimana si kembar saat ini? Aku ingin sekali melihatnya, selama ini aku belum pernah bertemu dan melihat si kembar." sela Wilson untuk mengalihkan pembicaraan kali ini dan berusaha untuk memperbaiki sesuatu yang terjadi saat ini karena ulahnya.


"Baru saja mereka naik karena sudah waktunya mereka untuk tidur. Namun jika kamu ingin melihatnya aku bisa mengantarkanmu." sahut Yuna dengan ramah dan sebenarnya menurut Yuna ini adalah sesuatu yang cukup wajar.


Namun hal ini sungguh membuat Kagami Jiro kalang kabut dan mulai cemburu lagi tentunya. Dan Kagami Jiro mulai memanas ketika melihat Yuna yang sudah kembali akrab dengan Wilson. Wajahnya juga sudah memanas menyaksikan mereka berdua. Namun kali ini Yuna tidak menyadarinya.


"Benarkah? Rasanya aku ingin melihatnya. Pasti mereka lucu sekali." sahut Wilson yang sebenarnya sangat ingin bertemu dengan si kembar.


"Hhm. Tentu saja. Ayo, Wilson!" sahut Yuna yang belum juga menyadari jika Kagami Jiro sudah menahan amarahnya saat ini.


"Yuna!!" ucap Kagami Jiro terdengar begitu melengking dan penuh penekanan.


Yuna dan Wilson yang tadinya sudah berniat untuk meninggalkan tempat itu, tiba-tiba mulai menghentikkan langkah kalinya kembali dan mulai berpaling menatap Kagami Jiro.

__ADS_1


"Ya?" ucap Yuna yang masih saja belum memahami situasi saat ini.


Namun belum sempat Kagami Jiro mengeluarkan amarahnya, tiba-tiba saja Igor sudah mendatanginya dan mengatakan sesuatu kepada Kagami Jiro.


"Tuan Kagami Jiro. Ada sedikit masalah, tuan Kagami Gumi sedang menunggu tuan saat ini di ruangan sebelah." ucap Igor pelan sekali.


"Masalah apa? Apakah itu sangat penting?" tanya Kagami Jiro mengurungkan niatnya kembali untuk mendekati Yuna dan Wilson.


"Ya, Tuan. Sangat penting. Ini tentang keluarga Bai." ucap Igor setengah berbisik kembali.


"Keluarga Baik? Kali ini apa lagi? Bukanlah Bai Mei sudah dipenjara bersama dengan kekasihnya?" celutuk Kagami Jiro.


"Maaf, Tuan. Aku juga tidak mengetahui sepenuhnya. Sebaiknya tuan segera menemui tuan Kagami Gumi." jawab Igor semakin memelankan nada bicaranya karena khawatir Kagami Jiro akan murka lagi kali ini.


"Cihh ... tidak bisa diandalkan!" gerutu Kagami Jiro lalu berbalik dan mulai melenggang begitu saja.


"Ayo, Wilson! Jika kamu beruntung, maka kamu akan melihat mereka yang belum tidur." ucap Yuna yang mulai bergegas untuk menaiki tangga untuk menuju ke kamar bayi di lantai atas.


Meskipun terlihat sedikit ragu, namun akhirnya Wilson mulai mengikuti Yuna untuk menaiki tangga.


Yosuke dan Sean yang melihat semua ini sedikit terpaku dan hanya menatap kepergian merekaberdua. Tak ada alasan bagi Yosule untuk menahan Yuna dan Wilson yang berniat untuk melihat si kembar di lantai atas.


"Sean, aku khawatir kak Jiro akan kembali meledak dan benar-benar akan mengirim Wilson ke Afrika. Bagaimana jika hal ini benar-benar terjadi, Sean?" ucap Yosuke yang masih menatap Yuna dan Wilson yang sudah sampai di lantai atas.


"Entahlah, Yosuke. Aku juga tidak tau apalagi yang akan dilakukan tuan Kagami Jiro terhadap Wilson." sahut Sean yang juga masih menatap Yuna dan Wilson. "Padahal Wilson tak akan mungkin merebut nyonya Yuna bukan? Mereka hanya pernah menjadi tetangga saat berada di apartemen Azabu bukan?" imbuh Sean kembali.

__ADS_1


"Hhm. Ya ... kau benar, Sean. Hanya saja setelah mengenal kakak ipar Yuna, kak Jiro menjadi seorang pencemburu luar biasa dan sangat overprotective. Dia tidak seperti dulu lagi yang tidak terlalu menggubris para wanita." celutuk Yosuke mulai mengambil segelas jus strawberry dari seorang pelayan laki-laki yang kebetulan sedang datang dan menawari kedua pria itu.


"Kita doakan saja semoga Wilson tak mengalami masalah besar di dalam hidupnya lagi. Terkadang jika melihat sisi lain Wilson membuatku begitu kasihan padanya. Padahal Wilson terlihat begitu sempurna dan tidak memiliki kekurangan apapun. Namun siapa sangka dia tumbuh di dalam keluarga yang tidak memiliki kehangatan sama sekali. Bahkan kini dia lebih memilih untuk hidup mandiri, tanpa harus ikut dengam keluarga baru ayah maupun ibunya." timpal Sean yang juga mulai menikmati jus plum miliknya.


"Hhm kau benar!! Wilson sunghuh pria yang hebat dan kuat!" Yosuke menyautinya dan kali ini kembali mengambil beberapa kue manis yang juga sudah dibawakan oleh pelayan tadi.


...⚜⚜⚜...


CEKLEEKK ...


Yuna mulai membuka pintu sebuah kamar dengan sangat pelan dan hati-hati. Lalu Yuna mulai memasuki kamar yang dipenuhi dengan nuansa merah, biru dan putih itu dan diikuti oleh Wilson.


Rupanya si kembar Kenzi dan Kenzou belum tertidur. Dan saat ini mereka berdua masih saja asyik bermain dengan mainan bayi masing-masing.


Sementara kedua baby sitter yang menyadari kedatangan Yuna dan Wilson kini mulai minggir dan berdiri di dekat pintu.


"Wah ... mereka belum tidur rupanya ya." celutuk Yuna mulai mendekati tempat tidur kedua bocah kembar itu. "Kamu sangat beruntung bisa bertemu dengan mereka, Wilson. " imbuh Yuna seadanya.


Wilson juga terlihat begitu berbinar saat bisa melihat kedua bayi kembar yang begitu lucu dan menggemaskan itu rupanya masih belum tertidur. Itu artinya Wilson bisa sedikit bermain-main dengan Kenzi dan Kenzou saat ini.


"Siapa nama mereka, Yuna?" tanya Wilson penuh binar.


"Yang mengenakan dasi kupu-kupu berwarna biru adalah sang kakak, yaitu Kenzi. Sedangkan yang mengenakan dasi kupu-kupu berwarna merah adalah sang adik, Kenzou." jelas Yuna tersenyum hangat menatap kedua buah hatinya.


"Apa aku boleh menggendongnya? Mereka lucu sekali ..."

__ADS_1


"Hhm ... tentu saja boleh, Wilson. Mereka akan sangat suka saat ada seseorang yang menggendongnya."


"Baiklah ..." ucap Wilson mulai menggendong salah satu dari mereka dengan begitu bersemangat.


__ADS_2