
Kini Yuna segera menaiki pembaringan itu dan mulai membaringkan tubuh rampingnya di atasnya. Sebuah selimut yang juga berwarna putih seperti salju yang begitu lembut dan tebal mulai ditariknya hingga menutupi sampai batas lehernya.
Namun baru saja Yuna memejamkan sepasang matanya, tiba-tiba saja mulai terdengar seperti suara pintu kamar yang mulai terbuka. Dan tak lama setelah itu juga mulai terdengar derap langkah kaki yang mulai memasuki kamar itu. Langkah kakinya terdengar sedikit pelan namun tidak memiliki ritme yang teratur.
Yuna reflek mulai membuka sepasang matanya kembali dan perlahan duduk kembali. Keadaan lampu yang begitu remang-remang membuat Yuna tak bisa melihat dengan jelas, dan hanya bisa melihat siluet sosok seorang pria yang berperawakan seperti Kagami Jiro.
Sosok itu terlihat berjalan begitu sempoyongan dan seakan-akan mau terhuyung dan terjatuh. Yuna mulai bangun dan menyalakan lampu kamar tidurnya kembali. Dan mulai melihat sosok itu dengan jelas. Dan rupanya sosok itu adalah Kagami Jiro.
Dengan cepat Yuna segera bangun kembali dan melenggang untuk menghampiri sosok yang tak lain adalah Kagami Jiro untuk membantunya berjalan dan segera beristirahat. Karena Kagami Jiro sangat terlihat sedang tidak sehat saat ini, karena terlalu banyak minum. Bahkan aroma alkohol itu sudah memenuhi seluruh badannya.
Namun belum sempat Yuna mencapai Kagami Jiro, Kagami Jiro malah tersandung sesuatu sehingga membuat tubuhnya yang sudah tidak seimbang kini mulai terhuyung ke depan dan malah terjatuh dan menimpa Yuna, hingga akhirnya mereka berdua terjatuh di tepian pembaringan dengan posisi tubuh Kagami Jiro yang menimpa tubuh Yuna.
Yuna menatap lekat wajah pria yang saat ini sudah berstatus sebagai suaminya itu, sementara Kagami Jiro mulai menyipitkan matanya menatap Yuana karena penglihatannya saat ini benar-benar sudah semakin tidak jelas.
"Yuna? Kau kah itu?" ucap Kagami Jiro sesekali mengerjapkan sepasang matanya saat menatap Yuna.
"Ya, ini aku. Mengapa kamu pulang selarut ini? Kamu bahkan tidak membalas pesan dan juga tidak mengangkat panggilanku! Lalu kamu juga malah mematikan ponselmu begitu saja! Apa kamu sengaja melakukan semua itu untuk membuatku merasa bersalah kepadamu?!" sungut Yuna yang masih merasa cukup kesal kepada Kagami Jiro.
Kagami Jiro mulai tersenyum tipis menatap Yuna karena menganggap ucapan Yuna terdengar begitu lucu untuknya.
"Sayang ... apa kamu sedang merindukanku? Mengapa marah-marah seperti ini?" ucap Kagami Jiro dengan tawa kecil. "Ponselku terjatuh dan masih mati. Dan aku sengaja pulang larut agar kamu bisa beristirahat dengan tenang karena jika ada aku, pasti kamu tak akan bisa tidur dengan nyenyak seperti saat di apartemenmu saat itu. Tapi rupanya kamu malah menungguku dan tidak segera tidur."
__ADS_1
"Tentu saja! Bahkan kamu pergi setelah ... uhm ... itu ... maksudku adalah kamu pergi karena kamu merasa kecewa padaku. Dan pasti aku tidak akan bisa merasa tenang jika kamu belum kembali."
"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan aku, Yuna. Dan aku juga minta maaf karena sudah membuatmu merasa khawatir." ucap Kagami Jiro begitu lembut dan tersenyum hangat. "Bolehkah aku menciummu, Yuna?"
"Tidak boleh!" ucap Yuna dengan tegas. "Sebaiknya kamu segera tidur dan beristirahat sekarang! Besok pagi kita harus segera berangkat ke bandara." imbuh Yuna sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro dan berusaha untuk segera bangun dan terlepas dalam tindihan tubuh Kagami Jiro.
Namun seberapa kuat Yuna mendorong tubuh Kagami Jiro, tubuh itu masih saja berada di atasnya dengan kuat dan tak bergerak sedikitpun.
"Jiro bangunlah! Aku juga mau tidur!" ucap Yuna yang masih saja berusaha untuk mendorong tubuh Kagami Jiro, namun usahanya masih saja sia-sia.
"Tidak mau! Aku akan bangun setelah diperbolehkan untuk menciummu. Dan setelah itu aku akan segera tidur!" ucap Kagami Jiro terdengar begitu manja dan malah meletakkan kepalanya di atas dada Yuna begitu saja.
Kagami Jiro tak menghiraukan ucapan Yuna dan malah semakin membenamkan kepalanya di atas dada Yuna sambil memejamkan matanya.
"Baiklah ... baiklah ... kamu boleh melakukannya. Tapi setelah itu segeralah tidur dan beristirahat!" ucap Yuna mengalah kepada big baby-nya.
Hening, tak ada jawaban apapun dari Kagami Jiro. Dan hal ini cukup membuat Yuna kebingungan hingga berulang kali Yuna mencoba memanggil kembali Kagami Jiro, namun tetap saja tak ada sahutan darinya. Dan rupanya Kagami Jiro sudah tertidur begitu saja.
Hal ini membuat Yuna sedikit tersenyum karena merasa cukup lucu dan konyol saat melihat tingkah lucu dari suaminya. Kini Yuna mulai sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro hingga Kagami Jiro berpindah terbaring di sisi samping.
Lalu Yuna mulai menggeser tubuh Kagami Jiro agar sedikit ke tengah pembaringan. Sepasang sepatu loafer berwarna hitam mengkilap itu kini juga mulai dilepaskan oleh Yuna dengan hati-hati. Yuna juga melepaskan beberapa aksesoris yang saat itu masih tepasang di beberapa anggota tubuh Kagami Jiro, seperti jam tangan maupun dasi dan coat.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri, Yuna merasa sedikit rasa lega saat melihat Kagami Jiro sudah pulang dan mengetahui baik-baik saja. Bahkan Yuna sempat tersenyum hangat saat mengurus Kagami Jiro yang sudah tak sadarkan diri itu.
Kini Yuna mulai memakaikan selimut untuk Kagami Jiro hingga mencapai pada batas dadanya. Sebenarnya Yuna berniat untuk tidur di sofa, namun tangan Kagami Jiro mulai meraih lengan Yuna dan membuatnya terbaring di sampingnya.
Kagami Jiro yang masih memejamkan sepasang matanya kini sedikit merubah posisi tidurnya dan memiringkan tubuhnya ke samping menghadap Yuna yang juga sudah terbaring miring menghadapnya. Lalu Kagami Jiro mulai memeluk Yuna layaknya sedang memeluk sebuah guling. Dan tentu saja ini membuat Yuna sedikit merasa kikuk.
Ahh ... mengapa aku malah jadi terjebak disini? Apakah malam ini aku akan tidur bersama kembali dengan Kagami Jiro dan apakah ini tidak berbahaya? Bagaimana jika dia bangun kembali dan memaksaku melakukannya? Tidak ... tidak seharusnya dia sudah tidur bukan? Hanya perlu pergi dengan pelan-pelan saja. Maka dia tidak akan menyadarinya. Hhm ... ya ...
Batin Yuna mulai meraih tangan Kagami Jiro yang memeluk pinggangnya dan berusaha untuk mengangkatnya dan memindahkannya. Namun rupanya tangan itu terasa begitu berat dirasakan oleh Yuna, seperti Kagami Jiro yang memang sedang memberikan tekanan kuat untuk tetap menempatkan agar tangannya tetap disana.
Bagaimana mungkin? Apakah dia hanya pura-pura sedang tertidur saja?
Batin Yuna yang mulai mrngamati wajah Kagami Jiro kembali. Dan tak disangka-sangka oleh Yuna, tiba-tiba saja mulut Kagami Jiro bergeming pelan namun dengan mata yang masih terpejam.
"Jangan pergi dan tetaplah disini bersamaku ..."
Seperti sedang mengigau, namun setelah mengatakan ucapan itu dengan lirih, Kagami Jiro kembali terdiam lagi.
Tak ada pilihan lain, akhirnya Yuna memutuskan untuk tidak pergi dan menemani Kagami Jiro hingga akhirnya Yuna juga ikut tertidur karena sebenarnya Yuna juga sudah sangat mengantuk.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1