
Pagi hari ini, seluruh kota Yokohama mulai ramai akan sebuah berita hangat. Beberapa foto misterius mulai tersebar di media sosial. Foto-foto itu adalah foto seorang gadis setengah telanjang yang terlihat begitu mesra bersama beberapa kekasihnya dengan jepretan yang berbeda-beda dan berada di sebuah kamar hotel yang juga berbeda-beda.
Wajah mereka sengaja di-blur, karena hal ini memang sengaja dulakukan oleh Kagami Jiro sebagai peringatan untuk Bai Mei dan Bai Sia yang sudah berusaha untuk mencelakai Yuna malam itu.
"Rasakan!! Selamat menikmati hadiah dariku!! Hadiah ini adalah belum seberapa! Jika kamu masih mau berusaha untuk mengganggu dan mencelakai Yuna. Maka aku akan memberikan kejutan lainnya lagi yang lebih spesial dan lebih spektakuler! Lain kali bukan hanya foto putrimu yang akan aku ekapos, namun lain kali mereka juga akan melihat kebusukanmu!! Jangan berani bermain-main denganku!" geram Kagami Jiro saat menyaksikan beberapa foto hangat itu yang kini sudah tersebar luas.
Orang yang tidak mengenal Bai Sia dengan dekat mungkin tak akan mengenali jika gadis berada di dalam foto-foto itu adalah Bai Sia. Namun berbeda dengan orang sudah mengenali Bai Sia dengan dekat. Mungkin hanya dalam melihat foto-foto itu sekilas saja, akan langsung mebgetahui jika gadis di dalam foto itu adalah Bai Sia.
Sementara itu ...
BRAKK...
Bai Mei yang sudah melihat foto-foto itu melalui media kini terlihat begitu murka dan mengamuk. Wajah putih yang sudah dipoles dengan make up yang cukup tebal itu kini terlihat memerah dan memiliki aura yang begitu kelam dan mencekam.
Beberapa barang-barang yang awalnya tertata dengan sangat rapi dan apik di atas meja, kini seketika berseraka seperti sampah hanya dalam sekali sapuan dari tangan Bai Mei.
"Dasar pria sampah kecil yang licik itu!! Berani sekali dia melakukan hal ini padaku!! Berani sekali dia mengekspos foto putriku Sia!! Sialan!! Aku tak bisa diam saja!! Nama putriku sudah menjadi buruk di mata semua orang!! Bai Yuan harus melakukan sesuatu untuk sampah kecil itu!!Benar sekali!! Aku harus bisa mendapatkan hati suamiku dan membuat suamiku membalas perbuatan Kagami Jiri yang licik itu!!" geram Bai Mei masih dipenuhi amarah yang semakin memuncak.
Kedua tangannya sudah mulai mengepal, rahang dengam bentuk V shape sempurna hasil operasi plastik .di sebuah rumah sakit ternama di Korea itu kini juga mulai mengeras. Sepasang matanya juga masih menatap tajam berita l-berita yang masih berseliweran di dalam media.
Kini wanita paruh baya itu mulai melenggang meninggalkan ruangan itu. Hentakan demi hentakan dari sepatu hak tingginya terdengar begitu tegas menuju ke sebuah ruangan, dimana biasanya ruangan itu akan digunakan oleh suaminya bekerja saat di rumah besar kelurga Bai.
Namun betapa terkejut Bai Mei saat melihat suaminya sudah bersama dengan Bai Sia di dalam ruangan ini dan terlihat sudah begitu murka kepada Sia. Atau mungkin Bai Yuan sudah melihat berita hangat yang saat ini mssih berseliweran di dalam media.
__ADS_1
PLAKK ...
Sebuah tamparan yang cukup keras kini mendarat dengan sempurna di wajah ayu Bai Sia yang selama ini selalu tak pernah luput akan perawatan super mahalnya. Sebuah tamparan yang dilayangkan oleh Bai Yuan itu meninggalkan bekas kemerahan pada pipi putih nan mulus itu.
Dan sepertinya memang cukup keras, hingga membuat Bai Sia terduduk tak berdaya setelah mendapatkan tamparan dari sang papa.
"Dasar anak tidak berguna!! Berani sekali mencoreng nama baik keluarga Bai!!" geram Bai Yuan dengan suara yang begitu menggelegar. "Sejak kapan kamu memiliki pergaulan sebebas itu?!" imbuhnya masih dengan suaranya yang begitu lantang.
"Papa ... maafkan aku. Aku ... aku dipaksa mereka ..." ucap Bai Sia terdengar begitu parau.
"Dipaksa? Sampai beberapa pria? Dan sampai di beberapa hotel kamu bilang dipasa?! Lalu foto-foto itu sama sekali tak memperlihatkan jika kamu memanf benar-benar sedang dipaksa! Apa kamu pikir papa itu bodoh?!!" ucap Bai Yuan tak mempercayai putrinya sendiri, karena saat ini pikirannya sudah dipenuhi dengan amarah karwna melihat foto-foto bugil dari putrinya bersama dengan beberapa pemuda yang berbeda.
"Me-mereka memberikan obat perangsaang untukku, Papa. Aku tidak bersalah, Papa. Papa harus percaya padaku. Hiks ..." kali ini Bai Sia berusaha untuk memeluk salah satu kaki Bai Yuan dan berharap sang papa mau mempercayai dan memaafkannya.
Bai Mei yang sejak dari tadi masih berdiri di dekat pintu, kini mulai memasuki ruangan itu dan menghampiri putrinya karena sudah merasa tidak trga. Baik Mei mulai jongkok dan meraihtubuh Bai Sia untuk memeluknya.
"Ibu ... hiks ... ibu tolong aku ... hiks ..." Bai Sia masih saja menangis terisak di pelukan sang ibu.
Namun tentu saja Bai Mei tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini. Karena semua foto itu sudah sangat jelas dan Bai Sia juga bersalah.
"Bai Mei!! Antar anak ini ke kamarnya dan jangan sampai dia melarikan diri!!" titah Bai Yuan yang terdengar cukup tegas dan menggelegar seisi ruangan.
"Ayo, Sayang. Ibu akan mengantarmu ke kamar." ucap Bai Mei kepada putrinya dengan begitu hangat.
__ADS_1
"Tap-tapi, Ibu ..." ucap Bai Sia yang terdengar sedikit keberatan.
"Ikuti saja apa yang papamu katakan, Sia!" tandas Bai Mei yang kali ini terdengar cukup tegas, hingga membuat Bai Sia sedikit membelalak karena tak percaya ibunya juga akan memarahinya kali ini.
"Ibu ..." ucap Bai Sia yang terdengar cukup bersedih karena melihat ibunya juga tidak membela dirinya sama sekalim
Namun Bai Mei hanya sedikit mengangguk dan mengerjapkan sepasang matanya dengan pelan, seolah memberikan sebuah isyarat kepada putrinya untuk menuruti sang ayah kali ini.
Hingga akhirnya kini Bai Mei mulai menuntun Bai Sia yang saat ini sudah terlihat sudah begitu rapuh. Mereka mulai menapaki tangga demi tangga untuk sampai di kamar Bai Sia di lantai 2.
"Ibu ... mengapa semua ini bisa terjadi? Bukankah seharusnya masalah ini sudah selesai? Mengapa Kagami Jiro masih saja mengekspos foto-fotoku, ibu?! Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Ibu? Hiks ..." Bai Sia kembali terisak di pelukan sang ibu saat mereka sudah berada di dalam kamar Bai Sia.
Sebaiknya Sia tak mengetahuinya, jika aku sudah kembali berusaha untuk mencelakai Yuna, hingga akhirnya membuat Kagami Jiro menjadi murka hingga dia berbuat ini semuai. Ya, sebaiknya Sia tidak mengetahui akan hal ini, atau dia akan marah dan kesal padaku.
Batin Bai Mei yang masih memeluk Bai Sia dan mengusap lembut rambut putrinya.
"Kamu tenang saja, Sayang. Masalah ini akan segera ibu atasi dengan baik. Untuk saat ini sebaiknya jangan membantah perintah dari papamu. Tetap berada di dalam sini, dan anggap saja kamu sedang beristirahat di sini, Sayang." ucap Bai Mei berusaha untuk menenangkan putri kesayangannya. "Ibu akan berusaha untuk berbicara dengan ayahmu. Kamu tenang saja dan jangan khawatir. Semua orang akan melupakan skandal ini. Jangan khawatir ..."
"Hiks ... iya, Ibu." ucap Bai Sia yang sudah terdengar begitu pasrah.
Sebenarnya tidak jadi menikah dengan Kagami Jiro saja sudah membuat Bai Sia merasa begitu frustasi, ditambah lagi dengan skandal seperti ini. Pasti akan membuat seorang Bai Sia yang selalu hidup dengan sempurna menjadi begitu terpuruk saking frustasinya.
Selama ini gadis cantik dan tak pernah merasakan susah dan selalu hidup berkecukupan ini selalu mendapatkan semua keinginannya, Apapun yang diinginkan oleh Bai Sia, akan selalu diwujudkan oleh kedua orang tuanya hanya dalam waktu sekejap saja.
__ADS_1
Dan tentu saja masalah kali ini membuatnya begitu frustasi tingkat tinggi!