Casanova In Love

Casanova In Love
Jawaban Yuna


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan rawat president suite, terlihat Yuna sedang menyuapi makan siang Kagami Jiro. Sebenarnya pada awalnya Yuna menolak untuk melakukannya, karena melihat kondisi Kagami Jiro yang terlihat sudah mulai membaik.


Namun bukan Kagami Jiro namanya jika tidak bisa membuat Yuna melalukan segala kemauannya.


"Yuna, saat ini seluruh tubuhku sedang sakit dan memiliki banyak lebam. Apakah kamu tega membiarkan aku makan sendirian? Jahat sekali kamu, Yuna. Arghh ... aduh ... tangan kananku sakit sekali!" ucap Kagami Jiro saat itu dan memperlihatkan ekspresi yang sedang menahan rasa sakit.


Tentu saja Yuna merasa tidak tega, hingga akhitnya Yuna mulai mengambil semangkok sup hangat itu lalu mulai menyuapi Kagami Jiro. Yuna hanya fokus menatap mangkok dan juga sendok yang berada pada genggamannya, lalu mulai menyuapi Kagami Jiro.


Sementara Kagami Jiro terlihat begitu menikmati makan siangnya dan keindahan di hadapannya, wajah ayu Yuna yang sekarang adalah sudah menjadi kekasihnya.


"Sayang ..." ucap Kagami Jiro secara tiba-tiba dengan nada menggoda Yuna yang masih menyuapinya.


Panggilan sayang dari Kagami Jiro yang secara tiba-tiba dilontarkannya itu, sukses membuat wajah ayu Yuna merona dan menjadi begitu merah padam dalam seketika.


Hal itu terlihat begitu lucu dan menggemaskan bagi Kagami Jiro, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai tertawa kecil karena tak tahan lagi menahan tawanya.


"Sudahlah! Makan saja sendiri! Aku tidak mau lagi menyuapimu ..." sungut Yuna yang mulai kesal karena merasa dipermainkan.


"Aduh, bagaimana aku bisa memakannya, Yuna? Tanganku sedang sakit saat ini. Aduh ... para berandalan itu terlalu banyak memukulku. Arghh ..." lagi-lagi Kagami Jiro terlihat begitu memelas.


"Huft ..." Yuna sedikit mendengus lalu mulai menyuapi Kagami Jiro lagi karena merasa tidak enak, karena semua luka yang Kagami Jiro dapatkan adalah karena untuk melindungi Yuna.


"Ehm. Kau mau makan sesuatu, Yuna? Aku akan meminta Igor untuk membelikannya untukmu." ucap Kagami Jiro menawari Yuna, yang merasa tidak enak karena hanya dia yang sedang makan saat ini.


"Tidak kok. Aku baru saja makan sebelum aku datang ke rumah sakit."

__ADS_1


"Kamu makan di kantin kampus?"


"Ya,senior Sky tiba-tiba datang dan kita makan bersama di kantin." jawab Yuna dengan jujur.


"Apa?!" senyuman Kagami Jiro tiba-tiba mulai memudar dan berubah menjadi wajah kesal dalam hitungan detik. "Seniormu yang baru pulang ke Jepang itu? Yang saat itu kalian bertemu denganku di depan butikmu?!" imbuh Kagami Jiro berusaha untuk mengingat-ingat kembali.


"I-iya ... benar sekali." jawab Yuna dengan jujur.


"Cih ... mengapa dia selalu saja menempel padamu? Aku tidak suka. Karena sebentar lagi kamu mau menjadi istriku, kamu harus menjaga jarak dengan pria asing. Apa kamu paham, Yuna?" ucap Kagami Jiro menegaskan.


"Menikah?" ucap Yuna membulatkan sepasang matanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Hhm. Ibuku sudah mengatakannya bukan? Setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan mengurus beberapa surat dan akan segera menikahimu." ucap Kagami Jiro


"Tapi ... bagaimana tuan bisa langsung memutuskan hal sepenting itu satu pihak? Seharusnya kedua orang tuaku juga dberi tau dong! Dan ... mengapa langsung memutuskan seperti ini?!" protes Yuna tak terima.


Kagami Jiro menatap lekat Yuna yang hanya bisa mematung saja saat ini. Baginya semua itu terlalu cepat untuknya, bahkan umur Yuna saat ini masih 21 tahun. Dan sebenarnya masih sangat muda.


"Yuna ... mengapa tidak menjawabku? Apa kamu tidak mau menjadi istriku? Ini adalah kesempatan emas lho karena hanya kamu yang mendapatkan perlakuan dan permintaan seperti ini dariku ..." celutuk Kagami Jiro.


Yuna mulai menunduk dan kembali mengaduk sup itu lalu kembali menyuapi Kagami Jiro, sebenarnya untuk mengusir rasa kikuk saat ini.


"Supnya akan segera dingin, jadi harus segera dihabiskan." ucap Yuna mengalihkan pembicaraan dan mulai menyuapi Kagami Jiro lagi.


Lagi-lagi Kagami Jiro menurut dan menatap Yuna dengan mata yang seolah-olah tersenyum. Yuna terus menyuapinya hingga sup itu habis, lalu Yuna mulai memberikan beberapa pil yang sudah disiapkan di atas nakas.

__ADS_1


Kagami Jiro menerimanya dan segera meminumnya dengan air putih.


"Terima kasih ya, sudah merawatku dengan baik." ucap Kagami Jiro dengan tulus.


"Sama-sama, Tuan." sahut Yuna mulai meletakkan kembali segelas air minum itu dan sebuah piring kecil tempat obat itu ke atas nakas.


"Yuna ... sekarang saatnya kamu menjawab pertanyaanku! Aku harus mengetahui jawabanmu terlebih dulu sebelum aku datang ke rumahmu dan melamarmu secara resmi." ucap Kagami Jiro kembali mengutarakan niatnya yang masih belum juga dijawab oleh Yuna. "Sekarang aku akan bertanya satu kali lagi padamu. Apakah kamu menghabiskan sisa umurmu untuk mendampingiku dan selalu bersamaku?"


Keduanya saling bertatapan selama beberapa saat. Kagami Jiro menatap Yuna penuh harap, sedangkan Yuna masih begitu bingung saat ini. Namun kakak sulungnya juga sudah pernah berpesan untuk menerima lamaran dari Kagami Jiro. Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Apakah kedua orang tua Yuna juga akan memberikan restu untuk Yuna dan Kagami Jiro?


"Yuna?"


"Uhm ... aku ... jika kedua orang tuaku menerimanya, maka aku pasti akan menerima lamaran tuan Kagami Jiro." ucap Yuna dengan hati-hati.


"Mereka terlihat sangat senang saat mengetahui jika aku ingin menikahimu. Dan mereka juga tidak sabar pernikahan ini segera dilangsungkan. Jadi aku ingin tau jawaban dari hatimu. Karena menikah adalah bukan main-main. Aku ingin kamu dengan ikhlas melakukannya."


"Baiklah ... aku mau ..." jawab Yuna menunduk karena malu.


Kagami Jiro yang mendengar jawaban dari Yuna seketika terlihat begitu bahagia dan meraih kedua jemari Yuna yang hangat lalu mengecupnya lembut dan sedikit lama, "Terima kasih, Yuna."


Lagi-lagi Yuna dibuat kikuk oleh perlakuan manis dari Kagami Jiro, pria yang sekalipun tak pernah berbuat manis dengan tulus sebelum-sebelumnya terhadap gadis lain.


Namun ditengah-tengah kehangatan ini, tiba-tiba saja terdengar suara ritme teratur dari arah pintu. Tak lama kemudian terlihat Igor yang mulai memasuki ruangan dengan langkah yang terburu dan segera berbisik di dekat telinga Kagami Jiro.


Entah apa yang sudah Igor laporkan kepada Kagami Jiro. Namun sepertinya sesuatu yang sangat tidak Kagami Jiro suka, Karena raut wajahnya terlihat penuh amarah setelah mendengar laporan dari Igor.

__ADS_1


"Bereskan dia dan jangan sampai dia berada di sekitarku!" titah Kagami Jiro menegaskan kepada Igor.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2