
Yuna masih terlihat begitu murka karena merasa jika Kagami Jiro sudah menipu dan mempermainkan dirinya dan sudah menjadikannya sebagai istri kedua atau wanita simpanannya. Wajah Yuna yang begitu putih kini terlihat memanas saking menahan amarah itu.
"Apa yang sedang kau bicarakan, Yuna?" Kagami Jiro kembali bertanya dengan kedua alisnya yang masih berkerut saling berdekatan, dan benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Yuna.
"Sebaiknya kamu jangan banyak bertanya dan jawab saja pertanyaanku!!" tandas Yuna begitu tegas dan semakin kuat mencengkeram kedua tangan Kagami Jiro masih dengan posisi ke atas. "Dan mengapa kamu sudah membohongiku dan juga keluargaku? Mengapa kamu tega menjadikanku wanita kedua atau istri simpananmu?! Dan mengapa harus aku?!! Begitu banyak wanita di luar sana, namun mengapa harus aku? Aku bukan orang yang suka dipermainkan seperti ini hanya dengan sebuah perhiasan, uang, pakaian mewah, atau materi lainnya!"
Kagami Jiro terdiam selama beberapa saat dan berusaha untuk mencerna untaian kata dari Yuna hingga akhirnya Kagami Jiro mulai tertawa kecil namun berusaha untuk menahannya.
"Tidak ada yang lucu! Cepat jawab semua pertanyaanku sekarang juga!!" ucap Yuna kembali menandaskan ucapannya dengan sangat tegas.
"Tunggi sebentar, Sayang ..." ucap Kagami Jiro yang sedikit masih tertawa.
"Jangan lagi memanggilku sayang!"
"Dengarkan aku dulu, Yuna. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu." ucap Kagami Jiro yang sudah sepenuhnya menghentikan tawanya.
"Kalau begitu cepat jelaskan padaku!!"
"Baiklah ... baiklah. Aku akan mejelaskannya kepadamu, Yuna." ucap Kagami Jiro mulai serius kembali. "Maafkan aku, Yuna. Ini memang salahku. Aku minta maaf ..." ucap Kagami Jiro belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna.
DEGHH ...
Entah mengapa hati Yuna terasa mendadak sedikit sakit dan nyeri saat mendengar Kagami Jiro meminta maaf kepada dirinya. Cengkeramannya mulai sedikit melonggar seakan tenaga dan kekuatannya mulai menurun dalam sekejap.
Pria ini ... pria ini sungguh benar-benar keterlaluan dan sangat jahat!! Mengapa aku bisa teledor dan kecolongan seperti ini. Seharusnya aku mencari tau tentang dia sebelum aku menerima lamarannya dan menikah dengannya? Yuna!! Mengapa kamu begitu tidak berhati-hati ...
__ADS_1
Batin Yuna yang seakan sudah mulai kekuatannya kembali hingga akhirnya Yuna mulai melepas cengkeramannya karena merasa tak berdaya. Di hari pernikahannya yang masih berumur sebiji jagung, tiba-tiba suaminya mengatakan hal yang membuatnya begitu terguncang dan membuatnya merasa seakan-akan Yuna adalah seorang gadis paling bodoh di dunia ini.
"Aku minta maaf karena aku tidak mengatakannya dengan sempurna kepadamu, Yuna. Aku malah menjadikan pernyataan dariku terdengar begitu ambigu dan telah membuatmu salah paham. Aku minta maaf, Sayang." ucap Kagami Jiro begitu hangat, namun belum membuat Yuna merasa lebih baik sama sekali.
"Yuna, dengarkan aku. Wanita pertama yang sangat aku sayangi dan ingin selalu aku lindungi di dunia ini adalah ibuku." imbuh Kagami Jiro yang sukses membuat Yuna membeku dan merasa cukup malu karena sudah salah mengira. "Dan wanita kedua setelah ibuku adalah kamu ... aku berjanji akan akan selalu menyayangimu dan aku juga akan selalu melindungimu." imbuh Kagami Jiro dengan jujur.
"Jadi ... jadi ... kamu tidak memiliki istri lain selain aku?" tanya Yuna memastikan kembali.
Pertanyaan dari Yuna itu terdengar begitu lucu dan konyol untuk Kagami Jiro hingga membuat Kagami Jiro tertawa kecil kembali.
"Tentu saja aku tidak punya, Yuna. Kamulah istriku satu-satunya. Dan aku juga tidak berencana untuk menambahknya lagi." ucap Kagami Jiro mulai menggoda Yuna kembali dan mengangkat tangannya ke atas untuk menyibak rambut Yuna yang sedikit terjatuh ke belakang telinganya.
Yuna hanya terdiam karena seketika menjadi merasa sangat malu.
Yuna yang menyadari tatapan nakal dari Kagami Jiro kini mulai melihat tubuhnya sendiri dan seketika membelalakkan sepasang matanya karena Yuna baru saja menyadari jika dirinya belum mengenakan sehelai pakaianpun, dan tubuhnya masih begitu polos saat ini.
Dengan cepat Yuna segera menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya yang sedikit disilangkannya.
"Dasar Jiro mesum!!" maki Yuna saking merasa malu, karena sejak dari tadi Kagami Jiro sudah begitu menikmati saat menatap tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun.
"Yang seharusnya dilihat sudah dilihat, yang seharusnya dinikmati sudah dinikmati. Mengapa masih malu padaku, Sayang?" ucap Kagami Jiro malah semakin menggoda Yuna.
Salah satu jemari pengembara itu kini mulai meraih pinggang ramping Yuna dan merayapinya semakin naik. Sementara salah satu jemari pengembara lainnya meraih tangan Yuna dan sedikit menariknya, hingga tubuh Yuna semakin menindih tubuh Kagami Jiro.
"Jiro, sekarang kamu mau apa lagi ..." sergah Yuna untuk sedikit menahan tubuhnya dan melawan Kagami Jiro.
__ADS_1
"Tentu saja aku mau meminta pertanggung jawaban darimu, Sayang. Juniorku sudah kembali terbangun, dan kamu harus melakukan sesatu untuknya dan membuatnya tertidur kembali" ucap Kagami Jiro semakin menarik tangan Yuna, sementara tangan kanan Kagami Jiro mulai menahan punggung Yuna dan sedikit menariknya untuk menundukkannya.
"Apa? Mengapa harus aku? Dasar mesum!!" Yuna reflek sedikit berteriak karena merasa malu dan juga kesal mendengarkan berbincangan yang menurutnya masih sangat tidak manusiawi itu. Atau Yuna yang masih terlalu polos ...
"Karena kamu adalah istriku, Yuna. Dan tidak mungkin aku meminta pertanggung jawaban dari gadis lainnya." sahut Kagami Jiro dengan begitu santai dan semakin mendekatkan wajah Yuna padanya.
"Tapi ..."
"Tidak ada tapi-tapi ... "
"Jiro ... aku ..."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, kini Kagami Jiro sudah membungkam mulut Yuna dengam sebuah ciuman yang cukup lembut dan manis.
Salah satu jemari pengembara Kagami Jiro kini mulai membelai lembut punggung Yuna yang begitu mulus dan menaiki tengkuk Yuna untuk memperdalam ciuman mereka. Sementara jemari pengembara yang lainnya mulai meraih salah satu buah ranum yang berada tepat di atasnya dan mulai memainkannya dengan begitu gemas, layaknya memainkan sebuah squishy yang begitu lembut, kenyal, feksibel dan empuk.
Lagi-lagi serangan maut dan sentuhan ajaib dari Kagami Jiro membuat Yuna merasakan mabuk kepayang luar biasa. Bahkan kali ini Yuna juga mulai membalas senyuman dari Kagami Jiro meskipun tak terlalu kentara. Dan tentu saja hal itu sudah membuat Kagami Jiro cukup bahagia.
Tiba-tiba saja dunia seakan berputar dengan begitu cepat, Kagami Jiro yang sudah menjadi semakin berhasraat, kini dengan cepat mulai sedikit menggulingkan tubuh Yuna kembali di atas pembaringan hingga menindihnya.
Ciuman itu masih saja terjadi, malah Kagami Jiro kini menjadi sedikit lebih agresif dan begitu menikmatinya. Ciuman itu mulai menuruni leher jenjang itu kembali dan masih menuruni atas dada hingga akhirnya mencapai dada.
Tubuh Yuna kembali menggeliang hebat dan tak kuasa menahan desaahan itu. Setelah cukup berlama-lama bermain dengan kedua gundukan itu Kagami Jiro mulai meluncurkan serangan terakhirnya.
Dengan cepat Kagami Jiro mulai memberikan hujaman-hujaman itu kembali dan Yuna hanya bisa merintih menahan rasa sakit dan kali ini Yuna berpegangan dengan memeluk tubuh kekar Kagami Jiro. Cengkeraman dan cakarannya nya yang begitu kuat kini melukai punggung Kagami Jiro dan meninggalkan luka disana.
__ADS_1