Casanova In Love

Casanova In Love
Pesta Pertunangan Yang Dihancurkan Jessy


__ADS_3

Seorang pria paruh baya mulai melenggang memasuki apartemen Azabu didampingi oleh sang istri. Keduanya mengenakan pakaian yang sangat rapi dan berkelas.


Di belakangnya sudah ada seorang pemuda tampan dengan pakaiannya yang juga super rapi dan begitu harum. Senyumnya selalu menghiasi wajah tampannya seolah hari ini adalah menjadi hari paling bahagia untuknya. Rambutnya yang lurus dan hitam diberikan sedikit minyak rambut dan disisir dengan rapi ke belakang.


Membuat tingkat ketampanannya meningkat drastis! Semua gadis yang memandangnya tak akan mampu untuk berpaling darinya, karena pria itu sangat menawan dan bersinar.


Di masing-masing sisi pemuda itu sudah didampingi oleh seorang pemuda dan seorang gadis yang sangat manis. Gadis manis itu mengenakan sebuah dress berwarna cream dan memberikan kesan yang begitu ceria. Sementara pemuda satunya juga mengenakan setelan yang tak kalah rapi.


Di belakangnya lagi sudah ada beberapa pengawal keluarga yang juga sudah berpakaian dengan rapi dan membawakan beberapa bingkisan yang dihias dengan begitu cantik hingga sedemikian rupa.


Mereka adalah keluarga besar Kagami Jiro yang akan bertamu di rumah Yuna dan akan melakukan lamaran untuk Yuna. Namun acara kali ini dilakukan di aula apartemen Azabu dan akan digelar dengan begitu mewah dan spektakuler.


Bagaimana tidak? Putra pertama keluarga Kagami akan melakukan lamaran sekaligus tunangan. Dan tentu saja semua itu harus dilakukan dengan perayaan yang besar.


Sebenarnya pihak keluarga Yuna hanya menginginkan sebuah pesta kecil-kecilan saja, karena ini masih hanya lamaran dan tunangan. Jika pertunangan saja sudah begitu mewah seperti ini, lalu bagaimana dengan pesta pernikahan mereka? Pastinya akan lebih wow dan spektakuler!


Seorang gadis dengan balutan gaun caramel peach kecoklatan yang menjuntai hingga sampai lantai dan memiliki desain bagian tangan yang sedikit rendah terlihat sudah bersama dengan kedua orang tuanya menyambut tamu-tamu lainnya.


Rambutnya yang sudah mulai memanjang dan sedikit bergelombang di gerainya begitu saja, dan terlihat begitu indah.


"Hai ..." Kagami Jiro mulai menyapa gadis yang tak lain adalah Yuna.


Senyum mengembang menghiasi wajah keduanya saat ini selama beberapa saat, seolah di dunia ini hanyah ada mereka berdua saja. Yang lain tak terlihat.


Acara demi acara berlangsung dengan begitu lancar, hingga akhirnya Kagami Jiro dan Yuna mulai bertukar cincin. Tak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, Kagami Jiro begitu bahagia tak terhingga.

__ADS_1


Begitu juga dengan Yuna yang mulai merasakan rasa nyaman saat bersama dengan Kagami Jiro, terlebih semenjak kejadian penculikan saat itu yang membuat Kagami Jiro terluka cukup parah karena berusaha untuk melindungi Yuna.


"Yuna, selamat ya ..." Jonathan kini sudah datang dan memberikan selamat untuk Yuna dan Kagami Jiro.


"Terima kasih, Jonathan!" sahut Yuna dengan senyum lebar.


"Hhm. Sama-sama!" Jonathan menyauti dan terlihat juga sedang berbahagia karena melihat sahabatnya sudah menemukan kebahagiaan. "Selamat, Tuan Kagami Jiro." kini Jonathan mulai beralih menatap Kagami Jiro dan mengajaknya untuk berjabat tangan.


"Hhm. Terima kasih." sahut Kagami Jiro membalas uluran tangan Kagami Jiro.


Namun tiba-tiba Igor mulai datang dengan langkah yang terburu dan segera menghampiri Kagami Jiro dan membisiki Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai mengkerutkan keningnya dan terlihat begitu santai.


"Biarkan saja dia masuk!" perintah Kagami Jiro dengam tenang dan tegas.


"Tapi, Tuan ..." sela Igor yang sedikit kurang setuju dengan perintah Kagami Jiro, karena Igor sangat khawatir tamu itu akan membuat masalah dan menghancurkan pesta pertunangan sang bos.


"Tidak masalah. Suruh masuk saja!" Kagami Jiro masih menyauti dengan begitu santai dan tak terlihat sedikitpun kekhawatiran tergambar pada wajah tampan itu.


"Baik, Tuan." sahut Igor lalu segera melenggang dan pergi kembali.


Yuna lebih memilih untuk diam saja, karena saat ini Yuna masih tak terlalu mengetahui sepenuhnya tentang semua urusan Kagami Jiro. Pastinya begitu banyak hal yang akan diurus oleh Kagami Jiro, dan semua akan diketahui dan dipahami oleh Yuna dengan seiring berjalannya waktu.


Yuna terlihat sedang asyik berbincang kembali dengan Jonathan disaat Kagami Jiro sedang berbincang dengan Igor.

__ADS_1


Sebuah pertunjukan besar akan segera dimulai dan akan menjadi hiburan untuk semua orang ... huft ... jangan salahkan aku ... karena ini adalah salahmu yang bodoh dan sudah berusaha untuk menipuku dengan kebohonganmu!


Batin Kagami Jiro yang masih terlihat begitu santai dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke dalam saku celananya dengan begitu rapi.


Setelah beberapa saat, mulai terlihat seorang gadis cantik yang datang dengan langkah yang begitu teburu dan terlihat begitu tak sabaran untuk segera menghampiri Kagami Jiro.


Pakaiannya sungguh begitu ketat, hingga semua bentuk dan lekuk tubuhnya sangat terlihat dengan jelas, termasuk perutnya yang sudah menjadi sedikit buncit.


Sepasang matanya menatap Kagami Jiro dengan tatapan memelas, namun akan sangat tajam ketika menatap Yuna yang bahkan Yuna sama sekali tak mengenali gadia itu sebelumnya.


"Jiro!! Apa maksud dengan semua ini?! Bukankah kamu mengatakan padaku akan bertanggung jawab kepadaku dan akan segera menikahiku?" gadia yang tak lain adalah Jessy berkata dengan begitu lantang dan membuat beberapa tamu undangan mulai beralih menatap mereka berdua.


Yuna dan Jonathan yang berada tak jauh dari mereka juga berbalik dan mulai beralih menatap gadis cantik itu yang sudah berdiri tepat di hadapan Kagami Jiro.


Bahkan kedua orang tua Yuna dan kedua orang tua Kagami Jiro mulai sedikit mendekati mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Karena para tamu undangan sudah mulai saling berbisik dan saling beradu argumentasi.


"Jawab aku, Jiro! Bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk bertanggung jawab atas semua perbuatanmu kepadaku?! Anak ini ... adalah anakmu!!" ucap Jessy masih dengan suara yang begitu lantang.


Kagami Gumi dan Aiko mulai mendatangi mereka karena begitu marah sekaligus malu terhadap perbuatan Kagami Jiro.


"Jiro! Apa itu semua benar? Mengapa sikapmu begitu memalukan dan sangat tidak gentle seperti ini?! Laki-laki seperti apa kau ini?!" Kagami Gumi terlihat sudah dipenuhi dengan amarah, hingga wajahnya yang putih dan sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus itu menjadi merah padam. "Sungguh memalukan sekali!!"


Aiko mulai mendekati Kagami Jiro dan menatap lekat putra pertamanya, "Sayang, katakan pada ibu. Apa yang dikatakan oleh nona itu adalah benar?"


"Nyonya ... aku tidak berbohong. Anak ini adalah anak dari Kagami Jiro dan ini adalah cucumu, Nyonya." Jessy mulai mendekati Aiko dan mengelus pelan perutnya.

__ADS_1



__ADS_2