
Kagami Jiro yang dari tadi cukup bingung ketika memikirkan sebuah kasus yang sedang menimpanya saat ini, kini terlihat sedikit tersenyum saat mendengar Yuna yang begitu membela dan mempercayai dirinya.
Bahkan tingkah tegas dan sikap garang dari Yuna saat membela dirinya malah terlihat lucu dan membuatnya sedikit terhibur hingga tak sadar Kagami Jiro mulai tersenyum tipis.
"Jiro! Mengapa kamu malah diam saja seperti ini?!" ucap Yuna yang mulai beralih menatap Kagami Jiro dan membuat Kagami Jiro segera menutupi senyumnya. "Katakan sesuatu kepada mereka, Jiro! Buktikan jika kamu tidak bersalah! Aku percaya kamu tidak akan melakukan semua ini. Benar begitu kan?" imbuh Yuna mulai menatap lekat Kagami Jiro dan berharap Kagami Jiro akan menyangkal semua tuduhan itu.
Namun Kagami Jiro malah tersenyum hangat menatap Yuna, "Tenang saja, Yuna. Kebenaran akan segera terungkap. Namun saat ini aku harus ikut bersama dengan mereka terlebih dahulu."
Kagami Jiro berkata dengan begitu lembut dan mulai mengangkat tangan kanannya untuk mengusap kepala Yuna. Namun saking kuatnya Kagami Jiro, tak sengaja dia malah merusak borgol itu begitu saja. Padahal Kagami Jiro tak mengeluarkan kekuatannya sama sekali saat itu.
KRRAKK ...
KLANGG ...
Borgol itu rusak begitu saja dan malah terjatuh di atas lantai. Beberapa orang yang menyaksikan semua itu tentu saja dibuat merasa begitu takjub saking kuatnya seorang Kagami Jiro.
"Oops, borgol kembali aku dengan borgol yang baru lagi, karena aku sudah merusaknya." ucap Kagami Jiro dengan begitu santai.
Salah satu petugas kepolisian itu mulai memborgol kedua tangan Kagami Jiro dengan borgol yang baru lagi. Namun tiba-tiba saja Kagami Gumi dan Aiko mulai mendatangi mereka dengan langkah yang terburu.
"Ada apa ini? Mengapa kalian menangkap putraku?!" tandas Kagami Gumi dengan suara khasnya yang besar dan sedikit serak.
Sepasang matanya menatap tajam para petugas kepolisian itu secara bergantian. Sementara Aiko malahangsung menempel memeluk kepada Kagami Jiro karena begitu mengkhawatirkan putra sulungnya.
__ADS_1
"Maaf, Tuan besar Kagami Gumi. Tapi kami harus segera membawa tuan Kagami Jiro untuk melakukan pemeriksaan." sahut salah satu petugas kepolisian Yokohama memberanikan diri.
"Tidak bisa! Kalian main asal tangkap seperti ini saja tanpa ada bukti yang kuat dan jelas? Aku tidak akan membiarkan semua ini begitu saja!" geram Kagami Gumi sudah dengan wajah yang memanas.
"Papa ... sudah, biarkan saja mereka menangkapku untuk melakukan beberapa pemeriksaan." sela Kagami Jiro dengan santai dan tenang menatap Kagami Gumi.
"Tapi, Jiro ... ini adalah hari pernikahan dan hari bahagiamu." sela Aiko yang masih mendekap putranya. "Kasihan Yuna ..."
"Papa dan ibu tenang saja dulu. Semua akan baik-baik saja. Papa dan ibu hanya perlu percaya saja padaku." ucap Kagami berusaha untuk menenangkan Aiko. "Wilson, tolong selidiki semuanya dengan baik. Karena di penjara sangat panas dan sesak, dan aku tidak terlalu menyukainya. Aku tidak mau berlama-lama disana!" imbuh Kagami Jiro yang mulai beralih menatap Wison.
"Baik, Tuan. Aku akan menyelidiki semua ini dengan cepat dan menemukan pelaku dan siapa yang sudah menjebak tuan Kagami Jiro." sahut Wilson dengan tegas.
"Hhm. Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu ..." sahut Kagami Jiro dengan datar dan mulai beralih menatap Yuna.
Kagami mulai melangkah pelan dan mendekati Yuna kembali. Pandangan mereka berdua saling bertemu dengan teduh dan hangat. Namun ada sebuh kesedihan diantara semua itu. Tatapan yang sedikit nanar dan seakan mereka adalah romeo dan juliet yang akan terpisah kembali.
Perasaan bahagia seketika sirna begitu saja dan berganti dengan perasaan sedih dan terpukul. Di hari pernikahan yang seharusnya indah, membahagiakan dan tak pernah terlupakan seumur hidup, kini menjadi sebuah petaka karena tuduhan itu. Dan tentu saja itu sangat membuat Yuna begitu shock dan terpukul.
"Yuna ... jangan bersedih seperti ini dan jangan khawatir. Bersabarlah sebentar dan semuanya akan segera terselesaikan dengan baik. Cukup percaya padaku saja, bahwa aku tidak melakukan semua itu." ucap Kagaki Jiro dengan hangat dan mengecup kening Yuna.
Yuna mengangguk pelan dan menatap Kagami Jiro dengan sepasang manik-maniknya yang kini sudah menjadi sedikit berair. Dan tak terasa air mata hangat itu malah tumpah membasahi pipi putihnya.
"Yuna ... jangan menangis seperti ini." ucap Kagami Jiro dengan hangat dan mulai mengusap air mata itu dengan mengangkat kedua tangannya yang masih diborgol. "Aku minta maaf jika dihari pernikahan kita malah membiarkan hal seperti ini terjadi begitu saja. Seharusnya aku lebih gesit dalam mempersiapkan semuanya dan mengamankan semuanya. Maafkan aku yang sedikit teledor ini."
__ADS_1
Yuna yang masih menahan air matanya menggeleng pelan dan menyangkal itu semua, "Tidak, Jiro. Ini bukan salahmu ... kamu harus bisa membuktikan dirimu tidak bersalah dan segera kembali."
"Hhm. Tentu saja. Dan terima kasih sudah mempercayaiku. Aku harus segera pergi ... kamu tetaplah tinggal di rumahku bersama dengan keluarga besar Kagami."
Yuna mengangguk pelan. Dan Kagami Jiro mulai berbalik dan meninggalkan panggung pengantin ini bersama dengan beberapa petugas kepolisian. Mereka mengawal Kagami Jiro dan mulai meninggalkan ballroom ini.
Christal dan Aiko segera memeluk Yuna yang mungkin saat ini sangat terpukul aras kejadian ini. Ibu Yuna juga mulai menaiki panggung pengantin dan berusaha untuk menghibur Yuna.
Pesta penikahan berakhir begitu saja, meskipun sebenarnya memang sudah seharusnya berakhir. Namun pesta pernikahan itu berakhir dengan sedikit kurang baik karena sebuah tuduhan itu.
Para tamu undangan juga sudah mulai bubar dan tentu saja mereka orang-orang besar itu pulang dengan membawa kicauan-kicauan dari argumennya sendiri.
"Sayang bagaimana ini?" Aiko yang masih terlihat tidak tenang dan gelisah mulai meraih lengan Kagami Gumi.
"Tenang, Sayang. Wilson akan mengurus semua ini. Jiro akan segera kembali dan berkumpul bersama dengan kita." sahut Kagami Gumi menenangkan istrinya.
"Benar, Nyonya besar. Aku akan segera mengurus semua ini. Nyonya jangan khawatir." sahut Wilson dengan penuh keyakinan. "Kalau begitu saya permisi ..." imbuhnya lalu segera meninggalkan ballroom megah ini.
"Kami keluarga Kagami minta maaf kepada keluarga Inukai karena tidak bisa menjaga dan melangsungkan pesta pernikahan ini dengan layak dan baik. Namun tenang saja, kalian jangan khawatir mengenai tuduhan itu. Putraku tak akan pernah melenyapkan seseorang tanpa memiliki alasan, dan Kagami Jiro tak akan sembarangan melenyapkan seseorang begitu saja. Bai Yuan adalah rekan kerja sekaligus sudah seperti keluarga kami sendiri. Jadi itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh Jiro." ucap Kagami Gumi kepada Yuna dan kedua orang tuanya.
"Jangan khawatir, Tuan besar Kagami Gumi. Kami percaya akan hal itu." jawab Inukai Hyuga dengan bijak.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1