
Yuna sudah terbangun kembali saat alarmnya sudah berbunyi. Dengan mata yang masih terasa sangat mengantuk, Yuna mulai mematikan alarm pada ponselnya yang terletak di atas nakasnya. Lalu Yuna mulai melihat di sampingnya, namun sudah tak ada sosok Kagami Jiro di sana.
"Dimana dia? Apa dia sudah bangun? Cepat sekali dia bangun. Hoam ..." Yuna menguap cukup lebar dan mengangkat kedua tangannya ke atas dengan salah satu tangannya menyentuh siku tangan lainnya.
Belum sempat Yuna menuruni pembaringannya, tiba-tiba saja terlihat Kagami Jiro yang sudah berjalan ke arahnya dengan memakai jubah mandi putih dengan rambutnya yang masih basah.
"Selamat pagi." sapa Kagami Jiro dengan senyum lebar lalu mulai duduk di depan cermin riasnya yang sudah disiapkan untuk sang istri.
"Pagi. Kamu cepat sekali bangun? Padahal jam 3 dini hari baru tertidur. Hoam ..." lagi-lagi Yuna menguap dan kali ini Yuna menutupinya dengan salah satu jemarinya.
"Hhm. Kebetulan aku terbangun karena mendengar kamu mendengkur, jadi aku memutuskan untuk mandi dan keramas karena tubuhku juga sangat bau dengan alkohol." jawab Kagami Jiro dengan tawa kecil dan masih mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.
"Apa? Aku mendengkur? Tidak mungkin! Kamu pasti sedang berbohong padaku kan?!" sahut Yuna sangat tidak yakin dan tidak percaya dengan ucapan dari Kagami Jiro. Sepasang alir indahnya juga mengkerut karena mencurigai Kagami Jiro.
"Untuk apa aku berbohong padamu, Sayang?" sahut Kagami Jiro dengan tawa kecil karena menganggap semua ini terlalu lucu untuknya. "Jika kamu tidak percaya, maka kamu lihat saja rekaman pada ponselku. Aku sudah merekamnya tadi saat kamu masih tidur." Kagami Jiro mulai mengambil salah satu ponselnya yang sangat jarang dipakai olehnya dan ponsel itu selalu disimpannya di rumah, di dalam laci nakasnya.
"Kamu berohong! Kemarin malam kamu bilang ponselmu terjatuh bukan?!" Yuna saja masih mengelak dan tidak percaya jika Kagami Jiro memang melihat Yuna mendengkur saat tidur. Dan jika memang yang sedang dikatakan oleh Kagami Jiro adalah memang benar, makan Yuna juga akan merasa sangat malu.
"Ini adalah ponselku yang jarang sekali aku pakai." jelas Kagami Jiro. "Mau melihat rekamannya, Sayang?" kini Kagami Jiro menggoyang-goyangkan ponsel berwarna hitam yang sudah berada di dalam genggamannya dan tersenyum tipis menggoda Yuna.
Karena masih tak ada jawaban dari Yuna, kini Kagami Jiro mulai mencari sesuatu di dalam galeri di dalam ponsel itu. Hingga akhirnya sebuah video kini mulai diputar oleh Kagami Jiro dan diperlihatkan kepada Yuna.
Sepasang mata Yuna kini mulai membulat sempurna, dan kedua jemarinya mulai menutupi mulutnya yang sudah sedikit menganga setelah Yuna melihat sebuah video yang memperlihatkan dirinya yang sedang tertidur dan sedikit mendengkur.
Wajah Yuna kini juga terlihat mulai merona karena sangat malu. Dan ini adalah pertama kalinya seorang pria melihat sisi memalukan dari Yuna selain Jonathan.
"Hapus video itu sekarang juga!" ucap Yuna masih dengan wajahnya yang begitu merah.
__ADS_1
"Tidak mau! Ini akan menjadi salah satu koleksiku!" sahut Kagami Jiro berniat untuk menyimpan ponsel itu kembali.
Namun dengan cepat Yuna segera turun dari pembaringa dan menghalanginya dan berniat untuk merebut ponsel itu dari Kagami Jiro. Namun Kagami Jiro malah semakin mengangkat tinggi ponsel itu, sementara Yuna masih saja berusaha untuk merebutnya kembali dan sesekali melompat ke atas untuk merebut ponsel itu kembali.
"Hapus video itu!" pinta Yuna kembali yang masih berusaha untuk merebut ponsel itu dari Kagami Jiro.
"Tidak mau!" sahut Kagami Jiro masih kekeh dan tertawa kecil. Bahkan Kagami Jiro semakin meninggikan tangannya ke atas agar Yuna tak bisa meraihnya.
"Hapus aku bilang!!"
"Tidak mau!!"
"Hapus!!"
"Tidak mau!!"
"Biarpun aku sangat menyebalkan tapi kamu selalu merindukanku bukan?" sahut Kagami Jiro malah menggoda Yuna.
"Siapa bilang! Dasar!! Percaya diri sekali!" celutuk Yuna masih sangat kesal dan masih berusaha untuk merebut ponsel itu.
"Hhm ... baiklah. Begini saja. Aku akan menghapusnya, asal kamu mau memberikan 1 ciuman untukku." ucap Kagami Jiro memberikan sebuah penawaran untuk Yuna dan masih menunduk menatap Yuna, sementara tangan kanannya masih diangkatnya tinggi ke atas sambil memegang ponsel itu.
Pria ini selalu saja mengambil keuntungan dariku! Dia sangat menyebalkan!!
Batin Yuna semakin kesal, namun Yuna tak memiliki pilihan lain hingga akhirnya menyetujui penawaran dari Kagami Jiro.
"Baiklah! Tapi hapus dulu!" ucap Yuna masih dengan nada bicaranya yang tegas. "Setelah itu baru aku akan memenuhinya!"
__ADS_1
"Okay. Tapi jika kamu berbohong padaku, maka aku akan memaksamu!" Kagami Jiro menyauti Yuna dengan senyuman yang begitu menggoda lalu mulai menurunkan tangannya untuk memenuhi permintaan dari Yuna.
"Aku tak pernah berbohong, dan aku pasti akan menepatinya!" ucap Yuna dengan tegas.
"Baiklah, Sayang. Aku akan menghapusnya sesuai dengan permintaan darimu." kini Kagami Jiro mulai menghapus video rekaman itu di depan Yuna. "Sudah aku hapus. Sekarang berikan satu ciuman untukku! Dan ingat, tidak boleh di kening, tidak boleh dipipi, tidak boleh di hidung, tapi di ..."
Kagami Jiro tak melanjutkan ucapannya kembali karena tiba-tiba saja Yuna sudah sedikit berjinjit dan meraih kedua bahu Kagami Jiro dan membuat tubuh besar Kagami Jiro sedikit menunduk ke arah Yuna.
Dengan cepat Yuna juga mulai mengecup lembut bibir Kagami Jiro tanpa Kagami Jiro menyiapkan dirinya terlebih dahulu. Dan sebenarnya ini cukup mengejutkan untuk Kagami Jiro. Bahkan Kagami Jiro taka menyangka jika Yuna benar-benar akan melakukan sesuai dengan permintaannya pagi ini.
Namu belum sempat Yuna melepaskan kembali ciuman itu, dengan cepat Kagami Jiro malah meraih pinggang dan tengkuk Yuna untuk menahan ciuman itu agar tak terhenti. Bahkan kali ini Kagami Jiro malah mulai menyerang Yuna dengan ciuman mautnya hingga tubuh Yuna sedikit terdorong ke belakang hingga terduduk di pinggiran pembaringan.
Sementara Kagami Jiro masih saja tak mau melepaskan Yuna hingga tubunya sedikit membungkuk dan kedua tangannya kini yang sudah bertumpu di pinggiran pembaringan.
Semakin Yuna berusaha untuk melepaskan dirinya, maka Kagami Jiro malah semakin memberikan tekanan yang cukup kuat dan besar hingga membuat Yuna tak bisa terlepas dari ciuman maut itu.
Namun setelah cukup beberapa saat, Yuna mulai mendorong tubuh besar Kagami Jiro dan kali ini Kagami Jiro mulai menghentikannya ciuman itu. Wajah Yuna masih begitu memanas, namun gadis berwajah ayu alami nan tegas itu tak berani memandang wajah Kagami Jiro.
"Terima kasih ciumannya, Sayang. Aku sangat menyukainya." ucap Kagami Jiro sedikit berbisik dan terdengar begitu hangat.
Yuna yang semakin salah tingkah kini segera mendorong tubuh Kagami Jiro dan melompat dari pembaringan lalu berlari menuju ke kamar mandi.
"Aku akan segera mandi!! Jangan menungguku karena aku akan lama!! Turun saja dulu untuk sarapan!!" teriaknya sebelum meninggalkan Kagami Jiro.
Melihat tingkah lucu Yuna yang lain daripada gadis-gadis yang selama ini pernah dijumpainya membuat Kagami Jiro tersenyum sangat gemas.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1