
Di sebuah rumah di kawasan perumahan di daerah Shinjuku, terlihat rumah itu mulai didatangi oleh cukup banyak tamu undangan. Mereka berdatangan dengan pakaian yang begitu rapi dan memukau.
Rumah itu juga sudah penuh dengan dekorasi yang begitu indah dan memukau. Lampu-lampu kekuningan dan warna-warni lainnya hampir menghiasi seluruh isi rumah itu hingga sampai pada halamannya.
Para undangan tamu wanita datang dengan menggunakan balutan dress yang memberikan kesan anggun dan memukau. Sementara para tamu undangan pria berdatangan dengan menggunakan setelan jas yang begitu rapi dan memberikan kesan berwibawa dan lebih necis.
Terlihat seorang gadis dengan balutan dress panjang berwarna putih. Dress tanpa lengan itu memiliki desain yang sedikit mengembang pada bagian bawah pinggangnya.
Meskipun dress ini tidak memiliki desain dan aksesoris yang berlebihan dan mencolok, namun si pemakai akan terlihat begitu kalem dan anggun saat memakainya. Terlebih gadis itu memiliki postur tubuh yang begitu ramping dan tinggi. Sangat manis.
Sementara di sebelahnya terlihat seorang pemuda dengan setelan jaz berwarna putih, dengan kemeja dalamnya berwarna kebiruan. Pemuda itu memiliki rambut hitam dan disisir rapi ke samping dengan sedikit minyak rambut yang memiliki harum begitu wangi.
Padahal sebelumnya keduanya tak berencana untuk memakai pakaian yang sama seperti ini, namun keduanya bisa bersamaan mengenakan warna yang sama di malam ini. Dan ini membuat mereka terlihat seperti pasangan saja.
Setelah mereka berdua menemui sang pemilik acara untuk mengucapkan beberapa patah kata selamat dan memberikan hadiah kini mereka mulai menikmati beberapa sajian yang sudah terhidang di sebuah meja yang cukup besar.
Di atas meja itu, ada berbagai jenis kue, manisan, dan minuman. Hanya tinggal pilih dan ambil saja mau mencoba yang mana. Tak jauh dari tempat itu, ada sebuah figura yang cukup besar yang memperlihatkan seorang pria yang sedang bersama seorang gadis dengan latar di pantai yang begitu indah.
Keduanya mengenakan pakaian resmi dan terlihat begitu serasi. Senyuman bahagia menyelimuti pasangan di dalam figura itu dan dibawahnya ada sebuah tulisan indah Happy Engagement.
Gadis dengan balutan dress putih yang begitu menawan itu terlihat sedang menikmati segelasnjus jeruknya. Sementara sang pria yang berada di sebelahnya lebih memilih untuk menikati jus stoberi. Tawa dan canda menemani keduanya saat ini, dan keduanya terlihat begitu akrab.
Setelah beberapa saat, seorang pria dengan balutan jaz berwarna hitam mulai melenggang dan menghampiri mereka berdua. Senyumannya menghiasi wajah tampan dan kalemnya menatap gadis bergaun putih yang sedang menikmati jus jeruknya yang sesekali masih tertawa karena candaan bersama rekannya.
"Yuna, Jonathan!" sapa pria berjaz hitam yang baru datang menghampiri mereka itu dan seketika membuat kedua orang yang sedang dia sapa olehnya menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Senior Sky ..." ucap gadis yang tak lain adalah Yuna dengan senyum merekah.
"Apa kalian sudah lama datang? Mengapa aku baru melihat kalian?" tanya senior Sky lagi.
"Kami sudah cukup lama kok. Hanya saja kami berada di ruangan sampinh ini sedari tadi." sahut Yuna apa adanya.
"Oh, begitu ya. Jonathan! Bagaimana kabarmu?" kini senior Sky beralih menatap Jonathan.
"Hallo, Senior Sky. Kabarku sangat baik, bagaimana dengan kabar senior Sky sendiri?" sahut Jonathan yang terlihat begitu ramah dan bahagia karena bertemu dengan salah satu senior Yuna saat di FIT yang rupanya dia adalah warga Tokyo juga. Jadi, Jonathan mengenal senior Sky karena Yuna yang mengenalkannya saat itu.
"Kabarku kuga baik." sahut senior Sky memperlihatkan wajah kalemnya yang dihiasi dengan sebuah senyuman. Namun tiba-tiba pria itu mulai menatap lekat pakaian Jonathan dan pakaian yang sedang dikenakan oleh Yuna secara bergantian, lalu tertawa kecil. "Apakah kalian berdua pacaran?"
Pertanyaan yang terdengar cukup konyol untuk Yuna itu kini seketika membuat Yuna tersedak ketika gadis cantik itu sedang menikmati jus jeruknya.
"Uhukk ... uhukk ..."
"Yuna ... maaf ... ayo minumlah ini ..." kini senior Sky mulai mengambil segelas air putih yang sudah disediakan di atas meja itu juga lalu memberikannya untuk Yuna.
Yuna segera menerima segelas air putih itu dan segera meneguknya. Setelah itu Yuna segera meletakkan kembali di atas meja.
"Maaf ya ..." ujar senior Sky lagi yang terlihat begitu menyesal.
"Ahaha ... tidak kok. Tidak apa-apa, Senior Sky. Aku hanya sangat terkejut saja mendengar pertanyaan dari senior Sky. Aku dan Jonathan tidak pacaran dan tidak akan mungkin pernah untuk memiliki ikatan yang seperti itu. Karena kita sudah seperti saudara, dan keluarga kita juga sudah sangat dekat. Bagiku Jonathan hanyalah seperti adikku saja ..." jawab Yuna seadaya dan sedikit melirik Jonathan dengan ekspresi waspada, karena sudah bisa Yuna tebak, Jonathan tak akan menerimanya jika Yuna menyebutnya sebagai adiknya.
"Kamu menyebalkan sekali, Yuna! Aku tidak mau menjadi adikmu! Karena perbedaan umur kita hanya satu pekan!" protes Jonathan tidak terima dengan ucapan Yuna.
__ADS_1
Yuna terkekeh kembali mendengar kicauan dari Jonathan yang menurutnya terdengar cukup lucu untuknya, "Biar bagaimanapun satu pekan tetaplah sebuah waktu. Dan kenyataannya adalah aku yang lebih dulu lahir daripada kamu. Ahaha ..."
"Tidak, aku tidak sependapat denganmu, Yuna. Aku tidak setuju denganmu kali ini." ucap Jonathan masih saja kekeh dan tak terima.
"Aku tidak butuh pendapatmu! Ahaha ..." Yuna semakin tertawa renyah dan terlihat begitu menikmati sat dia menggoda Jonathan.
Senior Sky juga mulai tertawa melihat tingkah mereka berdua dan merasa gemas sendiri.
"Senior Sky, jadi kamu membela Yuna ya?!" tandas Jonathan menatap kesal senior Sky.
"Tidak, Jonathan." jawab senior Sky mulai menghentikkan tawanya.
"Jadi senior Sky membela Jonathan ya?!" kini Yuna mulai mengambil kesimpulan dan sedikit cemberut menatap pria yang pernah menjadi seiornya saat di FIT.
"Ehh? Tidak juga." sahut senior Sky yang seperti sedang terjebak di antara mereka berdua.
"Lalu senior ini memihak siapa?!" tanya Yuna dan Jonathan bersamaan.
Dan itu malah membuat senior Sky tertawa kecil kembali karena merasa mereka berdua begitu lucu.
"Aku tidak membela siapa-siapa. Daripada berantem, lebih baik kita makan bersama yuk! Ada barbeque juga di ruangan sebelah. Yuk!" ajak senior Sky berusaha untuk menengahi mereka berdua.
Tanpa banyak protes lagi, Jonathan dan Yuna mulai mengekori senior Sky dan melenggang bersama ke ruang sebelah.
Tak jauh dari mereka dua orang pria berkacamata hitam terlihat sedang menikmati minuman bersama dan sesekali menikmati beberapa cemilan kue yang sudah terhidang di atas meja. Namun sebenarnya kedua pria itu adalah masih mengawasi dan menjaga Yuna.
__ADS_1
Yeap, kedua pengawal transparan itu juga menguntit Yuna, bahkan Kagami Jiro sampai membuatkan sebuah undangan palsu untuk mereka berdua agar bisa memasuki pesta pertunangan itu.