Casanova In Love

Casanova In Love
Kehadiran Aiko Dan Kagami Gumi


__ADS_3

Setelah puas bermain di Jeju Waterworld seharian, rombongan Kagami Jiro dari tim eksekutif Ruby Shine mulai membersihkan diri dan menikmati makan siang bersama.


Namun tiba-tiba ada seorang pria paruh baya dengan penampilannya yang begitu rapi dan terlihat sangat berwibawa dan tegas mulai melenggang ke arah meja rombongan itu.


Di sisinya ada seorang wanita paruh baya dengan penampilannya yang begitu elegan dan berkelas. Meskipun sudah tidak muda lagi, namun wanita paruh baya itu masih terlihat begitu cantik.


Di belakangnya lagi ada seorang gadis berwajah manis dengan penampilannya yang lucu. Sementara di sebelah gadis itu ada seorang pemuda yang juga berpenampilan formal, dan masih lengkap mengenakan coat hitamnya.


Mereka mulai menghampiri rombongan Kagami Jiro yang baru saja mau memulai makan siang bersama. Mereka yang sedang berada di meja, segera memberikan penghormatan saat menyadari kehadiran oleh keempat orang itu yang sangat berpengaruh di Ruby Shine maupun di negaranya.


"Selamat datang, Tuan Kagami Gumi, nyonya Aiko, tuan Kagami Yosuke dan nona Christal." salah satu dari mereka yang merupakan kepala HRD Ruby Shine mulai menyambut penuh hormat dan berdirinserra membungkukkan badannya.


Semua karyawan eksekutif lainnya juga mulai berdiri untuk memberikan sambutan, termasuk Kagami Jiro dan Yuna. Biar bagaimanapun Aiko dan Kagami Gumi adalah puncak tertinggi di dalam Ruby Shine, sekalipun mereka adalah kedua orang tua Kagami Jiro.


"Maaf jika kami sedikit terlambat. Pilot Airbus H225 Super Puma yang biasanya sedang berhalangan. Jadi kami sedikit membutuhkan waktu untuk menunggu pilot penggantinya." ucap Kagami Gumi lalu mulai duduk bergabung bersama dengan mereka, dan diikuti oleh Aiko, Yosuke dan Christal yang juga mulai duduk bersama dengan mereka.


"Tidak masalah, Papa. Padahal sebaiknya papa, ibu, Yosuke, dan Christal beristirahat saja di rumah." celutuk Kagami Jiro yang sebenarnya juga cukup terkejut karena keluarganya tiba-tiba saja menyusul pada acara keakraban Ruby Shine tahun ini.


"Apa maksudmu, Jiro sayang? Tentu saja kami juga butuh berlibur bersama." sahut Aiko dengan cepat dan mulai mengambil buku menu. "Dan kami juga mau berlibur bersama calon menantu pertama di keluarga Kagami." kali ini Aiko mulai beralih menatap Yuna dan tersenyum menggoda Yuna.


Yuna mulai tersipu karena malu mendengar ucapan dari Aiko.


"Ibu, baru datang jangan menggoda Yuna seperti itu. Lihatlah wajah Yuna sudah menjadi merah karena ibu." sahut Kagami Jiro memojokkan Aiko, namun sebenarnya itu hanyalah sebuah candaan saja.

__ADS_1


Yuna yang menjadi semakin tidak enak, kini segera menginjak kaki Kagami Jiro dan tersenyum terpaksa menatap Aiko dan yang lainnya.


"Ahhkk ..." pekik Kagami Jiro pelan dan sebenarnya bukan karena pijakan Yuna yang dirasakan sakit olehnya, namun karena Kagami Jiro sedikit terkejut.


"Ada apa, Jiro? Kamu kenapa?" kali ini Kagami Gumi mulai menatap putra pertamanya sedikit kebingungan.


"Ahhh ... maksudnya aku mau menambah untuk memesan salad, Papa." kilah Kagami Jiro dengan asal.


"Hhm. Baik, Kak Jiro. Aku akan memesankan untuk kakak." sahut Christal mulai memilih menu untuk makan siangnya juga. "Kakak ipar Yuna mau memesan sesuatu lagi?" kini Christal mulai beralih menatap Yuna yang kebetulan duduk di sebelahnya.


Christal terlihat begitu menyukai Yuna. Setiap bertemu dan menatap Yuna, Christal selalu saja terlihat begitu bersemangat dan sangat antusias. Dan mendapatkan panggilan baru dari Christal lagi-lagi membuat Yuna semakin kikuk karena merasa malu. Namun Yuna berusaha untuk bersikap tenang dan mulai menjawab pertanyaan dari Christal.


"Tidak, Christal. Terima kasih ..." jawab Yuna dengan ramah dan tersenyum hangat menatap calon adik iparnya.


Setelah keluarga Kagami melakukan pemesanan dan menunggu beberapa saat. Kini mereka mulai menikmati makan siang mereka. Menikmati makan siang sambil menikmati keindahan pantai di sisi lainnya cukup membuat suasana hati menjadi baik.


...⚜⚜⚜...


Sore ini Kagami Jiro mengajak Yuna untuk melihat Goa Manjanggul. Sebuah goa indah yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Goa Manjanggul ini juga wajib untuk dimasukkan ke dalam daftar destinasi saat di pulau Jeju, begitulah pemikiran Kagami Jiro.


Goa yang dibentuk lebih dari bertahun-tahun silam ini mempunyai tunnel lahar terpanjang di dunia, dengan lampu warna-warni yang menerangi bagian dalamnya.


Goa ini memiliki panjang mencapai 13 kilometer, namun untuk kunjungan umum, pihak setempat hanya membuat sampai 1 kilometer saja. Selain itu, para pengunjung juga diwajibkan untuk membawa jaket jika tidak tahan dengan cuaca yang begitu dingin.

__ADS_1


Karena pasalnya suhu di sekitar goa adalah antara 11 hingga 21 derajat. Cukup dingin dan akan membuat membeku.



"Whoaa ... ini indah sekali!!" gumam Yuna begitu takjub dan terus menatap sekitarnya, sebuah hoa indah dan dipenuhi dengan kelap-kelip lampu yang berwarna-warni.


Yuna mulai melenggang beberapa langkah dan mendahului Kagami Jiro. Gadis itu terus mengamati setiap tempat di dalam Goa Manjanggul ini yang sangat indah.


Yeap, meskipun sedikit gelap, remang-remang, dna dingin, namun tempat ini memang indah dan biasanya selalu ramai oleh pengunjung.


"Benar sekali! Kau memiliki pengawasan yang bagus rupanya!" ucap Kagami Jiro menggoda Yuna dan tertawa kecil lalu mulai menyusul Yuna kembali.


"Namun ... mengapa hanya ada kita disini? Dimana para pengunjung lainnya?" kali ini Yuna merasa sedikit aneh karena dari beberapa saat yang lalu hingga saat ini, tak ada satupun pengunjung lain yang Yuna lihat di dalam Goa Manjanggul ini.


Kagami Jiro mulai mengusap tengkuknya dan meringis, karena sebenarnya ini adalah salah satu dari perbuatannya. Kagami Jiro menyewa tempat ini selama beberapa saat, dan hanya boleh dimasuki oleh Yuna dan dirinya saja.


"Uhm ... mungkin saja para pengunjung lain sedang asyik menikmati keindahan pantai atau bermain di destinasi lainnya lagi, Yuna." jawab Kagami Jiro berkilah. "Sudahlah lebih baik kita menikmati wisata ini saja dan tidak usah memikirkan para pengunjung lainnya. Yuk ..." Kagami Jiro mulai meraih jemari Yuna untuk menggandengnya lalu mulai melenggang bersama.


"Dan sebenarnya aku sudah sangat lama ingin melihat tempat ini bersama denganmu, Yuna!" ucap Kagami Jiro lagi.


"Benarkah itu? Tapi bukankah kita baru saja bertemu?"


"Ya, memang benar. Hanya saja aku memang sangat ingin mengunjungi tempat ini bersama denganmu." jawab Kagami Jiro semakin mempererat genggamannya. "Dan apa kamu tau tentang kepercayaan di tempat ini, Yuna?" kali ini Kagami Jiro mulai berjalan dua langkah lebih cepat untuk mendahului Yuna, lalu mulai menghadap Yuna.

__ADS_1


"Apa?"


"Dua orang yang memiliki ikatan, dan mengunjungi tempat ini bersama ... mereka akan selalu hidup bersama-sama dan akan saling mencintai, jika mereka mengungkapkannya disini dan ... berciuman disini ..." ucap Kagami Jiro menatap lekat Yuna.


__ADS_2