Casanova In Love

Casanova In Love
Kedatangan Amicitia


__ADS_3

"Hhm? Semua orang memang bisa memotret. Namun ada beberapa hal yang pastinya harus diperhatikan, Tuan. Misalnya dengan memahami jenis-jenis angle, memperhatikan fokus objek, mempelajari penggunaan cahaya, melakukan eksperimen dengan setting pada kamera, dan tentu saja harus melatihnya setiap hari. Dan itu semua tidak mudah, Tuan." ucap Yuna mengutarakan pendapatnya.


"Ya ... ya ... ya ... terserah kamu saja! Aku tidak tau soal itu!" ucap Kagami Jiro dengan malas.


"Tapi, ngomong-ngomong siapa yang baru saja menghubungi tuan Kagami Jiro? Mengapa juga sangat mengenal Tanaka Miura?" tanya Yuna sangat ingin tau.


"Nana Fukada." jawab Kagami Jiro dengan malas.


"Nana Fukada? Jadi Tanaka Miura adalah tunangan dari Nana Fukada?" Yuna membulatkan sepasang mata beningnya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Hhm ..." jawaban pendek dan terdengar begitu malas dilontarkan begitu saja oleh Kagami Jiro.


"Itu berarti gadis yang akan dinikahi Tanaka Miura adalah Nana Fukada? Wah ... mengapa aku begitu tertinggal berita infotaiment?! Tanaka Miura memang pernah mengatakan akan segera menikah dengan tunangannya. Namun aku sungguh tak menyangka jika gadis itu adalah Nana Fukada!" ucap Yuna masih terlihat seakan tak percaya.


Lalu ... mengapa Nana Fukada begitu dekat dengan Kagami Jiro? Mereka terlihat seperti pasangan kekasih saat datang ke butikku! Apakah itu artinya Nana selingkuh dengan Kagami Jiro? Wah ... wah ... ini tidak benar! Pasti pria licik ini yang menggoda Nana!


Batin Yuna memicingkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro dengan tatapan penuh dengan rasa curiga.


"Memang untuk apa kau mengetahui perkembangan hubungan orang lain? Itu tak penting juga. Lebih baik urus diri sendiri saja dan urus butikmu!" sahut Kagami Jiro yang masih fokus mengemudi.


"Hhm benar juga!" jawab Yuna singkat dan kembali melihat ponselnya untuk mengecek sesuatu. Namun dia tak menemukan sebuah pesan di ponselnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Kagami Jiro mulai menepikan Buggati Divo kesayangannya dan berhenti tepat di depan Apatemen Azabu.


"Pulang dan istirahatlah! Jangan pergi kemana-mana!" ucap Kagami Jiro yang melihat Yuna mulai melepas sabuk pengamannya.

__ADS_1


"Hhm. Aku akan mandi dan segera beristirahat. Lagipula saat kondisi seperti ini akan lebih baik aku gunakan untuk tidur cepat."


"Hhm. Gadis pintar!"


"Tentu saja aku pintar! Kalau tidak bagaimana mungkin aku bisa melakukan study di FIT!"


Sesekali meninggi di depan pria licik Kagami Jiro tidak masalah bukan? Agar dia tak selalu meremehkanku!


Batin Yuna yang mulai membuka pintu mobil ini.


"Jangan lupa untuk menghubungiku setelah pakaianku selesai!"


"Ya, Tuan. Aku tak akan melupakannya. Baiklah aku pulang. Sampai jumpa!" kini Yuna mulai turun dari mobil itu dan melambaikan tangannya ketika sudah sampai di luar.


Dan sebenarnya begitu berat untuk Kagami Jiro meninggalkan tempat itu, namun dia harus segera meninggalkan tempat itu karena Yuna masih menunggunya hingga dia melajukan mobilnya kembali.


...⚜⚜⚜...


Meskipun sebenarnya cukup lelah karena baru saja pulang dari Nagano, namun seharian ini Kagami Jiro sudah merasa cukup bersemangat kembali, karena seharian sudah bersama dengan Yuna, seakan jika istilahnya benda elektonik Kagami Jiro sudah terisi dengam full baterai. Ahaha ...


"Igor! Siapkan mobil untukku! Dan malam ini kau beristirahat saja! Kasihan istrimu jadi jarang untuk kamu belai karena hampir 24 jam kau selalu bersama denganku!" ucap Kagami Jiro blak-blakan melalui sebuah panggilan telpon.


"Oh ... ba-baik, Tuan. Terima kasih, Tuan Jiro. Akan segera aku siapkan mobil tuan." sahut Igor yang terlihat begitu bersemangat, karena mungkin sudah membayangkan istrinya saat ini.


"Hhm." Kagami Jiro segera mengakhiri panggilan itu dan menyimpan kembali ponselnya pada saku pakaiannya.

__ADS_1


Kini Kagami Jiro mulai melihat dirinya melalui pantulan cermin di hadapannya untuk merapikan kemeja serta rambutnya.


Terlihat seorang pria tampan dengan pakaian yang sudah begitu rapi dengan rambut hitam pekatnya yang tipis dan sudah disisir dengan begitu rapi. Aroma khasnya juga sudah tercium memenuhi seisi ruangan ini.


Aroma harum yang memberikan kesanz keren, berwibawa, segar, maskulin, cool sungguh aroma parfum khas yang mencerminkan seorang Kagami Jiro. Dan sebenarnya parfum ini adalah rekomendasi dari seorang gadis yang pernah dikenalnya di masa lalu. Seorang gadis peracik parfum yang begitu cantik, dan baik hati ... Amane.


"Kagami Jiro! Kau sungguh mempesona! Yuna akan segera masuk ke dalam pelukanmu! Bahkan dia akan tergila-gila kepadamu!" ucapnya bergeming dan penuh percaya diri.


"Hhm. Baiklah! Aku harus segera ke Mariene Hotel untuk menemui klien!" sebuah tas pipih berwarna hitam mulai diraihnya lalu pria berwibawa itu segera meninggalkan apartemen pribadinya itu.


Namun rupanya seorang pria sudah menantikannya di depan pintu apartemnnya. Pria yang tak lain adalah tetangganya itu menatap Kagami Jiro dengan wajah yang begitu memelas.


"Tuan Kagami Jiro! Aku datang untuk meminta maaf. Karena malam itu aku mabuk dan sungguh kehilangan kesadaran serta akal sehatku. Aku tak tau jika gadis itu ternyata adalah milik tuan. Aku sungguh minta maaf, Tuan." pria yang tak lain adalah Amicitia itu tiba-tiba datang dan meminta maaf.


Sungguh diluar dugaan! Seorang Amicitia yang terkenal arogan kini tiba-tiba saja datang hanya untuk meminta maaf kepada Kagami Jiro. Ataukah mungkin dia punya rencana licik?


"Hhm. Aku sudah memaafkanmu! Tapi jika kau berani mengulanginya lagi, maka aku tak akan segan-segan untuk mematahkan tulang-tulangmu! Sekalipun kau adalah putra dari pemilik saham terbesar di apartemen ini! Apa kau mengerti, Amicitia?!" Kagami Jiro menandaskan dan menatap tajam Amicitia, seorang pria yang sudah berusaha untuk menghancurkan Yuna ... gadis yang saat ini sedang diincarnya.


"Ak-aku tak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi, Tuan. Maafkan aku atas kelancangan dan tindakan bodohku malam itu. Aku sungguh sangat menyesal, Tuan Kagami Jiro." ucap Amicitia memohon belas kasihan Kagami Jiro.


Dan mungkin saja Amicitia meminta maaf karena keadaan dan paksaan dari orang tuanya. Karena, meskipun ayah Amicitia adalah penanam saham terbesar di apartemen ini, namun Kagami Jirolah yang lebih berkuasa! Karena apartemen ini adalah milik dari ibunya!


"Baiklah! Kali ini aku mengampunimu! Pergilah sebelum aku berubah pikiran!" titah Kagami Jiro tanpa menunjukkan sikap ramah apalagi lemah lembut!


"Terima kasih, Tuan. Permisi!" Amicitia membungkukkan badannya lalu bergegas meninggalkan tempat itu dan segera kembali ke kamarnya yang hanya berselisih 4 kamar saja dari kamar Kagami Jiro.

__ADS_1


Kini Kagami Jiro mulai berpikiran untuk memberikan pengawalan khusus dan bersifat rahasia untuk Yuna karena mengingat beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, dan tentu saja itu membuatnya begitu khawatir terhadap Yuna.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2