
"Baiklah. Sudah selesai, Tuan." Yuna mulai merapikan kembali meteran pitanya dan bukunya. "Aku akan mulai mengerjakannya setelah pesanan beberapa gaun dari pelangganku selesai. Setelah itu aku akan mengantarkannya untuk Tuan." ucap Yuna yang kini menyimpan buku dan meteran pita itu di atas meja kerjanya.
"Hei, jangan lupa! Aku juga harus kamu prioritaskan! Kamu tau bukan kamu sudah merusak dan mengotori pakaianku?!" Kagami Jiro berkacak pinggang dan menatap Yuna sedikit kesal karena Yuna lebih mementingkan pelanggan lainnya.
Yuna yang mendengar ucapan dari Kagami Jiro kini menghela napas lalu mulai melenggang mendekati Kagami Jiro.
"Tuan, mereka lebih dulu datang kepadaku. Dan gaun-gaun itu harusnya sudah selesai aku kerjakan jika tuan Kagami Jiro tidak selalu menggangguku!"
"Apa? Aku mengganggumu?!" ucap Kagami Jiro mulai meninggikan nada bicaranya kembali.
"Sudahlah, Tuan. Lebih baik tuan segera pulang saja. Aku akan mulai mengerjakan beberapa dan aku juga harus merapikan semua ini sebelum aku memindahkan ke butikku." Yuna berbalik dan mulai merapikan beberapa barang-barangnya.
"Ya sudah! Aku berikan waktu hingga pekan depan! Aku akan menghubungimu dan kau harus sudah menyiapkannya untukku saat itu!" tandas Kagami Jiro lalu meraih coat miliknya yang sudah kering dan memakainya. "Aku pergi!" tandasnya kembali lalu mulali melengang meninggalkan appaertemen Yuna.
"Haishhh ...nasibku benar-benar sial akhir-akhir ini! Setelah bertemu dengan pria iblis yang busuk itu hidupku menjadi begitu sial!! Haishh ..." Yuna merasa kesal dan mengacak-acak rambutnya sendiri.
Kini Yuna mulai meraih ponselnya kembali dan mulai menghubungi seseorang.
Tut ... tut ... tut ...
"Duh! Kemana sih itu anak?!" Yuna mendengus kesal dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja, karena pria itu tidak mengangkat panggilannya.
Kini Yuna mulai menyibukkan dirinya kembali dan merapikan beberapa peralatan kerjanya. Karena hari ini dia akan memindahkannya di butik kecil miliknya yang akan segera launching yang terletak di kawasan Queens's Square mall.
Beberapa barang kini sudah dimasukkan oleh Yuna ke dalam beberapa box yang berukuran cukup besar.
__ADS_1
Tiba-tiba ada derap langkah yang mulai terdengar mendekati ruangan itu, Yuna tak terlalu mengindahkannya karena pasti itu ayah atau ibunya yang sudah pulang dari kantornya.
"Yuna!!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria setengah berteriak dan mulai memasuki ruangan itu.
Seorang pria dengan rambut hitam yangbsesikit berantakan dan mengenakan blouse putih yang dipadankan dengan celana jeans gelap sudah berdiri dengan tegap dengan napas terengah-engah. Pria itu bahkan sampai memegangi lututnya dan terlihat kembali mengatur napasnya.
"Jonathan? Apa yang sudah terjadi?" ucap Yuna sedikit kebingungan melihat Jonathan yang baru saja datang dengan keadaan yang seperti itu.
"Aku? Jelas-jelas kamu yang sedang dalam bahaya! Apa kau baik-baik saja, Yuna? Kagami Jiro tidak melukaimu bukan? Bibi Megumi melarangku untuk menyusulmu, karena takut Kagami Jiro akan murka dan malah melenyapkanku seketika! Haishh ... maafkan aku ... bibi Megumi menahanku di restorannya tadi." Jonathan mempercepat langkah kakinya dan berjalan mendekati sahabat kecilnya itu.
"Katakan! Apa kau baik-baik saja, Yuna? Semua anggota badanmu tidak ada yang terluka kan?" Jonathan yang sudah berdiri di hadapan Yuna terlihat begitu khawatir dan mulai memutar-mutarkan tubuh Yuna.
"Jonathan ... aku baik-baik saja!" Yuna tertawa kecil melihat tingkah dan ekspresi dari Jonathan yang menurutnya begitu lucu dan menggemaskan.
"Benarkah itu? Ahh ... syukurlah! Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, aku juga tidak akan tinggal diam! Aku akan membuat perhitungan padanya!" Jonathan mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Yeap. Bibi Megumi sudah menceritakan semuanya kepadaku." Jonathan menyauti dan mulai membantu Yuna menutup box besar itu dengan menggunakan sebuah lakban berwarna bening.
"Hhm. Sebenarnya aku tak mau membuat masalah dan berurusan dengannya lagi. Namun dia selalu saja mengganggu dan membuatku selalu kesal! Hingga akhirnya aku menumpahkan minuman itu padanya." ucap Yuna yang mulai memasukkan beberapa barangnya ke dalam box besar berwarna coklat lainnya.
"Wah! Kau benar-benar sangat hebat, Yuna! Kau sangat pemberani!" ucap Jonathan begitu takjub. "Namun, aku juga begitu khawatir. Bagaimana jika Kagami Jiro melakukan sesuatu yang buruk kepadamu? Sebaiknya kamu juga mulai menghindarinya saja. Doragonshadou sangat besar dan berbahaya."
"Setelah membuatkan pakaian untuknya, aku tak akan berurusan lagi dengannya. Tenang saja, Jonathan." sahut Yuna dengan begitu santai.
"Yeap. Seharusnya memang seperti itu saja. Baiklah aku akan segera meminta para pengawalku untuk mengangkat semua barang-barang ini ke dalam mobilku." Jonathan meraih ponselnya dan mulai menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Arata, masuk dan angkat semua barang ini! Ajak juga Gabu dan Ashashi!" perintah Jonathan kepada salah satu pengawalnya melalui panggilan itu.
"Baik, Tuan Jonathan!" Arata menyauti dengan patuh.
Setelah beberapa saat Arata, Gabu dan Ashashi sudah datang dan mulai mengangkut berapa box besar itu. Sementara Jonathan mulai membawa sebuah lemari gantung yang berisi dengan beberapa gaun yang masih tergantung dan berlapis dengan plastik bening.
Yuna juga mulai mengikuti mereka dan meninggalkan appartemenya lalu menuju ke halaman depan appartemennya. Lalu Yuna mulai memasuki mobil Jonathan bersama Jonathan.
"Baiklah. Semua sudah kan, Yuna?" tanya Jonathan menatap para pengawalnya yang mulai menutup bagian belakang mobil mereka bagian belakan
"Yeap. Sudah. Hanya tinggal merapikan saja semua barang-barang itu di butik dan mulai mengerjakan semuanya kembali." sahut Yuna yang sudah mulai terlihat begitu lelah.
"Tenang saja, aku dan para pengawalku akan membantumu membersihkan dan merapikan butik barumu." ucap Jonathan menghibur Yuna.
"Terima kasih, Jonathan! Kau sungguh yang terbaik!" Yuna tersenyum begitu tulus menatap sahabat kecilnya yang bahkan baru saja ditemuinya kembali setelah 3 tahun berpisah.
"Tentu saja! Oh iya, kapan peresmian butik barumu, Yuna?"
"Pekan depan, setelah semuanya siap maka akan segera diresmikan."
"Semangat ya! Aku akan selalu mendukungmu!"
"Hhm. Aku akan selalu bersemangat dan kelak akan menjadi designer proffesional yang sukses!"
"Kau terlalu merendahkan diri, Yuna! Kau bahkan sudah menjadi desainer muda yang sudah cukup sukses dan terkenal!" Jonathan tersenyum menggoda sahabatnya dan mulai menghidupkan mesin mobil mewahnya lalu mulai melajukannya memembelah jalanan kota Yokohama.
__ADS_1
BBRUMM ...
Mobil yang dikemudikan oleh Jonathan mulai melaju dan diikuti oleh sebuah mobil van yang dikemudikan oleh para pengawalnya. Dua mobil itu mulai melaju dengan kecepatan standar dan membelah jalanan kota Yokohama di senja yang begitu indah ini menuju ke sebuah tempat yang berada tak jauh dari sebuah mall yang cukup besar di Tokyo.