Casanova In Love

Casanova In Love
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Pertemuan kali ini berlangsung dengan begitu lancar. Satu persatu mereka mulai meninggalkan ruangan rapat setelah berpamitan. Kini ruangan itu hanya menyisakan Kagami Jiro, Kagami Gumi dan Igor.


Namun tiba-tiba saja seorang pria yang kira-kira berusia hampir 24 tahun mulai memasuki ruangan bersama seorang gadis kecil yang begitu manis dan menggemaskan yang berusia kira-kira 13 tahun.


"Papa, kak Jiro ..." gadis kecil itu datang dan langsung berlari kecil memeluk Kagami Gumi dan Kagami Jiro secara bergantian.


Wajah mungilnya terlihat begitu manis dan dihiasi dengan senyuman lebarnya yang membuatnya semakin terlihat begitu lucu.


"Christal, Yosuke mengapa kalian menyusul kesini?" tanya Kagami Jiro sedikit terkejut melihat kehadiran dari kedua adiknya yang tiba-tiba saja menyusul hingga ke markas besar Doragonshadou.


Namun sebenarnya Kagami Jiro juga terlihat begitu senang karena bertemu dengan kedua adiknya setelah beberapa hari tidak bertemu.


"Apa kakak melupakan sesuatu? Bukankah hari ini kita akan makan malam siang bersama?" celutuk Christal sedikit cemberut karena melihat kakak pertamanya seakan melupakan janjinya.


Kagami Jiro sedikit memijat keningnya karena hampir saja melupakannya, "Maaf, Christal. Kakak hampir saja lupa. Baiklah kita akan makan siang dimana kali ini, Papa?" kini Kagami Jiro mulai beralih menatap ayahnya.


"Bagaimana kalau Rokkasen Restaurant? Sudah lama aku tidak menikmati barbeque yang dimasak sendiri. Hehe ..." sela Kagami Yosuke, adik kedua dari Kagami Jiro mulai mengusulkan.


"Ah ... aku setuju, Kak!" sahut Christal dengan begitu bersemangat dan menatap Yosuke seakan kedua mata mereka saling memberikan tegangan yang sama dan sejalan.


"Bagaimana, Papa?" kini Kagami Yosuke mulai beralih menatap Kagami Gumi untuk meminta pendapatnya.


"Papa ikut kalian saja. Karena makanan apapun dan makan dimanapun, akan terasa begitu enak dan nikmat jika papa menikmatinya bersama dengan kalian." sahut Kagami Gumi dengan begitu hangat.


"Lalu dimana ibu?" kini Kagami Jiro mulai menanyakan keberadaan ibunya, karena dia tidak melihat sosok ibunya yang datang bersama mereka.

__ADS_1


"Ibu akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa urusan di Ruby Shine." sahut Kagami Yosuke sambil merangkul Christal. "Christal, cepat lakukan reservasi di Rokkasen restaurant!" imbuhnya bersemangat.


"Ah! Okay, Kak!" kini Christal mulai mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan mulai melakukan sebuah reservasi di Rokkasen restaurant.


Sementara Kagami Jiro dan Kagami Gumi sedikit merapikan barang-barang mereka kembali sebelum mereka meninggalkan ruangan rapat ini.


...⚜⚜⚜...


Keluarga besar Kagami kini mulai mendatangi Rokkasen restaurant sebagai sebuah keluarga yang begitu hangat, dan tentu saja tak terlihat jika para pria itu rupanya adalah anggota bahkan pemimpin utama dari Doragonshadou yang terkenal begitu kejam dan legendaris.


Mereka mulai mendatangi sebuah meja dengan model lesehan yang berada di ruangan VIP, yang sudah dipesan sesuai reservasi oleh Christal.


Setelah melakukan pemesanan, beberapa waitress mulai datang dan membawakan beberapa daging mentah dan juga sayuran segar. Yeap, karena ketika menikmati makanan di Rokkasen, kita tidak hanya akan menikmati makanan lezat, tetapi juga akan mendapatkan pengalaman makan yang luar biasa.


Karena daging tidak dimasak di dalam dapur, melainkan setiap meja memiliki area panggang kecil di atas meja, di mana kita dapat memasak bahan makanan segar sesuai dengan selera kita masing-masing.


Makanan ini juga dilengkapi dengan sayuran segar untuk dipanggang, mi segar, dan terkadang makanan lainnya seperti sup miso dan makanan penutup.


Makanan-makanan itu terlihat begitu menggugah saliva dan begitu menggiurkan. Disaat Yosuke mengangkat sebuah daging dari panggangannya lalu mulai meletakkan di sebuah hotpot dan berniat untuk melahapnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik hotpot itu.


"Wah ... tepat sekali! Ibu datang disaat yang tepat! Itadakimasu ( selamat makan )." celutuk Aiko yang tiba-tiba saja sudah duduk di sebelah Kagami Jiro dan berniat untuk menikmati daging hasil panggangan dari Yosuke. Bahkan Aiko sudah hampir memotong daging itu dengan menggunakan pisaunya.


"Ibu ... padahal aku sudah sangat ingin memakannya saat ini." celutuk Yosuke yang terlihat begitu murung karena ibunya merebut makanannya darinya.


"Kamu kan bisa memanggangnya lagi, Yosuke sayang." timpal Aiko yang sudah mulai momotong daging itu menjadi potongan-potongan kecil lalu mulai memakannya.

__ADS_1


"Tapi, Ibu ..." ujar Yosuke yang masih terlihat kesal dengan ibunya.


"Sudahlah, Yosuke. Makan saja punya kakak." kini Kagami Jiro mulai memberikan daging panggangannya kepada Yosuke, sementara Kagami Jiro mulai memanggang beberapa potong daging yang masih mentah di atas pemanggang kecil di hadapannya itu.


"Wah ... thank you, Kak Jiro! Kau yang terbaik!" wajah Yosuke kini terlihat begitu sumringah kembali, dan dia mulai menikmati daging itu.


"Nih, Kak Jiro!" kini Christal mulai menyodorkan sepotong daging di hadapan Kagami Jiro dan berniat untuk menyuapi kakak pertamanya.


Kagami Jiro tersenyum hangat menatap Christal lalu mulai membuka mulutnya dan menikmati daging itu, "Ini enak sekali!"


"Tentu saja! Siapa dulu yang memanggangnya? Ahahaha ..." celutuk Christal dengan tawa renyahnya yang begitu manis.


Kagami Gumi yang menyaksikan kehangatan di dalam keluarganya besarnya, kini juga mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang begitu hangat. Kerutan-kerutan halus di wajahnya kini semakin terlihat begitu nyata.


"Sayang apa masalah di Ruby Shine sudah diselesaikan dengan baik?" tanya Kagami Gumi menatap Aiko, istrinya yang sedang menikmati daging yakinikunya dengan begitu lahap.


"Hhm. Iya. Kami sudah menemukan berlian palsu yang sudah diselundupkan oleh salah satu partner bisnis Ruby Shine. Dan polisi sudah menangkapnya." sahut Aiko lalu menikmati segelas minuman soda miliknya.


"Syukurlah jika sudah terselesaikan. Lain kali jika butuh sesuatu, kau bisa katakan padaku saja." sahut Kagami Gumi dengan begitu hangat.


"Hhm. Terima kasih, Sayang." senyuman hangat menghiasi wajah Aiko yang juga sudah tidak muda lagi itu.


"Aku akan ke kamar mandi sebentar." ucap Kagami Jiro tiba-tiba yang mulai meletakkan pisau dan garpunya di atas meja, lalu segera bangkit dan berdiri.


Kagami Jiro segera pergi ke kamar mandi untuk menunaikan hajatnya dan berniat segera kembali untuk bergabung bersmaa keluarganya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dia mengangkap sosok seorang gadis yang sedang duduk di sebuah bangku bersama dengan seorang pria.

__ADS_1


Keduanya terlihat begitu akrab dan sangat dekat. Makan siang di antara keduanya terlihat begitu hangat karena diiringi dengan canda tawa. Dan hal itu seketika membuat mood seorang Kagami Jiro berubah menjadi buruk dalam hitungan detik.


__ADS_2