Casanova In Love

Casanova In Love
Membantu Wilson


__ADS_3

Pagi hari terlihat seorang pria yang mulai membawa beberapa barangnya meninggalkan kamar appartemennya. Tak ada seorangpun yang membantunya saat ini.


Ups ... tidak, bukan tak ada. Sebenarmya bosnya sudah menawarkan untuk mengirimkan beberapa orang untuk membantunya pindahan hari ini. Namun sepertinya pria ini lebih suka untuk melakukannya seorang diri. Dan sebenarnya pria ini masih sedikit kesal terhadap keputusan bosnya yang tiba-tiba saja memindahkan tempat tinggalnya.


DDRRKK ...


Suara dua buah koper yang sedang ditariknya kini mengusir suasana sunyi pada koridor lantai 7 itu, hingga akhirnya pria itu mulai berpasasan dengan seorang gadis dengan pakaian santai dan rambutnya yang sedang diikat cepol.


Gadis itu mengenakan sebuah sweater over size berwarna cream dan dipadankan dengan celana santai pendek warna senada juga.


"Wilson! Apa kau akan pindah hari ini?" gadis yang tak sengaja berpapasan dengannya itu kini mulai menyapanya.


Dan sepertinya gadis itu juga baru saja keluar dari kamar apartemennya.


"Oh Yuna. Iya ... aku pindah hari ini. Aku minta maaf jika selama menjadi tetanggamu aku memiliki banyak salah. Tolong sampaikan salamku untuk paman dan bibi." sahut pria yang tak lain adalah Wilson itu.


"Oh iya. Aku akan menyampaikannya kepada ayah dan ibuku nanti. Semoga kau bisa betah ditempat tinggal barumu ya." sahut Yuna dengan ramah.


"Terima kasih, Yuna. Jika kamu tidak keberatan ... bisakah kau membantuku saat ini? Itu kalau hari ini kamu tidak sibuk sih ..."


"Oh, aku sedang tidak sibuk kok. Jadi aku bisa membantumu! Tunggu aku sebentar ya!" Yuna bergegas masuk kembali ke dalam apartemennya untuk mengambil ponselnya lalu segera kembali lagi dan mulai mengambil sebuah koper untuk membantu Wilson.


"Apakah benar kamu sedang tidak sibuk hari ini?" ucap Wilson lagi.


"Hhm. Aku sedang tidak ada pekerjaan kok. Semua tugas kuliah maupun pesanan di butik, sudah beres semua." sahut Yuna dengan senyum lebar. "Ayo! Aku juga ingin melihat apartemen barumu, Wilson! Pasti keren sekali!"

__ADS_1


"Hhm. Ayo! Setelah menyelesaikan semuanya mari kita makan besar!" Wilson menyauti dengan senyum lebar lalu mulai menyeret sebuah koper yang berukuran cukup besar.


"Yeap! Ayo!!" sahut Yuna dengan bersemangat lalu mulai berjalan beriringan bersama Wilson.


Mereka mulai menyusuri koridor lantai 7, lalu mulai memasuki sebuah elevator dan turun di lantai dasar. Meskipun bagi Wilson meninggalkan apartemen Azabu terasa sangat berat untuknya, namun kali ini dia terlihat begitu berbinar disaat seorang gadis yang disukainya menemaninya ke apartemen baru dengan sukarela.


Sementara kedua pengawal transparan Yuna masih saja menguntit mereka dan mengawasi setiap gerak-gerik dari Yuna dan Wilson. Sebenarnya Wilson sangat menyadari akan semua ini.


Yeap, Wilson sangat tau jika dirinya sedang diikuti oleh dua orang yang dikirim oleh Kagami Jiro yang ditugaskan untuk selalu mengawasi Yuna, namun Wilson masih saja berpura-pura untuk tidak mengetahuinya.


Sebuah Lexus hitam mulai dimasukinya bersama Yuna, setelah mereka memasukkan dua buah koper dan 2 buah tas jinjing ke dalam garasi. Kini mereka mulai meninggalkan apartemen Azabu dan mulai meluncur ke sebuah apartemen di Frazer Suites Akasaka.


Mengapa mereka masih saja mengikuti Yuna? Mengapa tuan Kagami Jiro tak jera mengejar Yuna. Padahal dia masih bisa mendapatkan gadis lain di luar sana. Bahkan begitu banyak gadis yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati tuan Kagami Jiro. Apakah kali ini tuan Kagami Jiro tidak sedang bermain-main?


Batin Wilson yang sesekali melihat dari kaca spion, sebuah mobil BMW hitam metalik yang masih saja mengikutinya.


"Hhm. Iya ... tapi darimana kamu tau, Wilson?" Yuna menyauti dengan santai dan mulai membuka sebuah bacaan yang kebetulan ada di hadapannya.


"Hanya menebak saja. Lagipula mana mungkin tak ada pria yang berusaha untuk mendekati gadis sepertimu?"


"Memang aku seperti apa, Wilson? Aku hanya gadis biasa saja. Bahkan aku juga bekerja untuk membantu membayar biaya kuliahku." sahut Yuna merendah.


"Justru gadis sepertimu adalah sangat langka, Yuna. Kebanyakan para gadis adalah yang tak suka hidup susah dan hanya mengandalkan kekayaan dan kekuasaan orang tuanya saja tanpa mengeluarkan keringat. Mereka sangat matrealistis dan hanya mengencani pria-pria kaya. Kamu sangat berbeda. Dan kamu juga tidak mudah untuk diraih. Dan itulah salah satu daya tarikmu." ucap Wilson dengan jujur.


Dan sebenarnya ucapan Wilson itu adalah jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dan mungkin itulah alasan Wilson menyukai Yuna. Karena Yuna memang sangat berbeda dengan para gadis yang pernah ditemuinya sebelumnya.

__ADS_1


Namun sepertinya perjalanan kisah cinta Wilson kali ini tak akan begitu mudah, karena rival kali ini adalah Kagami Jiro. Seorang petinggi dari Doragonshadou. Seorang pria yang sangat disegani dan sangat berpengaruh besar di dalam kota dan negaranya. Bahkan pria itu adalah bos dari Wilson.


"Kau ada-ada saja, Wilson!" jawab Yuna dengan kekehannya.


"Aku serius, Yuna. Jadi apa kau menerima pria itu?" tanya Wilson sangat ingin tau.


"Hhm ... aku tidak tau, Wilson. Sebenarnya aku masih belum ingin memikirkan ke arah sana. Bahkan aku baru saja memasuki semester 1." sahut Yuna dengan santai.


"Benar. Sebaiknya fokus dengan kuliah dan butik yang baru saja kau buka dulu." sahut Wilson lagi.


"Kau benar sekali, Wilson. Hoammm ... mengapa aku tiba-tiba menjadi sangat mengantuk ya?" Yuna mulai menguap lebar dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan kirinya.


Wilson sedikit melirik bacaan yang sedang dibaca oleh Yuna dan mulai tertawa kecil.


"Tentu saja kau akan mengantuk saat membaca buku itu." Wilson tertawa kecil dan sesekali melirik Yuna. "Love for Imperfect Things adalah buku bacaan yang bisa membuat kita merasa rileks dan merasa tenang. Dan buku itu sangat direkomendasikan untuk dibaca sebelum kita tidur."


"Lalu mengapa buku ini berada di dalam mobil? Itu berarti akan sangat berbahaya dong jika kamu membacanya sambil mengemudi." sahut Yuna lalu menimang-nimang buku itu yang sudah dalam keadaan tertutup kembali.


"Aku tidak bisa mengemudi sambil membaca buku, Yuna ..." sahut Wilson dengan nada jenaka.


"Maksudku ... saat kamu tak sengaja membacanya ... itu akan sangat berbahaya. Mengapa buku ini ada disini?"


"Seorang gadis memberikannya untukku, karena beberapa hari ini aku sulit untuk tidur dengan baik. Aku mengalami insomnia dalam beberapa hari ini." ucap Wilson menjelaskan.


"Wah ... begitu ya. Semoga buku ini bisa membuatmu beristirahat dengan lebih baik, Wilson."

__ADS_1


Andai kamu tau, Yuna. Aku mengalami insomnia karena aku yang terus memikirkanmu. Karena aku yang akan berpindah apartemen seperti saat ini dan akan menjadi jauh denganmu.


Batin Wilson mulai melakukan parkir di apartemen Frazer Suites Akasaka.


__ADS_2