Casanova In Love

Casanova In Love
Yuna Yang Berbeda


__ADS_3

"Tidak boleh!" ucap Kagami Jiro menandaskan begitu lembut namun terdengar begitu tegas dan penuh dengan penekanan. "Aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk kamu dan calon bayi kita. Aku akan mengurus cuti selama 3 bulan untukmu. Dan kamu tidak boleh melawannya lagi kali ini. Kamu harus patuh padaku!" imbuh Kagami Jiro kembali memutuskan secara sepihak.


Mau tak mau Yuna harus menuruti perintah dari Kagami Jiro untuk mengambil cuti selama 3 bulan. Baik kuliah maupun semua urusan butiknya. Meskipun Yuna akhirnya menuruti keinginan dari Kagami Jiro, namun raut wajah Yuna juga tak bisa berbohong.


Yuna mulai terlihat begitu murung, karena membayangkan selama 3 bulan Yuna hanya akan berada di dalam rumah besar Kagami. Pasti rasanya akan begitu bosan.


"Apakah berada di dalam rumah ini begitu membuatmu merasa tersiksa, Sayang?" ucap Kagami Jiro mulai goyah karena melihat Yuna yang masih saja murung.


Bahkan sebenarnya Kagami Jiro masih sedikit mengingat saat ibunya sedang mengandung adik bungsunya, Christal. Sang papa Kagami Gumi akan selalu membuat Aiko merasa bahagia, tak tertekan, tidak stres dan tidak memiliki banyak pikiran.


Bahkan saat itu Kagami Jiro tak sengaja mendengar percakapan antara Kagami Gumi bersama seorang dokter kandungan yang sedang menangani Aiko. Dan dokter kandungan itu berpesan seperti itu kepada Kagami Gumi.


Kagami Jiro mengusap pelan kepala Yuna dengan pandangannya yang seakan mulai goyah akan perintahnya yang sudah diberikan untuk Yuna beberapa saat yang lalu. Sedangkan Yuna hanya menunduk dan masih saja cemberut.


"Yuna ... katakan padaku, Sayang ..." ucap Kagami Jiro lagi dengan lebih lembut. "Apakah berada di rumah besar keluarga Kagami membuatmu merasa tidak nyaman? Apakah kita harus pindah rumah?" imbuhnya tiba-tiba.


Mendengar ucapan dari Kagami Jiro, seketika Yuna mulai mendongak menatap sang suami dan menggeleng pelan.


"Bukan seperti itu. Aku sangat merasa nyaman tinggal disini. Ibu, papa, Christal dan Yosuke juga selalu ramah padaku. Mereka sangat baik dan menyenangkan." ucap Yuna dengan jujur. "Hanya saja ... jika aku harus selalu berada di dalam rumah ini selama 3 bulan tanpa pergi kemana-mana, pasti aku juga akan merasa sedikit bosan." imbuh Yuna masih terlihat sedikit murung.

__ADS_1


"Jika kamu merasa bosan, maka aku akan mengajakmu untuk pergi jalan-jalan di akhir pekan." kali ini Kagami Jiro mulai menyibak beberapa helai rambut Yuna ke belakang telinganya.


Yuna masih saja terdiam dan menunduk kembali dan tidak menjawab Kagami Jiro. Bahkan tiba-tiba Yuna malah mulai menangis begitu saja. Dan sebenarnya hal ini di luar kendali Yuna, entah mengapa tiba-tiba Yuna yang biasanya selalu keras, tegas dan dingin kini berubah menjadi begitu perasa dan super sensitif.


Dan sebenarnya Yuna juga merasa begitu kebingungan sendiri melihat dirinya yang dengan mudahnya menangis di depan Kagami Jiro hanya karena sebuah hal yang begitu sepele.


"Baiklah ... baiklah ... sekarang katakan padaku apa maumu, Sayang?" ucap Kagami Jiro yang akhirnya mulai mengalah karena tak ingin membuat Yuna bersedih dan menangis kembali. "Jangan menangis seperti ini ..." imbuhnya sambil menyeka air mata Yuna lalu memeluk Yuna untuk menenangkannya.


Mengapa Yuna yang biasanya begitu dingin, keras kepala, dan tegas seketika berubah menjadi begitu sensitif seperti ini? Apa ini adalah karena salah satu pengaruh dari masa kehamilan?


Batin Kagami Jiro yang seketika menjadi merasa begitu bersalah karena telah membuat Yuna menangis begitu saja. Namun Yuna masih saja terisak dan tak memberikan jawaban apapun untuk Kagami Jiro.


"Baiklah ... baiklah. Kamu tidak perlu mengambil cuti selama 3 bulan. Kamu masih aku ijinkan untuk pergi ke kampus dan juga pergi ke butik. Namun kamu tidak boleh terlalu lelah. Dan kamu juga harus selalu menjaga dirimu dan calon buah hati kita dengan baik." ucap Kagami Jiro dengan lembut berharap Yuna mulai berhenti menangis.


"Yuna ... aku bahkan sudah mengijinkan kamu untuk tetap kuliah dan juga untuk tetap kerja." ucap Kagami Jiro semakin kebingungan dan mengusap tengkuknya dengan tangan kirinya. "Tolong jangan menangis lagi, Sayang. Aku benar-benar minta maaf padamu."


Tak lelah Kagami Jiro selalu membujuk Yuna agar segera berhenti menangis. Hingga akhirnya setelah hampir 1 jam, akhirnya Yuna sudah berhenti menangis. Bahkan Yuna juga sudah tertidur begitu saja di dalam pelukan Kagami Jiro, saking mengantuknya dan saking lelahnya.


Perlahan Kagami Jiro mulai membaringkan Yuna dengan sangat hati-hati agar Yuna tidak terbangun kembali. Sebuah selimut yang begitu tebal dan lembut berwarna putih mulai ditarik oleh Kagami Jiro untuk menyelimuti Yuna.

__ADS_1


Seakan tak pernah merasa bosan untuk terus menatap sang istri tercinta. Senyuman manis mulai terukir kembali menghiasi wajah Kagami Jiro saat menatap Yuna.


Baru pertama kali ini aku melihat Yuna menangis seperti itu. Biasanya gadis ini selalu dingin dan keras kepala. Padahal aku ingin sekali merasakan jika aku memang dibutuhkan dan berguna untukmu, Yuna. Disaat kamu sedang menangis ataupun disaat kamu sedang merasa takut, aku ingin sekali kau andalkan saat itu. Namun, aku baru merasakan hal seperti itu karena kamu sedang hamil, karena buah hati kita. Lucu juga ... kamu adalah wanita paling keras kepala yang pernah aku temui. Dan kamu berhasil membuatku begitu tergila-gila padamu, hingga akan merasa gila jika kamu menjauhiku seperti saat di masa lalu ...


Batin Kagami Jiro yang juga mulai memejamkan sepasang mata kecoklatannya dengan posisi tidur miring menghadap Yuna dan tangan kirinya masih melingkar memeluk tubuh Yuna.


...⚜⚜⚜...


Bonus part saat Aiko mengantarkan Yuna ke dokter kandungan dan diantarkan oleh Yosuke ( sebagai sopir ).


Seorang wanita berusia kira-kira 30 tahun yang mengenakan sebuah blazer kecoklatan yang dipadankan dengan rok span berwarna hitam dan juga mengenakan sebuah almamater putih kebanggannya terlihat mulai mengoleskan sebuah ultrasonic gel di sekitar perut Yuna.


Gel tersebut berfungsi agar bagian ujung USG dapat bergerak dengan mudah di atas kulit sehingga dapat mengurangi gesekan pada kulit. Gel tersebut juga membantu proses pengiriman gelombang suara ke dalam tubuh.


Sebuah alat bernama transducer kini mulai ditempelkan di kulit perut Yuna. Dan allat ini memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.


"Kondisi kandungan Nyonya Yuna dan kedua janinnya dalam keadaan sehat. Dan perkembangan kedua janinnya juga normal. Janin ini masih berukuran sebesar kacang polong dengan ukuran panjang sekitar 2mm hingga 5. Pada minggu ini, otak dan sistem saraf janin berkembang sangat cepat. Sepasang matanya juga sudah mulai terbentuk pada masing-masing sisi kepala dan terlihat seperti titik gelap. Sementara itu, telinganya sudah terlihat berbentuk seperti lekukan kecil di sisi kepala." seorang dokter spesialis kandungan wanita mulai menjelaskannya sembari memeriksa dan menempelkan sebuah transducer di sekitar perut Yuna.


"Kedua janin? Maksudnya menantuku sedang mengandung anak kembar?" ucap Aiko seakan masih tak percaya.

__ADS_1


"Benar sekali Nyonya besar. Ada 2 janin di dalam rahim nyonya Yuna. Dan mereka adalah kembar identik." ucap dokter wanita itu lagi dengan ramah.


Mendengar kabar luar biasa ini, kini semakin membuat Aiko semakin berbahagia luar biasa. Karena selama ini Aiko benar-benar ingin memiliki dua cucu kembar sekaligus.


__ADS_2