Casanova In Love

Casanova In Love
Menemui Si Pria Licik


__ADS_3

"Aku sangat menginginkan gadis itu! Aku harus mendapatkannya secepat mungkin! Semakin dia menolakku, maka aku akan semakin bertekad kuat. Selama ini tak pernah ada seorangpun gadis yang berani menolakku! Bahkan sampai membuatku begitu penasaran dan membuatku menjatuhkan egoku seperti ini. Ini adalah sebuah penghinaan besar untukku! Aku adalah Kagami Jiro! Tak ada yang tak bisa aku dapatkan di dunia ini! Aku akan membuatmu tergila-gila padaku, bagaimanapun caranya!" ucapnya penuh keyakinan dengan sepasang matanya yang menatap tajam lurus ke depan.


"Gadis yang begitu keras kepala itu ... harus segera aku takhlukkan! Tapi ... bagaimana caranya? Aku sudah mencoba berbuat baik padanya dan menurunkan egoku, namun dia masih saja membenciku. Apa aku harus menjebaknya?" gumamnya pelan dan memicingkan matanya, namun Kagami Jiro menggelengkan kepalanya pelan dan mengusap rambut hitam lurus dan tipis itu ke belakang. "Tidak ... tidak ... Jiro! Jika kamu melakukan hal itu maka seumur hidupnya dia akan sangat membencimu! Kalaupun aku berhasil menidurinya, namun sudah jelas sekali dia akan semakin membenciku. Ya ... aku bisa saja mendapatkan tubuhnya. Namun belum tentu aku bisa mendapatkan hatinya jika aku menggunakan cara itu. Haishhh ... sial! Gadis itu benar-benar membuatku gila!" gumamnya terlihat kesal, menunduk dan masih dengan kedua tangan yang menahan rambutnya ke belakang.


Ritme indah mulai terdengar melalui bell yang sedang berbunyi, menandakan sedang ada tamu yang sedang menunggu di luar untuk dibukakan pintunya. Kagami Jiro mulai mengangkat kepalanya kembali dan mulai menyeringai manis menatap arah pintu.


Pria yang telah dinobatkan sebagai pimpinan utama dari Doragonshadou itu kini mulai bangkit dari duduknya dan mulai melenggang untuk segera membukakan pintu untuk sang tamu yang sudah dia nantikan.


Seringai manis masih terukir dengan indah menghiasi wajah tampan dan rupawan itu. Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai membuka pintu itu dengan gayanya yang begitu keren dan masih mengenakan jubah mandinya yang membalut tubuh atletis itu.


Terlihat seorang gadis dengan memakai blazer berwarna peach yang dia padankan dengan rok span berwarna hitam. Sebuah winter jacket juga dikenakan oleh gadis itu. Sepasang matanya menatap tajam Kagami Jiro, dan terlihat penuh kekesalan dan kebencian.


"Hallo. Akhirnya kamu datang juga, Yuna." sapa Kagami Jiro dengan sangat ramah.


Tak lupa Kagami Jiro juga memamerkan senyuman maut khasnya yang biasanya dia gunakan untuk menjerat para gadis-gadis agar masuk ke dalam pelukannya.


"Cepat lepas perangkat yang tuan pasang pada ponselku!" tandas Yuna to the point.


"Calm down ... ayo masuk dulu. Semua bisa kita bicarakan baik-baik." ucap Kagami Jiro yang sesekali mengangkat kedua alisnya dan tersenyum begitu menawan. "Ayo, masuklah dulu!" kini pria itu mulai sedikit minggir untuk memberikan jalan Yuna agar segera memasuki apartemennya.


Dengan tatapan tajamnya, kini Yuna mulai melenggang memasuki apartemen itu dan melalui Kagami Jiro begitu saja. Sementara Kagami Jiro masih saja memasang senyuman miring dan terus menatap gadis itu hingga Yuna mulai memasuki apartemennya.

__ADS_1


"Kau mau minum apa? Teh, kopi, jus, atau apa?" Kagami Jiro menawari Yuna dengan ramah.


"Tidak perlu! Aku hanya ingin ponselku kembali normal!" tandas Yuna dengan cukup tegas.


"Hhm. Tentu saja. Tapi ijinkan aku melayani tamuku dengan baik terlebih dahulu. Tunggu sebentar ..." Kagami Jiro mulai berlalu begitu saja untuk membuatkan minuman untuk Yuna.


Sementara Yuna mulai duduk di salah satu sofa tunggal dan sesekali mengamati sekitarnya.


Mengapa pria ini suka sekali tinggal di apartemennya seorang diri seperti ini? Padahal rumah besarnya juga berada tak jauh dari sini. Dan tentunya suasana di rumah akan jauh lebih hangat karena ada keluarga. Tapi pria ini malah lebih suka menyendiri. Dasar aneh!


Batin Yuna mulai mengambil sebuah figura kecil yang berada tak jauh darinya. Terlihat seorang pria yang masih cukup muda dan sedang mengenakan sebuah setelan jaz yang begitu rapi dan necis. Rambut hitam pekatnya yang lurus dan tipis disisirnya ke sisi belakang. Terlihat begitu rapi, manis, dan memukau. Bersinar sekali!


"Maaf jika terlalu lama menunggu ..." ucapan secara tiba-tiba dari Kagami Jiro seketika membuat Yuna sedikit tersentak karena begitu terkejut dan dengan cepat Yuna segera mengembalikan figura itu di atas nakas kembali.


Kagami Jiro yang melihatnya kini sedikit tersenyum tipis dan mulai meletakkan sebuah nampan yang berisi dengan 2 cangkir capuccino hangat.


"Itu adalah fotoku saat aku mulai memasuki Universitas Tokyo." jelas Kagami Jiro lalu mulai duduk berseberangan dengan Yuna dengan gaya santai.


"Oh ... begitu ya ... hehe ..." sahut Yuna sedikit malu karena kepergok melihat-lihat foto itu.


"Yeap. Minumlah dulu. Kau suka capuccino bukan?" Kagami Jiro duduk dengan tegap kembali lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan sedikit memiringkan kepalanya menatap Yuna dengan senyuman menawan.

__ADS_1


"Terima kasih ..." Yuna mulai meraih secangkir capuccino hangat itu dan mulai meneguknya.


"Hhm ..." sahut Kagami Jiro datar dan masih tak terlepas menatap Yuna dengan senyumannya. "Soal perangkat yang sudah aku pasang pada ponselmu, kau tak perlu melepaskannya. Karena perangkat itu adalah untuk menjaga keamanan pada ponselmu."


"Tapi aku tak bisa membuka kunci ponselku! Tuan pasti sudah merubah kata sandi kuncinya bukan?" tuduh Yuna sembari meletakkan secangkir capuccino yang baru diminumnya sekitar dua atau tiga teguk saja di atas meja.


"Ya, kau benar sekali. Aku memang merubahnya. Kau bisa merubahnya kembali nanti." jawab Kagami Jiro dengan begitu santai.


"Apa kata sandi yang baru?"


"Baiklah. Dengarkan aku baik-baik dan segera masukkan dengan benar dan hati-hati!" tandas Kagami Jiro dengan santai namun masih cukup keren.


Sementara itu ...


Igor yang saat itu berniat untuk menemui Kagami Jiro kini menghentikkan niatnya untuk memasuki apartemen itu. Padahal saat itu Igor sudah membuka pintu apartemen itu, namun mendengar ucapan Kagami Jiro yang paling akhir membuatnya mengurungkan niatnya dan kembali keluar dari apartemen itu.


"Astaga. Untung saja aku tak melihat mereka berdua sedang ..." gumam Igor yang mulai membayangkan Kagami Jiro dan Yuna sedang melakukan sesuatu bersama. "Arrghh ... hampir saja aku mati karena memergoki mereka." Igor terlihat begitu tegang.


"Tapi mengapa pintunya tidak dikunci jika mereka mau bermain bersama? Oh astaga ..." guman Igor menepuk-nepuk keningnya karena masih begitu tegang sendiri.


__ADS_1


__ADS_2