Casanova In Love

Casanova In Love
Kesepakatan Bersama!


__ADS_3

Kagami Jiro mulai menatap Yuna begitu lekat. Raut wajah yang awalnya terlihat begitu memelas , kini berubah menjadi sedikit tegas dan menusuk. Dan tatapan ini sukses membuat Yuna semakin membeku dan membuat nyali Yuna menjadi semakin ciut.


"Aku tidak mau makanan yang lain lagi. Sekarang aku mau kamu bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan terhadap makanan spesialku, Yuna!" ucapan Kagami Jiro terdengar pelan, namun penuh ancaman untuk Yuna hingga membuat Yuna semakin menyiapkan diri akan mendapatkan sebuah hukuman dari Kagami Jiro.


"Ba-bagaimana caranya aku bertanggung jawab kepadamu? Apa kamu menyuruhku untuk memasak lagi? Baiklah ... jika memang itu maumu, aku akan memasaknya lagi." ucap Yuna berusaha untuk melepaskan dirinya dari Kagami Jiro lagi.


Namun lagi-lagi Kagami Jiro tak melepaskan Yuna begitu saja dengan mudahnya. Kagami Jiro malah semakin kuat mencengkeram lengan Yuna dan semakin kuat menahan pinggang ramping Yuna untuk tetap berada di atasnya.


"Lepaskan aku ... aku akan memasak sesuatu untukmu lagi." ucap Yuna yang tak pernah jera untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman Kagami Jiro.


"Tidak perlu, Yuna. Aku sudah cukup memakannya tadi. Dan ini juga sudah terlalu larut. Sebaiknya kamu menemani aku tidur saja." ucap Kagami Jiro yang sukses membuat sepasang manik-manik indah Yuna membulat sempurna.


"Dasar mesum! Aku tidak mau! Kita bahkan belum menikah!" tandas Yuna dengan sangat tegas dan semakin berusaha untuk meloloskan dirinya dari cengkeraman itu. "Aku juga harus segera pulang. Ayah dan ibuku pasti sudah menungguku dan mencemaskanku saat ini."


"Tidak, Yuna. Paman Hyuga dan bibi bahkan sudah mengijinkan kamu untuk tetap disini bersama denganku malam ini." sahut Kagami Jiro yang sukses membuat Yuna tercengang selama beberapa saat.


"Apa?! Ayah dan ibu mengijinkan aku untuk bermalam disini? Jangan berbohong! Itu tidak mungkin! Dan kapan kamu menghubungi mereka?" Yuna mulai menyerang Kagami Jiro dengan pertanyaan bertubi karena masih tidak percaya kedua orang tuanya begitu mudahnya mengijinkannya untuk menginap di apartemen seorang pria dewasa.


"Hhm. Mereka mengijinkannya, dan aku menghubungi paman Hyuga saat kamu memasak bubur. Jika tidak percaya, periksalah sendiri riwayat panggilan di ponselku." ucap Kagami Jiro mulai memberikan ponselnya untuk Yuna.


Yuna segera memeriksa riwayat panggilan pada ponsel Kagami Jiro. Dan rupanya memang benar, ada sebuah panggilan keluar 20 menit yang lalu. Dan nomor itu adalah memang nomor ayah Yuna.


Cih ... mengapa ayah begitu mudahnya memberikan ijin seperti ini?! Apa ayah tidak khawatir jika anak gadisnya akan mengalami hal buruk? Dasar ayah ...


Batin Yuna mulai pasrah dan tak tau harus bagaimana lagi.


"Baiklah. Aku akan tidur disini. Tapi lepaskan aku ... posisi ini sungguh membuatku merasa tidak nyaman." ucap Yuna mulai menurunkan intonasi bicaranya dan sudah mulai merasa tidak nyaman.


Mendengar ucapan dari Yuna, kini Kagami Jiro mulai sedikit melonggarkan cengkeramannya dan mencoba untuk segera bangun. Namun dengan cepat Kagami Jiro mulai merubah posisi menjadi 360 derajat dan dalam sekejap Yuna sudah berubah posisi dan terbaring, sedangkan Kagami Jiro berada di atasnya dan menatapnya dengan senyuman tipis.


"Apa posisi ini sudah membuatmu merasa sedikit lebih nyaman, Yuna?" suara maskulin Kagami Jiro terdengar seakan menggelitiki indra pendengaran Yuna dan membuatnya merona seketika.


"Bu-bukan seperti ini yang aku maksud. Tapi ..." ucap Yuna mulai kikuk.

__ADS_1


"Aku mau merasakan bubur putih itu lagi ... " ucap Kagami Jiro yang tentu saja membuat Yuna mengerutkan keningnya karena bingung.


"Tapi ... bubur itu sudah habis dan terjatuh." jawab Yuna seadanya.


"Masih ada kok ..." sahut Kagami Jiro dengan senyuman tipis yang begitu menawan.


"Oh ya? Dimana?" tanya Yuna sangat kebingungan.


Kagami Jiro tersenyum manis dan semakin menurunkan tubuhnya dan wajahnya hingga semakin mendekati Yuna. Dan hal ini sukses membuat Yuna semakin membulatkan sepasang matanya karena waspada.


"Disini ..." ucapan setengah berbisik itu semakin membuat Yuna semakin berdebar karena kini Kagami Jiro mulai menatap bibir mungil Yuna dan tiba-tiba saja semakin mendekatinya dan mengecupnya dengan lembut.


Yuna ingin sekali menolak semua itu, namun seluruh indranya tak kuasa untuk melakukan penolakan itu dan malah tubuhnya dengan patuh dan pasrah menerima serangan yang diluncurkan oleh Kagami Jiro.


Kecupan yang tak seperti biasanya! Bahkan membuat Kagami Jiro juga merasakan debaran yang sedikit berbeda dari biasanya. Malah menjadi seperti sebuah candu untuk pria dewasa itu. Karena sebelumnya, hal seperti ini belum pernah dirasakan sebelumnya oleh Kagami Jiro.


Wanita-wanita yang pernah ditemui oleh Kagami Jiro sebelumnya hanyalah sebagai pelengkap hidupnya saja dan rasanya begitu hambar seperti bubur putih.


Nafas mereka berdua kini telah berbaur menjadi satu dengan begitu hangat, bahkan saliva antara keduanya juga berbaur begitu saja saat mereka berdua berciuman dengan begitu lembut.


Ciuman itu berlangsung cukup lama namun berlangsung dengan begitu hangat dan Kagami Jiro juga masih berusaha untuk membatasi diri agar tidak lepas kendali. Meskipun sebenarnya Kagami Jiro juga sangat menginginkan lebih dari itu.


Yuna terlihat begitu gugup dan sesekali menahan nafasnya karena belum terbiasa dengan hal seperti itu. Karena merasa tak tega dengan Yuna yang selalu saja menahan nafanya, akhirnya Kagami Jiro mulai mengakirinya ciuman itu masih dengan kening yang masih bertaut satu sama lain.


Meskipun ciuman itu sudah berakhir, namun masih sangat terlihat jika Yuna masih snagat gugup


"Jangan khawatir, Yuna ... aku tidak akan melakukan hal yang lebih dari ini sebelum kita menikah. Jangan takut padaku ..." ucap Kagami Jiro begitu lirih.


Sebenarnya Yuna masih cukup gugup dan mali saat ini, namun Yuna segera berusaha untuk menutupi rasa gugupnya secepat mungkin


"Dasar mesum!! Bahkan disaat sedang sakit saja kamu masih bisa berbuat hal seperti ini pada seorang gadis dan memanfaatkan keadaan!" sungut Yuna merasa kesal dan berusaha untuk mendorong tubuh Kagami Jiro agar menjau dari dirinya.


"Aku hanya ingin mencium calon istriku saja. Apa itu salah? Lagipula kamu yang terus mendorongku dan menjebakku dalam posisi seperti tadi, hingga tak sadar aku juga mulai menginginkannya karena tergoda." ucap Kagami Jiro apa adanya.

__ADS_1


"Apa?! Jadi kini kamu malah menyalahkanku dan mengatakan aku telah menggodamu?!" ucap Yuna hampir saja tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Kagami Jiro.


"Sudahlah Yuna ... aku sedang sakit. Kamu tega sekali memarah-marahi orang yang sedang sakit sepertiku ini." sungut Kagami Jiro mulai berakting kesakitan lagi agar Yuna tidak uring-uringan berkelanjutan. "Argh ... perutku sakit."


Yuna mendengus kesal dan akhirnya memutuskan untuk mengalah.


"Huft ... ya sudah kamu istirahatlah. Dan lepaskan aku ... aku akan tidur di sofa saja."


"Betapa buruknya aku jika membiarkanmu tidur di atas sofa. Tidurlah disini bersama denganku, dan aku berjanji aku tak melakukan hal buruk terhadapmu."


Apa ucapanmu bisa aku percaya? Bahkan kamu baru saja menciumku seperti itu? Lalu bagaimana bisa aku tetap tenang saat tidur bersama dengannya? Tidak! Itu tidak benar! Bahkan berada di dalam satu kamar dan tidur di sofa dalam satu kamar saja sudah membuatku tidak tenang.


Batin Yuna masih tetap waspada.


"Jika kamu terus memaksaku untuk tidur bersama denganmu, aku akan pulang saat ini juga! Dan aku akan menunda pernikahan kita!" ancam Yuna dan lagi-lagi membuat Kagami Jiro mulai mengalah.


"Baiklah- baiklah ... kamu tidurlah disini. Aku akan tidur di sofa luar." ucap Kagami Jiro mulai mundur dan duduk di tepian pembaringan.


"Tidak. Kamu tidurlah disini, dan aku yang akan tidur di sofa luar." ucap Yuna dengan cepat dan juga mulai bangun dan bersiap untuk meninggalkan kamar itu.


"Yuna, patuhlah padaku ... aku tak akan pernah membiarkanmu tidur di sofa." ucap Kagami Jiro yang mulai berdiri dengan tegap. "Sudah ... kamu cepat istirahatlah. Aku juga akan beristirahat." imbuhnya mulai melenggang untuk meninggalkan Yuna.


Namun Yuna merasa tak tega jika harus membiarkan Kagami Jiro untuk tidur di sofa dan di luar, apalagi Kagami Jiro masih sakit. Hingga akhirnya Yuna mulai meraih tangan Kagami Jiro dengan cepat untuk menahannya dan membuat Kagami Jiro kembali menghadapnya.


"Baiklah! Ayo tidur bersama! Tapi jika sampai kamu berani menyentuhku lagi, aku akan benar-benar membatalkan pernikahan kita!" ancam Yuna.


Kagami Jiro terdiam beberapa saat hingga akhirnya mulai tersenyum tipis, "Okay! Aku setuju!"


Gadis ini benar-benar sangat waspada terhadapku. Ya sudah, lebih baik menuruti kemauannya saja.


Batin Kagami Jiro masih tersenyum menatap Yuna yang sudah mulai bersiap untuk segera tidur di sisi ranjang lainnya.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2