
"Cepat tentukan pilihanmu!" perintah Kagami Jiro dengan seringai manisnya yang membuat Yuna tak memiliki pilihan lain kecuali untuk membuatkan pakaian untuk Kagami Jiro.
Yuna segera berlalu dengan kesal dan lekas mencari sesuatu di dalam laci meja. Setelah beberapa saat, Yuna sudah kembali lagi dengan membawa segulung clotes meter / meteran kain berwarna baby blue.
Tak lupa Yuna juga menyiapkan sebuah buku dan pena untuk mencatat hasil pengukuran. Karena akan ada banyak ukuran yang perlu diambil sehingga tidak hanya bisa mengandalkan ingatan saja. Terlebih setiap orang akan memiliki ukuran yang berbeda-beda.
"Cara mengukur baju akan sangat memengaruhi hasil jadi dari baju yang akan dijadikan menjadi sebuah karya. Untuk itu, proses pengukuran harus dilakukan dengan hati-hati, teliti dan sangat teliti. Permisi, Tuan." Yuna meminta ijin terlebih dahulu kepada Kagami Jiro, meskipun dia masih begitu kesal terhadap pria itu. Namun tentu saja dia akan merasa tidak enak jika menyentuh beberapa bagian tubuh Kagami Jiro tanpa permisi terlebih dahulu.
"Hhm. Kau harus mendapatkan ukuran yang akurat bukan? Apa perlu aku membuka bajuku?" celutuk Kagami Jiro dengan wajah polosnya, dan saat ini seketika dia tak terlihat jika dia adalah pria berdarah dingin pemimpin dari Doragonshadou yang begitu fenomenal dan legendaris.
"Ah ... tid-tidak perlu, Tuan!" sergah Yuna sedikit membelalak menatap Kagami Jiro.
"Bukankah kau ingin mendapatkan ukuran yang akurat? Aku akan melepas pakaianku jika memang diperlukan." ucap Kagami masih dengan datar.
"Tidak perlu, Tuan." Yuna mengkerutkan keningnya dengan ekspresi begitu memohon agar Kagami Jiro tak membuka pakaiannya kembali.
"Tapi kenapa?"
"Karena itu ... karena itu akan membuatku merasa sedikit tidak nyaman. Dan seperti ini saja aku sudah bisa mengukurnya dengan baik kok." ucap Yuna dengan cepat namun intonasinya begitu rendah.
"Baiklah. Terserah kau saja. Lakukan pengukuran dengan baik, jangan sampai pakaian yang kau buat untukku sesak atau terlalu besar saat aku pakai." ucap Kagami Jiro dengan nada tegas kembali.
Yuna sedikit melirik Kagami Jiro dan sedikit mendengus karena kesal. Namun akhirnya dia memulai pengukurannya.
__ADS_1
Kini Yuna mulai membuka meteran pita berwarna baby blue itu dan mengawalinya dengan mengukur bagian leher untuk kemeja yang akan dia ciptakan untuk Kagami Jiro.
Yuna terlihat begitu fokus dan mulai mengukur di sekeliling pangkal leher Kagami Jiro untuk tempat kerah kemeja biasanya menyandar. Yuna mulai meletakkan ujung pita pengukur pada bagian depan leher Kagami Jiro dan membalutkan di sekelilingnya sampai kedua ujungnya saling bertemu. Kemudian Yuna mulai menariknya erat dengan lembut dan mulai mengukurnya.
Setelah gadis cantik itu mendapatkan angka dari pengukurannya itu, dia mulai menulis hasil pengukurannya yang sudah dia dapatkan ke dalam sebuah buku yang sudah dia siapkan.
Selanjutnya, Yuna mulai mengukur bagian leher Kagami Jiro. Dan kali ini Yuna terlihat lebih fokus dan serius melakukan pengukuran. Karena bagian ini sangat penting, karena merupakan bagian masuk kepala pada sebuah baju.
Yuna mulai mengukur bagian bawah leher Kagami Jiro. Yuna melingkarkan meteran pita mengelilingi leher Kagami Jiro hingga turun tepat di tengah-tengah tulang selangka. Setelah itu Yuna mulai mencatat kembali hasil pengukurannya di dalam buku yang masih tergeletak di atas meja dalam keadaan yang masih terbuka. Tak lupa dia menambahkan ukuran 0,5 cm agar lubang leher tidak terlalu sesak nantinya.
Yuna selalu saja melakukan pekerjaannya dengan begitu serius, sementara Kagami Jiro terus saja mengamati wajah ayu nan tegas itu yang bahkan sama sekali tidak menatapnya sama sekali saat gadis itu melakukan pengukuran.
Selanjutnya Yuna mulai mengukur bagian dada bidang Kagami Jiro. Sebenarnya pengukuran ini bisa dibilang adalah cara mengukur baju di bagian tersulit. Ini karena pada dasarnya, dada manusia memiliki kontur naik turun.
Belum lagi, bentuk dada pria dan wanita jelas berbeda. Dan jujur saja, bagi Yuna melakukan pengukuran untuk seorang wanita akan lebih sulit jika dibanding dengan melakukan pengukuran dada terhadap seorang pria.
Kagami Jiro tersenyum samar dan mulai membuka sedikit kedua tangannya tanpa banyak protes.
Kini Yuna mulai melingkarkan meteran pita mengelilingi dada bidang Kagami Jiro. Yuna melewatkan meteran pita di bawah ketiak Kagami Jiro kemudian ke arah dada. Yuna memilih bagian dada yang paling tinggi agar hasil jadi baju tidak sesak saat digunakan.
Lagi-lagi Kagami Jiro masih saja menatap gadis ayu yang sedang fokus dalam melakukan pekerjaannya itu .
Akhirnya Yuna melanjutkan mencatat hasil pengukurannya untuk lebar dada di dalam buku itu itu. Selanjutnya Yuna mulai mengukur bagian pinggang. Kini Yuna mulai melingkarkan meteran pita pada bagian pinggang (tempat menggunakan celana).
__ADS_1
Dan sebenarnya setiap kali melakukan pengukuran dan melakukan kontak bersama Kagami Jiro, membuat Yuna sedikit gugup. Karena Kagami Jiro selalu saja menatapnya. Namun perasaan itu semua segera ditangkisnya dan Yuna mencoba untuk profesional.
Fokuslah, Yuna! Jangan kau pedulikan mata licik itu!
Batin Yuna menyemangati dirinya sendiri.
Selain pinggang, kini Yuna juga harus mengukur bagian pinggul Kagami Jiro. Pinggul terletak kurang lebih 15 cm di bawah pinggang.
"Tolong buka sedikit kaki, Tuan!" ucap Yuna yang sudah bersiap untuk mengukur pinggul Kagami Jiro.
Tanpa membantah, Kagami Jiro segera melakukan yang disuruh Yuna dengan begitu cepat. Kini Kagami Jiro masih dalam posisi berdiri dengan kedua kaki terbuka kurang lebih 15 cm. Setelah itu, Yuna mulai melingkarkan meteran pita mengelilingi ukuran pinggul yang terlebar seorang Kagami Jiro.
Setelah mendapatkan ukuran itu, Yuna segera menulisnya kembali di bukunya. Lalu Yuna mulai mengukur lengan Kagami Jiro yang begitu kekar dan besar.
"Tuan Kagami Jiro, tolong tekuk siku tangan kemudian letakkan tangan pada pinggul ..." ucap Yuna menginstruksi.
Lagi-lagi seorang Kagami Jiro dengan patuh melakukan hal yang diperintahkan oleh Yuna. Dan apa kalian tau, jika saja Kagami Jiro sedang memesan beberapa pakaian kepada desainer, biasanya dia akan memberikan contoh pakaiannya saja untuk desainer itu untuk mencontek ukurannya.
Kagami Jiro kurang bersabar jika harus menunggu desainer mengukur ukuran tubuhnya satu persatu untuk membuat pakaian untuknya. Dan itu membuatnya begitu bosan dan uring-uringan.
Kini Yuna mulai mengukur mulai dari bahu, siku, dan pergelangan tangan Kagami Jiro. Dan tentu saja cara mengukur seperti ini akan menghasilkan angka yang lebih akurat dibandingkan jika merentangkan tangan.
Setelah mendapatkan hasil ukuran, Yuna segera mencatatnya kembali di dalam buku ber-cover putih itu.
__ADS_1
Terakhir, Yuna mulai mengukur panjang baju Kagami Jiro. Yuna mulai mengukur mulai dari bagian bahu tertinggi Kagami Jiro. Kemudian dia mulai mengurutkan meteran pita hingga mencapai pinggang Kagami Jiro.
Wajah ayu nan tegas itu terlihat begitu berkonsentrasi penuh setiap kali melakukan pengukuran agar mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. Tidak seperti Kagami Jiro yang selalu berwajah nakal saat Yuna sedang melakukan pekerjaannya.