
Yuna terlihat sudah duduk di sebuah kursi kayu dengan sabar. Di hadapannya ada sebuah meja kecil dan sebuah kursi kayu juga yang menghadap ke arahnya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya seorang pria dengan pakaian tahanan mulai menghampirinya dan dikawal oleh seorang petugas polisi.
"Yuna ..." pria itu mulai duduk di seberang Yuna dan terlihat begitu bahagia saat melihat Yuna yang sudah mengunjungi dirinya sepagi ini.
"Apa kabar?" ucap Yuna dengan senyum tipis dan tak bisa menutupi rasa khawatir serta rindunya.
"Aku baik-baik saja kok. Kamu apa kabar? Apa tidurmu semalam nyenyak?" tanya pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu begitu bersemangat.
Yuna mengangguk pelan dan wajahnya masih dihiasi dengan senyuman tipis yang begitu hangat. Kini Yuna mulai mengeluarkan sebuah bingkisan dan memberikannya untuk Kagami Jiro.
"Aku membawakan takoyaki untukmu. Makanlah selagi masih cukup hangat."
"Kamu yang memasak untukku?" ucap Kagami Jiro semakin berbinar dan mulai membuka bingkisa itu. "Harum sekali ..." imbuhnya sambil memejamkan matanya dan menghirup aroma dari takoyaki masakan Yuna. "Jadi kamu bangun dini hari dan memasak untukku?"
"Tentu saja tidak! Mana mungkin aku melakukan hal itu." elak Yuna berbohong. Dan sebenarnya terkadang Yuna masih cukup malu untuk mengakui perasaannya di hadapan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.
"Jadi kamu memasak ini malam hari?" tanya Kagami Jiro dengan intonasi menggoda dan sepertinya Kagami Jiro sangat memahami jika Yuna sedang malu. "Istriku sungguh baik sekali."
Dan ucapan dari Kagami Jiro sudah menjadi seperti skak mat yang tidak bisa membuat Yuna mengelak lagi hingga wajahnya kini sedikit merona. Dan hal ini malah membuat Kagami Jiro merasa terhibur hingga tertawa kecil.
"Disaat seperti ini pun kamu masih bisa bercanda, menggodaku dan tertawa ..." sungut Yuna yang mulai terlihat murung.
Kagami Jiro mulai menghentikkan tawanya lalu meraih jemari Yuna, "Sayang, sudah aku katakan padamu. Semua ini akan segera berlalu. Dan aku juga baik-baik saja. Tunggulah aku di rumah besar Kagami, dan kita akan melanjutkan kehidupan kita kembali." ucap Kagami Jiro dengan hangat.
Yuna terdiam beberapa saat dan hanya menatap jemarinya yang masih saling bertaut dan digenggam oleh Kagami Jiro. Namun akhirnya Yuna mulai mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya, aku akan menunggumu. Dan cepatlah kembali ..." ucap Yuna mulai mendongak menatap Kagami Jiro.
"Hhm. Aku akan segera kembali dan disaat itu kita akan melanjutkan hari bersama. Jangan bersedih ..." hibur Kagami Jiro mulai mengusap lembut sisi wajah samping Yuna. "Jika membutuhkan sesuatu katakan saja kepada Igor. Karena aku tak bisa membawa ponsel."
Yuna menggangguk pelan menandakan dia paham dan patuh.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja Wilson sudah datang memasuki ruangan itu karena juga sedang ingin mengunjungi Kagami Jiro. Dan disaat itulah akhirnya Yuna mulai berpamitan karena tak ingin mengganggu pertemuan dan pembicaraan mereka yang pastinya sungguh lebih penting.
"Wilson sudah datang. Dan aku juga harus pergi ke kampus. Jadi aku pergi dulu. Jangan lupa habiskan takoyaki itu ..." ucap Yuna mulai berdiri.
"Ya, aku akan menghabiskannya. Tetaplah selalu pergi bersama dengan pengawal Yuna." ucap Kagami Jiro yang pastinya juga mengkhawatirkan Yuna.
Terutama saat ini Kagami Jiro belum bisa untuk menjaganya. Ditambah lagi sepertinya memang ada seseorang yang ingin menghancurkan dan merusak hubungan mereka.
"Hhm. Iya. Jangan khawatir ..." jawab Yuna dengan seulas senyum.
"Jika tidak kamu bisa menungguku sebentar Yuna. Aku akan mengantarmu pergi ke kampus." sela Wilson menawarkan diri.
Sebenarnya Wilson tak ada niat apapun, dan hanya tulus ingin sedikit melindungi Yuna disaat Kagami Jiro sedang tak bisa selalu ada untuk Yuna. Hanya itu saja! Nanun sepertinya hal ini membuat Kagami Jiro sedikit kesal karena mengira jika Wilson masih mengharapkan Yuna dan sedang ingin mencari kesempatan saja.
"Cari mati kamu, Wilson? Bahkan di hadapanku kamu berani terang-teranganmenggoda istriku?!" tandas Kagami Jiro yang sudah tersulut dengan kemurkaan, bahkan sepasang mata kecoklatan itu sudah menatap tajam Wilson.
"Ahh ... oh ... bukan seperti itu maksudku. Aku hanya ingin sekedar mengantar dan mengawal Yuna saja kok. Karena saat ini tuan Kagami Jiro belum bisa sepenuhnya menjaga Yuna." sahut Wilson seadanya.
Namun jawaban dari Wilson rupanya malah semakin membuat Kagami Jiro semakin murka karena sudah salah menafsirkan.
__ADS_1
"Jadi maksudmu kamu ingin menggantikan diriku dalam menjaga Yuna? Begitu?! Kau benar-benar sudah hebat ya, Will ..." tandas Kagami Jiro yang kini sudah ikut berdiri di hadapan Yuna dan Wilson. "Aku sudah memberikan pengawal untuk Yuna. Jadi kamu tenang saja! Kamu tidak perlu khawatir soal istriku!" tandas Kagami Jiro dengan tegas.
Dan entah mengapa saat mengucakan kata 'istriku' terdengar penuh dengan penekanan.
"Bukan begitu, Tuan. Maksudku hanya ingin sedikit membantu saja." ucap Wilson lagi.
Sebenarnya Yuna merasa cukup bingung dengan apa yang sudah terjadi saat ini. Tiba-tiba saja Kagami Jiro marah-marah berlebihan seperti itu saat Wilson mengatakan ingin mengantarnya pergi ke kampus.
Kagami Jiro tidak sedang cemburu kepada Wilson bukan? Lalu mengapa Kagami Jiro begitu marah sepeeti itu saat Wilson mau mengantarku? Selama ini kan Wilson sudah begitu dekat dengan keluargaku? Bukankah selama itu mereka baik-bajk saja? Namun mengapa hari ini dia sangat berlebihan?
Batin Yuna yang memang sama sekali tak pernah mengetahui jika selama ini Wilson juga menyukai dirinya. Bahkan Yuna juga tak pernah mengetahui jika kedua pria itu pernah melakukan perang dingin yang transparan.
"Jiro. Jangan seperti ini. Maksud Wilson adalah baik. Masa kamu tidak mempercayai dan melihat ketulusan Wilson? Dia bahkan sangat patuh kepadamu. Dia hanya ingin menggantikanmu dan niatnya adalah baik." kali ini Yuna yang mulai berkata dan berharap Kagami Jiro mulai meredam amarahnya.
Cck ... gadis ini benar-benar sangat polos! Ketulusan apanya, Yuna? Padahal dia pernah menyukaimu saat itu. Dan dia melakukan semua kebaikan itu juga karena dia menyukaimu.
Batin Kagami Jiro yang terlihat begitu lelah dan pusing hingga sedikit memijit keningnya.
"Namun tenang saja. Aku akan pergi bersama dengan pengawal kok. Lagipula bukankah sedang ada yang ingin kalian bicarakan? Jadi aku kalian berbincanglah dulu dan aku akan segera pergi." belum sempat Yuna melenggang meninggalkan mereka, Kagami Jiro malah meraih lengan Yuna dan menahannya.
"Baiklah. Hati-hati dan jangan mudah mempercayai orang asing ..." ucap Kagami Jiro dan sengaja mencium Yuna di hadapan Wilson, sehingga itu membuat Wilson merasa kurang nyaman dan segera mengalihkan pandangannya.
"Kamu pikir aku anak kecil apa?! Mudah ditipu orang lain!!" sungut Yuna setelah ciuman singkat itu berakhir dan Yuna juga melayangkan tinjunya pelan untuk memukul dada bidang Kagami Jiro. "Baiklah, aku pergi. Bye ... bye, Wilson ..."
Yuna mulai meninggalkan mereka berdua dengan senyum lebarnya yang begitu manis, dan tentunya membuat kedua pria ini begitu terpana selama beberapa saat.
__ADS_1