Casanova In Love

Casanova In Love
Pergi Bersana Ke China


__ADS_3

Kedatangan Kagami Jiro di rumah besar Kagami setelah menyelesaikan beberapa pekerjaaan di Nagano mendapatkan sambutan hangat dari Yuna maupun seluruh anggota keluaganya yang lain.


Kagami Jiro juga terlihat sudah tak sabar ingin segera menggendong kedua putra kembarnya. Padahal baru saja 5 hari tidak bertemu dengan kedua putra kembar dan istrinya. Namun Kagami Jiro terlihat seperti puluhan tahun sudah berpisah dengan mereka bertiga.


"Biarkan aku menggendong putraku, Ibu." ucap Kagami Jiro yang berniat untuk merebut Kenzi yang masih berada pada gendongan Aiko.


Namun Aiko malah sedikit memutar tubuhnya dan menghalangi Kagami Jiro untuk menyentuk salah satu cucunya yang saat ini masih bermain dengan mainan bayi.


"Ada apa, Ibu? Aku sangat merindukan putraku." ucap Kagami Jiro tak mengerti. "Yuna, berikan Kenzou padaku! Aku kangen sekali dengan mereka berdua." kali ini Kagami Jiri berusaha untuk meraih dan menggendong Kenzou.


Namun rupanya Yuna juga mulai mundur dua langkah untuk menghalangi niat dari Kagami Jiro agar tidak merebut dan menggendong Kenzou.


"Jiro! Kamu baru saja datang setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Sebaiknya kamu mandi dan membersihkan dirimu dulu baru menyentuk cucu-cucuku!" ucap Aiko menatap Kagami Jiro dengan tegas.


"Astaga, Ibu. Nagano ke Yokohama hanyalah sebentar saja. Mengapa begitu takut jika aku membawa beberapa bakteri?" celutuk Kagami Jiro sedikit mendengus karena kesal.


"Ibu benar, Sayang. Setidaknya kamu mandi dan membersihkan diri terlebih dulu. Kamu sudah melakukan sebuah perjalanan dan sudah menemui banyak orang." sela Yuna sependapat dengan Aiko.


Kagami Jiro mengusap pelan keningnya dan menghembuskan nafas kasarnya ke udara.


"Baiklah. Kalau begitu siapkan semua untukku, Sayang!" titah Kagami Jiro akhirnya lebih memilih untuk mematuhi perkataan dari dua orang wanita yang sangat disayanginya itu.


"Baiklah. Aku akan menyiapkannya." ucap Yuna.


"Berikan Kenzou padaku saja, Kak! Biarkan aky yang menjaganya!" kali ini Christal mulai berinisiatif untuk menjaga salah satu keponakan tampannya.

__ADS_1


"Baiklah. Terima kasih, Christal." sahut Yuna dengan senyum lebar lalu mulai melenggang menyusul Kagami Jiro yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan ini dan sudah menaiki tangga.


Sebenarnya Yuna hanya menyiapkan pakaian ganti dan handuk saja untuk Kagami Jiro. Karena untuk air hangat, semuanya sudah otomatis dengan memutar setting-an shower dengan mengarahkannya pada warm.


"Pakaian ganti sudah aku siapkan di atas pembaringan. Sementara handuknya sudah aku siapkan di dalam kamar mandi. Kamu mandi saja dulu." ucap Yuna setelah menyiapkan itu semua.


"Baiklah. Oh iya, besok kita akan berangkat ke China. Tiket pesawat juga sudah disiapkan oleh Igor." ucap Kagami Jiro sambil melepaskan pakaian hangatnya yang tentu saja juga dibantu oleh Yuna.


"Besok? Cepat sekali? Apa kamu tidak lelah, Sayang? Bahkan kamu baru saja tiba di rumah." ucap Yuna yang kali ini membantu Kagami Jiro melepaskan beberapa kancing kemeja sang suami.


"Mau bagaimana lagi. Pelangan akan dilakukan lusa. Jadi kita harus berangkat besok. Lagipula aku tak akan merasa lelah kok jika kamu selalu ada bersama denganku. Maka dari itu kamu juga harus ikut bersama denganku besok." ucap Kagami Jiro menatap Yuna yang masih fokus untuk melepaskan kancing-kancing kemeja yang sedang dikenakannya itu.


"Hhm. Aku akan menemanimu. Nanti malam akan aku persiapkan barang-barang yang akan kita bawa. Ngomong-ngomong berapa hari kita akan berada disana?" tanya Yuna yang sesekali melirik Kagami Jiro.


"Antara 3 hari sampai 5 hari. Anggap saja kita sedang berlibur bersama. Atau anggap saja kita sedang berbulan madu lagi." jawab Kagami Jiro dengan tawa kecil.


"Aku kenapa, Sayang? Memang tidak boleh ya berlibur bersama dengan istri? Atau ... berbulan madu lagi?" jawab Kagami Jiro masih dengan tawa kecil.


"Hhm. Iya ... iya deh ... oh iya kita berangkat bersama siapa saja?" tanya Yuna yang kini mulai membantu melepaskan kemeja berwarna merah maroon yang sedang dikenakan oleh Kagami Jiro.


"Paling hanya aku, kamu dan Igor saja kok." jawab Kagami Jiro seadanya.


"Jadi si kembar Kenzi dan Kenzou tidak akan kita ajak ya?" tanya Yuna sedikit murung karena membayangkan harus berpisah selama 3 hari sampai 5 hari bersama dengan kedua putra kembarnya.


"Tidak, Sayang. Mereka masih terlalu kecil. Kasihan jika kita mengajak mereka berdua. Jika mereka sudah sedikit lebih besar, maka aku berjanji akan mengajak kalian berjalan-jalan nanti. Lagipula kita hanya pergi sebentar saja kok. Kamu tenang saja, mereka akan baik-baik saja kok di rumah ini." ucap Kagami Jiro berusaha untuk meyakinkan Yuna.

__ADS_1


"Hhm. Baiklah ..." ucap Yuna meskipun dengan sangat berat untuk berpisah dengan kedua putra kembarnya meskipun hanya dalam beberapa hari saja.


"Tenang saja, Sayang. Mereka akan baik-baik saja bersama dengan kakek neneknya. Yosuke dan Christal juga akan selalu menjaga mereka kok. Keluarga Kagami akan memberikan yang terbaik untuk kedua putra kembar kita. Dan mereka juga akan selalu menjaga dan memberikan perlindungan untuk Kenzi dan Kenzou." ucap Kagami Jiro lagi masih berusaha untuk meyakinkan Yuna dan mengusap kepala Yuna dengan lembut.


"Hhm. Iya ..." sahut Yuna singkat dengan senyum tipisnya disertai anggukan pelan.


"Ya sudah. Aku mandi dulu ya, Sayang ..."


"Hhm ... aku akan turun dan menunggumu di meja makan. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu." ucap Yuna dengan manis.


"Baiklah. Pergilah ..."


Yuna mengangguk pelan dan mulai melenggang untuk meninggalkan kamar mereka berdua ini.


...⚜⚜⚜...


Beijing, Gedung Guardian 8 PM.


Malam ini terlihat dua sejoli yang sedang menghadiri sebuah acara pelelangan di sebuah gedung yang terbilang cukup mewah dan begitu luas. Sebuah tempat yang menyerupai sebuah teater bioskop, dengan sebuah panggung besar di depan dan ratusan kursi kemerahan yang sudah berjejer rapi menghadap panggung itu.


Si pria terlihat begitu gagah dan memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Wajahnya juga menggambarkan dirinya memiliki kepribadian yang begitu tegas. Dia mengenakan setelan kemeja branded berwarna abu-abu.


Sedangkan si gadis terlihat begitu cantik, namun juga terlihat tegas dan sedikit garang. Dia mengenakan dress selutut press body yang menampakkan lekuk tubuhnya yang begitu indah.


Terlihat tamu-tamu lainnya juga yang sudah menduduki kursi-kursi itu. Yang tentunya bukan tamu-tamu biasa. Mereka tentunya adalah orang-orang besar yang sangat berpengaruh untuk Kota dan Negara.

__ADS_1


"Sayang, kau yakin cincin kuno itu akan mereka jual disini?" bisik gadis itu yang mendekatkan dirinya ke arah pria itu.


"Yeap. Aku sangat yakin! Dan aku akan memilikinya sesegera mungkin!" pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu menyauti dengan penuh percaya diri.


__ADS_2