Casanova In Love

Casanova In Love
Tantangan Dari Sam


__ADS_3

"Untuk memenangkan sebuah permainan Blackjack, kita tidak hanya membutuhkan keberuntungan atau kesempatan, Jiro. Tetapi kita juga harus memiliki sebuah strategi." ucap Yukimura disertai dengan senyuman lebarnya.


"Kau sungguh keren, Yukimura! Dan sepertinya kau lebih ahli dariku! Kau keren!" ucap Kagami Jiro begitu takjub melihat keahlian Yukimura saat bermain kasino blackjack meskipun baru 2 kali mengalahkannya. Namun Kagami Jiro memiliki insting jika Yukimura memang berbakat dalam permainan itu.


Sebenarnya sebelumnya Yukimura seringkali melakukan permainan permainan kasino blackjack saat dia masih menjadi salah satu dari Death eyes. Dan ketua klan Taki sering menggunakan Yukimura sebagai pacuan kudanya untuk berjudi di berbagai tempat judi dan meraup uang dalam jumlah yang cukup besar.


Apakah Kagami Jiro mengetahui itu semua? Dan akan menggunakan Yukimura untuk melakukan hal yang sama untuk memanfaatkan keahlian Yukimura?


"Tidak, Jiro! Kau berlebihan. Gyahahaha ..." sahut Yukimura tertawa lebar.


"Kau memang hebat, Yukimura! Aku baru melihatmu bermain, namun instingku mengatakan kau pemain blackjack yang tak mudah untuk dikahkan! Bahkan kau sudah 2 kali mengalahkanku!" ucap Kagami Jiro menepuk bahu Yukimura yang sudah begitu besar dan kekar.


Karena aku memang salah satu pemain blackjack andalan dari Death Eyes, Jiro!


Batin Yukimura tersenyum samar dan memilih untuk menyembunyikannya keahliannya dari Kagami Jiro.


BRRAAK ...


Tiba-tiba terdengar sebuah kericuhan yang berasal dari meja sebelah. Terlihat seorang pria berambut hitam jabrik sedang membuat sebuah kericuhan dan menggebrak sebuah meja.


"Gyahaha ... tidak adakah disini seseorang yang berani melawanku untuk bermain lagi? Apakah kalian yang berada disini begitu takut padaku untuk bermain kasino black jack bersamaku? Gyahahaha ... ya ya ya ... karena memang aku adalah seorang raja dari segala jenis permainan kasino!" ucapnya begitu sombong dan penuh percaya diri.


Pria itu berkacak pinggang dan menatap seisi ruangan ini, namun tak ada salah satu dari mereka yang menjawab dan menerima tantangan dari pria itu.


"Dasar kalian semua payah! Tidak ada yang berani bermain denganku ya?! Lebih baik kalian pulang saja dan bersembunyi dalam ketiak ibu kalian saja! Bermain bersamaku saja takut!" ucap pria itu lagi dengan nada suara meremehkan.


Kagami Jiro yang mulai kesal, kini segera bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang mendekati pria itu yang sedang bersama gadis dealer lainnya.


"Katakan! Siapa yang mau melawanku?!" ucap pria itu itu lagi dengan suara yang lebih melengking dan menggelegar seisi ruangan.

__ADS_1


"Kami yang akan melawanmu dan mengalahkanmu!" tandas Kagami Jiro dengan penuh percaya diri dan menatap tajam pria itu.


Pria dengan gaya rambut jabrik hitam itu mulai memperhatikan Kagami dengan seksama dan memicingkan sepasang matanya.


Baiklah. Tetapi aku hanya akan mau bermain jika uang yang kau pertaruhkan adalah nominal yang cukup besar!' tandas pria itu sambil berkacak pinggang menatap Kagami Jiro.


"Baiklah!! Aku akan bertaruh 1 juta yen ( kira-kira 240 juta rupiah) dalam setiap permainaan. Apa itu cukup untukmu?" sahut Kagami Jiro .


"Gyahahaha ... baiklah! Ayo main!" ucap pria itu dengan tawa renyahnya.


"Baik. Ayo ikut denganku dan main bersama temanku!" ucap Kagami Jiro mulai berbalik dan melenggang mendekati Yukimura.


Sedangkan Yukimura menatap Kagami Jiro sedikit mengangkat kedua alisnya.


Dasar, Jiro! Bisa-bisanya dia menerima tantangan dari pria itu dan malah menyuruhku bermain begitu saja! Apalagi yang dipertaruhkan bukanlah nominal yang kecil. Dan lagi, dia kan baru dua kali melihatku bermain kasino black jack dan mengalahkannya! Jiro-Jiro! Untung saja aku bisa bermain dan tak akan membuatmu malu karena menerima tantangan dari cecunguk itu!


Sementara Kagami Jiro hanya tersenyum misterius menatap Yukimura, dan terlihat begitu percaya diri dan yakin jika Yukimura akan mengalahkannya dengan mudah.


Kagami Jiro segera kembali ke tempat duduknya dan diikuti oleh pria itu.


"Hallo, Mandy!" sapa pria itu kepada dealer cantik Mandy yang ternyata mereka berdua sudah saling mengenal.


"Hallo, Sam!" balas Mandy dengan begitu ramah.


"Baiklah. Sekarang pilihlah dealer manapun yang kau mau untuk menemani kita bermain!" ucap Kagami Jiro kepada Sam.


"Aku memilih Mandy saja yang sudah berada di depan mata! Sekalian mencuci mata!!" ucap Sam dengan mata nakalnya menatap bagian dada Mandy yang memang sedikit terbuka.


Yeap, seragam kerja para dealer disini memang begitu terbuka. Dress hitam berbahan mengkilap yang dipakai itu memiliki desain yang begitu rendah pada bagian dada, juga bagian bawahnya juga memiliki desain seperti pakaian renang dengan bentuk V. Dress itu tanpa lengan dan hanya menggunakan sebuah pita yang melilit pada bagian lehernyam

__ADS_1


Laki-laki hidung belang manakah yang bisa tahan menerima suguhan menarik dan begitu indah itu? Meskipun hanya untuk sekadar mencolek atau memeluknya saja. Terlebih para gadis itu memang memiliki paras yang cantik dan juga berbadan indah.


"Baiklah! Kalau begitu cepat mulai saja permainan ini! Bagi kartunya untuk mereka, Mandy!" perintah Kagami Jiro mulai duduk bersantai dan sedikit menyadarkan tubuhnya ke belakan.


"Baik, Tuan Kagami Jiro." Mandy menyauti dengan tersenyum manis dan mulai mengocok kartu itu dengan begitu indah dan kartu itu terlihat seakan sedang menari-nari dan berpindah dari sisi satu ke sisi lainnya lagi.


Setelah beberapa saat melakukan riffle suffle, dealer cantik bernama Mandy itu mulai membagikan kartu untuk Sam, Yukimura dan untuk dirinya sendiri.


Yukimura mulai mengambil kartu miliknya dengan begitu berhati-hati. Begitu juga pria bernama Sam itu, dia juga terlihat sedang mengambil dan melihat kartunya denga kening berkerut, namun akhirnya dia memasang senyuman meremehkan.


"Hit!" ucap Sam dengan cepat setelah dia melitah kedua kartu miliknya.


Gadis dealer bernama Mandy itu kini segera memberikan sebuah kartu untuk Sam.


"Hit! Berikan kartu untukku, Cantik!" ujar Yukimura yang ternyata juga memilih untuk mengambil kartu lainnya lagi.


"Hit! Berikan lagi untukku, Mandy!" perintah Sam sambil memegang ketiga kartu miliknya dengan posisi sedikit saling bertumpuk dan hanya menampakkan sisi ujung kanannya saja.


"Baik, Tuan Sam!" Mandy mulai menyodorkan sebuah kartu dalam posisi yang terbalik dan tidak terlihat isi di dalamnya.


Dengan cepat Sam segera mengambil dan mulai melihatnya dengan hati-hati. Lagi-lagi keningkan dibuat semakin berkeru, hingga dia memutuskan untuk mengambil kartu lainnya lagi.


"Hit!" ucapnya masih dengan kening yang berkerut.


"Baik, Tuan Sam!" Mandy tersenyum tipis dan mulai menyodorkan sebuah kartu lagi untuk Sam. "Bagaimana denganmu, Tuan Yukimura?" kini Mandy beralih menatap Yukimura yang masih terdiam menatap kartu miliknya dengan begitu tenang.


"Hit! Berikan untukku sekarang!" perintah Yukimura dengan tenang dan terdengar tegas.


"Dengan senang hati, Tuan Yukimura." Mandy kembali memperlihatkan lesung pipinya yang begitu dalam dan mulai memberikan sebuah kartu untuk Yukimura.

__ADS_1


__ADS_2