
Sementara itu beberapa hari yang lalu ...
Seorang gadis cantik bermata bak safir hijau dengan busana formal terlihat sedang menemui seorang pria di sebuah restoran. Keduanya terlihat begitu akrab, dan seperti sudah lama saling mengenal.
"Amane, aku sungguh tidak menyangka kita akan bertemu kembali dengan cara seperti ini. Aku sungguh tidak menyangka jika pemilik dari KA Parfume adalah kamu. Jika mengetahui lebih awal, maka aku akan menyetujui kontrak kerja itu dari awal!" ucap pria berambut keemasan dan berkacamata itu dengan wajah yang begitu ceria.
"Aku juga sangat tidak menyangka, Senior Kin Izumi." sahut Amane dengan begitu ramah.
Kin Izumi adalah senior Amane saat mereka duduk di bangku SMU. Penampilan Kin Izumi yang sekarang sangat berbeda dengan Kin Izumi semasa sekolah. Jika dulu Kin Izumi dikategorikan sebagai anak badung dan sedikit keras.
Namun Kin Izumi yang sekarang adalah seorang pemuda yang begitu berkharisma, pekerja keras dan sangat disiplin. Dia memiliki dan menjalankan bisnisnya sendiri dan membuka beberapa pusat perbelanjaan di berbagai kota.
"Sepertinya kita memang berjodoh." celutuk pemuda itu dengan senyum merekah.
"Maksud senior?" ucap Amane mengkerutkan keningnya.
"Ehm. Begini Amane. Kau pasti sangat tau kan jika aku menyukaimu dari dulu. Dan sekarang takdir mempertemukan kita kembali. Aku rasa kita memang ditakdirkan bersama."
"Eh??" Amane semakin terkejut mendengar ucapan dari pemuda yang pernah menjadi seniornya saat sekolah.
"Kamu belum menikah bukan, Amane?" tanya Kin Izumi begitu berbinar dan penuh harap.
"Be-belum, Senior."
Mendengar jawaban dari gadis cantik itu, membuat pemuda itu semakin tersenyum berbinar.
"Kalau begitu menikahlah denganku, Amane. Takdir sudah mempertemukan kita kembali. Dan aku tak akan melepaskanmu kali ini ..." ucapnya penuh dengan percaya diri.
"Menikah?" Amane sungguh dibuat begitu schock dengan proposal dari pemuda itu yang sangat tiba-tiba.
__ADS_1
"Ya. Apa kau mau menikah denganku?"
"Senior Kin Izumi. Kita bahkan baru bertemu kembali. Mengapa senior begitu yakin padaku?"
"Karena aku tau kamu adalah gadis yang baik. Dan aku juga sudah lama menyukaimu."
Senior Kin Izumi adalah pria yang baik. Setelah lulus dari SMU, aku sedikit mendengar tentangnya yang mulai berubah. Dan dia juga dari keluarga terpandang. Sedangkan Kagami Jiro juga tidak akan pernah menikah denganku Bahkan dia tidak pernah menyukaiku. Apa lebih baik aku menerima lamaran senior Kin Izumi saja ya?
Batin Amane menautkan kedua tangannya, menggigit bibir bawahnya dan terlihat begitu bingung untuk memutuskannya.
"Senior Kin Izumi, aku bukanlah gadis baik seperti yang senior bayangkan. Aku juga memiliki banyak kekurangan." ucap Amane yang tiba-tiba terlihat begitu murung.
Aku bahkan sudah menyerahkan hal yang seharusnya aku jaga untuk seorang pria yang yang bahkan dia tidak pernah menyukaiku sama sekali. Bodoh sekali aku! Apakah aku pantas untuk menikah dengan senior Kin Izumi? Bagaimana jika dia mengetahui hal ini kelak? Apakah dia masih bisa menerimaku?
Batin Amane yang mulai terlihat begitu khawatir.
"Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Pasangan adalah saling melengkapi, maka dengan begitu akan saling menyempurnakan satu sama lain. Aku ... menyukaimu dari dulu. Dan aku tidak pernah menjalin ikatan dengan gadis manapun selama ini, Amane. Selama ini aku hanya bekerja dan bekerja. Dan kini aku merasa sangat beruntung karena bertemu denganmu kembali. Dan aku semakin merasa beruntung karena kamu belum menikah." ucap Kin Izumi dengan seulas senyum yang terlihat begitu tulus.
"Aku akan datang untuk menemui kedua orang tuamu lusa. Dan aku akan mengutarakan niatku ini." ucap pemuda berambut keemasan dan berkacamata itu lagi.
"Uhm. Baiklah jika memang senior begitu yakin denganku ..." ucap Amane akhirnya.
Kali ini aku akan pasrah dengan keputusan kedua orang tuaku. Jika mereka menyetujuinya, maka aku akan menikah dengan senior.
Batin gadis cantik itu.
...⚜⚜⚜...
Malam hari setelah keluarga Kamiko kedatangan senior Kin Izumi yang menyampaikan niatnya untuk menikahi Amane ...
__ADS_1
"Amane? Mengapa tiba-tiba ada pemuda lain yang malah datang untuk melamarmu?" ucap ibu Amane tak mengerti.
"Dimana Kagami Jiro? Apa yang terjadi dengan hubungan kalian? Bukankah kalian berdua juga saling mencintai?" tanya presdir Hyu juga tak kalah bingung.
"Mom, dad. Maafkan aku. Tapi aku dan Jiro sudah putus." ucap Amane berusaha untuk bersikap ceria seperti biasanya.
"Tapi kenapa? Bukankah selama ini kalian baik-baik saja?" ucap ibu Amane semakin mengkerutkan keningnya, karena Amane bukanlah gadis yang mudah jatuh cinta, dan tentu saja juga tidak akan mudah melupakan.
"Hhm. Sayang sekali, padahal mom sangat berharap kalian bisa bersama."
"Hhm ya sudah kalau memang tidak berjodoh ya mau bagaimana lagi. Jadi apa kamu mau menerima lamaran dari Kin Izumi? Senior kamu dulu, dan sekarang adalah salah satu partner kerjamu?"
"Jika momy sama dady merestuinya, maka aku akan menerimanya." ucap Amane begitu pasrah dan sudah merasa lelah. "Senior juga orang yang baik kok. Dan sebenarnya sudah sangat lama dia menyukaiku. Bahkan saat itu dia pernah memberikan surat cinta padaku. Namun, karena suratnya saat itu tak sengaja terkena sebuah darah, aku jadi salah paham dan malah langsung menjauhinya karena ketakutan. Padahal itu adalah darah karena dia yang terluka saat itu. Aku malah berfikiran yang bukan-bukan saat itu." imbuh Amane berusaha untuk tetap ceria di depan orang tuanya.
"Baiklah jika memang begitu. Lebih baik terima saja lamarannya. Karena keluarga besar Kin Izumi adalah juga keluarga yang begitu terpandang." ucap ayah Amane.
"Hhm. Baiklah, Dad. Aku akan beristirahat. Kalian juga beristirahatlah."
"Hhm. Beristirahatlah, Sayang. Semoga mimpi indah." ucap ibu Amane mengusap lembut kepala putri semata wayangnya.
"Hhm." Amane segera melenggang dan meninggalkan mereka berdua.
Gadis cantik itu kini mulai pergi ke kamarnya dan segera membersihkan dirinya di bawah gemericik air dari shower-nya. Lagi-lagi tatapannya terlihat begitu kosong dan dia terdiam di bawah gemericik air itu.
Mungkin memang ini yang terbaik. Sebaiknya aku segera menikah saja dengan senior Kin Izumi dan melupakan Jiro.
Batin gadis cantik itu yang masih termenung di bawah deburan shower itu.
Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu menyudahi ritual mandinya dan segera berniat untuk segera tidur. Gadis cantik yang kini mengenakan sebuah T-Shirt putih dipadukan dengan hot pants santai warna pink menghempaskan tubuh rampingnya di atas pembaringan.
__ADS_1
Amane mulai menghidupkan ponselnya kembali setelah tadi ponsel itu sempat mati karena kehabisan baterai.
Ada sebuah pesan masuk yang membuatnya kembali berdebar. Yeap, pesan yang dikirimkan oleh Kagami Jiro untuknya.