Casanova In Love

Casanova In Love
Mengunjungi Taman Champ De Mars


__ADS_3

Sinar mentari mulai menyinari kota Paris, menembus dan memasuki ruangan kamar hotel Yuna dan Kagami Jiro, karena gorden utama sudah disibak oleh Kagami Jiro yang sudah bangun lebih awal daripada Yuna. Dan hanya tersisa gorden putih yang begitu tipis saja yang tersisa dan dibiarkannya menutupi kaca jendela yang tebal dan bening itu.


Yuna mulai mengerjapkan matanya beberapa kali karena cahaya jingga keputihan yang begitu menyilaukan itu. Bahkan Yuna juga sesekali menutupi pandangannya dengan tangan kirinya.


"Selamat pagi, Istriku yang cantik." sapaan hangat mulai terdengar oleh Yuna dan membuat Yuna mulai mencari asal suara itu yang ternyata berasal dari arah sofa.


Kagami Jiro terlihat sedang menikmati secangkir Americano coffe dengam ditemani sebuah laptop di hadapannya. Bahkan Kagami Jiro sudah terlihat begitu rapi, necis dan harum.


"Kamu cepat sekali bangun? Bahkan kamu sudah serapi ini ..." ucap Yuna yang sudah mulai duduk dan memegangi selimutnya untuk menutup tubuhnya.


"Hhm ... aku ..."


"Jangan bilang kamu terbangun karena aku yang tidur mendengkur lagi!" potong Yuna dengan cepat.


Kagami Jiro yang kebetulan sudah menoleh ke arah Yuna mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara sembari tersenyum karena merasa lucu.


"Tidak kok. Aku terbangun pagi karena kebetulan saja. Dan daripadi tertidur lagi, maka aku mandi dan membersihkan diri saja." sahut Kagami Jiro mulai fokus kembali dengan laptopnya. "Mandilah, Yuna. Setelah itu kita sarapan dan jalan-jalan."


"Hhm ... aku masih mengantuk. Bisakah kita pergi nanti dulu. Bukankah kita akan berada disini selama 2 pekan?" sahut Yuna yang masih terlihat malas dan kembali merebahkan tubuhnya lalu menutupinya dengan selimut tebal dan lembut itu.


"Wah ... wah ... apakah itu artinya kamu lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk berduaan denganku di kamar hotel ini? Apa kamu menginginkannya lagi, Yuna?" ucap Kagami Jiro menggoda Yuna. "Baiklah jika memang kamu lebih menginginkannya untuk menghabiskan waktu bulan madu di dalam kamar saja denganku." imbuh Kagami Jiro lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Kagami Jiro seketika membuat Yuna yang tadinya sudah memejamkan sepasang matanya saat menikmati kasur dan selimutnya yang empuk itu, seketika sepasang matanya terbuka lebar kembali.


"Aku tidak mengira kamu seromantis ini dan rupanya kamu semanis ini, Yuna ..." imbuh Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang untuk mendekati pembaringan. "Mari kita lanjutkan saja yang semalam ..." imbuh Kagami Jiro semakin menggoda Yuna.


"Ah ... tidak ... tida!! Aku akan segera mandi!!" ucap Yuna dengan cepat dan segera melompat dari tempat tidurnya dengan masih membawa selimut itu dan segera pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.


Kagami Jiro tertawa kecil melihat tingkah konyol dari Yuna yang menurutnya cukup lucu dan membuatnya begitu gemas. Lalu Kagami Jiro mulai kembali si sofa untuk melanjutkan sesuatu dengan laptopnya.


...⚜⚜⚜...


Pagi ini Kagami Jiro mulai mengajak Yuna untuk mengunjungi taman Champs de Mars yang berada tak jauh dari hotel mereka berdua. Taman indah ini hanya ditempuh kira-kira 5 hingga 10 menit saja dengan menaiki sebuah taxi.


Yuna terlihat begitu menikmati saat menyaksikan Menara Eiffel dari taman Champ de Mars. Taman ini memang biasnya menjadi salah satu lokasi bagi wisatawan untuk memandang Menara Eiffel, baik ketika matahari bersinar cerah maupun hari hujan.


Selain mereka berdua, terlihat para wisatawan yang juga sedang mengunjungi taman Champs de Mars ini dan memanfaatkan spot ini untuk berfoto-foto sembari berjalan-jalan di sekitar taman ditemani dengan beberapa makanan cepat saji yang dijual di kios-kios dan kafe terdekat.


Ada juga beberapa wisatawan yang sedang berpiknik di taman dan membawa bekal makan sendiri seperti roti baguette, kue pastry, buah-buahan, dan charcuterie (daging olahan yang telah diawetkan dengan garam).


Makanan-makanan tersebut mereka beli di kawasan yang tak jauh dari Taman Champs de Mars, seperti di area Rue Cler yang terkenal dengan aneka toko termasuk toko roti. Dan tentu saja Kagami Jiro juga sudah membeli beberapa untuk Yuna dan akan menikmatinya saat di taman Champs de Mars. Cukup banyak street food ala Paris mulai sandwich sampai crepe, yang dijual di area taman.


"Ahh ... ini sungguh indah sekali!!" Yuna yang duduk di atas rerumputan hijau itu mulai manatap menara besi di hadapannya yang begitu fenomenal dan ikonik itu.

__ADS_1


"Hhm. Benar sekali. Aku sependapat denganmu, Sayang." sahut Kagami Jiro yang juga duduk bersilang di atas rerumputan di sebelah Yuna. "Hhm, Yuna ... makanlah ..." imbuh Kagami Jiro mulai memberikan sebuah bingkisan yang berukuran sedang yang beraroma begitu manis.


"Apa ini?" sahut Yuna mulai menerima bingkisan itu dan tak sengaja aroma manis itu mulai tercium olehnya. "Aromanya manis sekali. Hhm ..."


"Beberapa kue yang sudah dibeli oleh Igor di salah satu toko kue di Rue Cler. Makanlah. Kamu menyukai kue-kue yang manis bukan?" ucap Kagami Jiro tak kalah manis.


Yuna tersenyum lebar dan mulai membuka bingkisan itu. Yuna mulai mengambil sebuah crepes lalu mulai menikmatinya. Wajahnya terlihat begitu berseri, seakan suasana hatinya juga sedang sangat baik saat ini.


"Bagaimana? Apa kamu menyukainya?" tanya Kagami Jiro juga dengan wajah yang begitu berseri.


Yuna mengangguk tegas dan tersenyum sambil menikmati crepes yang manis dan renyah itu, "Hhm. Ini enak sekali. Manis dan renyah. Kamu mau coba?" Yuna mulai beralih menatap Kagami Jiro dan menawari Kagami Jiro.


Selama beberapa saat Kagami Jiro terdiam dan senyum manisnya sedikit memudar. Namun akhirnya Kagami Jiro mulai tersenyum kembali dan mengangguk. Masih dengan senyum lebar, kini Yuna mulai menyuapi crepes itu untuk Kagami Jiro.


Sebenarnya Kagami Jiro tak terlalu menyukai makanan dan kue-kie manis seperti itu. Namun tentu saja Kagami Jiro tak ingin menolak tawaran dari Yuna untuk menyuapinya meskipun harus memaksa dirinya memakan makanan manis itu.



Raut wajah Kagami Jiro terlihat sedikit aneh, lalu dengan cepat Kagami Jiro mulai meneguk minuman dinginnya.


"Ada apa? Apa cuacanya membuatmu begitu gerah hingga minuman kaleng ini kamu habiskan dalam sekali minum?" ucap Yuna yang terlihat sedikit bingung, namun akhirnya Yuna mulai mengingat seauatu jika Kagami Jiro tidak menyukai makanan yang begitu manis.

__ADS_1


"Ahh ... maafkan aku. Aku lupa jika kamu tidak menyukai makanan dan kue-kue yang manis." ucap Yuna merasa bersalah kepada Kagami Jiro.


"Tidak apa-apa kok,Yuna. Tidak menyukainya bukan berarti aku tidak bisa memakannya bukan? Aku baik-baik saja kok. Tenang saja." ucap Kagami Jiro dengan santai.


__ADS_2