Casanova In Love

Casanova In Love
Sebuah Penyesalan


__ADS_3

Sebuah lompatan tinggi mulai dilakukan oleh Kagami Jiro dan sudah bersiap untuk mendarat di atas tubuh seorang preman yang baru saja kehilangan senjata apinya itu.


Kagami Jiro mendarat dengan telapak kaki kanannya yang masih mengenakan sepatu loafer berwarna caramel yang dijejakkan pada wajah preman itu dengan cukup keras.


BUUAKK ...


Bisa dibayangkan betapa sakitnya serangan itu. Sangat sakit tentunya! Namun dari arah belakang tiba-tiba saja sudah ada seorang preman yang mulai melayangkan kaki kanannya ke udara dan akan melakukan tendangan samping untuk mengenai bagian leher Kagami Jiro.


Kagami Jiro membaca semua pergerakan pergerakan itu. Kagami Jiro dengan cepat berbalik dan menangkap kaki preman itu tepat saat kaki dari sang preman berada hanya tinggal beberapa inchi saja dari dirinya.


GRREEPP ...


Tangkapan yang sempurna! Kagami Jiro menyeringai manis dan segera menghempaskan tubuh preman itu dengan berputar berlawanan dengan jarum jam dengan mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa.


Kini semua preman sudah bisa diatasi dengan baik. Dan tepat disaat itulah Igor dan beberapa anggota dari Doragonshadou klan Yokohama mulai mendobrak paksa pintu bangunan tua ini dan mereka segera memasuki gedung tua ini.


Dan sebenarnya Igor mengetahui keberadaan Kagami Jiro dari GPS yang sudah dipasang pada ponsel Kagami Jiro. Namun Kagami Jiro sudah memerintahkan kepada Igor agar sedikit memberikan waktu untuknya, baru mulai menyusulnya, karena akan sangat berbahaya jika diketahui oleh musuh.


Namun tiba-tiba saja tubuh Kagami Jiro ambruk begitu saja di atas lantai dan wajahnya sudah menjadi sedikit pucat dan penuh dengan luka dan lebam.


Igor begitu panik saat menemukan Kagami Jiro yang sudah berada dalam kondisi yang seperti itu. Padahal selama ini tuannya sangat kuat dan tak terkalahkan. Namun hari ini Igor melihat kondisi Kagami Jiro yang memiliki banyak luka dan lebam hingga pingsan seperti itu. Tentu saja Igor begitu panik dan bertanya-tanya mengapa bisa seperti itu? Padahal selama ini Kagamk Jiro adalah petarung yang sangat handal.


Yuna juga mulai keluar dari tempat persembunyiannya dan segera menghampiri Igor yang sedang duduk bersimpuh di samping tubuh Kagami Jiro yang sudah tak berdaya dan tak sadarkan diri.


Dan tentu saja Yuna merasa begitu panik kembali ketika menyaksikan Kagami Jiro yang tiba-tiba saja ambruk, padahal sebelumnya Yuna masih melihat Kagami Jiro yang terlihat masih begitu lincah dan gesit saat melawan para berandalan itu.


Dengan cepat Igor dan beberapa orang pria mulai menggotong tubuh Kagami Jiro dan segera membawa Kagami Jiro untuk masuk ke dalam sebuah mobil. Kali ini Yuna juga ikut bersama di dalam mobil itu dan ingin menemani hingga sampai ke rumah sakit. Dan Yuna yang bersikeras untuk ikut bersama dengan mereka. Padahal Igor sudah menyuruh salah satu anggotanya untuk mengantarkan Yuna untuk segera pulang.


Sementara beberapa orang pria terlihat mulai membawa para berandalan itu untuk membawanya ke kantor polisi untuk melakukam proses introgasi kepada mereka.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Yuna masih terlihat begitu khawatir. Dia masih menunggu dengan sabar di kursi tunggu di luar ruangan IGD. Jemarinya saling bertaut satu sama lain. Dan raut wajahnya begitu penuh dengan harapan untuk kesembuhan Kagami Jiro.


Sementara di sampingnya sudah ada Igor yang juga sedang duduk untuk menunggu sang dokter untuk segera keluar dari ruangan IGD itu. Tak jauh dari mereka berada terlihat beberapa pengawal juga sudah berjaga.


Setelah beberapa saat, terlihat seorang pria yang datang dengan terburu-buru dengan pakaian hangatnya. Pria itu adalah Wilson, dia segera menghampiri Igor dan Yuna. Igor segera berdiri untuk menyambut Wilson.


"Igor ... bagaimana keadaan tuan Kagami Jiro?" tanya Wilson yang terlihat tak kalah khawatir.


"Tuan Kagami Jiro masih berada di ruang ICU, Tuan. Dan dokter masih melakukan pemeriksaan dan penanganan terbaiknya." jawab Igor.


Tiba-tiba ponsel Igor berdering, dan pria yang sudah sukup lama bekerja menjadi asisten Kagami Jiro itu segera ijin untuk mengangkat panggilan itu. Sedangkan Wilson segera duduk di samping Yuna. Yuna masih tidak melihat kehadiran Wilson, karena saat ini yang berada di dalam fikirannya adalah Kagami Jiro.


"Yuna, apa kamu baik-baik saja?" ucap Wilson mulai memecah keheningan setelah beberapa saat.


Yuna mulai mendongak ke samping untuk melihat siapa yang sedang mengajaknya berbicara saat ini.


"Oh, Wilson. Maaf aku melamun dan tak menyadari kedatanganmu." ucap Yuna mencoba untuk tersenyum.


"Hhm. Aku baik-baik saja kok. Mereka tidak melukaiku. Tapi mereka malah melukai tuan Kagami Jiro." Yuna menyauti dengan raut wajahnya yang terlihat penuh dengan kesedihan dan penyesalan.


"Tuan Kagamk Jiro pasti akan baik-baik saja. Percayalah padaku, Yuna. Ehm ... tapi bagaimana kamu bisa diculik? Dan apakah saat itu kamu tak melihat Maki dan Jo untuk menolongmu?" tanya Wilson yang sebenarnya cukup penasaran.


Bagaimana segerombolan preman itu bisa menculik Yuna? Sedangkan di samping Yuna selalu ada pengawal transparan yang sudah ditugaskan untuk menjaga Yuna oleh Kagami Jiro. Dimana Maki dan Jo saat itu? Bahkan sampai saat ini mereka berdua belum ada kabar.


"Siapa Maki dan Jo?" tanya Yuna mengkerutkan kedua alis indahnya menatap Wilson.


Sebenarnya Wilson merasa begitu bingung harus menjawab bagaimana? Dan Wilson masih terlihat cukup ragu untuk berkata-kata kembali. Namun, belum sempat Wilson menemukan jawaban yang tepat, Yuna sudah memotongnya lagi.


"Saat itu aku keluar dari kampus dan sedang menunggu sebuah taxi untuk pergi ke butikku. Tak ada ada yang aneh saat itu, Wilson. Hanya saja, tiba-tiba laju taxi itu berubah dan malah pergi ke suatu tempat ... dan itu bukanlah arah ke butikku. Aku mulai menegur supir taxi itu, tapi dia malah membiusku saat itu dan membuatku tak sadarkan diri. Disaat aku sadar, aku sudah berada di dalam bangunan tua itu dengan kondisi terikat. Dan aku juga mulai melihat tuan Kagami Jiro yang dipaksa untuk tidak melawan saat para preman itu menyerangnya, atau jika tuan Kagami Jiro melawannya ... maka mereka mengancam akan menembak kepalaku saat itu." ucap Yuna menceritakan semua itu kepada Wilson.


Hhm ... tuan Kagami Jiro bahkan rela untuk memilih pilihan itu. Tuan Kagami Jiro rela untuk tidak melawan para berandalan itu dan hanya menerima setiap serangan dari para berandalan itu? Itu artinya kali ini tuan Kagami Jiro tidak main-main dan perasaan tua Kagami Jiro benar-benar tulus untuk Yuna ya ... hhmm ... jika memang seperti itu, maka aku akan merasa lebih tenang untuk melepaskan Yuna.

__ADS_1


Batin Wilson dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Terlihat begitu dingin, namun ada sedikit kehangatan yang terpancar dari sepasang matanya yang tajam namun teduh.


"Lalu siapa Maki dan Jo itu, Wilson?" tanya Yuna kembali.


Wilson tersenyum hangat dan menunduk menatap kedua jemarinya yang saling bertaut satu sama lain.


"Yuna. Sebenarnya Maki dan Jo adalah pengawal khusus yang sudah diperintahkan oleh tuan Kagami Jiro untuk menjagamu. Namun aku tak tau, mengapa kali ini Maki dan Jo malah menghilang. Dan sampai saat ini mereka juga belum kembali." jawab Wilson seadanya.


"Pengawal khusus?" Yuna mengerutkan keningnya lagi menatap wajah sisi samping Wilson.


"Yeap. Tuan Kagami Jiro ingin selalu memastikan dirimu selalu terlindungi. Dia sangat ingin menjagamu." Wilson mulai memiringkan kepalanya dan mulai menatap Yuna.


"Selama ini hal seperti ini belum pernah terjadi Yuna. Tuan Kagami Jiro hanya seperti ini kepadamu saja. Dan aku rasa kali ini dia sangat serius kepadamu." ucap Wilson yang semakin membuat Yuna merasa sesak karena mengingat perlakuan para berandalan yang yang sudah menyerangnya beberapa saat yang lalu.


Sebenarnya kenyataan ini cukup membuat Wilson merasa sesak. Karena kali ini Wilson harus mundur dan mengalah.


Tiba-tiba saja seorang pria dengan almamater putih kebanggaannya mulai keluar dari ruang ICU bersama seorang perawat. Raut wajahnya terlihat penuh dengan keputus asaan. Yuna yang tak sabaran segera menghampiri dokter pria itu.


"Dokter bagaimana keadaan tuan Kagami Jiro?" tanya Yuna tak sabaran.


"Maafkan kami, Nona. Tapi kami sudah melakukan yang terbaik."


BLARRR ...


Seperti ada sebuah halilintar yang menyambar Yuna saat ini dan membuatnya seakan berhenti bernafas.


Tidak mungkin! Bagaimana orang sekuat Kagami Jiro bisa pergi begitu saja. Ini pasti tidak benar! Mereka pasti hanya berbohong bukan? Ini tidak mungkin!


Batin Yuna yang menolak kebenaran itu.


"Nona Yuna, silakan masuk dan melihat tuan muda Kagami Jiro di dalam untuk yang terakhir kalinya." ucap dokter itu lagi

__ADS_1


__ADS_2