Casanova In Love

Casanova In Love
Siasat Licik


__ADS_3

Langkah kaki Kagami Jiro tiba-tiba terhenti ketika dia menangkap sosok seorang gadis yang sedang duduk di sebuah bangku bersama dengan seorang pria.


Keduanya terlihat begitu akrab dan sangat dekat. Makan siang di antara keduanya terlihat begitu hangat karena diiringi dengan canda tawa. Dan hal itu seketika membuat mood seorang Kagami Jiro berubah menjadi buruk dalam hitungan detik.


"Jadi gadis bermulut pedas itu sudah memiliki seorang kekasih ya. Beraninya dia menolak hadiah dariku! Itu sama saja sudah tidak menghargaiku! Cihh ..." geram Kagami Jiro yang telihat begitu kesal dan mulai memikirkan sebuah rencana licik untuk mengganggu makan siang mereka berdua.


Seorang waitress yang kebetulan sedang melenggang di hadapan Kagami Jiro kini langsung dipanggilnya begitu saja.


"Hei kau! Kemarilah!" perintahnya dengan pelan namun begitu tegas sambil menggunakan jari telunjuknya untuk menyuruhnya segera mendekat.


Waitress itu segera mendatangi Kagami Jiro dengan cepat, "Ya, Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" ucapnya begitu ramah.


"Dimana bosmu? Aku ingin bertemu dengannya sekarang juga!" tandas Kagami Jiro begitu penuh penekanan dan terkesan begitu memaksa.


"Bos sedang berada ..." ucap waitress itu yang bahkan belum menyelesaikan ucapannya namun sudah dipotong begitu saja oleh Kagami Jiro.


"Katakan saja Kagami Jiro ingin bertemu dengannya! Dan aku ingin melakukan sebuah reservasi besar!" ucap Kagami Jiro lagi dengan begitu tegas dan menatap tajam waitress itu.


"Ba-baik, Tuan. Mohon tunggu sebentar." waitress itu segera berlalu tanpa membantah lagi, karena saat mendengar nama Kagami Jiro diucap saja sudah membuatnya merinding seketika.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya seorang wanita paruh baya dengan rambut hitam sebahunya dan gayanya yang begitu modis mulai datang dan menghampiri Kagami Jiro.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Kagami Jiro?" ucap wanita paruh baya itu dengan begitu ramah.


"Nyonya. Saya ingin melakukan reservasi untuk hari ini dan untuk semua tempat ini. Jangan ijinkan orang lain memasuki Rokkasen restaurant lagi!" ucap Kagami Jiro dengan begitu tegas.


"Baiklah, Tuan. Lalu bagaimana dengan semua pelanggan yang sudah berada di Rokkasen restaurant seperti saat ini?"

__ADS_1


"Tidak masalah. Aku yang akan membayarnya semuanya." jawab Kagami Jiro dengan wajah tegasnya. "Kecuali dengan sepasang pelanggan yang saat ini sudah menempati meja nomor 27. Aku mau kamu segera mengusirnya dari tempat ini." imbuh Kagami Jiro mulai menatap kedua pengunjung yang dimaksud itu dari kejauhan dengan seringai manis.


"Mengusirnya?" ucap pemilik restoran seakan tak percaya mendengar ucapan Kagami Jiro.


"Ya! Aku tidak mau melihat mereka disini!" tandasnya dengan tegas. "Tapi tenang saja, aku akan memberikan bonus untuk reservasi yang sudah aku lakukan."


"Baiklah, Tuan. Saya akan segera mengurusnya dengan baik." ucap pemilik Rokkasen restaurant.


"Well. Okay!" dengan senyum penuh kemenangan akhirnya Kagami Jiro mulai melenggang kembali dan bergabung bersama keluarganya.


Sementara itu ...


"Daging disini benar-benar masih begitu enak seperti biasanya! Dan sampai saat ini masih tak ada yang bisa menandingi restoran ini!" ujar seorang gadis yang sedang menikmati sebuah daging wagyu yang baru saja dipanggangnya.


"Kau benar, Yuna. Hari ini makanlah sepuasnya! Aku akan mentraktirmu." sahut seorang pria yang memiliki rambut hitam dengan gaya rambutnya yang sedikit berantakan.


"Yeap. Sama-sama, Yuna. Oh ya, aku dengar kak Siena tidak ikut kembali ke Jepang ya?" Jonathan berkata dengan tidak begitu jelas karena mulutnya masih penuh dengan daging wagyu.


"Yeap, dia tinggal bersama suaminya di New York. Kau sendiri bagaimana? Apa akan kembali ke Kanada lagi?" sesekali Yuna menatap sahabat kecilnya itu yang selalu saja berperilaku jahil terhadapnya.


"Tidak,.Yuna. Aku akan tetap di Jepang saat ini. Aku akan kuliah disini saja dan akan mulai mendaftar tahun depan saja." ujar Jonathan sambil meraih segelas minuman dingin bersoda miliknya lalu mulai meneguknya.


"Masukkah ke universitasku, maka kau akan menjadi juniorku. Ahahaha ..." ucap Yuna mulai menggoda Jonathan lalu tertawa renyah.


"Haishh ... awas saja jika kau berbuat sesuka hatimu saat aku menjadi juniormu ya!" ancam Jonathan sedikit mendengus karena mendengar ucapan dari Yuna.


"Biar bagaimanapun junior harus menurut sama senior! Hehe ..." Yuna mulai memasukkan sebuah daging wagyu yang sudah dia potong kecil ke dalam mulutnya kembali.

__ADS_1


"Dasar curang! Padahal aku hanya telat masuk saja karena masih berada di Kanada kemarin!" lagi-lagi Jonathan mendengus lagi karena kesal.


"Tetap saja donk akan menjadi junior. Ahahaha ..." tak puas rasanya Yuna menggoda Jonathan.


"Hallo, permisi." tiba-tiba terdengar sapaan yang begitu ramah yang membuat keduanya mulai beralih menatap sang pemilik suara.


"Bibi Megumi, apa kabar?" sapa Jonathan dengan begitu sumringah, karena rokkasen restaurant adalah salah satu restoran faforit dari Jonathan dan Yuna saat masih SMP hingga mereka duduk di bangku SMU. Dulu keduanya sering sekali mengunjungi rokkasen restaurant saat akhir pekan tiba.


"Baik, Jonathan, Yuna. Lama tidak bertemu dengan kalian. Kalian apa kabar?" sahut wanita paruh baya yang dipanggil Bibi Megumi, yang tak lain adalah owner dari Rokkasen restaurant.


"Baik, Bibi Megumi." sahut Yuna dengam senyum lebarnya. "Jonathan terlalu sibuk di Kanada, makanya dia lama tidak datang kesini, Bibi. Hehe ..." celutuk Yuna dengan tawa kecil.


"Yuna juga terlalu sibuk belajar menjadi seorang designer di new York, Bibi. Makanya dia juga tak pernah datang lagi ke Rokkasen restaurant. selama 3 tahun." celutuk Jonathan membalas Yuna.


"Senang ya bisa kuliah dan belajar di luar negeri." ucap bibi Megumi dengan seulas senyum yang begitu hangat. "Ehm, begini. Sebelumnya bibi minta maaf kepada kalian berdua. Namun sebenarnya hari ini sudah ada yang melakukan reservasi seluruh tempat di rokkasen restaurant. Dan pelanggan itu juga meminta bibi mengosongkan meja kalian." ucap Megumi yang terlihat begitu tidak enak dengan Yuna dan Jonathan yang bahkan sudah dianggap seperti keponakannya sendiri.


"Lalu bagaimana dengan pelanggan lainnya, Bibi?" tanya Jonathan.


"Pelanggan yang sudah melakukan reservasi itu, hanya meminta meja kalian untuk segera dikosongkan."


Jonathan dan Yuna sedikit terkejut mendengar jawaban dari Megumi.


"Siapa pelanggan spesial yang sudah melakukan reservasi itu, Bibi?" kini Yuna mulai begitu penasaran, karena hanya menginginkan meja Yuna dan Jonathan saja untu segera dikosongkan.


"Tuan Kagami Jiro, pemimpin dari Doragonshadou. Maaf, Yuna, Jonathan ... namun bibi tak bisa menolaknya. Doragonshadou memang begitu positif segala pergerakannya. Namun Doragonshadou juga terkenal begitu kejam. Bibi tak mau berurusan dengan mereka."


Dasar! Lagi-lagi pria busuk itu ingin membuat masalah denganku ya. Padahal aku sudah berencana mau menghindarinya. Tapi dia malah selalu menggangguku! Apa sebenarnya mau dia?!

__ADS_1


Batin Yuna yang terlihat begitu kesal.


__ADS_2