Casanova In Love

Casanova In Love
Dalang Dibalik Penyerangan Terhadap Yuna


__ADS_3

Kagami Jiro mulai menatap pria itu dengan penuh amarah dan tatapan yang begitu menusuk dan kelam. Pria itu begitu asing untuknya, dan Kagami Jiro tak mengenalinya sama sekali.


"Tak pernah ada sebelumnya yang bisa untuk tetap bertahan hidup setelah mendapatkan super punch milikku dengan full power. Rasakan ini!!" Kagami Jiro mulai mengepalkan tangan kanannya dan mulai mengangkatnya ke udah dan sudah bersiap untuk mengayunkannya dengan target wajah pria itu.


Namun belum sempat bogem itu mendarat dengan sempurna dan belum mengenai sasaran dengan baik, pria itu mulai menghentikannya denga ucapannya.


"Jangan lakukan itu padaku, Tuan! Aku akan mengatakannya." ucap pria itu dengan cepat dan membuat Kagami Jiro menghentikkan serangannya dengan cepat. "Yang menyuruhku melakukan semua ini adalah ... nyonya besar Bai Mei ..." ucap pria itu mulai memelankan suaranya dan terlihat begitu ketakutan.


"Sudah aku duga!!" ucap Kagami Jiro lalu menghempaskan tubuh pria itu dengan cukup kasar hingga tubuh pria itu terjatuh kembali di atas lantai. "Sekarang segera kembalilah padanya dan katakan pada jaalang tua itu untuk bersiap mendapatkan hadiah dariku!" ucap Kagami Jiro sambil menepuk pipi kanan pria itu dengan sepatu loafer hitam yang sedang Kagami Jiro kenakan saat ini. "Apa kamu paham?!"


"Ba-baik, Tuan. Ak-aku mengerti ..."pria itu menyauti dan terlihat begitu ketakutan.


"Sekarang enyahlah dari hadapanku!!" titah Kagami Jiro dengan tegas dan berhasil membuat pria itu lari terbirit-birit begitu saja saking ketakutannya.


"Yuna, apa kamu baik-baik saja?" kini Kagami Jiro terlihat begitu khawatir saat melihat Yuna. Kagami Jiro juga memperhatikan Yuna dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Hhm. Aku baik-baik saja kok." jawab Yuna seadanya dan tersenyum tipis.


"Sial!! Seharusnya para pengawal itu tidak pergi sebelum aku datang!! Sepertinya aku kecolongan lagi kali ini." Kagami Jiro mendengus kesal karena mengingat kedua pengawal Yuna yang sudah menghilang saat Kagami Jiro sampai di butik. Dan sepertinya mereka pergi meninggalkan Yuna sebelum Kagami Jiro sampai di butik.


"Sudahlah. Tidak apa-apa kok. Yang terpenting sekarang semua baik-baik saja." sahut Yuna dengan manis.


Namun tiba-tiba saja perhatian Kagami Jiro mulai tertuju pada satu titik pada tubuh Yuna, beberapa kancing kemeja bagian atas yang sedang Yuna kenakan saat ini terbuka dan tak sengaja belahan itu terlihat begitu saja.

__ADS_1


Yuna yang menyadarinya kini dengan cepat segera mengancingkannya kembali dengan terburu-buru.


"Apa yang sedang kamu lihat?!" sungut Yuna sedikit kesal dan merasa risih.


"Aku tidak sengaja. Maaf ..." ucap Kagami Jiro dengan wajahnya yang mulai merona karena situasi ini.


Lucu sekali!! Seorang Kagami Jiro merona hanya karena ini? Padahal sebelumnya seorang Kagami Jiro sudah terbiasa menyentuh, bahkan menikmati tubuh-tubuh indah dari para gadis sebelumnya.


Namun entah mengapa semua itu dirasakannya biasa saja, datar dan hambar. Tidak ada getaran sama sekali yang membuatnya begitu menggebu dan berdebar seperti saat ini.


"Siapa nyonya besar Bai Mei?" tanya Yuna karena penasaran dengan orang yang sudah berusaha menyuruh pria itu untuk mencelakainya.


"Uhm, bukan siapa-siapa kok. Hanya soal persaingan bisnis saja. Maaf ya mereka jadi mengaitkan kamu karena aku ..." kilah Kagami Jiro tak mau menceritakan yang sebenarnya terjadi kepada Yuna, karena khawatir Yuna akan merasa sangat bersalah terhadap keluarga besar Kagami, terutama Aiko. Karena ini semua menyangkut Rubby Shine.


"Oh, begitu ya ..." sahut Yuna percaya begitu saja tanpa ada rasa curiga sama sekali.


"Uhm. Hanya ada sedikit masalah kok. Tidak apa-apa." jawab Yuna dengan tenang.


"Masalah apa? Katakan padaku, Yuna ..." ucap Kagami Jiro berharap Yuna akan menceritakan dan berbagi dengannya.


Sebenarnya Yuna terlihat begitu ragu untuk menceritakan masalah butiknya kepada Kagami Jiro, namun karena melihat Kagami Jiro yang terlihat begitu mengkhawatirkannya alhirnya Yuna memutuskan untuk menceritakannya.


"Ada beberapa pesanan gaun dalam jumlah yang cukup besar, dan harus bisa diselesaikan secepat mungkin. Beberapa karyawan produksiku masih mengambil masa cuti. Dan hari ini mendadak 2 karyawan produksi meminta ijin karena sakit. Mayu juga sudah berusaha untuk mencari beberapa penjahit profesional untuk membantu proses produksi kami, namun tiba-tiba saja tadi siang mereka membatalkannya. Jadi aku memutuskan untuk membantu karyawanku dan menjahit beberapa gaun sesuai dengan desain yang sudah aku buat sebelumnya." jelas Yuna menceritakan semua yang terjadi dengan jujur.

__ADS_1


"Maaf ya. Dari siang aku sama sekali tidak memegang ponsel. Jadi aku tidak bisa membalas pesan darimu, dan aku juga tidak bisa mengangkat panggilan darimu. Maaf ..." imbuh Yuna yang juga merasa bersalah dengan Kagami Jiro, karena sebelumnya Yuna juga sudah berjanji akan melakukan fitting baju pengantin sore tadi.


Kagami Jiro tersenyum hangat menatap Yuna namun juga terlihat sedikit bersedih karena melihat Yuna yang sedang mengalami kesulitan beberapa hari ini. Kini Kagami Jiro mulai mrraih dan memeluk Yuna, lalu mulai mengusap lembut rambut Yuna.


"Tenang saja. Mulai besok kamu tak akan bekerja selarut ini lagi. Asal kamu memberitahukan kepadaku jika kamu sedang mengalami masalah, maka aku akan berusaha untuk membantumu. Malam ini aku akan mencarikan beberapa penjahit profesional, dan besok mereka akan datang dan bekerja untukmu. Jangan khawatir ..." ucap Kagami Jiro memejamkan matanya dan menghirup rambut Yuna yang memiliki harum yang begitu khas dan sangat disukainya.


"Hhm, terima kasih. Dan maaf jika aku selalu merepotkanmu." senyuman indah mulai menghiasi wajah Yuna, dan rasanya Yuna juga menjadi sedikit lebih tenang dan lega setelah menceritakan masalah butiknya kepada Kagami Jiro.


"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Aku senang bisa berguna untukmu, Yuna."


Rasanya begitu hangat dan lega sekali. Pelukan hangat, dan lengan yang begitu kuat itu juga membuat Yuna merasakan semua bebannya lenyap dalam seketika.


"Kita pulang yuk!" ajak Kagami Jiro setelah melepas pelukannya dan menunduk menatap hangat Yuna dengan senyum manisnya.


Yuna mengangguk pelan dan tersenyum begitu manis, "Ayo ..."


"Tapi ... setelah ini dulu ya ..." ucap Kagami Jiro dengan senyum nakal dan mulai mendekati wajah Yuna.


"Setelah apa?" kali ini Yuna sedikit membuka sepasang matanya lebih lebar dan berwaspada menatap Kagami Jiro.


"Setelah ini ..." Kagami Jiro semakin menunduk dan memiringkan kepalanya mendekati wajah Yuna.


Yuna hanya terdiam dan tak berusaha untuk menghentikkan Kagami Jiro, namun sepasang matanya masih terbuka cukup lebar. Hingga akhirnya kini ujung hidung Kagami Jiro mulai menyentuh pipi halus Yuna.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja ada suara sesuatu yang membuat Yuna merasa begitu malu, dan tentunya membuat Kagami Jiro menghentikan niatnya.


KRUYUKKK ...


__ADS_2