
Hingga berulang kali Kagami Jiro mencari uang cash itu di dalam dompetnya, namun tetap saja Kagami Jiro tidak berhasil menemukan 1 yen pun. Kini Kagami Jiro mulai terlihat sangat kebingungan karena tak berhasil menemukan uang cash itu di dalam dompetnya.
Haishh ... sungguh memalukan sekali! Bagaimana mungkin aku seorang Kagami Jiro tak bisa membayar semua makanan ini!! Apalagi Yuna sedang bersama denganku saat ini!! Kau sungguh memalukan sekali, Jiro! Bagaimana mungkin kamu bisa tidak membawa uang sepeserpun. Kau sungguh terlihat sangat miskin dan bodoh di hadapan Yuna!! Hancur sudah!!
Batin Kagami Jiro yang terlihat begitu kesal dan terus saja memaki dirinya sendiri. Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro mulai memutuskan untuk menghubungi Igor, agar Igor datang dan membawakan beberapa uang untuk membayar semua makanan yang sudah Kagami Jiro pesan malam ini.
"Tunggu sebentar! Aku akan menghubungi asistenku ..." ucap Kagami Jiro kepada pelayan wanita itu agar mau menunggunya
Sementara Kagami Jiro mulai mengambil ponselnya kembali dan sudah bersiap untuk menghubungi Igor, namun tiba-tiba saja Yuna menghalangi niat Kagami Jiro untuk menghubungi Igor.
"Uhm. Pakai uangku saja! Berapa total semuanya?" tanya Yuna menatap pelayan wanita itu.
Pelayan wanita itu langsung memberikan bill itu untuk Yuna, "Ini total semuanya, Nona."
"Hhm. Baiklah." ucap Yuna segera melihat bill itu untuk mengetahui jumlah yang harus dia bayar malam ini.
Kagami Jiro terlihat sedikit kurang setuju dengan keputusan Yuna untuk membayar semua makan malam mereka malam ini, hingha akhirnya Kagami Jiro berusaha untuk menghentikkan Yuna.
Bayangkan saja, seorang Kagami Jiro tidak memiliki uang sepeserpun untuk membayar makan malam bersama seorang gadis? Lalu gadis itu memutuskan untuk membayar semua tagihan itu dan mentraktir Kagami Jiro begitu saja?
Hal seperti ini sungguh tak pernah ada di dalam kamus seorang Kagami Jiro sebelumnya! Bahkan membayangkannya saja tak pernah! Apalagi sekarang terjadi hal seperti ini? Sungguh sangat membuat malu seorang Kagami Jiro.
"Uhm. Yuna, jangan!" sergah Kagami Jiro dengan cepat. "Aku akan menghubungi Igor dan memintanya untuk membawakan sejumlah uang cash untuku." imbuh Kagami Jiro yang sudah menekan nomor telpon Igor dan berusaha untuk menghubungi Igor
__ADS_1
Namun Yuna tak menghiraukan ucapan dari Kagami Jiro dan malah sudah mengeluarkan beberapa lembar uang dan langsung memberikannya untuk pelayan wanita itu.
Kagami Jiro juga masih kekeh dengan keputusannya, hingga akhirnya Igor mulai mengangkat panggilan itu.
"Ya, Tuan Jiro? Ada yang bisa aku lakukan untuk tuan?" tanya Igor dari seberang yang sudah tanggap jika Kagami Jiro menghubungi dirinya karena sedang membututuhkan bantuan dari dirinya.
"Igor! Bawakan aku sejumlah uang cash! Aku akan mengirimkan alamatnya padamu!" titah Kagami Jiro pada Igor.
Namun tiba-tiba saja Yuna memberanikan diri untuk merebut ponsel Kagami Jiro dan segera berkata kepada Igor.
"Tuan Igor. Tuan Igor tidak usah datang kesini. Semuanya sudah beres kok. Selamat malam" ucap Yuna dengan manis lalu mulai mengakhiri panggilan itu dan segera mengembalikan ponsel itu kepada Kagami Jiro lagi.
"Apa yang sedang kau lakukan, Yuna?!" ucap Kagami Jiro yang terlihat sedikit tidak mengerti dengan tingkah Yuna.
"Tapi, Yuna ..." sergah Kagami Jiro yang masih saja belum bisa menerima semua ini.
"Sudahlah. Tidak masalah kok. Lagipula selama ini kamu yang selalu mentraktirku dan membelikan barang-barang untukku. Jadi kali ini ijinkan aku yang sekali-kali untuk membayarnya. Anggap saja kali ini aku sedang mentraktirmu makan." ucap Yuna dengan tulus dan tersenyum manis.
Oh tidak!! Baru kali ini aku ditraktir oleh seorang gadis! Di dalam sejarah hidupku baru pertama kali ini aku mengalaminya! Dan gadis itu adalah Yuna. Sungguh memalukan sekali aku ini!! Haish ...
Batin Kagami Jiro terlihat begitu frustasi dan mulai menunduk dan mengusap rambut hitam pekatnya yang tipis ke belakang.
Sedangkan Yuna hanya tertawa kecil melihat ekspresi Kagami Jiro yang terlihat begitu frustasi. Karena menurut Yuna, Kagami Jiro malah terlihat begitu manis dan tidak menyeramkan seperti yang dia kenal selama ini.
__ADS_1
Kini sebuah sling bag berwarna putih mulai diraih kembali oleh Yuna dan mulai digantungkan pada bahunya yang tergolong kurus. Lalu Yuna mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai menghampiri Kagami Jiro yang masih duduk dengan menunduk.
"Ayo kita pulang!" ajak Yuna saat Yuna sudah berdiri tepat di sisi samping Kagami Jiro.
Dan ucapan Yuna terdengar begitu hangat dan lembut. Dan sepertinya Yuna memang sengaja melakukannya untuk membuat perasaan Kagami Jiro menjadi lebih tenang saat ini. Dan sepertinya yang Yuna lakukan saat ini sudah cukup berhasil untuk membuat Kagami Jiro merasa lebih tenang.
Kagami Jiro mulai mendongak dan menatap Yuna, raut wajahnya terlihat begitu tidak bersemangat, namun akhirnya Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai berdiri dengan tegap. Sebuah senyuman berusaha dia ukirkan pada wajah tegasnya yang kali ini terlihat sedikit rapuh saat menatap Yuna.
Kini mereka berdua mulai melenggang bersama dan mulai memasuki Buggati Divo hitam metalik yang masih terparkir dengan masnis di halaman depan dari restoran itu.
Sebuah sabuk pengaman milik Yuna mulai dipasangkan oleh Kagami Jiro, lalu Kagami Jiro mulai menyalakan mesin mobil dan mulai melajukannya dengam kecepatan yang standar.
Saat dalam perjalanan Kagami Jiro menjadi sedikit lebih pendiam dan tiidak seperti biasanya yang sangat usil dan selalu menggoda Yuna dengan segala macam cara. Dan sebenarnya perubahan sikap dari Kagami Jiro ini sedikit membuat Yuna merasa agak aneh dan merasa kurang nyaman.
"Uhm ... apa kamu baik-baik saja?" tanya Yuna memberanikan diri dan berusaha untuk memecah keheningan saat di dalam mobil.
"Hhm? Aku baik-baik saja kok." jawab Kagami Jiro terdengar sedikit dingin dan masih berkonsentrasi untuk mengemudikan mobil mewahnya.
"Tidak ... kamu sedang tidak baik-baik saja. Kamu sedang berbohong padaku." ucap Yuna dengan hati-hati dan sedikit melirik Kagami Jiro.
Wajah tampan yang selalu terlihat tegas dan dingin di setiap harinya itu kini terlihat sedang menatap lurus ke depan dan berkonsentrasi untuk mengemudi.
"Apakah kamu benar-benar mencintaiku?" ucap Yuna tiba-tiba, dan tentu saja pertanyaan dari Yuna sedikit membuat Kagami Jiro merasa begitu terkejut. Namun dengan cepat Kagami Jiro mulai menjawabnya.
__ADS_1
"Tentu saja aku sangat mencintaimu. Apa kamu masih meragukanku, Yuna?" kali ini Kagami Jiro mulai menepikan Buggati Divo kesayangan di tepi jalan, dan jalanan itu masih cukup sepi karena belum memasuki perkotaan.