
Namun tiba-tiba saja langkah Kagami Jiro berhenti di depan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Ruangan yang terlihat begitu rapi, harum dan dipenuhi dengam nuansa putih. Karena begitu penasaran, akhirnya Kagami Jiro mulai memasuki ruangan itu.
Seakan terpana dan tersihir saat melihat kamar ini. Begitu rapi dan memiliki aroma yang khas, aroma yang akhir-akhir ini sering tercium olehnya dan menjadi salah satu yang selalu dirindukannya.
"Jadi ini adalah kamar Yuna?" gumam Kagami Jiro yang masih menatap dan mengamati sekelilingnya. "Manis sekali." gumamnya saat melihat sebuah boneka tedy bear berukuran mungil duduk di atas ranjang bersandar ke bantal.
Kagami Jiro mulai meraih boneka tedy bear itu dan menimang-nimangnya. Namun tiba-tiba saja senyuman manisnya memudar dan berubah menjadi wajah kesal saat melihat sebuah nama terukir di belakang tubuh boneka tedy bear itu.
"Sky? Bukankah Sky adalah nama seniornya itu? Itu yang Igor laporkan padaku beberapa hari lalu."
Rewind ...
"Nona Inukai Yuna. Putri bungsu dari 2 bersaudara. Merupakan putri dari tuan Inukai Hyuga yang kebetulan bekerja di Ruby Shine bagian divisi marketing. Setelah lulus dari SMU, dia segera pergi ke Amerika Serikat untuk melakukan study di Fashion Institute of Technology ( FIT ) di New York, Amerika Serikat. Dan kini sedang melanjutkan S2 di Tokyo Designer Gakkuin College. Dia tak pernah memiliki riwayat berkencan sama sekali. Pria yang dekat dengannya adalah Jonathan yang merupakan sahabat kecilnya, dan Sky yang merupakan seniornya saat melakukan kuliah di New York. Selain itu nona Inukai Yuna tak pernah menjalin hubungan dekat dengan pria lain. Beberapa karyanya sudah begitu diakui. Bahkan beberapa artis ternama seringkali memesan gaun secara langsung kepada nona Inukai Yuna."
"Cukup!" potong Kagami Jiro memotong laporan Igor saat itu. "Apa kau sudah kirimkan pengawal pribadi secara transparan untuknya?"
"Sudah, Tuan."
"Good. Kerja bagus!"
Kembali pada keadaan saat ini ...
__ADS_1
Kagami Jiro yang mengingat nama Sky akhirnya mengantongi boneka tedy bear itu ke dalam sakunya dan berniat akan membuangnya nanti.
Lalu Kagami Jiro mulai melihat sebuah figura di atas meja. Ada dua orang gadis yang sedang berpoto bersama, dan di belakang mereka terlihat sebuah patung Liberty yang begitu legendaris. Senyuman bahagia menghiasi wajah kedua gadis itu.
Lagi-lagi Kagami Jiro mengkerutkan keningnya karena merasa pernah melihat dan bertemu dengan gadis yang sedang bersama Yuna. Setelah beberapa saat berusaha untuk mengingat sesuatu, akhirnya Kagami Jiro berhasil mengingatnya.
Sebuah memori masa lalu tiba-tiba terlintas kembali di benaknya saat ini. Kejadian saat 3 tahun yang lalu. Saat seseorang sedang berusaha untuk mencelakai Christal, namun ada seorang gadis remaja yang menolong Christal saat itu.
Bahkan gadis itu sempat terluka cukup parah dan dirawat di rumah sakit. Ketika pagi tiba, disaat Kagami Jiro dan Christal berusaha untuk mengunjunginya kembali, namun rupanya gadis itu sudah dibawa oleh anggota keluarganya keluar dari rumah sakit dan meninggalkan Jepang dan pergi ke New York saat itu.
Kagami Jiro sedikit memijit keningnya karena mengingat semua itu.
"Sungguh dunia yang begitu sempit. Mulai sekarang aku akan membalas semua kebaikan dari Seina. Aku akan melindungi Yuna dan seluruh anggota keluarganya. Karena berkat Siena-lah, adikku Christal baik-baik saja saat itu." gumamnya pelan sekali. "Andai aku bisa berterima kasih secara langsung kepadamu ..."
"Bertemu dengan siapa?" tiba-tiba mulai terdengar suara seorang gadis yang membuat Kagami Jiro sedikit terkejut.
Kagami Jiro mulai mengembalikan figura kecil itu di atas meja, lalu berbalik dan menatap Yuna dengan ekspresi biasa saja.
"Dan mengapa tuan memasuki kamarku seperti ini?! Apa tuan tau? Ini sudah melanggar! Karena kamar ini adalah privasiku!" ucap Yuna terlihat begitu kesal.
"Pintu kamarmu terbuka, dan kebetulan aku sedang membutuhkan sebuah tisu. Aku hanya mau mengambil tisu kok." kilah Kagami Jiro asal.
__ADS_1
Namun alasannya sangat tidak masuk akal dan membuat Yuna belum puas, "Bukankah sudah aku katakan tadi, Tuan? Di kamar mandi sudah ada tisu basah maupun tisu kering!"
"Oh ya? Aku tidak mendengarnya dengan baik tadi." sahut Kagami Jiro dengan asal. "Sudahlah, lagian aku tak berniat jahat kok. Meskipun aku menemukan rahasiamu di dalam kamar ini, aku berjanji akan menyimpannya baik-baik." ujar Kagami Jiro menatap Yuna dengan seulas senyum. "Ayo kita segera kembali bersama mereka. Nanti mereka malah berpikir yang tidak-tidak karena kita berduaan di dala kamar ini." imbuh Kagami Jiro sengaja menggoda Yuna dan tersenyum tipis.
Kagami Jiro melenggang melalui Yuna yang kini terlihat semakin kesal karena mendengar kalimat terakhir Yuna.
Memang siapa yang membuat situasi seperti ini terjadi begitu saja? Jelas-jelas dia yang sudah dengan lancang memasuki kamarku begitu saja! Bahkan tanpa seijinku! Aku datang hanya karena untuk mengingatkannya saja! Kapan pria ini berubah menjadi tidak menyebalkan seperti ini?!Setiap hari ada-ada kelakuannya yang membuatku begitu pusing!
Batin Yuna masih dengan raut wajahnya yang terlihat begitu kesal. Gadis itu kini mulai melenggang dan mengikuti Kagami Jiro. Dan mulai bergabung bersama untuk melanjutkan makan malamnya kembali.
Masih dengan senyuman manis yang masih terukir pada wajah tampan itu Kagami Jiro mulai duduk kembali di kursinya. Begitu juga dengan Yuna yang segera duduk kembali.
"Maaf jika apartemen kami begitu sempit dan membuat tuan muda Kagami Jiro merasa tidak nyaman." ucap ayah Yuna merasa begitu tak enak hati.
"Benar, Ayah. Sepertinya saking kecil dan sempitnya apartemen kita, tuan muda Kagami Jiro sampai bisa tersesat dan malah memasuki kamarku begitu saja!" tandas Yuna mencoba memojokkan Kagami Jiro.
"Kau salah paham, Yuna. Aku benar-benar hanya ingin mengambil sebuah tisu. Aku tidak ada maksud jahat." ucap Kagami Jiro dengan cepat untuk membela dirinya sendiri. "Paman Inukai Hyuga, bibi percayalah padaku." kini Kagami Jiro beralih menatap kedua orang tua Yuna secara bergantian berharap untuk mendapat sebuah pembelaan.
"Oh. Tentu saja kami sangat percaya kepada tuan muda Kagami Jiro." sahut ibu Yuna dengan tawa kecil, dan ini sungguh membuat Yuna membelalak tak percaya. Bahkan ibunya sendiri lebih membela Kagami Jiro? Oh tidak! Siap-siap saja anak gadismu ngambek, Bibi.
"Putri bungsu kami Yuna memang selalu waspada dan berhati-hati terhadap orang asing. Jadi tolong tuan muda Kagami Jiro bisa memakhlumi semua ini." imbuh ibu Yuna kembali.
__ADS_1