Casanova In Love

Casanova In Love
Bertemu Dengan Nana Fukada


__ADS_3

Di tengah-tengah perbincangan asyik Yuna dan Jonathan, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri mereka berdua. Seorang gadis cantik bak bidadari dan bermata hazel sudah berdiri di hadapan mereka dengan gaya yang sungguh stylish dan fashionable.


"Halo, Kak Yuna!!" sapa sang gadis yang tak lain adalah Nana Fukada.


"Nona Nana? Uhm ... hallo ..." sahut Yuna yang kini mulai berdiri dan menyambut Nana Fukada.


"Kak Yuna, bisakah kita berbicara sebentar? Mari makan bersama dan berbincang sebentar." ucap gadis bermata hazel itu dengan manis.


Yuna menoleh menatap Jonathan yang masih duduk namun tiba-tiba saja Jonathan segera bangkit dan berdiri.


"Pergilah, Yuna. Aku akan kembali ke apartemenku untuk melakukan sesuatu kok." ucap Jonathan dengan cepat, karena Yuna terlihat ragu untuk meninggalkan Jonathan begitu saja.


"Baiklah kalau begitu. Ayo, Nona Nana kita pergi." Yuna mulai beralih menatap model cantik itu dan mulai melenggang bersama menuju sebuah restoran yang berada di dalam apartemen Azabu ini.


Setelah memilih sebuah meja VIP, mereka mulai memesan beberapa makanan dan minuman untuk menemani mereka berbincang bersama.


"Kalau boleh tau ada masalah apa ya? Apakah gaun buatanku ada yang salah?" tanya Yuna yang malah berfikir ke arah gaun yang sudah dipesan oleh Nana Fukada.


Nana Fukada tersenyum begitu manis mendengar ucapan dari Yuna.


"Gaun buatan kak Yuna tidak ada yang salah kok. Semuanya sangat sempurna! Dan aku menyukainya!" Nana Fukada menyauti dengan bersemangat. "Aku hanya ingin memberi selamat dan memberikan hadiah untuk kak Yuna. Karena saat pesta pertunangan kak Yuna aku begitu memiliki jadwal yang sangat padat." kini Nana Fukada mulai mencari sesuatu di dalam tasnya yang berwarna hitam dan dipenuhi dengan kelap-kelip aksesoris yang memberikan kesan glamour.


Setelah beberapa saat, Nana Fukada mulai mengeluarkan sebuah bingkisa dan mulai menyodorkannya untuk Yuna.

__ADS_1


"Teimalah, Kak. Aku sungguh minta maaf karena malam itu tidak bisa hadur dan memenuhi undangan dari kak Yuna." ucap Nana Fukada terlihat begitu menyesal.


"Tidak masalah kok. Aku tau kamu pasti sangat sibuk. Aku paham kan hal itu kok." sahut Yuna dengan ramah.


"Kalau boleh tau, dengan siapa kak Yuna bertunangan? Sebenarnya aku sangat terkejut mendengar kabar tiba-tiba kak Yuna melangsungkan acara pertunangan di aula apartemen Azabu. Karena selama ini aku tidak pernah mendengar kabar jika kak Yuna memiliki seorang kekasih. Hehe ... maaf ya aku benar-benar tidak tau lo, Kak." ucap Nana Fukada dengan tawa kecil dan terlihat sangat cantik.


Nana Fukada begitu ramah dan sangat menyukai Yuna. Selain selama ini karena Yuna yang selalu mendesain gaun untuknya, menurutnya Yuna juga begitu baik dan ramah terhadap dirinya. Dan tentu saja Yuna sangat sabar saat menghadapi Nana Fukada yang sering memesan beberapa gaun dengan desain yang sesuka hatinya sendiri dan sedikit unik hingga gaun yang begitu spektakuler.


Jika desainer lain mungkin akan selalu kurang sabar saat menghadapi Nana Fukada. Tidak seperti Yuna yang sangat sabar. Karena bagi Yuna mencipkan sebuah karya yang spektakuler dan berbeda dari yang lainnya adalah sebuah tantangan untuknya dan sebagai sebuah sarana untuk semakin mengembangkan ketrampilannya.


Yuna tersenyum dan sebenarnya cukup malu untuk menyebutkan nama pria yang sudah resmi menjadi tunangannya saat ini. Sebuah perasaan yang masih begitu wajar, dimana seorang gadis baru pertama kali memiliki sebuah ikatan yang begitu serius seperti ini dengan seorang pria. Menyebutkan namanya saja sudah membuatnya tersipu malu, apalagi harus bergandengan tangan atau melakukan hal lainnya.


"Siapa pria itu, Kak Yuna?" Nana Fukada kembali bertanya dan sedikit mengangkat kedua alis indahnya dengam senyum penuh dengan rasa penasaran. "Apa aku mengenal pria itu?"


"Uhm ... sebenarnya pria itu adalah ..." ucap Yuna yang masih terlihat begitu ragu untuk mengatakannya kepada Nana Fukada.


Belum sempat Yuna menjawabnya, kini seorang pria sudah datang dan menghampiri mereka berdua dan berdiri tepat disamping Yuna.


"Yuna bertunangan denganku, Nana. Dan kami juga akan segera menikah dalam waktu dekat ini." ucap pria itu yang sukses membuat Nana dan Yuna terkejut karena kedatangannya yang secara tiba-tiba.


Namun Nana Fukada terlihat sangat terkejut bukan main, hingga membelalak cukup lebar dengan mulut yang menganga cukup lebar.


Kagami Jiro adalah pria yang mengikat janji pertunangan dengan kak Yuna? Apakah ini sebuah lelucon?! Selama ini mereka tak pernah terlihat dekat sama sekali! Atau aku yang sudah tertinggal berita? Namun ... ini sungguh masih tak bisa aku bayangkan sebelumnya. Kagami Jiro?? Tunangan dengan seorang gadis?? Dan sebentar lagi akan segera menikah?? Ahaha ... aku hampir saja tidak percaya dengan semua ini.

__ADS_1


Batin Nana Fukada yang masih melongo menatap Kagami Jiro cukup lama, namun dia segera menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa semua ini benar, Kak Yuna?" Nana Fukada mulai beralih menatap Yuna setelah beberapa saat.


Yuna tersenyum kikuk dan seperti sebuah senyuman yang begitu terpaksa menatap Nana Fukada. Lalu Yuna juga mengangguk pelan menandakan semua yang diucapkan Kagami Jiro adalah benar.


"Hhm. Aku datang untuk menjemput calon istriku untuk makan siang. Ayo, Yuna!" ucap Kagami Jiro menunduk menatap Yuna yang masih duduk di sebuah kursi.


"Uhm ... tapi kami baru saja memesan makanan." sergah Nana Fukada yang terlihat begitu keberatan. "Bagaimana kalau kita makan bersama disini saja?" Nana Fukada mengusulkan.


"Mana bisa? Aku hanya ingin makan siang bersama dengan calon istriku saja. Akan merasa canggung jika kamu bersama dengan kita." sahut Kagami Jiro terang-terangan.


"Memang apa salahnya jika makan bersama, Jiro? Aku tak akan mengganggu dan menyusahkan kalian kok." sahut Nana Fukada masih kekeh dengan pendapatnya.


"Benar, mari makan bersama saja. Sayang sekali, makanan sudah dipesan. Kita hanya tinggal menambahkan pesanan untukmu saja." sahut Yuna.


Kagami Jiro menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mulai menarik sebuah kursi di samping Yuna lalu duduk di atasnya.


"Ya sudah. Karena kamu maunya seperti itu, mari kita makan bersama saja." sahut Kagami Jiro mengalah dan mulai memanggil seorang pelayan laki-laki untuk memesan makanan untuknya.


Setelah beberapa saat pelayan itu sudah datang dan membawakan sebuah buku menu dan mulai memberikannya untuk Kagami Jiro.


"Buatkan satu porsi shabu-shabu dan cherry blossom tea untukku!" ucap Kagami Jiro setelah memilih makanan itu untuk makan siangnya hari ini.

__ADS_1


"Baik, Tuan. Silakan tunggu." ucap pelayan laki-laki itu dengan ramah.


Pelayan laki-laki itu mulai undur diri kembali setelah mencatat pesanan makanan dari Kagami Jiro.


__ADS_2