
"Kau mencari siapa, Amane? tanya wanita paruh baya itu mengkerutnya keningnya menatap Amane yang terlihat begitu kebingungan, lalu dia mulai memperhatikan sekitarnya yang memang tidak orang orang lain disini, selain mereka.
"Ak-aku ... sebenarnya ... aku sangat ingin bertemu dengan Kagami Jiro, Dady ... Momy ..." ucap Amane sedikit malu.
"Kagami Jiro baru saja pulang setelah dady datang. Dia sudah menunggu disini terlalu lama tadi. Dan dia juga butuh beristirahat."
"Oh ..." ucapan pendek dari Amane yang terlihat juga menyiratkan sebuah kekecewaan.
"Apa kita boleh menanyakan sesuatu, Amane?" ucap momy begitu mencurigakan.
"Menanyakan soal apa, Mom? Tentu saja boleh!" sahut Amane sambil meraih ponselnya yang tergeletak di meja, dan berusaha mencari kontak Kagami Jiro untuk mengirimkan sebuah pesan.
"Kapan kalian berencana untuk menikah?" ucap ibu Amane tiba-tiba, yang tentu saja pertanyaannya kali ini membuat Amane begitu terkejut.
"Me-menikah?" gadis pemilik mata indah bak green shappire diamond itu kini membelalak menatap ibunya yang memasang wajah penuh harap menatap putrinya.
"Tentu saja. Kalian bukankah sedang berkencan saat ini? Dan Kagami Jiro juga berasal dari keluarga besar yang juga tidak diragukan lagi. Dia juga tampan dan juga cerdas. Sangat cocok denganmu!" ucap ibu Amane dengan senyuman menggoda putrinya, yang sukses membuat Amane semakin tersipu malu.
Karena pasalnya, selama ini Amane belum pernah memiliki seorang kekasih. Namun ketika dijodohkan dengan Mu Lucas tiba-tiba saja dia menolaknya dan malah memperkenalkan Kagami Jiro sebagai kekasihnya.
"Kau menolak Mu Lucas dan lebih memilih Kagami Jiro tentu saja ada alasannya bukan, Sayang? Mengapa tidak menikahinya saja?" kini sang ayah juga ikut-ikutan menyerang Amane.
"Menikah??" ucap Amane semakin dibuat terkejut dengan tingkah kedua orang tuanya.
"Ya. Tentu saja. Di umurmu yang sekarang, kau sudah bisa menikah. Apalagi kau sudah memiliki seorang kekasih seperti Kagami Jiro." ibu Amane menyauti dengan penuh harap, berharap Amane akan memenuhi permintaannya.
"Tapi, Mom, Dady ... aku belum ingin menikah. Dan ... aku juga tidak tau apakah Jiro mau menikah denganku ..." ucap Amane begitu lirih dan tiba-tiba saja terlihat sedikit murung.
__ADS_1
"Apa? Pemuda mana yang bisa menolak gadis sepertimu, Amane? Kau sangat sempurna! Cantik dan sangat cerdas! Kau putriku yang sangat sempurna!" ucap ayah Amane begitu bersemangat. "Akhir pekan ajak dia menghadiri pesta ulang tahun dady di villa keluarga besar kita! Dady ingin membicarakan semua ini dengannya!" imbuhnya yang terdengar begitu tegas dan terkesan sangat memaksa.
"Baiklah, Dady ..." ucap Amane sedikit tidak bersemangat karena dia terlalu mengkhawatirkan jika Kagami Jiro akan menolaknya. Yeap, Amane begitu khawatir jika Kagami Jiro akan menolak untuk menikah dengannya!
...⚜⚜⚜...
TRINGG ...
Kagami Jiro yang sedang makan malam bersama seorang gadis, entah siapa lagi kali ini, tiba-tiba mulai menghentikkan aktifitas makan malamnya sejenak dan meraih sebuah ponsel keluaran terbaru dari saku pakaiannya.
Yeap, ponsel yang biasanya kini rusak setelah dia menceburkan dirinya ke dalam lautan saat itu. Padahal ponselnya saat itu juga masih berusia beberapa hari, karena dia juga baru membelinya setelah ponselnya hancur karena ledakan di gudang tua itu. Wow! Dalam satu pekan Kagami Jiro sudah berganti dua kali ponsel mewah!
Jiro, dady akan berulang tahun di akhir pekan. Dia memintaku untuk mengundangmu ke villa keluarga Kamiko. Apa kau bisa datang bersamaku, Jiro? Kamiko Amane.
Begitulah isi dari sebuah pesan yang sudah dikirimkan oleh Amane yang membuat Kagami Jiro tiba-tiba tersenyum lalu mulai membalas pesan itu.
Setelah menulis pesan balasan untuk Amane, Kagami Jiro kembali menyimpan ponselnya di dalam saku pakaiannya dan melanjutkan makan malamnya bersama gadis yang sedang duduk di seberangnya itu.
"Siapa, Jiro? Kau sampai senyum-senyum ketika membaca pesan darinya?" ucap gadis itu begitu penasaran.
"Hanya partner kerja. Oh iya, maaf ... tapi setelah ini aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku harus pergi ke suatu tempat." ucap Kagami Jiro sambil meraih sepasang sumpit dan mulai menikmati makan malamnya kembali.
Gadis berambut pendek kecoklatan itu kini terlihat begitu murung dan mengerucutkan bibirnya yang sudah dia poles dengan liptint berwarna natural dan soft.
"Elena. Kau tidak lupa untuk membawakan yang aku minta kan? Laporan keuangan perusahaan yang dipimpin oleh presdir Mu ..." Kagami Jiro tersenyum melirik gadis yang baru saja dipanggilnya Elena itu. Seorang gadis berdarah blasteran Jepang-Adelaide, yang berparas sungguh menawan dan berkilau layaknya sebuah permata yang begitu indah.
Dan kali ini Kagami Jiro baru saja mengencaninya sekitar 3 hari yang lau, dan itu karena dia menginginkan beberapa data yang sedang dia butuhkan saat ini. Karena Alena bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh presdir Mu sebagai ketua devisi pemasaran.
__ADS_1
"Tentu saja aku membawanya, Sayang." Elena menyauti dengan senyum manisnya dan memperlihatkan lesung pipinya yang begitu dalam dan menawan.
Lalu Elena mulai mengambil sebuah dokumen dari dalam tasnya dan segera menyerahkan untuk Kagami Jiro.
Senyum lebar mulai menghiasi wajah tampan Kagami Jiro ketika dia menerima lalu membuka beberapa halaman dari berkas itu. Kagami Jiro segera menutup berkas itu kembali dan menyimpannya di dalam tas pipihnya
"Terima kasih. Lain kali aku akan membawamu berjalan-jalan. Kamu mau kemana? Adakah tempat yang sedang ingin kau kunjungi di Jepang?" tanya Kagami Jiro menawari, karena Elena masih begitu baru di Jepang.
Selama ini Elena tinggal di Adelaide, dan baru pindah ke Jepang selama satu tahun. Bahkan bahasa Jepangnya juga masih begitu minim.
"Aku ingin pergi dan melihat Tokyo skytre dan juga ingin pergi ke Tokyo tower bersamamu, Jiro." ucap gadis cantik bermata seperti kelereng itu.
"Ahaha ... hanya itu saja? Itu sangat dekat dari sini, Sayang. Apakah kamu tidak ingin mencoba pergi ke tempat yang lebih jauh? Seperti Kyoto? Atau yang lainnya lagi ..." Kagami Jiro sedikit tertawa gemas karena Elena hanya menginginkan untuk mengunjungi beberapa tempat yang masih berlokasi di Yokohama.
"Boleh ... asal bersamamu aku sudah bahagia, Jiro." ucap gadis itu yang tak pernah mengalihkan pandangannya dari Kagami Jiro.
"Okay! Mungkin pekan depan ya. Soalnya akhir pekan aku sudah ada janji."
"Janji bersama siapa?" selidik gadis itu.
"Aku akan menghadiri ulang tahun presdir Kamiko Hyu di villanya."
"Bolehkah aku ikut?" celutuk Elena bersemangat.
"Tidak, Elena. Ini bukan hanya sekedar pesta. Namun juga tentang pekerjaan."
Gadis itu terlihat begitu murung setelah mendengarkan jawaban dari Kagami Jiro.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...