
"Tapi aku tak bisa membuka kunci ponselku! Tuan pasti sudah merubah kata sandi kuncinya bukan?" tuduh Yuna sembari meletakkan secangkir capuccino yang baru diminumnya sekitar dua atau tiga teguk saja di atas meja.
"Ya, kau benar sekali. Aku memang merubahnya. Kau bisa merubahnya kembali nanti." jawab Kagami Jiro dengan begitu santai masih dengan kedua tangan yang saling disilangkan di depan dadanya.
"Apa kata sandi yang baru?" tanya Yuna tak sabaran.
"Baiklah. Dengarkan aku baik-baik dan segera masukkan dengan benar dan hati-hati!" tandas Kagami Jiro dengan santai namun masih cukup keren. "Karena ini sungguh sangat rahasia." imbuhnya memelankan sedikit suaranya.
Yuna memasang pendengarannya baik-baik dan bersiap untuk mulai mendengarkan Kagami Jiro. Sementara sepasang manik-maniknya masih menatap ponsel yang masih berada pada genggaman tangannya.
"I ... love ... you ..." ucap Kagami sedikit mengeja perkataannya.
Nah loh ... spontan saja ucapan dari Kagami Jiro membuat Yuna seketika membeku dan mengernyitkan keningnya. Sepasang alis indahnya berkerut saling berdekatan.
Dan kini Yuna mulai beralih untuk menatap Kagami Jiro yang masih saja duduk dan menatapnya dengan senyuman manisnya yang menghiasi wajah rupawan itu.
"Apa maksudnya?" celutuk Yuna tak mengerti.
"Aku bilang i ... love ... you ..." ucap pria dengan sejuta pesona itu kembali tanpa lelah untuk selalu memamerkan senyuman menawannya.
Yuna menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan sedikit tertawa singkat, "Tuan aku sedang menanyakan pasword baru untuk membuka ponselku."
"Hhm ... bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu?" sebuah pertanyaan dengan intonasi yang begitu manis dilontarkan oleh Kagami Jiro. "Apa aku harus mengatakannya tepat di dekat daun telingamu agar kau bisa mendengarnya dengan baik?"
Yuna semakin mengkerutkan keningnya dan berusaha untuk mencerna ucapan dari Kagami Jiro kembali.
"Hhm. Baiklah. Karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan mengatakannya sekali lagi. Sekarang kemarilah ..." Kagami Jiro menepuk-nepuk tempat duduk disebelahnya dan berharap Yuna akan segera berpindah tempat duduk di sampingnya.
Yuna masih menatap Kagami Jiro dengan mata yang mulai menyipit dan mencoba memasukkan pasword dengan kata i love you. Hingga akhirnya sebuah senyuman tipis mulai menghiasi wajah ayunya, karena kini ponsel itu mulai terbuka kunci layarnya.
"Gadis yang cerdas ..." puji Kagami Jiro dengan tulus.
__ADS_1
"Tentu saja! Kalau aku tidak cerdas, mana bisa aku memasuki FIT yang begitu bergensi!" celutuk Yuna yang sekali-kali meninggi di hadapan pria sok sempurna itu. Eh, tapi ini menurut Yuna lo ya. Bukan author-nya ...
Mendengar ucapan dari Yuna, membuat Kagami Jiro tersenyum semakin nyata dan terlihat begitu berbinar.
"Baiklah, kalau begitu aku akan segera pulang. Terima kasih sebelumnya." ucap Yuna lalu bangkit dan berniat untuk segerq meninggalkan apartemen ini.
"Tunggu sebentar!" sela Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan menghadang Yuna. "Aku akan berganti pakaian sebentar lalu mengantarmu pulang."
"Tidak perlu, Tuan. Aku akan pulang dengan naik taxi saja." tolak Yuna dengan santai.
"Okay. Buka saja pintunya kalau bisa. Jika kau berhasil membuka pintunya, maka kau boleh pulang sendiri. Namun jika tidak bisa, maka aku yang akan mengantarmu pulang." celutuk Kagami Jiro dengan santai dan tersenyum menawan melirik Yuna lalu melenggang begitu saja meninggalkan Yuna.
"Ishh ... tentu saja aku akan berhasil membukanya!" Yuna mengerucutkan bibirnya dan menatap kesal Kagami Jiro yang mulai berlalu meninggalkannya.
Sementara Yuna mulai melenggang dan mendatangi pintu keluar dan dengan santainya Yuna mulai menarik handle pintu itu.
GREEGG ...
"Haishhh ... sial! Pria licik itu pasti sudah merencanakan semua ini!" Yuna mendengus kesal dan akhirnya memutuskan untuk kembali lagi memasuki ruang tamu apartemen mewah ini.
Tak ada pilihan lain selain hanya menunggu Kagami Jiro yang masih berganti pakaian saat ini. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Kagami Jiro mulai datang kembali dengan memakai long neck sweater berwarna broken white kombinasi garis warna dark navy. Lalu mengenakan coat berwarna hitam.
Menyadari Yuna yang masih terlihat duduk dengan manis di sofa ruang tamu, membuat Kagami Jiro tersenyum tipis dan merasa sangat gemas.
"Bagaimana? Apa kini kau sudah berubah pikiran dan ingin aku untuk mengantarmu?" tanya Kagami Jiro menggoda Yuna.
"Cih ... bukankah sudah pasti tuan Kagami Jiro sudah mengetahui semua jawabannya. Jadi kenapa masih bertanya padaku?!" sahut Yuna dengan nada kesal.
Kagami Jiro tersenyum mendengar ucapan dari Yuna, dan mulai melenggang mendekati pintu keluar. Yuna dengan cepat juga segera mengekori pria itu.
Namun betapa terkejutnya mereka berdua ketika mereka melihat Igor yang sedang berada di balik pintu dengan ekspresi yang begitu tegang. Terlebih ketika Kagami Jiro dan Yuna yang tiba-tiba saja keluar secara tiba-tiba seperti itu, sukses membuat Igor semakin tegang dan begitu kikuk.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan disini, Igor?!" selidik Kagami Jiro memicingkan sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu menatap asisten pribadinya itu.
"Itu ... uhm ... anu ... tuan ... tadi ..." ucap Igor sangat berantakan dan tak bisa berkata dengan baik.
"Apa kau sedang menguping disini?!" tuduh Kagami Jiro tanpa merubah pandangannya sama sekali menatap Igor.
"Tid-tidak, Tuan Jiro ... aku ... aku hanya ingin memberikan ini untuk tuan Jiro ..." ucap Kagami Jiro mulai menyodorkan sebuah surat dengan amplop coklat dan berukuran cukup besar.
"Apa ini?!" tanya Kagami Jiro sambil mombolak-balikkan amplop itu.
"Aku belum memeriksanya, Tuan." jawab Igor dengan nada rendah.
"Periksa semuanya!" Kagami Jiro menyerahkan amplop besar kecoklatan itu kepada Igor kembali dan mulai melenggang meninggalkan Igor. "Ayo, Yuna!"
Yuna masih menatap sinis Igor sebelum Yuna mulai mengekori Kagami Jiro. Karena sebenarnya Yuna masih sedikit kesal karena Igor yang sudah berani membohongi dirinya dan bekerja sama dengan Kagami Jiro saat berada di Heaven resort.
Langkah kaki Yuna dia percepat untuk mengejar dan mengimbangi Kagami Jiro, namun tiba-tiba saja Kagami Jiro menghentikan langkah kakinya dan mengakibatkan Yuna menabrak tubuh belakang Kagami Jiro.
DUUAKK ...
"Argghh ... mengapa berhenti mendadak?!" sungut Yuna sambil memegangi keningnya yang sedikit kesakitan karena menabrak tubuh belakang Kagami Jiro dengan cukup keras.
Kagami tak menjawab Yuna dan malah segera menarik tangan Yuna untuk merubah jalur perjalanan mereka dan memilih untuk menaiki eskalator lainnya. Dan sepertinya Kagami Jiro sedang menghindari untuk bertemu dengan seseorang.
"Ada apa?! Mengapa harus cepat-cepat hingga menarikku seperti ini?!" ucap Yuna saat mereka mulai memasuki elevator.
"Ada seorang gadis, dan aku tak mau berurusan dengannya lagi." ucap Kagami Jiro dengan jujur.
"Siapa? Apakah kekasih tuan? Jika seperti itu maka seharusnya tidak melarikan diri atau dia akan salah paham nanti." sahut Yuna menyarankan.
Kagami Jiro menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat begitu malas untuk menjawab ucapan dari Yuna.
__ADS_1