Casanova In Love

Casanova In Love
Makan Malam Bersama Dengan Sederhana


__ADS_3

"Sebentar saja ... biarkan sebentar saja seperti ini dulu, Yuna." pinta Kagami Jiro. "Jadi begini ... aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Dan aku harap kamu menjawabnya dengan jujur." imbuh Kagami Jiro masih menunduk dan menatap Yuna yang masih berada di dalam pelukannya.


"Bisakah kita berbicara di tempat yang lebih nyaman saja? Disini sangat gelap gulita dan panas karena arus listrik yang mati karena mengalami konsleting." ucap Yuna mengusulkan.


"Baiklah. Kita makan sambil berbincang dulu ya ... kamu mau makan dimana?" tanya Kagami Jiro yang mulai menyetujui usul dari Yuna.


"Uhm. Terserah kamu saja. Mau makan dimanapun aku akan suka." sahut Yuna seadanya.


"Baiklah. Ayo!" kini Kagami Jiro mulai melepaskan Yuna dan menggandeng Yuna kembali.


Mereka kembali melenggang bersama hingga akhirnya mereka mulai meninggalkan gedung Yuna's Fashion dan mulai memasuki sebuah mobil hitam metalik super mewah milil Kagami Jiro.


Setelah membukakan pintu untuk Yuna, kini Kagami Jiro mulai memasuki mobil itu melalui pintu samping kemudi. Melihat Yuna yang hanya duduk terdiam saja sebelum mobil ini melaju, membuat Kagami Jiro berinisiatif untuk memakaikan sebuah sabuk pengaman untuk Yuna.


"Eh? Aku bisa memakainya sendiri kok ..." ucap Yuna merasa begitu tak enak.


Namun Kagami Jiro tak menghiraukan ucapan dari Yuna dan tetap memakaikan sabuk pengaman itu untuk Yuna. Dan dari sinilah sebuah kebiasaan ini mulai terjadi, sebuah kebiasaan Kagami Jiro yang selalu memakaikan sabuk pengaman untuk Yuna disaat mereka sedang naik mobil bersama.


Kini Buggati Divo hitam metalik itu mulai membelah jalanan kota Tokyo yang masih saja ramai dengan lalu lalang mobil lainnya. Hingga akhirnya mobil itu mulai menepi di sebuah restoran kecil yang berada di pinggiran jalansetelah melakukan perjalanan yang cukup panjang


Bahkan restoran ini sedikit jauh dari keramaian dan di belakangnya adalah sebuah perkebunan yang tentunya akan sangat sunyi disaat malam seperti ini. Hal ini sangat tidak seperti biasanya, namun Yuna tidak mempermasalahkannya. Bahkan Yuna terlihat begitu menikmati alam dan suasana saat ini. Bahkan Yuna merasa lebih tenang karena tempat ini jauh dari keramaian.


Kagami Jiro terus menatap Yuna, ingin memastikan sesuatu apakah Yuna keberatan jika malam ini Kagami Jiro memilih restoran kecil di pinggir jalan ini.

__ADS_1


GREEPP ...


"Ayo masuk!!" lagi-lagi Kagami Jiro mulai menggandeng Yuna dan mulai mengajaknya untuk memasuki resoran ini.


"Hhm. Ayo!!" sahut Yuna dengan sangat bersemangat dan mulai melenggang bersama Kagami Jiro untuk memasuki restoran itu.


Semua masih terlihat begitu sederhana. Bangunan dan desain di dalamnya terlihat begitu sederhana. Masih dengan bahan dasar kayu dan bergaya klasik. Kagami Jiro dan Yuna mulai memilih tempat duduk yang berada di belakang dan mulai memesan makanan bersama.


"Apa kamu tidak keberatan jika kita makan di tempat ini, Yuna?" tanya Kagami Jiro yang sudah duduk dengan kedua tangannya di atas meja dan saling bertumpuk satu sama lain.


"Tidak kok. Mengapa aku harus keberatan? Tempat ini sangat tenang. Dan aku suka." Yuna menyauti dengan jujur dan kembali memperhatikan sekitarnya dengan bersemangat.


"Benarkah? Kamu sangat menyukainya, Yuna?"


"Ya. Andai tempat ini dekat dengan kampus atau tempat kerjaku, pasti aku akan selalu datang ke tempat ini." sahut Yuna lagi.


"Wah benarkah?" sahut Yuna bersemangat. "Ehm ... tapi tidak usah ... karena pasti kamu akan sangat sibuk. Kita bisa datang saat kamu sedang tidak sibuk saja." imbuh Yuna dengan cepat karena berubah pikiran.


"Aku selalu ada waktu untukmu kok."


"Benarkah itu? Kamu seorang petinggi utama dari Doragonshadou dan juga wakil presiden direktur Rubby Shine dan juga masih membantu beberapa perusahaan besar tuan besar Kagami Gumi ... ternyata semua jabatan tinggi itu tidak memiliki banyak pekerjaan ya. Ahaha ..." Yuna tertawa renyah karena memang benar-benar berfikir jika Kagami Jiro begitu tak memiliki banyak pekerjaan sehingga bisa selalu menemani Yuna.


Padahal sebenarnya adalah, jika Kagami Jiro sedang menghabiskan waktunya seperti ini dengan bersama dengan Yuna, itu berarti saat ini sang asisten pribadi, Igor sedang melakukan dan menggantikan semua pekerjaan dari Kagami Jiro. Dan terkadang Igor harus melakukannya dengan lembur dan pulang begitu larut.

__ADS_1


Karena tentu saja begitu banyak pekerjaan yang harus Igor lakukan dan juga harus segera dia selesaikan secepat mungkin. Karena itu berarti pekerjaan Igor menjadi dua kali lipat. Pekerjaan dia sendiri, sekaligus pekerjaan dari Kagami Jiro.


Gadis ini benar-benar menyukai tempat sederhana ini? Sungguh ini sangat luar biasa! Biasanya para gadis akan selalu mengeluh jika aku mengajak makan ke tempat seperti ini. Kebanyakan dari mereka akan lebih memilih makan di restoran mewah dan belanja barang branded di pusat perbelanjaan. Yuna, kamu sungguh sangat berbeda ...


Batin Kagami Jiro yang terus menatap Yuna sambil bertopang dagu dan terus saja mengukir senyum manis pada wajah tampannya yang berwibawa itu.


"Ya, aku tidak memiliki banyak pekerjaan. Hehe ..." sahut Kagami Jiro berbohong.


Dan betapa polosnya Yuna yang langsung mempercayai ucapan dari Kagami Jiro begitu saja tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


"Wah aku sungguh tidak menyangka lo ..." sahut Yuna masih saja mempercayai Kagami Jiro.


"Ya, padahal pekerjaanku sangat santai." jawab Kagami Jiro masih saja berbohong. "Uhm ... sebenarnya aku sering datang ke tempat ini saat aku masih SMU. Aku sangat menyukai semua masakan dari bibi pemilik restoran ini."


"Benarkah itu?"


"Hhm. Bahkan saat itu aku sempat merengek-rengek kepada papa untuk merekrut bibi pemilik restoran ini agar pekerja sebagai koki di rumah besar Kagami. Namun rupanya bibi pemilik restoran ini menolak penawaran papa." ucap Kagami Jiro sedikit menceritakan soal masa lalunya.


"Mengapa bibi itu menolak?" tanya Yuna sangat penasaran.


Padahal dengan bekerja di keluarga besar Kagami pastinya akan mendapatkan bayaran yang lebih banyak dan lebih dari cukup jika dibandingkan dengan usaha sendiri dengan membuka restoran ini. Karena sebenarnya reatoran ini begitu kecil dan jauh dari lalu lalang orang.


"Bibi itu lebih suka bekerja mandiri. Dan sekarang bibi itu sudah meninggal. Kini yang melanjutkan bisnis ini adalah putrinya. Namun cita rasa masakannya masih sama persis kok." sahut Kagami Jiro dengan senyum tipis.

__ADS_1


Belum sempat Yuna menjawab ucapan dari Kagami Jiro, kini seorang wanita muda mulai mengantarkan beberapa makanan yang sudah dipesan oleh Kagami Jiro dan Yuna.


Gadis itu mulai meletakkan beberapa makanan dan minuman di atas meja dengan pelan dan hati-hati lalu segera undur diri kembali. Setelah itu Yuna dan Kagami Jiro mulai menikmati makan malam mereka berdua dengan menu sederhana dan juga di tempat yang sederhana.


__ADS_2