Casanova In Love

Casanova In Love
Kagami Jiro Sakit 2


__ADS_3

Yuna mengerucutkan bibir mungilnya dan terlihat sedikit terima dengan ucapan dari Kagami Jiro. Namun kedua tangannya masih mengemudikan mobil faforit milik Kagami Jiro dengan sangat tegang dan kaku.


Sepasang manik-manik beningnya juga selalu menatap lurus ke depan karena masih belum terbiasa menyetir, hingga Yuna tak berani untuk mengalihkan pandangannya.


"Jangan bercanda! Mana bisa dikatakan janda, sedangkan kita saja belum menikah?!" sungut Yuna yang masih berkonsentrasi sepenuhnya saat mengemudikan Buggati Divo itu. "Dan aku juga tidak menginginkan kematianmu ... jika memang aku menginginkannya, maka aku sudah meninggalkan kamu saat itu juga ... saat kamu tak sadarkan diri, saat para preman menculikku malam itu."


Hening ... tak ada jawaban lagi dari Kagami Jiro, dan tentu saja hal ini sangat membuat Yuna cukup khawatir. Namun Yuna sama sekali tak berani mengalihkan pandangannya dari depan.


"Mengapa sekarang malah diam saja?" tanya Yuna lagi semakin merasa khawatir karena belum ada jawaban lagi dari Kagami Jiro. "Jawab aku ..."


Karena masih belum ada jawaban, akhirnya Yuna mulai menepikan mobil itu untuk melihat dan memastikan keadaan Kagami Jiro lagi.


Kagami Jiro terlihat sudah memejamkan sepasang matanya dan bersandar pada kursi samping kemudi. Dan ini membuat Yuna merasa begitu cemas dan khawatir.


"Apa kamu baik-baik saja?" Yuna sudah terlihat begitu panik dan sangat khawatir hingga mulai meraih kening dan pipi Kagami Jiro, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai membuka sepasang mata coklatnya kembali.


"Oh, Yuna ... aku masih bisa bertahan. Sekarang bawa aku secepatnya ke apartemenku." ucap Kagami Jiro setelah membuka matanya kembali.


"Oh ... i-iya ... baiklah." sahut Yuna dengan cepat lalu mulai mengemudikan mobil itu kembali untuk menujunke apartemen Kagami Jiro.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sudah sampai di apartemen dimana Kagami Jiro tinggal, Yuna mulai melakukan parkir di basement. Lalu Yuna mulai membantu Kagami Jiro turun dari mobil hingga memapah Kagami Jiro hingga akhirnya mereka mulai sampai di sebuah kamar di lantai 5.


Kagami Jiro mulai menempelkan jempol kanannya pada sebuah kotak kecil berwarna kebiruan yang berada di sebelah pintu masuk ke kamar apartemnnya. Setelah beberapa saat memindai, akhirnya kunci pintu itu mulai terbuka.


BIIPP ...


Yuna masih memapah Kagami Jiro dan mulai memasuki kamar apartemennya lalu membantu Kagami Jiro untuk duduk di sebuah sofa yang memanjang.

__ADS_1


"Katakan padaku, dimana obat itu?" tanya Yuna tak sabaran.


"Ada di kotak P3K di ruang sebelah. Kotak itu ada laci meja dan berada di dalam sebuah botol kaca bening. Tolong ambilkan obat itu untukku, Yuna ..." pinta Kagami Jiro yang sudah mulai memejamkan sepasang matanya lagi.


Tanpa menjawabnya, kini Yuna segera pergi ke ruangan sebelah dan segera mencari obat itu di dalam laci meja sesuai dengan yang sudah diberitahukan oleh Kagami Jiro.


Setelah beberapa saat, kini Yuna mulai datang kembali dan membawakan sebuah botol kaca kecil bening yang berisi dengan beberapa pil berwarna putih di dalamnya.


"Ini, cepat minumlah ..." ucap Yuna sambil memberikan obat itu kepada Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai membuka sepasang matanya dan menerima botol bening kecil yang berisi dengan beberapa pil putih itu, dan sebenarnya itu cukup membuat Kagami Jiro cukup terkejut, karena itu adalah pil KB miliknya.


"Oh ... uhm ... Yuna ... sepertinya kamu salah mengambil obat. Obat itu adalah berbentuk kapsul dan berwarna hijau lembut. Maaf karena aku kurang detail menggambarkan obat itu seperti apa." ucap Kagami Jiro merasa tak enak dengan Yuna.


"Baiklah, aku akan mengambilnya lagi." ucap Yuna lalu berlalu dengan langkah cepat menuju ke ruang sebelah lagi untuk mengambil obat yang dimaksud oleh Kagami Jiro.


"Huft ... sehurusnya aku tidak akan pernah memakai obat seperti ini lagi! Sebaiknya aku buang saja." gumam Kagami Jiro lalu mulai melempar obat itu ke dalam tong sampah di dalam kamarnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya Yuna sudah datang kembali lagi dengan membawa sebuah botol kecil bening yang berisi dengan beberapa kapsul berwarna hijau lembut di genggamannya.


"Ini. Sekarang munumlah!" ucap Yuna dengan tergesa dan segera memberikan obat itu untuk Kagami Jiro. Segelas air mineral juga mulai diberikan untuk Kagami Jiro untuk membantunya meminum obat.


Kagami Jiro mulai meminum obat itu dengan cepat dan Yuna mulai membantu meletakkan segelas air mineral itu di atas meja.


"Bagaimana? Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Yuna yang terdengar cukup konyol.


Bagaimana tidak konyol? Obat mana yang akan bereaksi secepat itu? Tak akan ada obat yang bisa memberikan reaksi hanya dalam beberapa detik saja.

__ADS_1


"Yuna, bahkan aku baru meminumnya 17 detik yang lalu. Tidak akan terasa hasilnya jika masih sebentar saja meminumnya, karena obat ini juga dibuat oleh seorang manusia." jawab Kagami Jiro yang sebenarnya cukup terhibur saat melihat Yuna yang terlihat cukup mengkhawatirkannya.


"Ohh ... benar juga ya. Sekarang beristirahatlah dulu di kamar. Ada sesuatu yang harus aku lakukan." ucap Yuna mulai mengalungkan lengan Kagami Jiro melingkar pada bahunya. "Aku akan mengantarmu ..."


"Ada yang sedang mau kamu lakukan? Di dalam kamar bersama denganku?" ucap Kagami Jiro sedikit membelalakkan matanya dan sedikit menoleh ke arah samping untuk menatap wajah ayu Yuna.


"Iya ... ayo ..." ucap Yuna masih dengan polos dan tidak menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh Kagami Jiro saat ini.


Padahal saat ini Kagami Jiro sudah berfikir entah sampai kemana-mana karena mendengar ucapan dari Yuna yang terdengar sedikit ambigu untuknya, seakan Yuna akan melakukan sesuatu dengannya di dalam kamar Kagami Jiro.


Kagami Jiro bisa hanya pasrah dan menuruti Yuna untuk membantu memapahnya menuju ke dalam kamarnya. Sebuah kamar yang begitu rapi, bersih dan harum kini mulai dimasuki oleh mereka berdua. Yuna bahkan memapahnya hingga sampai di pembaringan berukuran medium itu.


"Beristirahatlah dulu. Ada yang harus aku lakukan saat ini. Tunggulah sebentar ..." ucap Yuna setelah Kagami Jiri duduk di atas pembaringannya.


"Kau mau pergi kemana, Yuna?" dengan cepat Kagami Jiro mulai meraih tangan Yuna dan berhasil membuat Yuna tertahan selama beberapa saat.


Yuna hanya tersenyum hangat menatap pria yang pertama kali sudah mendapatkan hatinya itu, "Aku mau membuat makanan untuk kita. Kamu tunggu sebentar ya."


"Tidak usah. Aku akan memesan saja, atau meminta kepada Igor untuk mengantarnya untuk kita saja." sahut Kagami Jiro tak ingin semakin merepotkan Yuna.


"Tidak ... jangan lakukan itu. Kasihan tuan Igor. Saat ini pasti dia sedang beristirahat bersama istrinya. Lagipula ini sudah larut dan sudah bukan jam kerja lagi. Biarkan aku saja yang memasak."


"Tapi ..." sergah Kagami Jiro yang terlihat masih begitu keberatan.


"Kalau kamu menolak, maka aku akan meminta pernikahan kita diundur satu bulan lagi!" ancam Yuna, dan sebenarnya ini hanya sebuah gertakan saja agar Kagami Jiro membiarkannya untuk memasak sesuatu.


Mendengar ucapan dari Yuna membuat Kagami Jiro segera melepas tangan Yuna dengan hentakan yang terburu.

__ADS_1


"Baiklah ... masaklah sesuatu ..." ucap Kagami Jiro tak ada pilihan lain.


Yuna segera berbalik dan tersenyum tipis, lalu mulai melenggang meninggalkan kamar Kagami Jiro.


__ADS_2