
Tidak, Tuan. Aku hanya memperkirakan saja. Karena aku pernah melihat lokasi gudang tua dan hutan itu di dalam sebuah peta. Dan seingatku ada sebuah perkampungan arah barat daya dari gudang tua itu. Dan kebetulan ada sebuah jalan bawah tanah yang arahnya sama. Jadi aku berpikir desa itu akan ada di daerah sini."
Kagami tersenyum tipis mendengar ucapan dari gadis itu, "Kau gadis pintar rupanya!"
Mendapatkan pujian dari sang ketua utama Doragonshadou membuat Nara tersipu malu dan membuatnya terdiam. Bahkan dia kebingingungan mau berkata-kata untuk sesaat.
"Tu-tuan sendiri mengapa mengetahui jika di lorong bawah tanah ini ada beberapa jalan? Bahkan sangat mengetahui dengan detail dan ada tangga juga!" ucap Nara begitu penasaran.
"Hhm ... aku belum pernah datang ke tempat ini. Namun aku pernah mendengarkan cerita dari papaku mengenai lorong bawah tanah ini. Dan tidak aku sangka, cerita papa di saat itu sangat berguna untukku saat ini." Kagami Jiro menyauti dengan seulas senyum.
"Anda memiliki ingatan yang luar biasa, Tuan! Rumor yang mengatakan tuan Kagami begitu genius, kuat, cerdas, tak terkalahkan, dan juga tampan ternyata adalah benar ya ..." gumam gadis itu begitu pelan. Dan pada kalimat terakhir dia mengatakannya dengan sangat pelan! Bahkan Kagami Jiro saja tidak bisa mendengarnya.
Kini mereka sudah melihat sebuah tangga kecil yang menghubungkan ke arah lubang ventilasi di langit-langit. Gadis itu sedikit menarik lengan kiri Kagami Jiro dan memperkuat pegangannya.
"Melangkah dengan pelan dan hati-hati saja, Tuan." ucap Nara mengistruksi kembali.
"Hhm ..." sahut Kagami Jiro begitu pendek.
Keduanya mulai menapaki tangga kecil itu bersama dengan begitu pelan dan hati-hati, hingga akhirnya sampai di atas. Nara mulai mendorong lubang ventilasi yang berbentuk lingkaran yang berdiameter kira-kira satu meter.
Setelah beberapa saat lubang itu masih belum juga terbuka. Kagami Jiro segera berinisiatif dan membantunya mendorong dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih melingkar pada bahu Nara.
Setelah beberapa saat akhirnya lubang itu berhasil terbuka, dan keduanya mulai naik ke atas. Namun ketika sudah sampai di atas, Nara malah tersandung dengan kakinya sendiri, dan dengan cepat dia berusaha untuk berpegangan dan menarik pakaian Kagami Jiro. Dan itu membuat keduanya terjatuh, dengan posisi tubuh Nara yang terjatuh di atas tubuh Kagami Jiro.
Beberapa saat Nara seakan tersihir dan membeku karena bertatapan dengan Kagami Jiro di jarak yang begitu dekat. Hingga akhirnya saat dia mulai tersadar, dengan cepat gadis itu segera bangun dari atas tubuh tuannya itu dan segera membantu Kagami Jiro untuk bangun kembali.
"Maafkan aku, Tuan! Aku begitu ceroboh dan malah tersandung kaki sendiri." ucapnya begitu menyesal dan segera menarik lengan kiri Kagami Jiro lagi dan mengalungkannya lagi pada barunya. Dan keduanya mulai berjalan kembali.
__ADS_1
"Tidak masalah. Tubuhmu sangat ringan dan seperti anak SMU. Apa kau tidak pernah makan?" celutuk Kagami Jiro asal.
"Ahahaha ... sebenarnya porsi makanku sungguh sangat banyak, Tuan. Tapi aku sama sekali tidak bisa gemuk." jawab Nara seadanya.
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mulai terlihat lampu-lampu kekuningan yang berasal dari beberapa perumahan warga.
"Ahh ... syukurlah benar-benar ada pedesaan di sini." ucap Nara begitu lega.
Mereka mulai melenggang kembali dan berusaha untuk meminta tolong kepada salah satu warga agar diijinkan untuk menginap dan mengobati luka Kagami Jiro untuk sementara.
Setelah ada salah satu warga yang berbaik hati menolong mereka, Nara yang masih lengkap memakai pakaian formalnya namun sudah terlihat begitu berantakan mulai mengikat rambutnya dan melepas jas hitamnya. Setelah itu dia mulai membantu Kagami Jiro untuk melepas pakaiannya yang sudah kotor dan sebagian terkena darah.
Seorang wanita paruh baya membantu menyiapkan air hangat di dalam sebuah baskom dan beberapa obat untuk mengobati luka Kagami Jiro.
Kini Nara mulai mencelupkan handuk kecil ke dalam baskom yang sudah diisi dengan air hangat itu, lalu memerasnya dan mulai membersihkan luka pada beberapa bagian tubuh Kagami Jiro dengan begitu pelan dan berhati-hati.
Setelah itu Nara segera mengoleskan obat salep pada beberapa bagian tubuh Kagami Jiro yang terluka.
"Tidak masalah, Bibi. Besok pagi kita akan pergi ke rumah sakit. Terima kasih sudah mengijinkan kita untuk bermalam disini malam ini." ucap Kagami Jiro dengan ramah.
"Baiklah. Kalian beristirahatlah ..."
"Iya, Bibi." Nara menyauti dengan begitu ramah.
Setelah itu Kagami Jiro mulai beristirahat di tempat tidur itu, sementara Nara tidur di kamar sebelahnya.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, beberapa mobil BMW mulai mendatangi pedesaan itu. Terlihat seorang laki-laki paruh baya yang berpakaian begitu rapi dan necis mulai turun dari salah satu mobil itu.
Dia mulai mendatangi sebuah rumah tua dan mulai mengetuknya. Setelah menunggu beberapa saat, terlihat seorang wanita paruh baya mulai membukakan pintu itu. Keningnya berkerut memandangi laki-laki paruh baya berpakaian super rapi itu karena laki-laki itu sangat asing baginya.
"Aku datang untuk menjemput putraku. Dimana dia?" ucap laki-laki itu dengan suara yang begitu tegas dan berat.
"Di dalam, Tuan ... silakan masuk." ucap wanita paruh baya itu mempersilakan masuk tamunya.
Laki-laki yang tak lain adalah Kagami Gumi itu kini mulai menundukkan kepalanya saat melewati pintu yang begitu rendah, lalu melenggang memasuki rumah kuno itu. Dia melihat seorang pemuda yang sedang duduk di atas tempat tidur dan sedang disuapi oleh seorang gadis yang masih begitu muda.
"Jiro ... putraku ..." ucapan haru terlontar dari Kagami Gumi dan segera mendekati putranya lalu duduk dan langsung memeluknya.
"Jiro ... bagaimana keadaanmu?" ucap Kagami Gumi setelah melepas pelukannya.
"Hanya luka ringan, Papa. Namun kakiku masih terasa begitu sakit jika dipakai untuk berjalan." jawab Kagami Jiro seadanya.
Kagami Gumi mulai memperhatikan tubuh putranya, dan melihat begitu banyak luka gores dan lebam di beberapa anggota tubuhnya.
"Jiro, kau begitu banyak terluka! Ayo kita ke rumah sakit! Ibumu pasti akan sangat khawatir jika melihatmu seperti ini." ucap Kagami Gumi yang terlihat begitu khawatir.
"Iya, Papa." jawab Kagami Jiro dengan manis.
Kagami Gumi kini mulai menatap gadis muda yang kini berdiri dengan tegap dan menautkan kedua tangannya ke depan di samping tempat tidur.
"Siapa dia?" tanya Kagami Gumi mengkerutkan keningnya.
"Dia Kim Nara. Anggota baru Doragonshadou yang diculik oleh berandalan itu, Papa." jawab Kagami Jiro menjelaskan.
__ADS_1
Kini Kagami Gumi mulai memicingkan sepasang matanya menatap gadis muda itu.