Casanova In Love

Casanova In Love
Rencana Kagami Gumi


__ADS_3

Kagami Jiro mulai memasuki sebuah ruangan dan masih diikuti oleh Igor di belakangnya. Di dalam ruangan ini terlihat Kagami Gumi yang sedang duduk dengan bersandar pada sandaran kursi sofa berwarna cream lembut seorang diri.


Raut wajahnya terlihat cukup tenang, tidak seperti sedang ada masalah genting seperti yang sudah disampaikan oleh Igor sebelumnya.


Kagami Jiro yang sudah mulai memasuki ruangan itu kini segera duduk di sebuah sofa yang berada di seberang Kagami Gumi yang hanya berbataskan dengan sebuah meja kayu klasik dengan kaca bening di bagian atasnya.


"Papa mencariku? Ada masalah apa lagi dengan keluarga Bai, Papa?" tanya Kagami Jiro mulai bertanya setelah duduk berhadapan dengan sang papa.


"Hhm ... sebenarnya bukan masalah, Jiro. Namun Bai Sia meminta belas kasihan dari kita agar kita bisa bermurah hati dan membebaskan ibunya." ucap Kagami Gumi begitu santai.


"Itu tidak mungkin, Papa. Bahkan Bai Mei sudah membunuh suaminya sendiri." sela Kagami Jiro. "Dia harus tetap dihukum."


"Kamu benar sekali, Putraku. Huuhh..." Kagami Gumi menghela nafas dan menghembuskan nafas kasarnya ke udara. "Kemarin Bai Sia datang menemui papa. Dan dia memohon-mohon untuk membantu ibunya." ucap Kagami Gumi mulai memijit keningnya karena merasa sedikit pusing.


Biar bagaimanapun selama ini keluarga Bai selama ini sudah begitu dekat dengan keluarga Kagami. Bahkan mereka sudah seperti keluarga saking dekatnya. Dan mereka juga sudah lama menjadi partner kerja cukup lama.


Namun karena perilaku dari Bai Mei yang begitu serakah dan menginginkan putrinya agar menikah dengan Kagami Jiro dengan menghalalkan segala cara, membuatnya buta dan hilang akal sehatnya.


Sehingga hubungan baik yang sudah terjalin cukup lama antara 2 keluaga itu kini hancur seketika seperti puing-puing topan yang menghancurkan sebuah bangunan kokoh dalam sekejap saja.


"Sudahlah, Papa. Mereka sudah sangat keterlaluan. Sia juga sama seperti ibunya. Mereka akan melakukan apapun untuk mencapai segala hal yang diinginkannya." ucap Kagami Jiro yang sepertinya sudah begitu muak dengan Bai Sia, terlebih Bai Mei yang seperti nenek sihir itu.


"Bukan begitu, Jiro. Selama ini Sia sudah papa anggap seperti seorang anak sendiri. Ayahnya baru saja meninggal. Dan ibunya saat ini sedang berada di dalam jeruji sel. Papa khawatir kehidupannya akan menjadi hancur karena kondisi keluarganya yang seperti ini." ucap Kagami Gumi yang rupanya mengkhawatirkan Sia.

__ADS_1


"Sia memang sudah hancur, Papa!" sela Kagami Jiro merasa begitu kesal. "Bahkan mereka memanipulasi semua, Papa. Dan mereka sudah merencanakan semua rencana jahat itu serta menjadikanku sebagai tersangka utama hingga pihak kepolisian menangkapku. Apa papa melupakan semua itu?"


"Jiro. Itu adalah murni karena kejahatan Bai Mei dan selingkuhannya. Sia tidak tau apapun akan hal itu." ucap Kagami Gumi menatap lekat putra pertamanya yang masih terlihat kesal karena mengingat para perusuh itu.


"Jiro ... dan sebenarnya papa dan ibumu juga sudah merundingkannya bersama kemarin malam. Dan kami sudah memutuskan bersama bahwa kami akan membawa Bai Sia untuk tinggal bersama di rumah besar Kagami selama beberapa waktu. Paling tidak agar mentalnya kembali membaik dan pulih kembali. Karena saat ini kondisinya begitu memprihatinkan dan sangat terpuruk. Keluarga mereka tak ada yang berada di Jepang lagi. Mereka semua berada di China dan sibuk sendiri hingga tak bisa menjaga Bai Sia." ucap Kagami Gumi mengutarakan niatnya kepada Kagami Jiro.


Mendengar ucapan dari sang papa tentu saja membuat Kagami Jiro begitu terkejut luar biasa hingga kesulitan untuk berkata-kata kembali.


"Papa? Bahkan sudah hampir 1 tahun berlalu ... seharusnya Sia sudah baik-baik saja bukan? Dia sudah dewasa, Papa!" ucap Kagami Jiro masih saja tak terima setelah beberapa saat Kagami Jiro hanya terdiam saja.


"Ya, Jiro. Sudah hampir satu tahun berlalu. Namun keadaan Sia masih saja seperti orang ling lung dan tidak memiliki ingatan dan kesadaran yang baik. Maka dari itu papa dan Aiko memutuskan semua ini. Kemarin saja setelah memohon-mohon kepada papa tiba-tiba dia menjadi ling-lung kembali. Papa sungguh tak tega, Jiro."


Kagamo Jiro terlihat menghela nafas lalu mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara begitu saja. Kagami Jiro juga mulai memijit keningnya dan terlihat begitu pusing atas keputusan Aiko dan Kagami Gumi.


"Baiklah. Asalkan setelah Sia pulih kembali, dia harus meninggalkan rumah ini." ucap Kagami Jiro akhirnya menyetujui keputusan yang sudah dibuat oleh Kagami Gumi dan Aiko.


...⚜⚜⚜...


'Wah ... lucu sekali Kenzi. Benar-benar mirip sekali dengan tuan Kagami Jiro versi bayi!" celutuk Wilson yang masih menimang-nimang Kenzie dengan bersemangat.


Kenzie yang awalnya sudah mulak mengantuk, kini malah tertawa-tawa saat Wilson menimang-nimangnya.


"Ih ... kamu juga sama saja dengan para tamu lainnya! Mengapa kalian hanya mengatakan jika Kenzi dan Kenzou hanya mirip dengan suamiku saja?! Apakah mereka berdua tidak mirip denganku sama sekali?!" celutuk Yuna mulai cemberut karena kesal kepada Wilson.

__ADS_1


Wilson mulai menghentkkan tawa kecilnya dan mulai beralih menatap Yuna. Wilson mengamati wajah Yuna dengan begitu detail lalu mulai memperhatikan Kenzi yang masih berada pada gendongannya.


"Hhm ... sebenarnya mereka juga mirip denganmu kok. Namun sepertinya lebih banyak miripnya seperti tuan Kagami Jiro." jawab Wilson dengan jujur.


"Ahh ... masih terdengar begitu menyebalkan!" sungut Yuna yang duduk dan memangku Kenzou.


Mendengar ucapan Yuna yang masih terlihat begitu kesal membuat Wilson kembali tertawa renyah begitu saja.


"Dasar menyebalkan!" sungut Yuna masih kesal.


"Yuna ... aku hanya mengatakan sebuah kejujuran saja lo."


"Hhm. Kamu kapan menikah? Usiamu bukankah sudah cukup untuk menikah?" balas Yuna dengan sengaja, karena salah satu kelemahan Wilson adalah saat berbincang tentang asmaranya.


Mendengarkan sebuah kalimat tanya dari Yuna, seketika tawa Wilson kini mulai mereda kembali dan senyuman pada wajah tampan blasteran Jepang dan Kanada itu kini juga mulai memudar.


"Uhm ... aku belum memikirkannya, Yuna." jawab Wilson seadanya dan seketika menjadi lebih pendiam.


"Mengapa? Bukankah selama ini banyak gadis yang mendekatimu, Wilson?" selidik Yuna memicingkan sepasang matanya menatap Wilson yang masih menimang-nimang Kenzi.


"Uhm ... ya ... hanya saja aku belum ingin menikah dalam waktu dekat ini." jawab Wilson seadanya.


"Hhm ... apa jangan-jangan kamu tidak menyukai gadis, Wilson?" ucap Yuna yang terdengar begitu konyol dan seketika membuat Wilson terkejut.

__ADS_1


"Tentu saja tidak seperti itu, Yuna! Aku bahkan pernah menyukai seorang gadis." ucap Wilson tanpa sadar malah mengucapkannya.


"Oh ya? Wah ... siapa gadis itu? Dia gadis yang sangat beruntung ya karena disukai oleh orang sepertimu ..." ucap Yuna penuh binar menatap Wilson.


__ADS_2