Casanova In Love

Casanova In Love
Cemburu Buta


__ADS_3

Seorang gadis dengan balutan dress hitam yang hanya memiliki panjang sejengkal dari pinggangnya kini mulai melenggang dengan anggun dan begitu menggoda menghampiri Kagami Jiro dengan senyuman yang begitu nakal.


Dress tanpa lengan itu bahkan memiliki desain yang begitu rendah pada bagian dadanya dan tentunya akan begitu menggoda setiap lelaki hidung belang yang disuguhinya.


"Selamat malam, Tuan Kagami Jiro. Malam ini aku akan melayanimu dengan baik." ucap gadis itu yang mulai membantu melepaskan coat milik Kagami Jiro dan segera menggantungnya.


"Tidak perlu. Malam ini aku hanya ingin segera beristirahat! Kau keluarlah dan layani saja bawahanku!" ucap Kagami Jiro lalu melenggang meninggalkan gadis itu lalu mulai melepas satu per satu kancing kemejanya dan bersiap untuk membersihkan diri.


Sementara gadis itu terlihat begitu murung, namun tak ada pilihan lain selain meninggalkan kamar itu sesuai dengan perintah Kagami Jiro.


Air hangat yang berasal dari shower itu mulai berjatuhan dengan ritme yang cepat namun teratur. Gemericik alunannya seperti nyanyian hujan yang memecah keheningan malam.


Air itu mulai jatuh membasahi rambut hitam Kagami Jiro yang begitu lurus hingga begitu melekat pada tubuh atletis Kagami Jiro yang kini semakin besar dan kekar. Tak hanya sebuah naga yang terukir dengan manis pada dada kirinya, namun kini pada bagian punggungnya juga sudah dipenuhi dengan sebuah tato naga yang cukup besar hingga mencapai pinggangnya.


Pikirannya entah menerawang kemana saat ini hingga pria dewasa itu terdiam dan terkadang memejamkan sepasang matanya.


Setelah cukup lama menikmati air hangat itu, kini Kagami Jiro mulai mengakhiri ritual mandinya dan segera kembali.


"Apa yang sedang mereka rencanakan untuk Nagano?" gumam Kagami Jiro sambil mendaratkan kedua telapak tangannya di atas meja yang menghadap balkon.


Gorden putih itu masih sedikit terbuka, dan sepasang netra Kagami Jiro mulai menatap lurus ke depan. Suasana di luar sudah begitu sunyi, meskipun lampu-lampu itu terlihat begitu ramai menghiasi malam.


"Huftt ... sebaiknya aku tidur." Kagami Jiro menghembuskan napas kasarnya ke udara lalu berbalik dan mendekati pembaringan yang cukup besar itu kemudian dia menghempaskan tubuhnya di atas pembaringan itu.


Bukannya segera tidur, namun kini Kagami Jiro mulai tengkurap dan meraih ponselnya kembali untuk memeriksa sesuatu. Namun dia terlihat begitu kecewa ketika tak ada satupun pesan yang dia terima.


"Bahkan gadis itu tak membalas pesanku sama sekali?! Cckk ... tak bisa aku percaya dia mengabaikanku seperti ini!" Kagami Jiro mendengus kesal. "Lihat saja! Aku, Kagami Jiro! Akan mendapatkan semua yang aku inginkan! Termasuk kamu, gadis kecil bermulut pedas!" ucapnya lalu meletakkan kembali ponselnya di atas nakas lalu tertidur begitu saja.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sang mentari mulai memperlihatkan sinarnya yang begitu hangat dan mulai menyapa dunia. Kicauan burung yang menari-nari di langit yang begitu cerah mulai menghiasi prefektur Nagano.


Seorang pria terlihat mulai membuka matanya dan sedikit mengerjapkannya ketika mendengar ponselnya berdering. Dengan malas dia segera meraih benda pipih di atas nakas itu.


"Hallo ..." sapa Kagami Jiro dengam malas.


"Kak Jiro! Ada surat elektronik lagi yang dikirimkan oleh akun anonim yang isinya sama persis dengan surat elektronik kemarin!" terdengar suara seorang pria yang berasal dari seberang line.


"Sama persis?"


"Iya, Kak! Sama persis."


"Baiklah, Yosuke. Untuk Kanagawa dan sekitarnya aku percayakan padamu, kakak akan tetap berada di Nagano untuk beberapa saat."


"Baik, Kak."


"Hhm."


Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu dan mulai mengecek sesuatu, ternyata Yosuke juga mengirimkan salinan email itu untuk Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai membuka salah satu media sosial miliknya, setelah akunnya selama ini tak pernah dipakainya sama sekali. Dengan niat hanya iseng, Kagami Jiro mulai mengetik nama seorang gadis. Tak membutuhkan waktu yang lama, beberapa saat sudah muncul sebuah akun dengan poto profil seorang gadis yang sangat dia kenali.



"Hhmm ... jadi ini akun si gadis kecil bermulut pedas itu ya." seringai manis mulai menghiasi wajah tampan itu ketika melihat poto profil Yuna yang mengenakan sebuah T-shirt hitam tanpa lengan dan membalutnya dengan baju hangat kecoklatan yang berbulu dan lembut.


Senyuman Kagami Jiro kini tiba-tiba saja memudar dan wajahnya berubah menjadi begitu kesal dan dipenuhi amarah setelah melihat beberapa posting-an terbaru dari Yuna dan beberapa poto terbaru yang diunggah oleh gadis cantik itu.


_____________________________________________


@Inukai_yuna98


Balon-balon yang begitu lucu dan menggemaskan! Thanks, Jonathan!

__ADS_1


3 Days Ago



___________________________________________


@Inukai_yuna98


Seharian di taman bermain @Tokyo Disney Resort bersama si bawel @Jonathan. Semoga kamu bisa menjadi lebih baik saat kembali ke Tokyo lagi!! Masa depan indah sudah menantikanmu. Fighting, Jonathan!


3 Days Ago



Wajah Kagami Jiro terlihat begitu kesal dan mulai memanas. Benda pipih itu mulai digenggamnya dengan begitu kuat, hingga akhirnya dia melempar ponsel itu begitu saja dengan cukup keras ke arah dinding kamarnya.


PRANGG ...


Ponsel itu seketika hancur dan menjadi beberapa keping. Sepasang mata kecoklatan itu masih terlihat dipenuhi dengan amarah, dan menatap tajam lurus ke depan.


Tak lama kemudian seseorang mulai memasuki kamar Kagami Jiro dengan langkah yang begitu terburu karena khawatir jika telah terjadi sesuatu.


Igor yang sudah memasuki kamar Kagami Jiro, menghentikkan langkah kakinya tak jauh dari pembaringan, dan menatap tuannya lalu menatap ponsel yang sudah retak dan pecah itu.


Perasaan antara khawatir namun juga ketakutan untuk menanyakan kondisi Kagami Jiro saat ini, mulai membuat Igor sedikit dilema dan kebingungan. Alhasil Igor hanya bisa berdiri, dan mematung begitu saja menyaksikan semua itu.


"Apa yang sedang kau lihat, Igor?" semprot Kagami Jiro yang masih menatap serpihan ponselnya itu dari atas pembaringannya.


"Ah ... tid-tidak ada, Tuan!" sahut Igor mulai kebingungan untuk menghadapi Kagami Jiro kembali.


Karena apapun yang dilakukan oleh Igor akan selalu salah di mata Kagami Jiro! Yeap! Karena tuan memang selalu benar dan tak pernah bersalah!


"Sekarang cepat bereskan dan ganti dengan yang baru!" perintah Kagami Jiro dengan cukup tegas dan tentu saja masih ada kekesalan terukir pada wajah tampan nan sangar itu.


"Ba-baik, Tuan! Akan segera aku lakukan!" sahut Igor dengan cepat lalu mulai memungut ponsel itu dan segera meninggalkan kamar Kagami Jiro.

__ADS_1


"Inukai Yuna!" geram Kagami Jiro menatap tajam lurus-lurus ke delan. "Jangan panggil aku Kagami Jiro jika aku tidak bisa mendapatkanmu!"


...⚜⚜⚜...


__ADS_2