
Yuna masih terlihat berjalan mengendap-endap berlawanan dengan langkah Kagami Jiro. Bahkan kini Yuna sudah semakin menjauhi Kagami Jiro.
Namun, baru berjalan beberapa langkah saat berada pada belokan, tiba-tiba saja seseorang sudah menarik sisi belakang coat yang sedang dipakai oleh Yuna, sehingga langkahnya tertahan dan berhenti seketika.
Sepasang mata Yuna membulat dan dia menggigit bibir bawahnya sendiri karena begitu gugup Kagami Jiro sudah memergokinya yang sudah berusaha untuk melarikan diri.
Matilah aku! Aku ketahuan sama pria busuk itu mau melarikan diri. Sekarang apa yang harus aku katakan padanya? Tenang, Yuna! Tenanglah! Kau adalah gadis yang cerdas dan kuat! Kau pasti bisa menghadapi pria busuk itu dengan kecerdasanmu!
Batin Yuna berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Lepaskan aku, Tuan Kagami Jiro! Aku hanya sedang berjalan-jalan dan ingin melihat-lihat sekitar saja. Dan tentu saja aku tidak berniat untuk melarikan diri!" ucap Yuna dengan suara yang begitu tegas.
"Apa kau bilang, Gadis kecil?" terdengar suara seorang pria dari belakang Yuna, namun suara itu bukanlah suara dari Kagami Jiro.
Dan tentu saja Yuna begitu terkejut dan segera berbalik untuk melihat pria itu. Terlihat seorang pria berambut coklat kemerahan dengan balutan kemeja putih yang dipadankan dengan celana jeansnya warna terang sudah berdiri di hadapan Yuna dengan sepasang matanya yang sudah merem melek.
Wajahnya yang lumayan tampan, begitu menggambarkan jika dia sedang dalam keadaan mabuk saat ini. Aroma alkohol juga tercium begitu menyeruak memasuki indra penciuman Yuna.
"Maaf, sepertinya aku salah orang. Permisi, Tuan." ucap Yuna dengan sopan dan berniat untuk segera beranjak meninggalkan pria itu.
Namun dengan langkah yang begitu cepat pria itu segera melangkah cepat dan menghalangi jalan Yuna dengan senyuman yang begitu menyebalkan.
"Kau tidak akan bisa pergi dariku, Gadis cantik. Mari kita bersenang-senang malam ini." pria itu berjalan semakin mendekati Yuna, sementara Yuna semakin berjalan mundur hingga dia terjebak karena di belakangnya sudah mentok menabrak sebuah pintu sebuah kamar appartemen.
Tangan kiri pria itu mulai mengulur di sisi samping kanan Yuna dan telapak tangannya sudah mendarat di pintu untuk mengunci tubuh Yuna.
"Gadis cantik yang pintar! Ini adalah kamarku ... kau tepat sekali! Instingmu benar-benar sangat luar biasa!" pria itu menyeringai menakutkan dan mulai mencari sesuatu dari dalam saku pakaiannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, pria itu mulai mengeluarkan sebuah card keemasan dari dalam saku pakaiannya. Kemudian dia mulai menempelkan card keemasan itu pada layar monitor kecil di sisi samping pintu itu.
Setelah beberapa saat memindai, akhirnya pria yang masih mengunci tubuh Yuna dengan tangan kirinya yang mengulur dan bertumpu pada pintu itu, mulai memasukkan beberapa angka pasword.
BIIPP ...
Kini pintu itu mulai terbuka dan pria itu semakin menggiring Yuna untuk memasuki kamar itu. Meskipun Yuna sudah berusaha untuk menahannya, namun tentu saja pria itu lebih kuat dari Yuna, hingga akhirnya keduanya sudah memasuki kamar itu.
"Biarkan aku pergi, Bajingan tengik!" umpat Yuna tak tahan lagi untuk bersikap sopan kepada pria yang bahkan saat ini sudah hilang akal sehatnya itu.
Pria itu malah tertawa renyah mendengar umpatan dari Yuna. Karena begitu kesal akhirnya Yuna mengangkat lutut kanannya dan menendang bagian vital dari pria itu.
"Aargghh ... beraninya kau menyakiti senjata pamungkasku, Gadis sialan!" pria itu merintih kesakitan dan memegangi bagian tubuhnya yang kesakitan bukan main karena tendangan dari Yuna.
"Rasakan! Mampus kau!" celutuk Yuna yang mulai berusaha untuk melenggang untuk meninggalkan pria itu.
"Kau tak akan bisa lari dariku setelah apa yang telah kau lakukan padaku, Gadis sialan!" kini pria itu menghempaskan tubuh Yuna dengan begitu kasar hingga menabrak pembaringan.
Pria itu segera melepaskan beberapa kancing pakaiannya dan mulai menanggalkan kemeja putihnya begitu saja. Tubuhnya cukup kekar, namun tak sebesar tubuh Kagami Jiro.
"Kau jangan pernah berani macam-macam kepadaku!" ancam Yuna mulai bangkit kembali dan kembali siaga. "Aku akan berteriak jika kamu mendekat!"
"Berteriak saja! Tidak akan ada yang datang untuk menolongmu! Tidak akan ada yang berani memasuki kamarku! Atau mereka akan berurusan dengan ayahku! Ayahku adalah pemilik saham terbesar dari apartemen ini! Dan dia juga adalah seorang jaksa agung. Gyahaha ..." pria itu tertawa dan semakin menggila.
"Cciih ... seharusnya ayahmu malu karena punya putra tak bermoral sepertimu! Atau sebaiknya aku memberitahukan kepadanya saja, semua yang telah kau lakukan kepadaku? Apakah ayahmu masih akan membelamu?" ucap Yuna berusaha untuk mengancam pria itu.
"Tentu saja ayahku akan selalu membelaku, Gadis bodoh! Jangan bermain-main denganku dan penuhi saja semua keinginanku!" pria itu kembali melenggang dan semakin mendekati Yuna.
__ADS_1
"Aku bukan wanita seperti itu! Jadi silakan saja cari wanita pemuas di luar sana dan biarkan aku pergi!" tandas Yuna dengan begitu tegas.
"Kalau kamu adalah wanita baik-baik, mengapa kau berkeliaran sendirian di tengah malam seperti ini di sebuah appartemen? Dan jika kau wanita baik-baik mengapa berkeliaran dengan pakaian seperti itu?" ucap pria itu yang kini mulai menatap bagian dada Yuna lalu terus menuruninya hingga sampai kaki.
Yuna yang mendengar ucapan pria itu segera melihat pakaiannya kembali. Saat ini dia sedang mengenakan sebuah dress malam di atas lutut dan memakai coat.
Ini hanyalah pakaian tidur biasa! Bahkan ini masih begitu sopan! Dasar pria mesum, tetaplah pria mesum!
Umpat Yuna dalam hati dan terlihat begitu kesal kepada pria yang sudah begitu teler itu.
"Kakimu begitu mulus dan indah. Biarkan aku menikmatinya, Sayang ..." pria itu menghempaskan tubuhnya ke arah Yuna, namun dengan cepat Yuna segera menghindarinya.
"Sayang kepalamu!" geram Yuna mulai melempar beberapa barang untuk menghujani pria yang belum diketahui namanya sampai sekarang ini.
"Hentikkan! Atau aku benar-benar tak akan memberikan ampunan untukmu!" tandas pria itu lalu mulai mendatangi Yuna dan mencengkeram kedua pergelangan tangan Yuna dengan begitu kuat.
Sepasang mata Yuna masih menatap tajam pria itu hingga akhirnya dengan berani Yuna mulai meludahi wajah pria itu.
"Cuihhh ..."
"Dasar, Wanita j*lang sialan!! Beraninya kau melakukan semua ini padaku!" dengan begitu cepat dan kuat pria itu meraih dress malam yang sedang dikenakan oleh Yuna dan mengkoyaknya dengan sekali tarikan.
KKRRAAKK ...
Dress itu terkoyak bagian depannya hingga memperlihatkan sebagian pakaian dalam yang sedang Yuna kenakan saat ini.
Pria itu terlihat semakin bergairah hingga dia mendorong tubuh Yuna dan mulai berniat untuk menjamah tubuh indah itu.
__ADS_1