
Malam ini Wilson pulang sedikit terlambat karena begitu banyak pekerjaan di tempat kerja yang harus segera diselesaikan. Raut wajahnya terlihat begitu lelah dan tidak bersemangat. Bahkan langkah kakinya terlihat begitu berat untuk dia langkahkan menuju apartemennya saat ini.
Kini Wilson mulai memasukkan beberapa angka password pada sebuah monitor kecil di samping pintu apartemennya. Setelah beberapa saat mulai terdengar suara pelan menandakan kunci sudah terbuka.
BIIPP ...
CEKLLEEKK ...
Wilson mulai membuka pintu kamarnya dan berniat untuk segera memasukinya. Namun belum sempat Wilson memasukinya, tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang memanggilnya.
"Wilson!"
Wilson mulai mengurungkan niatnya untuk memasuki apartemennya dan berbalik untuk melihat gadis yang sudah memanggilnya saat ini.
"Yuna ..." ucap Wilson hampir tak percaya jika yang sedang berada di hadapannya saat ini adalah memang Yuna. "Sedang apa kau disini?"
Yuna terlihat begitu santai dengan pakaian casualnya. Malam ini Yuna mengenakan sebuah T-shirt putih polos lengan pendek, dan memakai celana santai panjang dan sedikit longgar. Sementara rambutnya yang hanya memiliki panjang sebahu, malam ini dikucir cepol.
Terlihat begitu young and fresh. Dan tentu saja terlihat begitu manis, hingga membuat Wilson tersihir untuk beberapa saat. Padahal ini hanyalah style rumahan yang begitu santai!
"Hhm. Aku kan juga tinggal di apartemen ini." sahut Yuna apa adanya dan tertawa kecil.
"Oh, benar juga ya ..." Wilson nyengir dan mengusap tengkuknya.
"Oh iya, mengapa pulang begitu malam? Apa kali ini bosmu sudah memonopolimu?!" selidik Yuna memicingkan matanya menatap Wilson.
Wilson mulai tertawa kecil ketika mendengar ucapan Yuna yang menurutnya begitu lucu. Dia menutupi tawanya dengan punggung telapak tangannya untuk beberapa saat.
"Tidak kok. Pekerjaanku memang sangat banyak hari ini. Makanya aku pulang selarut ini." jelas Wilson dengan jujur.
"Oh begitu ya ..." Yuna mengangguk-anggukkan kepalanya dan mulai memberikan sesuatu yang sedari tadi ditentengnya. "Oh iya, malam ini ibuku memasak kari ayam cukup banyak. Dan ibu menyuruhku untul memberikannya untukmu. Namun ini sudah tidak hangat lagi. Kamu bisa memanasinya sebentar sebelum memakannya." Yuna menyodorkan sebuah rantang 2 susun kepada Wilson.
"Whoa ... baunya harum sekali!" Wilson menerima rantang 2 susun itu dan sedikit mencium aromanya yang begitu gurih.
__ADS_1
"Hhm. Cepat mandi dan makan malamlah!" celutuk Yuna dengan senyum lebar.
"Tolong sampaikan ucapan terima kasihku untuk bibi ya." sahut Wilson dengan tulus.
"Hhm. Ya sudah aku pulang dulu. Bye, Wilson!" Yuna melambaikan tangannya dan mulai berlalu begitu saja.
"Hhm. Bye ..." lambaian tangan dan senyuman menawan nan manis itu mengiringi kepergian Yuna hingga gadis itu mulai menghilang dari pelupuk matanya.
Wilson berniat untuk segera memasuki apartemennya, namun tiba-tiba saja Wilson mengendus sebuah gelagat mencurigakan dari dua orang pria yang berada tak jauh darinya. Dan sepertinya Wilson juga merasa sudah diawasi beberapa saat yang lalu.
Wilson meletakkan rantang pemberian dari Yuna di meja di dalam apartemennya, lalu Wilson mulai keluar lagi dan berpura-pura berniat untuk pergi ke apartemen Yuna. Dan seperti dugaannya, kedua pria itu rupanya mengikutinya.
Namun kedua pria itu hanya mengikutinya saja dan tidak melakukan penyerangan sama sekali. Wilson yang sudah merasa begitu tak sabar dan cukup lelah kini dengan cepat menghentikkan langkahnya dan berbalik dengn cepat lalu meraih kerah baju salah satu dari mereka dan bersiap untuk melayangkan tinjunya.
"Tuan Wilson, tunggu sebentar! Ini adalah aku, Jojo!" pria itu segera membuka masker hitamnya dan memperlihatkan wajahnya kepada Wilson.
Dan si pria satunya kini juga segera membuka maskernya, "Dan ini aku Maki, Tuan"
Mengapa Jojo dan Maki membuntutiku? Apa yang sudah direncanakan oleh mereka saat ini?
Batin Wilson mulai mencurigai mereka berdua dan masih mengawasi mereka secara bergantian.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?! Mengapa kalian membuntutiku?!" todong Wilson dengan tegas.
"Bukan seperti itu, Tuan Wilson ..." ucap Jojo yang terlihat begitu ragu untuk berkata.
"Lalu apa? Katakan dengam jelas!" tandas Wilson yang sudah terlihat begitu lelah.
"Kami hanya mengawasi saja, Tuan Wilson. Khawatir jika ada yang berniat jahat kepada tuan Wilson. Bahkan tuan Lun sudah berusaha untuk mencelakai tuan Wilson saat di Macau, Hongkong saat itu." kilah Maki berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari Wilson.
"Tentu saja hal itu sedikit membuat tuan Kagami Jiro begitu mengkhawatirkan tuan Wilson. terlebih tuan hanya tinggal sendirian di apartemen ini. Pastinya tuan Wilson tak akan selalu siaga selama 24 jam." imbuh Jojo berusaha untuk meyakinkan Wilson.
"Ah ... ya sudah. Sekarang aku mau mengistirahatkan otak dan tubuhku! Sebaiknya kalian pulang saja!" tandas Wilson lalu mulai melenggang meninggalkan Maki dan Jojo.
__ADS_1
BLLAAMM ...
Wilson menutup pintu kamar apartemennya dengan cukup kencang dan sempat membuat kedua pengawal transparan Yuna itu sedikit terhentak karena kaget. Yeap, sebenarnya Jojo dan Maki adalah orang yang sudah ditugaskan oleh Kagami Jiro untuk selalu menjaga Yuna secara transparan.
Wilson segera membersihkan dirinya dan berniat untuk segera tidur. Namun, tiba-tiba saja pria berdarah Jepang-Kanada itu mulai teringat dengan kari ayam yang diberikan oleh Yuna beberapa saat yang lalu.
Dan kebetulan sekali perutnya saat ini juga sedikit merasa lapar. Wilson memanasi kari ayam itu sebentar, lalu mulai menyantapnya dengan nasi yang masih hangat.
"Wah ... ini enak sekali! Andai saja ada yang setiap hari memasak untukku ..." gumamnya pelan dan terlihat begitu lahap menyantap kari ayam yang gurih itu.
Sementara itu ...
PRANNGG ...
Di sebuah kamar apartemen Oakwood Suites Yokohama, tiba-tiba saja terdengar suara sesuatu yang pecah. Seorang pria rupanya baru saja melempar sebuah botol wine yang sudah kosong dan mengenai tembok kamarnya.
Sebuah laporan dari anak buahnya, nampaknya sukses membuat pria tampan itu begitu kesal bukan main.
"Dasar Wilson sialan!" umpatnya penuh amarah. "Pasti saat ini Wilson sedang menikmati kari ayam buatan ibu Yuna!" geram pria itu dengan wajahnya yang sudah menjadi merah. "Bahkan Yuna mau-mau saja datang selarut ini hanya untuk menemui Wilson dan mengantarkan makanan itu untuknya?! Cihh ... sialan!" umpatnya kembali.
Pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu saat ini sedang mengalami sebuah rasa cemburu yang begitu merusak akal sehatnya.
Kagami Jiro menghempaskan semua barang yang berada di atas meja rias dan membuat semua barang itu terjatuh di atas lantai.
BBRRAKK ...
PRAANGG ...
Dengan cukup kasar, Kagami Jiro mulai menghempaskan tubuh kuatnya di atas pembaringan dan memejamkan sepasang matanya lalu sedikit memijit keningnya.
"Sialan!! Aku harus segera membuat Wilson segera pindah dari apartemen Azabu!" gumamnya pelan.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1