Casanova In Love

Casanova In Love
Siasat Licik


__ADS_3

Tok ... tok ... tok ...


Suara ketukan beraturan mulai terdengar dari arah pintu dan membuat kedua pria itu berhenti berkicau.


"Masuk!" ucap Kagami Jiro mempersilakan tamunya untuk segera memasuki ruangannya.


CCKKEEKK ...


Pintu itu mulai terbuka, seorang gadis dengan balutan sweter berwarna baby pink dan memakai winter jacket berwarna hitam, lalu dipadankan dengan jelana jeans warna gelap mulai memasuki ruangan itu.


Derap langkah yang berasal dari sepatu boot berwarna sweet caramel tiba-tiba saja begitu terdengar dengan jelas, karena tak ada yang berkata-kata saat ini. Bahkan kedua pria itu terdiam menatap kedatangan gadis itu.


"Yuna ..." ucap Wilson begitu terkejut, namun wajahnya begitu berbinar ketika melihat kedatangan Yuna.


"Oh ... hai juga, Wilson!" Yuna menyauti dengan sangat ramah dan tersenyum lebar menatap Wilson yang ternyata adalah tetangganya di apartemen Azabu.


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu kembali. Dan rupanya kau ingin menemui tuan Kagami Jiro ya?"


"Iya, Wilson." jawab Yuna dengan ramah.


Nah loh ... bagaimana dengan Kagami Jiro yang menyaksikan semua ini? Gadis yang Wilson bicarakan sedari tadi, gadis yang sangat disukai oleh Wilson ternyata adalah Yuna. Apakah kini Wilson akan begitu terancam?


"Ehem ..." Kagami Jiro berdehem karena mereka berdua malah terlalu asyik berbincang bersama dan melupakan jika mereka sedang berada di dalam ruangannya. "Wilson! Kamu keluarlah dulu! Nona ini akan menyampaikan sesuatu untukku. Aku akan memanggilmu lagi nanti!" tandanya.


"Baik, Tuan." sahut Wilson sambil membungkukkan badannya. "Yuna, aku duluan ya." pamitnya kepada Yuna sebelum dia meninggalkan ruangan.


"Oh iya, Wilson. Nanti malam datanglah ke apartemenku. Ayah dan ibuku memintaku untuk mengundangmu juga." sahut Yuna.


Mendengar ucapan dari Yuna, semakin membuat wajah Wilson begitu berbinar, "Baiklah. Aku akan datang!" ucapnya dengan senyum lebar lalu mulai melenggang kembali.

__ADS_1


Sementara itu, Kagami Jiro terlihat bermuka masam dan mengeraskan rahangnya. Kedua tangannya juga dikepalkannya karena suasana hatinya sudah kembali menjadi buruk.


Makan malam di rumah Yuna? Mengapa Wilson sampai di undang? Ciih ... aku tak akan membiarkan itu semua terjadi! Aku juga akan membuat Yuna mengundangku! Hingga malam ini aku juga akan makan malam di rumahnya!


Batin Kagami Jiro yang hampir saja sudah mau merusak laporan Wilson kembali. Namun ketika sadar, Kagami Jiro segera menghempaskan berkas itu agar kejadian yang terjadi pada beberapa menit yang lalu tidak terulang kembali.


"Mengapa kedua orang tuamu mengundang Wilson untuk makan malam di apartemen kalian?" selidik Kagami Jiro tanpa basa-basi lagi.


"Kebetulan ibu akan memasak cukup banyak untuk nanti malam untuk merayakan ulang tahun ayahku ke-50 secara kecil-kecilan. Jadi mereka mengundang Wilson juga, karena Wilson adalah salah satu tetangga kita yang baik." jawab Yuna dengan jujur.


Ayah Yuna ulang tahun ya? Wah aku harus mengambil sebuah kesempatan ini! Aku akan mengambil hati kedua orang tuanya. Yuna juga harus mengundangku! Hehe ...


Batin Kagami Jiro mulai tersenyum misterius.


"Kalau begitu mengapa kau tidak mengundangku juga?" todong Kagami Jiro blak-blakan. "Bukankah aku adalah salah satu teman baik dari pamanmu Tatsuya?"


"Hhm? Memangnya tuan Kagami Jiro mau datang? Ini hanya perayaan kecil dan sajiannya juga hanyalah makanan rumahan saja lo. Tidak mewah dan tidak cukup berkelas untuk, Tuan Kagami Jiro. Pasti tuan Kagami Jiro tak akan menyukainya." sahut Yuna sedikit bingung karena menanggapi Kagami Jiro yang tiba-tiba saja ingin ikut bersama mereka.


Memang benar! Kagami Jiro memang lebih menyukai masakan rumahan dan masakan tradisional jika dibanding dengan menu makanan kekinian dan modern.


"Benarkah itu?" tanya Yuna hampir saja tak percaya.


Seorang Kagami Jiro lebih menyukai makanan rumahan dan masakan tradisional? Tidak seperti paras, kedudukannya, dan jabatannya yang serba kekinian. Mungkin seperti itulah pemikiran Yuna saat ini.


"Tentu saja!" jawab Kagami Jiro tanpa berpikir panjang.


"Sungguh di luar dugaan." sahut Yuna yang terlihat masih sedikit ragu.


"Makanya, jangan pernah melihat orang dari luarnya saja! Aku lebih suka menikmati makanan tradisional. Apalagi jika yang memasaknya adalah senior di keluarga besarku." jawab Kagami Jiro dengan jujur. "Bagaimana? Kau juga harus mengundangku lho!"

__ADS_1


"Oh, baiklah. Datanglah malam ini jam 6 PM di rumahku, Tuan. Dan ... aku juga membawakan pakaian tuan yang sudah aku selesaikan. Semoga pas dan semoga tuan menyukainya." Yuna menyodorkan sebuah tote bag yang berukuran cukup besar berwarna putih dengan tergambar logo dan tulisan Yuna's Fashion.


Kagami Jiro tersenyum dan menerima tote bag itu, "Apa kau sudah mencucinya juga?"


"Sudah, tuan Kagami Jiro bisa langsung memakainya tanpa mencucinya."


"Baiklah. Aku akan memakainya nanti malam." ucap Kagami Jiro sambil meletakkan tote bag itu di atas meja sampingnya.


"Hhm? I-iya ... baiklah. Kalau begitu aku permisi, Tuan. Aku masih harus pergi ke kampus saat ini." pamit Yuna dengan sopan.


"Tunggu sebentar." sela Kagami Jiro lalu segera bangkit dari duduknya dan mengambil pakaian hangatnya lalu memakainya. "Kebetulan aku akan ada meeting bersama klien, dan itu searah dengan kampusmu. Jadi aku akan sekalian mengantarmu."


"Terima kasih, Tuan. Tapi aku bisa naik taxi saja kok. Khawatir jika sedang macet dan tuan Kagami Jiro akan terlambat untuk bertemu dengan klien itu." ucap Yuna menolak dengan sopan.


"Tidak masalah. Jika macet, mereka akan tetap menunungguku sampai aku datang. Ayo!" sahut Kagami Jiro lalu melenggang dan mulai meninggalkan ruang kerja pribadinya.


Yuna masih saja mengekorinya di belakang. Sebenarnya Yuna begitu dibuat takjub saat melihat markas utama Doragonshadou yang super mewah dan canggih ini. Bangunan yang kokoh dan megah, peralatan yang super canggih, futuristic dan keren. Benar-benar terlihat seperti sebuah markas agen rahasia yang pernah Yuna lihat sebelumnya di film-film.


Tak bosan-bosannya Yuna terus memperhatikan sisi-sisi jalan yang dilaluinya dengan takjub. Dan semua itu disadari oleh Kagami Jiro yang masih berjalan tak jauh di depannya.


"Apa masih mau melihat-lihat yang lain? Aku bisa mengantarmu jika kamu mau." ucap Kagami Jiro menawarkan diri.


"Tidak, Tuan. Terima kasih. Tapi aku harus segera tiba di kampus." sahut Yuna sedikit cemberut, karena sebenarnya gadis cantik itu masih begitu penasaran dengan tempat ini.


"Baiklah, kau bisa melihatnya lain kali jika kamu mau."


"Hhm." Yuna hanya mengangguk dan tersenyum kembali sambil melihat sebuah ruangan disisi kirinya yang merupakan ruangan server data.


"Keren sekali!" gumam Yuna begitu takjub.

__ADS_1


Kagami Jiro hanya tersenyum tipis mendengarnya. Kini mereka sudah berada di depan sebuah elevator.


__ADS_2