Casanova In Love

Casanova In Love
Serangan Dari Sia


__ADS_3

BRUUKK ...


Yuna menghempaskan tubuhnya di atas pembaringan setelah menidurkan kedua putra kembarnya dan menyelesaikan ritual mandinya.


"Sudah hampir tengah malam malam. Tapi dia masih saja belum pulang. Padahal Yosuke sudah pulang sejak tadi. Huft ..." keluh Yuna yang masih saja menunggu Kagami Jiro dan belum tertidur.


CEKLEKK ...


Tiba-tiba saja pintu kamar itu mulai terbuka kembali dan Yuna segera duduk untuk melihat siapa yang sudah datang. Suasana kamar ini sedikit remang, karena Yuna sudah mematikan lampu utama. Dan kini hanya menggunakan lampu tidur saja saat ini.


Bukan sosok Kagami Jiro yang memasuki kamar ini, namun sosok seorang gadis dengan rambutnya yang tergerai begitu saja tanpa diikat. Gadis itu berjalan sempoyongan dan tertatih-tatih dan semakin mendekati Yuna yang masih terduduk di pinggiran pembaringan.


Gaun panjang dan putih yang sedang digunakan oleh wanuta itu menjadikannya terlihat seperti hantu, apalagi rambutnya yang tergerai begitu saja hampir menutupi seluruh wajahnya.


"Ibu ... Christal ... apakah itu kalian?" ucap Yuna pelan dan waspada karena Yuna tak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas karena gelap.


Tak ada jawaban sama sekali! Wanita itu masih saja terdiam, namun tetap melenggang semakin mendekati Yuna. Kini Yuna mulai berdiri dan semakin berwaspada terhadap wanita itu.


Tidak mungkin hantu bukan? Aku tidak percaya jika ada hantu!! Lalu ... apakah dia adalah gadis itu? Sia?? Lalu apa yang ingin dilakukannya malam ini disini?!


Batin Yuna masih menatap siluet di hadapannya itu dengan lebih teliti. Rupanya wanita itu sudah membawa sebuah pisau lipat pada genggaman tangan kanannya.

__ADS_1


Sepasang mata Yuna mulai membulat saat menyadarinya semua itu dan kini Yuna mulai mundur beberapa langkah disaat wanita itu masih saja maju dan semakin mendekati Yuna.


"Sia ... kaukah itu?" ucap Yuna dengan berhati-hati.


"Yuna!! Ini semua salahmu!!" ucap wanita itu menggeram menakutkan. "Gara-gara kamu aku kehilangan daddy!! Dan mommy malah dipenjara!! Jika kamu tak ada, maka akulah yang akan menjadi nyonya Jiro!! Akulah yang akan menjadi menantu pertama Kagami!! Jika kamu tidak ada, maka aku tak akan kehilangan daddy!! Dan mommy juga tidak akan dipenjara!! Jika saja kamu tidak ada, keluarga kita masih akan tetap bersatu dan bahagia!! Sekarang semua sudah sangat hancur berantakan!! Kamu harus menerima hukumannya! Dasar, wanita jalaang tak tau diri!!" geram wanita yang tak lain adalah Sia mulai mengayunkan pisau lipat itu ke arah Yuna.


Yuna mulai menghindarinya, dan pisau lipat itu mengenai pembaringan dan membuatnya sobek seketika. Tak jera melakukan untuk sekali saja melakukannya, kali ini Sia berulang kali melayangkan pisau lipat itu kembali dan serangan terakhir Yuna berhasil menahan tangan kanan Sia yang sudah bersiap untuk menikam tubuh Yuna.


"Sia!! Sadarlah!! Aku bahkan tidak melakukan apapun!! Mengapa kamu begitu dendam kepadaku?!" ucap Yuna yang saat ini sudah terbaring di atas lantai, sementara Sia sudah menindih tubuh Yuna dan berusaha untuk menyerang Yuna.


"Cihh ... jelas-jelas kamu yang sudah menggoda Jiro-ku! Mana mungkin Jiro menyukai gadis seperti kamu!! Wanita-wanita yang selalu berada disisi Jiro selama ini adalah bukan sembarangan wanita. Mereka paling tidak adalah seorang model ataupun anak dari pengusaha-pengusaha kaya!! Sedangkan kamu ini apa?! Kamu anak dari karyawan biasa saja!! Dan kamu hanyalah seorang desainer ingusan saja!! Kamu sangat tidak pantas untuk Jiro!!" ucap Sia masih begitu emosi.


"Tunggu dulu!! Sia ... bukankah kamu seharusnya sedang sakit? Ternyata selama ini kamu berbohong ya? Kamu bahkan menipu kedua mertuaku dan berhasil meyakinkan mereka jika kamu sedang benar-benar sakit hingga kedua mertuaku membawamu ke dalam rumah ini." ucap Yuna menyadari akan hal itu.


"Ya!! Aku memang tidak sakit, Bodoh!! Aku hanya sedang ingin merebut kembali apa yang sudah seharusnya menjadi milikku!!" geram Sia menakutkan.


"Kamu sangat licik rupanya ya! Jadi apakah rencanamu masuk ke dalam rumah ini adalah untuk melenyapkanku?!" Yuna menyauti keheranan menatap wanita yang menurutnya sudah gila itu.


"Kau benar sekali, Yuna!! Aku akan melenyapkanmu!! Kamu harus membayar semuanya!! Kamu sudah membuatku kehilangan segalanya!! Aku sudah kehilangan daddy, mommy, Jiro!! Semuanya!! Aku sangat membencimu, Yuna!! Sebaiknya kau mati saja!!! Hiathhh ..." Sia kembali memberikan tekanan kepada tangannya dan berusaha untuk menghunuskan pisau lipat itu untuk Yuna.


"Sia!! Sadarlah!! Biar kamu membunuhku sekalian pun mereka tak akan kembali!! Lagipula kekasih ibumu yang membunuh ayahmu!!" ucap Yuna berusaha untuk menahan serangan dari Sia.

__ADS_1


Pisau itu kini tepat sudah berjarak hanya beberapa inchi saja dari hadapan Yuna.


"Matilah kau, Yuna!!" Sia menggeram lagi dan semakin memperkuat tekanannya.


Namun Yuna mulai mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatannya untuk bisa bertahan dan menepis serangan dari Sia. Perlahan Yuna mulai mendorong serangan itu dan sukses menghempaskan tubuh Sia ke belakang.


Gadis ini benar-benar sudah gila dan sangat berbahaya!! Untung saja aku belum tertidur tadi. Jika sampai dia menyerangku dalam keadaan aku yang sedang tertidur, maka mungkin saja aku akan benar-benar tertikam olehnya. Aku masih sangat beruntung ...


Batin Yuna mulai mengatur nafasnya kembali. Namun tak juga merasa jera, kali ini Sia masih saja berusaha untuk menyerang Yuna kembali. Namun kali ini tiba-tiba saja seseorang mulai mematahkan serangan dari Sia dan membuat pisau lipat itu terjatuh dari genggaman Sia.


Seorang pria yang tak lain adalah Kagami Jiro kini mulai mendatangi Yuna, dibarengi dengan lampu utama kamar yang sudah mulai menyala karena dihidupkan oleh seseorang. Rupanya Gagami Gumi dan Aiko sudah berada di dalam kamar ini juga.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu mengkhawatirkan Yuna yang saat ini masih terduduk di atas lantai.


"Aku baik-baik saja. Mengapa begitu lama pulang?" sahut Yuna langsung melempar dirinya ke dalam pelukan Kagami Jiro karena masih merasa sedikit tak tenang.


"Maafkan aku. Semua pekerjaan baru saja diselesaikan. Aku sungguh minta maaf ..." ucap Kagami Jiro mengusap lembut kepala Yuna.


"Jiro!!" teriak Sia yang membuat Kagami Jiro dan Yuna mulai saling melepas pelukan dan beralih menatap Sia. "Mengapa, Jiro? Mengapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu menikahi dia? Mengapa? Apa kurangnya aku ..." ucap Sia yang sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya.


Kagami Jiro tak menjawabnya karena sudah begitu muak melihat Sia.

__ADS_1


"Ibu, papa!! Aku tidak mau tau!! Pokoknya wanita ini harus segera meninggalkan rumah ini malam ini juga!!! Dia sudah berusaha untuk mencelakai Yuna. Benalu ini jika dibiarkan akan sangat berbahaya karena beracun!! Dia juga sudah berbohong mengatakan dirinya sakit!! Buang dia!!" tandas Kagami Jiro menakutkan dan mulai menggendong depan Yuna untuk membawanya ke pembaringan.


__ADS_2